Recap dan Review Tastefully Yours Episode 5
Recap Tastefully Yours Episode 5
Momen krusial ciuman pertama Beom Woo dan Yeon Joo membuat tak hanya pemirsa berdebar sekaligus terkejut, ternyata Myeong Sook dan Choon Seong yang setengah mabuk pun sama. Kehadiran keduanya membawa Yeon Joo --yang sesungguhnya menutup mata dan terhanyut-- kembali pada akal sehatnya dan langsung menanduk Beom Woo. Hoahaha..
Beom Woo langsung mundur sambil memegangi hidungnya yang berdarah bahkan Ia khawatir tulang hidungnya patah. Myeong Sook dan Choon Seong speechless saking kagetnya 🤣🤣🤣.
Pagi harinya, Yeon Joo kembali terkenang kejadian itu tanpa sadar gelasnya sudah terisi penuh air dari dispenser. Di belakangnya terdengar Beom Woo berusaha memanggilnya sambil mengetuk pintu kamarnya. Yeon Joo pura-pura tak mendengar. Mereka sama-sama melamunkan hal yang sama.
Tiba di JungJae, perbaikan sudah selesai. Paman penjual sayuran menepati janjinya mengubah JungJae jadi modern sesuai standar fine dining. Ada empat meja makan dan satu meja bar dengan empat kursi di depan dapur yang tetap berkonsep open kitchen.
Myeong Sook yang berupaya memulai percakapan dengan Yeon Joo dicuekin sampai berseloroh Yeon Joo adalah Ninja saling lekas kaburnya Hoahaha.
Choon Seong pun menggoda Yeon Joo, malah di marahi. Myeong Sook dengan cepat memancing dengan pura-pura bertanya tentang kursi di meja bar. Apakah keempatnya tetap berjarak ataukah sebaiknya didekatkan seolah pasangan. Beom Woo yang tak bisa menahan senyum akhirnya ikut-ikutan mendukung mendekatkan kedua kursi.
Choon Seong dan Myeong Sook langsung heboh menggoda keduanya, dari yang awalnya selalu bertengkar heboh sampai memparodikan adegan kisseu Hoahaha
Yeon Joo langsung melemparkan kain lap yang dipakainya ke arah mereka berdua dan melarang topik tersebut dibahas.
'Yang terjadi semalam adalah kesalahan, benar atau tidak? Ia lansung menanyakan pada Beom Woo yang sebenarnya terlihat terluka. Beom Woo membenarkan dan untungnya ada sepasang kekasih yang tiba. Yang wanita terlihat sebagai orang kaukasia, Choon Seong cuma bisa bilang "What??"
Beom Woo yang kembali ke sense-nya langsung menyapa "Bonjour".
Kedua staff JungJae langsung heboh dan menilai Beom Woo kadang bisa terlihat sangat cerdas ketika berdiskusi dengan tamu dalam Bahasa Perancis dengan fasih.
Beom Woo menjelaskan mereka mau me-reservasi JungJae untuk pertemuan keluarga lusa. Yeon Joo langsung menolak dengan alasan dapur belum siap dan hal tersebut tidak mudah karena kedua pihak calon besan sama-sama kurang mendukung pernikahan internasional. Dua staf JungJae lagi-lagi terkesan karena Yeon Joo pun mengerti bahasa Perancis.
Beom Woo kembali berargumen kalau penghasilannya bisa setara dengan hasil JungJae satu Minggu, tapi dengan cepat Ia meralat ini bukan soal uang, dari sisi management pelanggan ini promosi yang bagus. Myeong Sook pun mendukung, JungJae bisa memulai citra sebagai jembatan cinta. Choon Seung kebablasan malah ngide mau buat acara jembatan cinta dimana para pasangan bisa berciuman. Yeon Joo langsung melemparnya kembali dengan lap. Hoahaha
Setelah berpikir sejenak, Yeon Joo menyetujui rencana itu.
Malamnya Beom Woo, Choon Seong dan Myeong Sook minum bersama. Beom Woo yang terluka egonya kembali menegaskan bahwa ciuman itu adalah kesalahan besar. Wajar sebagai dua orang dewasa mereka pernah melakukan kesalahan. Lucunya Myeong Sook dan Choon Seong "iya-in ajalah' karena kasihan Hoahaha. Beom Woo malah jadi kesal sendiri.
Yeon Joo sedang mempertimbangkan menu yang akan disajikan. Saat membalik catatan resepnya (yang berbahasa Perancis) wajah Beom Woo terbayang hingga Ia harus melemparkan buku resepnya.
Yeon Joo keluar JungJae untuk mencari udara segar dan malah menemukan Beom Woo yang mabuk berat. Menurut Beom Woo, Yeon Jo tak masuk akal dan harus meralat perkataannya."Mo Yeon Joo, kau tahu aku dulu sangat populer di Seoul. Kau punya kesempatan untuk mencium seorang yang sempurna seperti ini. Bagaimana mungkin kau bilang itu kesalahan?" Beom Woo ngambek sambil teriak
"Lalu, kau mau aku berbuat apaaaa?" Balas Yeon Joo menyamai nadanya
"Aku cukup tampan, bugar, berprestasi, lulusan Harton, itu cukup jadi bukti" Beom Woo kembali membalas sengit
"Bagaimana dengan kepribadianmu? Kepribadianmu sangat buruk" Yeon Joo tak kalah sengit.
Beom Woo sempat tertegun sebelum membalas "kepribadianmu sama buruknya!"
"Ya, makanya anggap saja itu kesalahan, apa bagusnya dua kepribadian buruk saling berhubungan?" Yeon Joo langsung melengos pergi
"Aku ingin, berhubungan, Aku sangat ingin berhubungan denganmu" Beom Woo tanpa sadar berteriak kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Meskipun kau sangat ingin berhubungan, ada beberapa hal yang tak mungkin terjadi.
"Kenapa memangnya?
"Dapur tempat memasak, bukan untuk pacaran."
"Kalau begitu, kita hindari di dapur"
" Kau pikir ini Pasta?'"
(((Pasta!! Ngakak abis bagian sini)))
Beom Woo masih ngeyel dia akan menutupinya. Ia akan invisible selama di dapur. Yeon tak kuasa menahan senyum. Beom Woo mengusulkan kencan sekali sebelum Yeon Joo memutuskan mau pacaran dengannya atau tidak. Beom Woo yakin Yeon Joo pasti mau jadi pacarnya. Ia tak menerima penolakan dan mengajak Yeon Joo kencan lusa setelah melayani pelanggan yang me-reservasi.
Besok paginya Beom Woo datang mengenakan seragam baru JungJae. Myong Sook dan Yeon Joo sangat senang. Choon Seong menanyakan bagiannya dan Ia sempat ngambek karena yang lain seolah melupakan kekompakan mereka saat berlomba di food truck. Ternyata Beom Woo juga memesan untuk Choon Seong dan mereka berempat berfoto.
Seorang penumpang maskapai Han Airlines terbang menuju Seoul. Pramugari memberikan pilihan menu makanan Bento ala Jepang dan Daging Iga Ala Barat dari restoran Le Murir Sapporo, Jepang yang memiliki bintang tiga Diamante. Ia minta disajikan keduanya. Setelah makan dengan teliti, Ia memanggil kembali pramugari dan meminta hentikan penyajian makanan ini segera karena hanya akan merusak reputasi restorannya. Dari kartu namanya Ia adalah chef dari Le Murir.
Beom Woo dan Yeon Joo berbelanja di paman tukang daging tempat Beom Woo dulu memborong daging (yang dipalsukan dari Muwon itu lho hoahaha). Beliau menggoda apakah keduanya sudah meresmikan hubungan. Yeon Joo langsung mengajak pindah tukang daging hoahaha. Paman dan Yeo Joo malah menggosipkan Beom Woo yang kekanakan, kasar dan berlagak uang bisa menyelesaikan segala masalah. Paman memparodikan Beom Woo sampai gayanya yang menyebalkan. Tapi terakhir paman memuji Beom Woo sekarang lebih manusiawi. Yeon Joo berpendapat karena sekarang Beom Woo tak terlalu matre lagi Hoahaha.
Beom Woo mengejar Yeon Joo dan minta konfirmasi. Menurut Yeon Joo, dulu Ia selalu membahas uang, sekarang rasanya lebih tulus meski terkadang tidak. Apapun itu Yeon Joo menyukainya dan Ia senang melihatnya. Beom Woo langsung menghighlight kata-kata suka tapi Yeon Joo buru-buru kabur. Haoahahaha
Kembali ke JungJae, Yeon Joo masih tersenyum geli dengan sikap presisten Beom Woo. Betapa kagetnya saat ada yang menyapanya "Yeon Joo ah, bagaimana kabarmu?"
Yeon Joo langsung masuk tanpa berkata-kata. Sang pria misterius (Yeo Yoon Seok) mengikuti masuk ke dalam JungJae dan Yeon Joo langsung mengusirnya. Duo Myeong Sook dan Choon Seong hanya bisa terpaku. Pria itu masih ngotot ingin bicara tapi Yeon Joo bilang tak ada yang ingin dibicarakan, ia masuk ke dalam dan menangis.
Terkenang masa mereka bekerja bareng di Le Murir. Keduanya sangat akrab bahkan bisa dibilang berhubungan asmara.
Pria itu berusaha menyalakan sebatang rokok di depan JungJae. Beom Woo yang baru datang, langsung mengomel siapa yang parkir di tengah gang dan melarangnya merokok karena pemiliknya akan menebas pelanggarnya.
Duo staf JungJae langsung menyambut heboh dan mengajak gosip bahwa ada orang yang datang. Tapi mendadak Yeon Joo keluar dan mereka mati-matian mengubah topik. Pelanggan pun berdatangan sehingga Beom Woo hanya penasaran sendiri.
Di jam tutup, Beom Woo menyadari mobil tadi masih parkir. Benar saja, tak lama pria itu masuk. Yeon Joo mengingatkan stafnya untuk datang tepat waktu besok. Ia pun mengusir mereka yang ketahuan masih menguping di jendela.
Myeong Sook menunjukkan foto lama Yeon Joo yang pernah dilihatnya kala membantu membereskan kamar yang terbakar. Ada foto Yeon Joo dan pria itu bersama tim sebuah restoran. Posisinya yang berdekatan dan agak mesra membuat Choon Seong menebak mereka ada hubungan, Ia pun menepuk pundak Beom Woo seolah menenangkannya. Myeong Sook pun memperlihatkan sertipikat kelulusan Yeon Joo dari CIA. Konyolnya Choon Seong menebak Yeon Joo polisi. Hoahaha.
Di dalam, pria itu menjelaskan selama ini Ia ingin datang ke JeonJu mengunjungi Yeon Joo tapi malah memilih menetap di Le Murir dan melanjutkan pekerjaan Yeom Joo.
Beom Woo yang tak tahan lagi langsung masuk dan meminta Yeon Joo pulang. Secara terang-terangan Ia pun menunjukkan pintu keluar pada pria itu. "Aku merindukanmu" pungkas sang pria tak tahu malu.
Malamnya Yeon Joo ingat kejadian yang membuatnya keluar dari Le Murir. Ternyata pria itu yang melakukan kesalahan tapi Yeon Joo yang memilih mengakui bertanggung jawab penuh dihadapan Chef kepala yang mengamuk.
Beom Woo chat mengingatkannya besok mereka ada tugas penting, jangan teralihkan dan fokus.
Keesokan harinya Yeon Joo menyajikan hidangan Fusion Prancis - Jepang yang sangat memukau. Benar makanan adalah bahasa universal. Ayah calon pengantin pria yang awalnya arogan sampai tak mau makan hidangan selain makanan Korea dan nampak menyebalkan ujung-ujungnya jadi ceria dan bersahabat dengan calon besan berkat makanan yang disajikan JungJae. Apalagi ditutup dengan Makgeolli buatan Choon Seong yang membuat mereka bersulang dalam bahasa Perancis hoahaha. Puncaknya sebelum pulang, ayah sang calon pengantin wanita berkata bahwa ini adalah makanan terenak yang pernah dimakan, padahal menurut anaknya beliau adalah ahli makanan di Perancis. Kemudian sang ayah pengantin pria meminta anaknya memilih JungJae sebagai catering pernikahan kelak.
Mood bahagia mereka kembali kacau saat tiba-tiba Jeon Min datang kembali. Beom Woo sudah siap mengusirnya karena tak sabar pergi berkencan. Ternyata Yeon Joo lah yang mengundang dan meminta para staf pulang duluan. Tak ada yang ingin pulang dan mau membantu Yeon Joo berkemas. Sayang, Yeon Joo bersikeras mereka akan berjumpa pukul sembilan malam saja di lokasi yang dijanjikan.
Yeon Joo memasak untuk menunjukkan bahwa masakannya dan Min sendiri sudah banyak berubah. Jadi sebaiknya mereka tak usah saling bertemu. Ia hanya ingin Min baik-baik saja. Ia tak ingin lagi membencinya bahkan tak ingin mengetahui apapun lagi dari Min. Pria itu masih sempat berargumen Chef Tatsuo merindukannya dan ingin mengulang kembali masa-masa itu.
Beom Woo yang gelisah menunggu Yeon Joo akhirnya bisa bernafas lega setelah gadis itu benar-benar datang. Beom Woo memberi kejutan menonton di atap gedung dengan ambience yang romantis. Lebih romantis lagi, perjuangannya untuk mendapatkan pinjaman atap ini dari paman pemilik toko sayuran dengan mengupas berkarung-karung bawang Bombay. Hoahaha.
Mereka nonton film romantis, saat Beom Woo baru mau mulai sweet talk ternyata Yeon Joo ketiduran. Pelan-pelan, seolah tak ingin membangunkannya, Beom Woo menyelimuti Yeon Joo. Beom Joo sempat-sempatnya menggenggam tangannya diam-diam sambil mempertanyakan kehidupan seperti apa yang telah dijalani gadis itu sambil menatap dengan sayang.
Yeon Joo mengakui Ia cukup kaget Beom Woo mengajaknya nonton film dan berkeliling disekitar Desa Hanok. Beom Woo menggodanya dengan bertanya apakah Yeon Joo kira Ia akan mengajaknya berkeliling naik helikopter atau pesawat jet. Meski ya mungkin saja sih (tapi bohong Hoahaha kan Beom Woo tak punya uang karena fasilitas HanSangnya lagi dibekukan).
Mereka memutuskan minum kopi sambil duduk. Yeon Joo lah yang membuka pembicaraan dalam situasi yang super canggung itu, mengapa Beom Woo tak bertanya tentang Min. Beom Woo yakin Yeon Joo akan bercerita bila Ia ingin. Yeon Joo lanjut mengisahkan bahwa Ia adalah anak yatim piatu yang dititipkan di biara. Ketika menjelang dewasa, Ia suka memasak, masuk CIA dan bertemu Min di Jepang. Yeon Joo sangat menyukai Min karena Ia adalah orang pertama yang baik padanya.
Beom Woo tak ingin tahu semua yang sudah menjadi masa lalu Yeon Joo. Concernnya adalah apa tujuan kehadirannya dan Yeon Joo bilang Min mengajaknya kembali ke Jepang. Beo. Woo berusaha memastikan Yeon Joo tak akan pergi. Yeon Joo pun masih meyakinkan Beom Woo bahwa Ia tak perlu pergi karena JungJae sedang berkembang pesat.
Sepanjang malam, keduanya galau, tak bisa tidur. Hal yang dicemaskan pun terjadi. Beom Woo diberitahu duo staf kalau Yeon Joo meninggalkan sepucuk surat untuk mereka. Sebuah catatan spesial dituliskan untuk Beom Woo, Ia harus menunggu saat Yeon Joo yang menghubunginya terlebih dahulu.
Nun di terminal bus, Yeon Joo mengecek ponselnya. Tertera nama Min dan pesan bahwa Ia menantikan Yeon Joo di penerbangan sore itu ke Sapporo.
Review
Sebenarnya saya sih tidak masalah dengan kehadiran mantan. Tak semua orang beruntung langsung berjodoh dengan kekasih pertamanya. Sebagian orang punya kisah masa lalu.
Yeon Joo slay saja menanggapi Chef Jang yang diakui Beom Woo sebagai mantan pacarnya. Jadi sedikit banyak, Yeon Joo berharap Beom Woo bisa bersikap yang sama, sayang karakter Beom Woo yang mau serba cepat ga bisa diajak kompromi.
Menurut saya kehadiran Jeon Min semakin memperjelas posisi Beom Woo sebagai pria yang baik. Yeon Joo malas dengan Jeon Min yang tidak tegas. Dari kejadian masa lalu, ketika Yeon Joo rela menanggung kesalahannya pun, Jeon Min tak menghubunginya sama sekali. Sebagai kolega kerja, ini aneh banget, apalagi bila ada hubungan asmara. Red flag abis deh. Beda banget sama Beom Woo yang persisten dengan mengungkapkan perasaannya.
Beom Woo yang kadang kekanakan dan egois selalu berusaha jadi pilar bagi Yeon Joo semaksimal yang dia bisa. Contoh nyatanya saat Ia ikut menemani Yeon Joo ke desa paman pembuat Jang, menghadapi Choon Seong, berlomba di Kontes Makanan Food truck hingga perhatian kecil saat melayani pelanggan internasional mereka yang agak rewel, Beom Woo masih sempat tersenyum menyemangati Yeon Joo.
Intinya, semakin cepat urusan si mantan ini beres, Yeon Joo semakin mudah menerima dan membalas perasaan Beom Woo. Toh seperti yang terlihat sejak awal, mereka saling nyaman satu sama lain. Di episode ini makin dipertegas dengan Yeon Joo yang ketiduran saat bersama Beom Woo. Bukan karena dia bosan atau tak menghargai kencan mereka, cewek independen hanya menurunkan pertahanan mereka di lingkungan yang sekiranya mereka merasa aman.
Kekompakan dan kekeluargaan kru JungJae semakin terasa. Choon Seong yang selalu menyebut JungJae dengan sebutan 'uri' dan keaktifannya berdua Myeong Sook untuk selalu mendukung couple Beom Woo-Yeon Joo meski dengan cara yang konyol mempertegasnya.
Secara profesional skill mereka semakin terasah saat melayani tamu internasional dengan misi menyatukan kedua keluarga. Raut bangga terpancar jelas dari keempatnya saat mereka melayani pelanggan tersebut dan misi yang dipercayakan berhasil diemban dengan gemilang.
Baca juga Recap dan Review Tastefully Yours :

.jpg)








.jpg)






.jpg)

















.jpg)




.jpg)

Posting Komentar