" ".

Review When The Stars Gossip : 7 Plus Minusnya

Table of Contents


 Hai Assalamu'alaikum, kembali ke proyek ambis : menghabiskan tulisan yang mengendap di draft blog, marilah kita tengok kembali ke ulasan drakor When The Stars Gossip. Aslinya ulasan ini bisa dibilang sudah rampung (kurang editing dan unggahan foto), entah kenapa, dulu saya tak langsung publish.

Sepertinya, alasannya saya tak berani "membela" drakor ini karena share ratingnya di KorSel yang seiring berjalannya episode makin turun? Tapii seingat saya, saya malah pernah lho, ikut menjelaskan di kolom komentar salah satu postingan base penggemar Drama Korea di platform X, ketika ada yang bertanya : apakah dari segi science drama ini masuk akal?

(Seinget saya, waktu itu baru tayang empat episode awal) Saya jawab kan ini drama dengan genre sci-fi : science-fiction. Ya jelas tidak seakurat dokumenter atau proyek lain yang direkam dengan tujuan ilmiah. Kalau pun ada yang non-sense, ya berarti itu bagian fiction-nya Hoahaha🤣 Simple.

Eh, apa saya malah jadi standar ganda sama Marry My Husband versi Jepang yang mengusik nurani dan logika saya? 

Anyway, reviewnya jadi saya rombak (agak banyak), karena ternyata banyak (termasuk laman berbahasa Inggris sekelas Korean Herald) yang sudah membahas 'fenomena' ini, semakin menyesal dulu tak langsung di posting saja. Hoahaha🤣

Judul : When The Stars Gossip 

Judul Lain : Ask The Stars / 별들에게 물어봐
Penulis Naskah : Seo SeokHyang
Sutradara : Park ShinWoo
Pemain : Lee MinHo, Gong HyoJin,  Oh JungSe, Lee El, Han JiEun, dll
Genre : sci-fi - komedi - romantis 
Tayang :4 Januari 2025 - 23 Febuari 2025
Jumlah Episode : 16
Durasi : 70 menit 
Jaringan : tvN, Netflix
Rating usia : 16+

Sinopsis

Gong Ryong (Lee MinHo) memandangi cakrawala saat roket mengirimnya ke stasiun luar angkasa. Dari ingatannya, terungkap ia adalah seorang pemuda yatim piatu yang dibesarkan oleh ketiga ibu asuhnya. Ia berhasil menempuh pendidikan sebagai dokter bahkan melaju hingga menjadi seorang ahli kandungan (Obgyn).

Suatu hari, keputusannya untuk mengoperasi kehamilan ektopik (di luar rahim) pasiennya Choi GoEun (Han JiEun) membuatnya terlibat dalam hubungan percintaan yang rumit hingga sampai bertunangan. Agar calon mertuanya, seorang pimpinan konglomerasi MZ grup memberi restu, ia  terpaksa pergi ke luar angkasa selaku turis. Sebagai ganti biayanya yang fantastis, Ryong harus menjalani misi rahasia dan sensitif yang bisa mengguncang moral maupun pengetahuan manusia.

Tak disangka, perjalanannya  dipimpin oleh Eve Kim (Gong HyoJin) commander yang bertangan besi dan memiliki moral kompas yang kuat. Kehadiran wanita ini mengusik nurani Ryong, membuatnya menyadari arti cinta yang sesungguhnya.

Mampukah Ryong beradaptasi dengan lingkungan tanpa gravitasi demi menyukseskan misinya? Kemudian bagaimana dengan hubungannya dengan Eve dan Kang KangSoo (Oh JungSe) yang diam-diam juga berkaitan dengan tunangannya. 

Review

Spoiler Alert

Dari sisi positifnya dulu Apa Yang saya sukai dari drama Korea When The Stars Gossip :

1. Judul Menggoda

Judul internasionalnya menyiratkan bintang-bintang bergosip, memantik rasa keingintahuan yang tinggi.

2. Pemeran Favorit

Kalau ditanyai tentang artis KorSel favorit saya, pasti nama Gong HyoJin masuk dalam salah satunya. Sepertinya saya suka sejak era Biscuit Teacher and Star Candy (2005) atau Pasta (2010) gitu deh. Tapi yang bikin saya 'naksir' berat itu sewaktu ia berpasangan dengan Cha SeungWon di The Greatest Love / Best Love (2012).

Hampir semua drama dan filmnya Gongvely (nickname dari fansnya, gabungan dari Gong + lovely) saya nonton dan suka. 

Selebihnya para pemerannya semakin potensial membawa kesuksesan. Lee MinHo yang punya basis fans militan, dan sederet aktor / aktris pendukung yang familiar seperti Oh JungSe, Heo NamJun, Han JiEun, Lee El, Jung YoungJoo dan lainnya.

Yang mencuri perhatian saya justru pemain internasionalnya. Alex Hafner, Pemeran Santi adalah salah satu sumber komedi sekaligus angin segar dalam drakor ini. Plus cameo dari Jo JungSuk dan Park JinJoo yang meski sekilas tapi menghibur.

3. Premis Potensial

Membangun premis dengan pembangunan narasinya cukup unik. Luar angkasa bukan sekadar jadi setting belaka.


Satu lagi, nama tokoh wanitanya Eve, awalnya membuat saya penasaran apakah ada kaitan dengan nama wanita pertama istri nabi Adam. Berhubung Drakor suka menjadikan nama tokoh yang unik dengan maksud tertentu. Rasa penasaran saya cukup terjawab di bagian pamungkas.

4. Setting Fresh

Berlokasi di luar angkasa, meski sebagain besar menggunakan efek CGI sesungguhnya tidak mengurangi bahwa perbedaan 'pemandangan' memberikan nuansa yang berbeda.



Drama ini menghabiskan biaya produksi yang fantastis, yakni sekitar 50 miliar won (setara Rp560 miliar lebih). Dana besar ini termasuk agar Efek Tanpa Gravitasi (Zero-G) terlihat realistis. Bahkan dari artikel promo yang saya baca, setiap aktor didampingi oleh tim khusus untuk memastikan gerakan mereka terlihat otentik.

5. Nilai Edukasi, Moral dan Eksistensial

Banyak informasi saintek yang bisa kita peroleh dari drama ini. Meski rasanya random dan terlalu trivial, tapi saya percaya terkadang akan ada manfaatnya di masa yang akan datang. Contohnya tentang masa inkubasi lalat buah atau gambaran kehidupan sehari-hari astronot di stasiun luar angkasa.

Membantu juga buat yang ingin lebih aware tentang pembuahan invitro (IVF) dan kaidah moralitas (serta agama bagi yang muslim nih) yang melekat. Serta, dengan jumlah uang yang tak terbatas, sejauh apakah kita akan berusaha demi memperoleh keturunan?

Menantang moralitas kita, apakah sebagai manusia kita berhak menentukan hidup dan matinya suatu mahkluk terutama embrio calon manusia lainnya? Atau pilihan Eve di bagian akhir cerita yang memilih kehidupan yang dianggapnya lebih berharga dibanding hidupnya sendiri?

6. OST Bagus

Jin anggota BTS mengisi satu lagu, Close To You. Selebihnya juga bagus-bagus semua.

7. Mengamankan Penayangan di Aplikasi Merah

Didukung nama-nama besar dan diproduksi oleh Studio Dragon yang melahirkan banyak drama fenomenal, diatas kertas drakor ini menjadi pilihan penonton. Tersedia pula di aplikasi nonton berwarna merah yang jumlah pelanggannya cukup banyak secara global.

Tapiii sayang alasan-alasan tersebut belum cukup untuk mendongkrak performa K-drama ini.

Analisa abal-abil 7 alasan kenapa Drama Korea When The Stars Gossip gagal dipasaran?

1. Tayang Bareng Drama Populer

Love Scout yang telah tayang lebih dulu saat itu membuat se-KorSel bahkan dunia kena demam Yoo-daddy. Dengan slot Jum'at - Sabtu, jelas penonton lebih memilih kanal siaran SBS.

Selain itu 'penantangnya' pun masih banyak yang mencuri perhatian sepanjang jadwal tayang di televisinya. Sebut saja ada Study Grup dan The Trauma Code : Heroes On Call yang berhasil membawa Ju JiHoon meraih Baeksang untuk kategori pemeran pria terbaik.

2. Penokohan Kurang Relateable

Para tokoh di When The Stars Gossip ini berada di spektrum yang jauh berbeda dari orang kebanyakan

Tokoh utama wanitanya adalah astronot dan peneliti berprestasi yang kali ini memimpin misi. Tokoh utama prianya adalah pemuda yang mengatasi kesulitan hidup hingga jadi Obgyn kemudian jadi turis luar angkasa berkat keluarga kekasihnya sebagai sponsor.

Susah untuk merasa terikat dan senasib, ditambah mereka bisa dibilang 'berselingkuh' dari pasangan masing-masing ketika jatuh cinta selama menjalani misi luar angkasa.

Peran pendukungnya pun demikian. Kekasih Ryong adalah putri chaebol, dengan mantan pacar chaebol lain yang juga jadi astronot yang akan melakukan penelitian. Sulit banget rasanya bagi kita, sebagai rakyat jelata memposisikan diri sebagaimana mereka.

Ada juga tiga orang ibu yang turut membesarkan Ryong setelah ibu kandungnya yang merupakan sahabat mereka meninggal dunia saat melahirkan Ryong. Belum lagi tokoh pendukung lain yang masing-masing memiliki latar belakang 'agak laen' semua. Haoahaha.

3. Chemistry OTP Kureng

Saya memang tak pernah berhasil jadi fans Lee MinHoo. Selama ini nonton dramanya demi pemeran utama wanitanya atau pemeran pria pendamping kedua, ketiga serta jalan ceritanya. Sejujurnya saya bahkan skip hampir semua adegan individunya (selain pas sama Jun JiHyun) di Legend Of Blue Sea (2017). Bagaimana pun saya akui, chemistry dengan para pemain wanita itu lumayan baik.  Pun MinHo punya banyak pengalaman main drama Noona lovers. Personal Taste (2010) dengan Son HyeJin jadi salah satu buktinya.

Beda banget sama Gong HyoJin ini. Kembali lagi, sebagai fans berat Gongvely. Tak terhitung saya rewatch Best Love dan setiap Pasta ada siaran ulang, saya tak menolak nonton. Biasanya beliau berkilau dan kelihatan effortless saat bersama pemeran utama prianya.

Sepertinya bukan karena faktor selisih usia ya, karena Kang HaNeul justru lebih muda empat tahun dari mas Limin (panggilan sok ikrib dari fans lokal beliau), chemistry-nya tumpah ruah di When The Camellia Blooms (2019)

Setelah nonton wawancara promo drakor ini, ada bagian mereka mengaku jadi sahabat akrab. Meski MinHo tak bisa hadir di pernikahan Gongvely - Kevin Oh di Amerika Serikat akibat harus syuting, mereka tetap teleponan. Sekali bergosip bisa sampai dua jam! Mungkin karena itu, bagi saya, chemistry OTP ini tak nampak jelas di layar kaca. Ketika Ryong dan Eve bertatapan, rasanya malah melihat dua sahabat lama. 

4. Naskah Tak Solid

Dengan dukungan kucuran dana Netflix, set luar angkasa lengkap dengan segala perintilannya, kelemahan drakor ini ada di naskahnya.

Saya --penggemar drama sci-fi, spesifiknya yang bertema luar angkasa mulai dari Star Wars, Star Trek (sekarang ada bermacam versi serial) sampai yang kurang terkenal macam Babylon 5 pun-- merasa bingung, sebenarnya ini titik berat ceritanya apose?

Kentang banget gitu lho.

Soal how to survive di luar angkasa, nanggung.

Soal penelitian agar sperma manusia yang kurang produktif tapi bisa bergerak lebih bebas dikondisi tanpa gravitasi, nanggung. 

Drakor ini dipasarkan sebagai drama komedi romantis. Saya pun agak sulit memberikan respon positif. Ada beberapa bagian yang cukup lucu tapi kadang cukup absurd

Soal kisah cinta apalagi. Ryong menyatakan cinta pada Eve dalam kondisi sama-sama punya pasangan. Bahkan seluruh dunia tahu Ryong sudah bertunangan! Alasan mereka saling jatuh hati pun kurang kuat. Ryong karena melihat kemandirian Eve? Ya, kan dia pimpinan. Eve melihat Ryong yang gercep membantunya meretitusi tikus percobaan? Errr.. gimana ya..

Bagian romantisnya --terutama adegan intim Eve dan Ryong-- ambigu, mungkin bagi sebagian orang terasa sisi romantisnya sementara yang lain justru merasa akward tingkat tinggi dan enggak banget mengingat situasinya.

Apatah lagi kisah para tokoh pendukungnya. Subplot menang lotre, perselingkuhan, dan lain sebagainya itu rasanya terlalu dipaksakan. Kadarnya jelas lebih parah dan annoying dari sekedar OTP serba kebetulan selalu bertemu di berbagai lokasi di drakor lain.

Rasanya seolah When The Stars Gossip ini ada ditengah-tengah antara konsep drama yang ceritanya berkesinambungan dengan drama yang masalahnya selesai dalam satu dua episode (case of the week).

5. Komentar 'Pedas' di Sosmed dan Forum 

Selain di base X, saya lihat banyak yang langsung protes ke akun sosmed resmi tvN yang menayangkan drama ini. Protesnya jelas akibat ekspektasi tinggi dari penggemar drama yang proses pasca produksi-nya saja nyaris dua tahun ini, tidak terpenuhi. 

Begitupula rating di situs aggregator film atau serial yang dipenuhi review 'jujur' para pemirsa. Ratingnya di My Drama List adalah 6,6; Dramabeans 6,1 dan IMDB adalah 6,4. Sementara share rating jumlah penontonnya naik turun dari sekitar 3% hingga diakhir berkisar di 2,5%

Jadi mempengaruhi para penonton baru, ikut enggan menontonnya. Padahal bisa dicoba dulu lho, siapa tahu jadi guilty pleasure Hoahaha.

6. Episode Terlalu Panjang

Di era sekarang, saat drama Korea favorit hanya terdiri atas 6-12 episode (meski durasinya ada yang 80 menit seperti Bon Appetit Your Majesty), drama 16 episode terasa panjang dan lama. Apalagi saat alurnya memusingkan dengan plot sebagaimana sudah saya ulas diatas. Ya wajar, penonton menyerah di tengah jalan.

7. Ending Menyebalkan

Memang saya sudah menuliskan spoiler alert duluan, tapi tetap tak tega menuliskan endingnya yang bikin nyesek. Mendingan kalau kita sebagai penonton diajak bersakit-sakit dahulu, happy end kemudian. Nah, ini.. cry me a river deh.

☺☺☺☺☺

Kesimpulannya When the Stars Gossip sebenarnya sesuai banget dengan selera saya, sci-fi  dengan misteri dan romansa lucu. Sayang, ditengah-tengah saya sendiri sempat kehilangan spark saat menonton tapi bersyukur masih bisa menyelesaikannya. 

Kalau secara subjektif dari saya 7 / 10. Bolehlah ditonton kalau ingin kisah percintaan ala drama Korea yang ada 'bumbu lain' serta setting yang tak biasa

13 komentar


Comment Author Avatar
1/23/2026 04:49:00 PM Delete
Bon apetit aku nonton awalnya bosen, lama2 pinisirin jadi sampe habis.
Nah kalo ini kenapa ratingnya dimana2 cuma 6???
kan yang mau nonton jg jadi maju mundur dong inih hehee
padahal jarang2 yaa mereka bikin cerita luar2 angkasa kek gini.

Comment Author Avatar
1/23/2026 07:50:00 PM Delete
Lumayan besar effort nya ya buat menghadirkan When The Stars Gossip ini. Mulai budget yang ratusan milyar rupiah sampai waktu pembuatan sampai dua tahun. Ckckck... Memang luar biasa.

Terlepas kepuasan dan tidaknya penggemar tayangan ini, secara saya sendiri sejauh ini sepertinya bakalan enjoy menonton nya mengingat genrenya sci fi. Misteri dan drama romantis memang bikin jantung dah dig dug serrr... Hehehe....
Comment Author Avatar
1/23/2026 11:26:00 PM Delete
Temanya sebetulnya unik banget. Bahkan dari penggambaran sosok karakter pemeran utama prianya udah unik. Dari obgyn trus ke luar angkasa. Sayangnya jalan ceritanya gak bisa mempertahankan ritme, ya. Di tengah jalan banyak penonton yang mulai merasa bosan.
Comment Author Avatar
1/24/2026 08:18:00 AM Delete
Kalo sudah bicara kelemahan di naskah, menurut aku fatal jugo ye. Karena sejatinya nafas utama dari film atau pun drama adalah di naskah. Selainnya akan bangkit setelah itu. Termasuk soal chemistry.

Drama ini premisnya memang unik. Tapi karena aku kurang berminat sci-fi, drama ini aku lewati. Plus, bukan penggemar Hyo-jin. Yang lagi-lagi menurut pendapat pribadiku, kurang ekspresif sering gak menyatu dengan lawan mainnya. Dan, again, tentang appearances yang terlalu flat untuk seorang bintang perempuan. Magnet visualnya kurang.

Aku juga gak berhasil jadi fansnya Min-ho. Meski banyak temen-temen main - sesama penggemar drakor - yang fans berat Min-ho. Entah ya, aku gak menemukan gregetnya Min-ho sebagai pria yang bener-bener pria hahahaha. Meski tak pun terlihat melambai.
Comment Author Avatar
1/24/2026 09:50:00 AM Delete
Kekuatan sebuah cerita itu ada pada naskahnya. Jadi kalau naskahnya kurang fokus, ceritanya mau fokus di mana ke mana ya, Mbak? Padahal kekuatannay ada pada setting luar angkasa sehingga menghabiskan dana sampai 500 milyar wow.. Namun kembali segala sesuatu ada plus minusnya termasuk drakor When Stars Gossip 7 ini.
Comment Author Avatar
1/24/2026 10:47:00 AM Delete
saya penggemar berat Gong Hyo-jin, malah dramanya It's Alright, This Is Love saya rewatch
Anehnya saya cuma nonton drama When the Stars Gossip cuma 1 episode, dan males nerusin
Untung direview Mbak Annisa jadi tahu deh plus minusnya,
dan cukup deh Mbak Annisa yang nyesek :D
Comment Author Avatar
1/24/2026 11:43:00 AM Delete
Sampai sekarang aku masih belum nonton lantaran kata kawan-kawan endingnya enggak banget. Hahahaha. Udha capek-capek ngikutin berepisode-episode ujung-ujungnya endingnya nggak enak. Tapi harus diakui sih Lee Min Ho sama Gong Hyo Jin udah senior banget di dunia per-k-dramaan. Pastinya puas lihat interaksi mereka depan kamera.
Comment Author Avatar
1/24/2026 11:48:00 AM Delete
Daku terlewat waktu nonton ini, karena ya memang lebih milih nonton dr Baek yang marah² hahaha.
Kalau menurut daku kureng nya juga karena ceritanya yang kalau aja related sama kehidupan nyata ya, tentunya bakalan jauh berkesan
Comment Author Avatar
1/24/2026 02:37:00 PM Delete
Meski yang mainnya Lee Min Ho, aku kayak nggak tertarik nonton When The Stars Gossip dah. Apalagi setelah dapat bocoran kalau yang cewek kemudian meninggal.
Comment Author Avatar
1/24/2026 03:55:00 PM Delete
Membaca ulasanmu, sepertinya drakor ini memang tanggung ya. Genre sci-fi memang sebaiknya mengedepankan banyak adegan action, tapi yang ini kayaknya banyak drama ya. Drakor sci-fi favoritku sepanjang masa adalah The Uncanny Counter, itu bagus bangeeettt.

Sama kak, aku juga nggak suka Lee Min-ho haha. Belum pernah juga nonton drakor-drakornya.
Comment Author Avatar
1/25/2026 06:29:00 AM Delete
Pas aku nonton drama ini juga berasa kurang sreg karena chemistrynya kurang greget. Jadi ga lanjut nonton. Malah nonton drakor lain. Huhu. Padahal penasaran juga apa endingnya bakalan seru atau nggak. Lee minho pun ternyata bisa salah pilih naskah drama ya, kak. 😅
Comment Author Avatar
1/26/2026 10:15:00 AM Delete
50 miliar won untuk memproduksi drakor ini, wow totalitas banget ya. Tapi emang sepadan sih ya, efek tanpa gravitasi, penggambaran luar angkasa, emang kalau mau detail butuh efek CGI yang canggih dan tentunya perlu komputer dengan spesifikasi tinggi
Comment Author Avatar
1/27/2026 02:45:00 AM Delete
Drakor ini aku cuman kuat nonton 3 episode kesananya duhhh ilang arah..
Aku pun pernah bahas di blog ku tentang gimanan bisa aku beneran ga ngerti kenapa Lee Min Ho dan Goh Yon Jin chemistry nya gak meledak disini, gak jauh lebih baik dwngan drama lee min ho sebelumnya dengan Kim Go Eun.. padahal dia sendiri yang bilang pengen banget adu akting dengan aktris senior ini..
Drama-drama Min Ho emang selalu gak biasa-biasa tapi to be honest ini paling kureng bener... hahaha