Recap dan Review Idol I Episode 2
Recap Episode 2
Sena sering mengisi waktu dengan menonton rekaman konser GoldBoys sambil chanting yel-yl penggemar :
Laik yang terbaikMalaikat yang tersenyum WooseongBersinar YoungbinDan penghancur hati JaeheeAku cinta GoldBoys
Laik bersinar di panggung membuat Sena semakin semangat menggoyangkan light stick ungu cerah GoldBoys sambil menjeritkan "Sarangheyo Do Laik!"
Kamera langsung menyorot cepat ke saat Sena menghadapi sang idola di ruang penahanan. Pemuda itu masih tak percaya WooSeong tiada. Sena berusaha mengembalikannya ke akal sehat karena ia terus menangis sambil mempertanyakan kenapa teman baiknya meninggal dunia. Tinitusnya bangkit saat Sena menjelaskan namanya dan Firma Hukum ChongUn, kantornya adalah penasihat hukum resmi agensinya.
Ia membentak Sena memintanya berhenti karena semua terasa bohong. Semalam ia dan Wooseong masih minum bersama dan membahas konsep album baru kelak.
Sena bertanya siapa saja yang datang ke rumahnya semalam, siapa saja yang dendam kepadanya dan ingatannya langsung mengingat kembali konfrontasinya dengan para sasaeng. Ternyata mereka memang mengancamnya karena merasa kesuksesan Laik ditopang oleh mereka dan ia tak akan bisa kabur sepanjang mereka belum selesai dengannya.
Laik langsung memberitahukan pada Sena tentang pembobolan mereka dan menyumpahi mereka dengan sangat agresif. Sena hanya bisa terbelalak melihat wajah asli Laik.
Begitu keluar ruangan, rekan satu kantornya mengomeli Sena yang merebut calon klien. Sebagai pengacara rekanan Goldie Entertainment seharusnya kasus ini sepenuhnya miliknya. Sena yang masih syok berjalan gontai dan meng-oke-kan semuanya. Pengacara Hwang (Kim SiHeon) Jadi curiga Laik membenarkan bahwa ia pelakunya karena agak janggal Sena --yang terkenal tak pernah kalah-- justru langsung menyerah. Tapi Sena tetap dalam masa bengong parah sampai menabrak pintu kaca kantor polisi.
Keluar dari kantor polisi pun sebegitu banyak reporter yang minta keterangan, Sena tetap berjalan sampai tersandung
Ia teringat ketika ia jatuh dan diguyur air saat masa sekolah. "Saat kau dititik terendah, pada saat yang tak kau duga. Saat diriku tak bisa melindungi diriku sendiri."
Sena nyaris mengakhiri hidupnya sendiri akibat digosipkan sebagai putri pembunuh dan dipanggil satu sekolah bau dan mungkin melakukan kejahatan juga. Di saat ia siap melompat di tepi sungai. Orang yang menghiburnya ternyata adalah Laik muda yang memberinya topi merah dan bernyanyi untuknya lagu balad serta menyerahkan mp3 yang dibuatnya saat ia menderita. Ia berharap rekaman itu bisa sedikit menghiburnya.
Sena yang merasa terhibur kemudian mengambil langkah mengundurkan diri dari sekolah. Ia bertekad hidup dan mencoba menjalani hidup semoga suatu hari menemukan alasan untuk hidup. Terlihat ia mengikuti ujian persamaan kemudian lulus tes perguruan tinggi.
Ketika ia sudah kuliah hukum, ia membaca berita dan mengenali penyelamatnya itu dalam daftar member. Sena datang ke showcase debutnya, duduk didetetan bangku yang sepi, meneriakkan "GoldBoys, hwaiting" yang langsung menaikkan moral empat pemuda gugup itu. Lagu perdana mereka Rockstar langsung jadi hit. Sena merasa bisa terus hidup karena Laik menyemangatinya.
Ia pun bertanya pada poster Laik di kamarnya "Hanya karena kau berada di titik terendahmu, kau tidak akan melakukan itu, kan?"
"Entahlah" sosok Laik seolah duduk di sebelahnya "Kau beri tahu aku. Aku yang mana? Kau yang menciptakan aku, jadi kau yang harus memutuskan jawabannya. Apakah aku korban yang difitnah atau pembunuh bermuka dua?"
"Aku.. yang aku mau adalah Laik yang asli"
Lalu ia terbayang kemarahan dan umpatan Laik tadi dan merasa bukan itu Laik yang dikenalnya. Sang halusinasi bertanya jadi Laik yang asli yang mana.
Pemuda itu sedang berhadapan dengan polisi yang memintanya makan agar bisa membuat keputusan yang baik. Polisi mengungkap bahwa Wooseong uang baik, rajin dan berbakat tak pantas meninggal. Sebagai ketua ia pun sangat diandalkan, kenapa mereka sampai bertengkar. Laik menjawab 'kami bukan bertengkar.." lucunya polisi langsung mencatat itu sebagai pernyataan. Pengacara Hwang yang mendampinginya langsung meminta Laik jangan terpancing. Tapi provokasi itu membuat Laik naik pitam dan memarahi pengacaranya yang seharusnya membelanya.
Kejaksaan akan mengajukan surat penahanan, jika Laik ingin keringanan hukuman maka sekarang saat yang tepat untuk mengakui kesalahannya.
Sena mengkonfrontasi rekannya di kantor karena berhenti mendampingi Laik. Pria itu dengan santai bertanya apakah Sena berminat membelanya, tapi sebaiknya jangan karena pemuda itu memang bermasalah.
Sena kesal karena ia berhenti saat surat penahanan akan diajukan. Dan ia akan disidang tanpa pengacara. Bahkan koleganya itu pernah memarahinya yang menemui Laik. Pengacara Hwang malah semakin emosi, ia menuduh Sena mundur karena mengetahui jaksa yang akan menjadi lawan mereka adalah Kwak Byeongyeon (Jeong JaeKwang) yang terkenal keras kepala dan putra mahkota jaksa agung. (Duhhh namanya panjang dan aneh, jadi saya memutuskan untuk selajutnya saya akan menulisnya sebagai Jaksa Kwak 🤣)
Sena belum pernah dengar keluarga hukum elite yang sejarah tiga generasinya sejak era presiden pertama KorSel. Keluarga ini berencana menjadikan kasus ini sebagai lompatan masuk ke dunia politik. Dilemanya adalah jika mengalah akan dicerca media, jika berjuang menang justru akan masuk daftar hitam Kejaksaan Agung.
Sena menatap temannya yang terus mengomel 'Mana ada orang waras yang mau mengambil kasus ini'.
Sena terpekur di ruangannya. Ia menatap layar komputernya yang masih memantau kasus Laik. Setelahnya ia mendengar demonstrasi yang menuntut mengungkap kebenaran kematian WooSeong. Para fans meninggalkan banyak post note berisi ucapan belasungkawa.
Di kantor agensinya YoungBin menangis sementara JaeHee marah dan menuduh Laik pelaku tapi manajernya berusaha membela, bisa jadi Laik juga korban. CEO-nya membaca berita saham agensi mereka anjlok akibat peristiwa ini. Ia memerintahkan semua orang tutup mulut sampai ada pernyataan resmi.
Reporter Park meminta informasi dari CEO Byeon, ia mengirim foto dari lokasi jumpa fans. Menurutnya kehadiran 'orang ini' bisa jadi membuat sama dengan yang terjadi di masa lalu. Lalu kamera menyoroti foto seorang wanita cantik yang kebetulan pernah memungut gantungan kunci Sena.
Laik membenarkan bahwa Wooseong sudah meninggal sesuai apa yang diberitahukan Sena waktu itu. Ia sudah memikirkan ulang semuanya tapi Sena segera memotong percakapannya, saat ini ia belum resmi ditunjuk sebagai pengacara Laik. Untuk saat ini ia hanya ingin menanyakan pertanyaan sederhana dan Laik hanya boleh menjawab ya atau tidak. "Apakah Kau membunuh Pak Kang WooSeong?"
"Jika aku menjawab tidak, apakah kau akan percaya?" Laik terlihat ragu
"Aku tidak akan bertanya tiga kali" lalu Sena mengulangi perkataannya lagi
"Aniyo! ANIYO!" Kali ini Laik tegas menjawab saat menatap mata Sena, "Berapa kali harus kujawab?! Aku bersumpah tak membunuhnya!"
Inner monolog Sena berkata sesungguhnya klien selalu berbohong demi kebaikan diri sendiri, melebihkan hal yang menguntungkan dan mengubur hal yang merugikan. Tapi kali ini ia yakin karena pernah menonton seluruh dramanya yang menampilkan akting buruknya. Aktingnya tak mungkin melindungi kita semua.
Sena langsung berdiri dan menyanyikan lagu alarm pagi penjara. Jika ada yang salah, lagu itulah yang akan didengarnya. Beda halnya jika Sena menerima kasusnya. Sebelum itu ada satu syarat agar Sena mau membuktikan Laik tak bersalah.
Laik minta ganti pengacara dengan manajernya. Tapi pria agak chubby itu jujur tak ada yang mau mengambil kasusnya bahkan ia pun tak bisa menolongnya lagi karena CEO meminta tim legal menghentikan kontak. Manajernya malah menangis bertanya kenapa Laik melakukan hal itu. Laik sampai tak bisa berkata-kata.
Sena menjelaskan tak ada pengacara yang berani maju karena jaksa dan sorotan publik yang kuat. Pendemo rupanya juga menuntut Laik dihukum.
Seiring waktu peluang Laik makin kecil, pengacara publik yang disediakan negara berkata bahwa buktinya kuat menunjukkan Laik sebagai pelaku. Jika ia menyangkal dan setelah melalui persidangan di pengadilan malah terbukti sebaliknya maka akan lebih buruk. Pengacara pria itu malah memintanya mengakui sebagai aksi impulsif dengan klaim pembelaan diri serta mabuk. Laik membuktikan ucapan Sena dan pengacara masih membujuknya, ia bisa mendapat hukuman 15 tahun saja. Laik kecewa karena pengacara pun percaya bahwa ia adalah pelaku. Laik berkeras, kenapa harus mengakui kesalahan yang tak dilakukannya. Ia memintanya pergi dan berkata sudah punya pengacara..
Pagi hari, saat berita mengabarkan sidang pendahuluan Laik akan berlangsung besok sore, Sena menerima telpon dari kantor yang menginfokan mereka ditelpon kantor Polisi GongSeo. Sena lekas memerintahkan persiapan dokumennya dan ia akan segera mengajukan kunjungan pengacara. Ia pun membangunkan Chungjae dan mengajaknya bekerja.
Chungjae mengomel, katanya Sena keluar dari fandom dan membuang semua poster dan merch. Sena mengaku bahwa ia menerima pekerjaan selaku pengacara bukan fangirl. Chungjae masih ngeyel, pasti Laik yang bersalah, jadi Sena menantangnya pasti mudah menemukan buktinya kalau begitu. Diawali selidiki para gadis yang menerobos masuk ke rumah Laik beberapa jam sebelum kejadian nahas itu. Sena hanya memberinya waktu beberapa jam sebelum sidang, Chungjae sudah harus mendapatkan identitas para sasaeng dari pihak kemanan apartemen.
Sena sendiri mendatangi apartemen mewah Laik. Dikelilingi pepohonan rindang, rumah Laik ada di lantai empat gedung 103. Sedangkan di lantai dua gedung 102 adalah asrama anggota GoldBoys lainnya.
Sena mengingat pernyataan Laik yang cocok dengan rekaman CCTV : Wooseong datang pukul 20.10 dan 10 menit kemudian bibi pengurus rumah Seo HyunSook (Kim MiHwa) keluar. Sena berkeliling TKP. Ia tercekat melihat lokasi pembunuhan yang diperkirakan terjadi antara pukul 00.00-01.00 dini hari. Pada waktu itu tiba-tiba turun hujan deras.
Sena memperhatikan sekelilingnya dan bertanya-tanya jika ada orang kedua atau ketiga, bagaimana caranya masuk ke dalam rumah. "Terimakasih atas kerja kerasnya." Suara seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai Jaksa Kwak dari Divisi Kriminal 3 Kejaksaan Pusat Seoul. Ia mengajak Sena bersalaman untuk berkenalan tapi diabaikan gadis itu. Sena makan meminta garis polisi dilepaskan.
Jaksa Kwak mengaku sudah mendengar banyak hal tentang sepak terjang pengacara Maeng Sena. Ia pun dengan yakin menganggap Laik pembunuh karena hanya ada dirinya saat kejadian selain korban. Sena yakin itu baru akan terbukti saat penyelidikan.
Jaksa Kwak masih yakin dengan pendapatnya karena orang lain yang memegang kunci --bibi pengurus rumah-- sudah dipastikan alibinya. Tak ada tanda pembobolan dan yang tahu sandi kunci hanya Laik sendiri. Selama ia mengoceh tentang betapa buruknya jika Sena tak membujuk Laik mengaku bersalah saat ini, perhatian Sena terarah pada tahi lalat disisi lehernya. Bayangan Sena kembali ke mass sekolah dan ia teringat bahwa pria ini adalah salah seorang perundungnya dulu.
"Tak bisa." Sena tersenyum misterius, "Aku orang yang suka melakukan hal irasional dan gila." Ia mengulangi perkataan sang jaksa. "Sampai jumpa di sidang awal." Sena segera pergi
Bosnya mengomelinya saat kembali ke kantor. Ia berteriak tapi masih peduli dengan menurunkan tirai vertical blind ruangan Sena agar tak bisa dilihat koleganya yang lain. Bosnya marah karna Goldie Entertainment sudah memutus kontrak dengan Laik. Bagaimana mungkin satu kantor pengacara mewakili dua pihak yang bertentangan.
Sena langsung menembak bahwa atasannya takut dengan keluarga Jaksa Kwak. Si bos langsung terduduk membenarkan. Sena mengingatkannya lagi alasan dulu ia bergabung dengan firma kecil si bos saat masih melarat di Seocho. Ia bahkan menolak tawaran firma terkenal, jadi hakim dan jaksa.
Bosnya pura-pura tak tahu karena Sena selalu menggunakan alasan yang sama setiap diomeli. Sena membujuknya Jaksa Agung Kwak Jongchul (Kim MinSang) akan memanipulasi kasus ini agar menguntungkannya lagi. Mulai dari memilih hakim yang korup dan akrab dengannya lalu artinya ada pihak tak bersalah dirugikan. Bosnya malah menutup telinga dengan lucu Hoahaha.
Sena menunjukkan bukti inkonsistensi dalam kasus melalui tabletnya. Tapi si bos masih mendesak alasannya mengambil kasus ini, apa ada sesuatu yang diyakininya. Sena menjawab yakin bahwa ia hanya ingin memeriksa sesuatu.
Akhirnya si bos bilang ia tak bisa bantu, jika ada masalah, semuanya kesalahannya Sena sendiri. Sena menjawab pasti. Tapi sebelum keluar sang bos masih bertanya apa yang dibutuhkan Sena. Sena tetap ingin bekerja sendiri dan tidak dihalangi.
Sena meminta bantuan seorang paralegal, Ye Sol (Gu HyeoRim) membawakannya semua berkas Laik. Diam-diam sang paralegal mencuri berkas catatan pertemuan terakhir pengacara Hwang dengan Laik yang berisi catatan wawancara. Ia dengan terbata minta Sena melibatkannya dalam kasus ini karena ia adalah penggemar GoldBoys.
Sena tak membenarkan tindakannya dan tak bisa melindunginya jika timbul masalah dari hal ini. Tapi sebelum ia keluar ruangan, Sena memintanya menandatangi berkas perjanjian kerahasiaan dan carikan preseden kasus serupa dimana klaim tak bersalahnya diterima.
Chungjae menemukan duo stalker Laik. Sena segera menyapa mereka dan akhirnya pembicaraan pindah ke sebuah cafe. Mereka menyangkal dan mengaku fans TMB, si band baru. Sena langsung menunjukkan rekaman video mereka dari malam nahas itu.
Akhirnya mereka menunjukkan sifat asli mereka tapi Sena tak kalah lihai sebagai sesama fans Ia memarahi mereka dengan telak "Menjadi penggemar bukan berarti kalian boleh seenaknya. Aku berniat membuat kalian paham betapa seriusnya perbuatan kalian!"
Sena mengingatkan berita ini sedang trending. Bagaimana bila reporter tahu perbuatan mereka. Sena sebagai pengacara Laik akan mengajukan gugatan hukum satu persatu agar prosesnya panjang kemudian kedua orang inilah yang akan jadi trending topik. Informasi mereka akan terekspos.
Ancaman Sena berhasil, sebelum ia pergi keduanya angkat bicara. Mereka menceritakan urutan masuk, mulai dari masuk saat pertukaran shift penjaga, menghindari posisi CCTV kemudian masuk ke gedung saat ada yang keluar. Mereka menunggu Laik sendiri memasukan kode pintu sambil mengawasi dengan teropong dari arah tangga yang sudah dimatikan sensor gerak pada lampunya.
Chungjae --yang sudah bergabung dengan membawa minuman dan makanan-- mengakui profesionalitas mereka. Duo stalker masih ingin tahu kebenaran siapa yang membunuh WooSeong. Chungjae tak habis pikir sebagai sasaeng mereka masih peduli. Dasar toxic, salah seorang malah marah dan menggebrak meja tak terima dipanggil stalker. Alasan mereka adalah karena cinta, makanya ingin selalu dekat dan menjaga Laik.
Sena dengan tegas menjawab itu bukan cinta tapi berburu. Karena itu seru, jika benar-benar mencintainya, mereka tak akan melakukan itu. Cinta yang sebenarnya.. lalu suara Sena berubah menjadi voice over dan kamera pindah ke Laik yang sedang bergelung dalam sel tahanannya. "Cinta sejati adalah melihat jalan yang dia ambil dari jauh, mendukungnya dan mendoakan kebahagiaannya dengan segenap hatimu.'
Persidangan akan dilakukan dan Sena meminta agar Laik mengangkat kepalanya dengan tegak agar tak nampak bersalah. Mereka melalui lautan demonstran. Di ruangan tunggu, Laik mengaku ia tak ingat apapun dan khawatir bagaimana jika ia benar-benar melakukannya. Sena berjanji ia akan membuktikan ia tak bersalah. Untuk itu Sena memintanya mengulangi kata-katanya yang bisa disampaikan Laik dengan baik dihadapan sidang :
"Saya tak mengaku membunuh Kang WooSeong."
Sena memulai pembelaannya. Satu-satunya alasan jaksa menuntut Laik adalah klaim tak ada orang ketiga yang memasuki TKP . Namun dua pekan sebelum kejadian ada penggemar obsesif yang menerobos masuk. Karena Laik figur publik tak melapor resmi pada polisi. Tapi fakta ini sudah terbukti secara objektif. Jaksa Kwak menilai belum memverifikasi kebenaran hal tersebut. Tapi Sena menemukan tidak ditemukannya senjata pembunuhan di lokasi. Hakim sampai bertanya pada Jaksa apa maksudnya dan beliau hanya bilang itu masih dalam penyelidikan yang bersifat rahasia.
Tak adanya bekas pembobolan pun ada kemungkinan tersapu hujan lebat yang tercatat sebagai pemecah rekor dimalam tersebut. Jaksa Kwak kesal karena Sena membuat spekulasi tak berdasar. Lagi-lagi Sena membalikan situasi dengan menegaskan justru membuktikannya spekulasi atau bukan adalah tanggung jawab Jaksa Kwak sebagai penuntut.
Menurut laporan interograsi pun polisi berulangkali menanyakan tentang penggeledahan kamar Laik. Sehingga jejak penggeledahan di TKP tak boleh dikecualikan. Jadi ini adalah bukti kuat kemungkinan ada orang lain yang tak mengenal pasti situasi rumah Laik.
Jaksa Kwak hanya bisa melirik sinis pada penyidik polisinya saat Sena menyimpulkan ketidakompetenannya membuat pengajuan penahanan Laik harus ditolak oleh Hakim. Sena mengajukan permohonan penangguhan penahanan, agar Laik tak ditahan atas asas praduga tak bersalah.
Sena keluar dengan tenang tapi Jaksa Kwak mencegatnya di pintu dan bilang rasanya sakit karena Sena sudah menyerang sekuat tenaga di ronde awal. Sena malah nyaris menjotosnya betulan sambil menjelaskan tentang makna counter attack padahal ia tak melihat lawannya menyerang hoaohaha.
Jaksa Kwak malah sadar bahwa ini baru pukulan ringan. Sena berjanji ia akan benar-benar menjatuhkan Jaksa Kwak saat pria itu bisa membedakan kedua pukulannya.
Setelah kepergian Sena, Jaksa Kwak masih mengomel soal sasaeng Laik tapi penyidiknya, polisi Yoo NamSik (Joo JaeRyong) membela diri bagaimana ia tahu hal yang memang tak dilaporkan pada polisi.
Laik menunggu Sena yang memberi kabar hasilnya baru akan keluar nanti, untuk saat ini ia boleh pulang karena proses forensik sudah selesai. Sayangnya tak ada orang yang bisa menjemput Laik. Sena mengantarnya dalam mobilnya bersama Chungjae. Di jalanan tiba-tiba sang idola minta menepi dan betapa sedihnya Laik dan juga Sena melihat iklan neon boksnya dicoret grafiti 'pembunuh'.
Laik pulang ke apartemennya tapi tak sanggup masuk ke dalam rumahnya. Ia ingat pernah membuka kunci pintu dihadapan WooSeong dan kenangan masa menyenangkan itu membawanya ke keputusan minum miras di tepi jalan. Tak lama ia menangis sambil berhalusinasi teringat ia dan Wooseong mengamen bersama di masa muda. Semua terasa berputar dan saat ia terbangun. Ia sudah berada di kamar yang asing. Cahaya mentari pagi terasa hangat. Kemudian ketika ia bangun, Sena menyambutnya di dapur tapi Laik salah fokus dengan tangan Sena yang menggenggam pisau. Hoahahaha
Berita televisi menyampaikan Laik dianggap kooperatif dan tak akan menghancurkan bukti jadi tak perlu ditahan. HyoJoo menonton dengan wajah khawatir.
Review
Wow! Sesuai harapan, komedinya cukup nendang selaras dengan tragedi-nya.
Kita semakin memahami kehidupan Laik dan Sena.
Gadis yang pernah dirundung itu ternyata salah seorang pelakunya adalah Jaksa Kwak. Sayang banget, padahal kemistri Sena dengan sang Jaksa pun terasa menembus layar (melebihi dengan Chungjae yang sepertinya cinta bertepuk sebelah tangan saja dengan Sena yang hanya menganggapnya sahabat sekaligus kolega alias pesuruh Hoaahaha). Semoga Sena tetap bisa membalikan keadaan dan memberi pelajaran pada Jaksa arogan ini deh.
Laik sungguh malang. Orang-orang disekelilingnya tak ada yang percaya bahwa ia tak bersalah. Mulai dari JaeHee, manajer, CEO agensi sampai sasaengnya. Sesuai kata-katanya ia sendirian dan hanya WooSeong yang bisa memahaminya. Persahabatan mereka berdua sangat erat, dan JaeHee serta YoungBin yang nampak lebih muda usianya baru bergabung belakangan sebelum debut mereka.
Untunglah dengan keberhasilan Sena membelanya agar tak ditahan, Laik sedikit lebih percaya dengan kemampuannya sebagai pengacara. Sena pun membawanya pulang ke rumah.
Misterinya masih terasa kuat, siapakah Hong HyeJoo? Mantan kekasih Laik? Apakah benar ia terlibat sesuatu di masa lalu Laik sebagaimana diingat oleh Reporter Baek. Lalu pengungkapan kasus WooSeong belum menemukan titik terang. Setidaknya untuk drama bergenre hukum dan bukan tipe weekly case, Idol I termasuk cukup mudah dipahami. Prosedur dijelaskan dengan rinci dengan bahasa yang masih mudah dipahami orang awam sekalipun. Menantang saya juga nih menggali ingatan yang nyaris terhapus Hoahaha.
Ohya, saya suka sekali Drakor ini membedakan masa lalu dan kini dengan color grading yang jelas (selain penampilan Sena dan Laik yang diperankan pemeran yang lebih muda atau bergaya old-school) tapi masih bisa menyambung adegan dalam tahap kehidupan mereka dengan sangat baik berkat pengambilan gambar dan editing yang baik.
Merecapnya pun terasa mengalir. Spark yang terakhir saya rasakan segacor ini sepertinya saat Head Over Heels, saya bisa mengejar recap dan review enam episode dalam seminggu. Kali ini pun saya optimis!! Nantikan episode lanjutannya.































Posting Komentar