10++ Lagu Yang Sebaiknya Dihindari Dinyanyikan Dalam Acara Resepsi Pernikahan

Lagu yang sebaiknya tidak dipilih dinyanyikan dalam acara resepsi pernikahan atau perkawinan


Annisakih.com Belakangpadang itu pulau yang terbilang kecil. Seringkali bila ada pesta pernikahan atau perkawinan dan menampilkan hiburan berupa musik (lagu), terdengar hingga ke rumah kami yang lokasinya memang di atas bukit. Apalagi bila pemilik acara mengundang kerabat dari pulau-pulau kecil yang memiliki tradisi berjoget hingga tengah malam.

Lumayan menghibur sebenarnya, terutama bagi Ziqri yang entah bagaimana ternyata suka dangdut. Waktu lebih kecil, sekitar usia setahunan, begitu dengar, bawaannya mau ikutan joget. Sekarang sih sudah agak malu.

Balik lagi ke lagu pengisi acara, lama-lama saya perhatikan, ternyata banyak lagu-lagu yang kurang sesuai dinyanyikan dalam resepsi pernikahan. Mungkin karena lagunya memang populer jadi ada yang request atau karena keterbatasan kemampuan bermusik pengisi acara, jadi ya.. Lagunya itu-itu saja, misalnya :

1. Kau Bukan Dirimu oleh Dewi Yull dan Broery Marantika.
Tak terhitung jumlahnya saya mendengar lagu ini di resepsi pernikahan. Rasanya liriknya yang mempertanyakan perubahan dan janji pasangan terlalu cepat dinyanyikan dihadapan pasangan yang baru saja mengikat janji suci.

2. Madu Tiga oleh P. Ramlee dipopulerkan kembali oleh Ahmad Dhani.
Hayoo, siapa yang pernah mendengar lagu ini di resepsi? Saya sih sering. Entah karena P.Ramlee begitu populer diantara penduduk asli Melayu. Liriknya sudah menggambarkan semuanya "Senangnya dalam hati, bila beristeri dua.."

3. Cucak Rowo oleh Didi Kempot.
Lagu berbahasa Jawa ini sangat populer karena easy listening. Ironisnya saya pernah menghadiri suatu acara dimana pengantennya dalam kondisi yang persis lirik "Wong tuo rapi perawan (orang tua menikahi gadis muda)".

4. Kandas oleh Evie Tamala.
Seriously, saya sampai googling sepulangnya dari acara demi mengetahui judul lagu yang dinyanyikan biduan dengan lirik :
"Sekian lama kucari dirimu kasih
Dari waktu ke waktu kucari
Hingga putus asa diri ini
Dan betapa kusesali yang telah terjadi kasih
Yang paling kucinta kini terluka hati
Telah terlarang kita untuk saling mencinta"

5. Bang Toyib oleh Ade Irma
Siapa sih yang tak kenal lagu ini? Ziqri sampai hapal bagian reffnya. Tapi istri mana yang berharap suaminya tak pulang-pulang?

6. Bang Jono oleh Zaskia Gotik
Kasusnya mirip Bang Toyib, liriknya sebenarnya lucu dan bikin ngikik :
"Dulu kau janji bawa berlian untukku 
Sehari makan sekalipun tak tentu
 Kau bilang inilah kau bilang itula
 Bosan dengan alasanmu
Kau pikir hidup ini cuma makan batu
 Kau pikir anakmu tak butuh susu 
Susu yang inilah susu yang itulah
 Susa susi susah"
 Lagi-lagi agak gimana gitu belum apa-apa sudah diingatkan dengan kemungkinan gagalnya sang suami memenuhi kebutuhan rumah tangga.

7. Sri Minggat oleh Didi Kempot
Versi kebalikan dari dua lagu diatas, kali ini curahan hati seorang suami dalam bahasa Jawa yang ditinggal istrinya kabur,liriknya :
"Sri, kapan kowe bali
Kowe lungo ora pamit aku
Jarene neng pasar, pamit tuku trasi
Nganti saiki kowe durung bali

Sri, opo kowe lali
Janjine sehidup semati
Aku ora nyono kowe arep lungo
Loro atiku, atiku loro

Ndang balio.. Sri..
Ndang balio…o
Aku loro mikir kowe
Ono ning endi.."

Setiap kali mendengar "Dang baliooo Sri", saya bawaannya malah pengen cepat-cepat pulang (bahasa Jawanya "Bali") dari acara tersebut. Hoahahaha

8. Tenda Biru oleh Desi Ratnasari
Lagu fenomenal berikutnya yang membuat saya selalu terheran-heran setiap dinyanyikan dalam acara resepsi. Apakah karena lagu ini begitu populer? Atau karena justru menyebutkan secara eksplisit tentang acara resepsi pernikahan?

9. Seluruh lagu bertema perselingkuhan, kekasih gelap, mendua atau patah hati lainnya, seperti :
-Sephia oleh Sheila on 7
-Pupus oleh Dewa 19
-Jadikan Aku Yang Kedua dan Mendua oleh Astrid
-Sms oleh Trio Macan
-Ketauan oleh Matta Band
-Kekasih Gelap oleh Samson
-Mantan Terindah oleh Raisa
Atau deretan lagu bertema sejenis lainnya. Jangan, pokoknya sebaiknya jangan dinyanyikan deh. Soalnya bukannya bikin happy, takutnya malah bikin baper para tamu atau gawatnya justru salah satu mempelai pengantin. Nah, lho!

10. Seluruh lagu-lagu yang memiliki makna ambigu atau cenderung berkonotasi negatif, misalnya :
-Jablay oleh Titi Kamal
-Belah Duren oleh Jupe
-Cinta Satu Malam oleh Melinda
Dan banyak lainnya. Soalnya saya pernah mengahdiri suatu resepsi di hotel berbintang yang tetamunya sebagian saya kenali sebagai orang penting, begitu biduan menyanyikan salah satu lagu nyeleneh tersebut, saya menangkap wajah-wajah jengah dari para tamu. Sebaiknya memang pengisi acara dibriefing dulu ya.

Saya aslinya buta nada, jadi gak bisa nyanyi sama sekali. Seandainya saya jago nyanyi pun, pasti saya akan menghidari menghadiahkan untuk pengantin salah satu dari lagu diatas di hari bahagianya. Selain rasanya enggak banget, saya percaya kata-kata adalah do'a, jadi sebisa mungkin sebaiknya memilih lagu yang bermakna agar menjadi harapan akan pernikahan yang Sakinah, Mawaddah, Warrahmah.

Masih banyak jajaran lagu berbahasa Indonesia atau daerah lain yang saya rasa lebih sesuai dikumandangkan di hari yang indah tersebut. Misalnya dalam artikel yang pernah saya tulis dulu


Atau dalam aliran dangdut :
-Memandangmu oleh Ikke Nurjanah
-Wulan Merindu oleh Cici Faramida
-Sik Asik oleh Ayu Ting Ting
-Goyang Dumang oleh Cita Citata
Lagu-lagu H.Rhoma Irama dan dari maestro dangdut lain yang sekiranya dapat membawa harapan kebaikan dan kemuliaan pasangan pengantin baru dimasa depan.


Thanks for reading! With love,

Nisa