" ".

Recap dan Review Idol I Episode 3

Table of Contents

Recap Idol I Episode 3

Sena yang kehilangan Laik dihubungi polisi. Laik tidur di Polsek karena tidak mau memberitahukan alamat rumahnya. Menurut keterangan polisi ia berkata bahwa ia tidak memiliki tempat lagi. Chungjae terpaksa menggendongnya pulang ke rumah Sena. Chungjae masih khawatir karena Sena seorang perempuan jadi dia menawarkan Laik dibawa Ke rumahnya saja. Tapi menurut Sena rumah Chungjae terlalu mencurigakan karena terdapat banyak peralatan penyadapan.

Chungjae sebelum pergi kembali menanyakan alasan Sena, benarkah ia hanya terlibat selaku pengacara dan klien? Karena ini bisa jadi alasan sempurna untuk melampiaskan perasaan pribadinya yang melekat itu.

Sana beralasan jika mereka sembarangan dan Laik hilang maka akan lebih gawat bagi mereka. Jadi pemuda itu menanyakan lagi apakah Sena sama sekali tidak takut. Sena mengaku sebenarnya ia takut bahwa segala dukungan yang selama ini diberikan kepada Laik justru semakin mendukung monster yang diciptakan. Tapi itu urusan lain, saat ini ia akan fokus selaku pengacaranya dan melindungi kliennya sampai akhir.



Setelah Chungjae pulang, Sena kembali masuk ke kamarnya untuk memadamkan lampu. Ia tak menyangka idolanya berbaring di ranjang dalam kamarnya. Tiba-tiba ia melihat sepotong sticker sisa zaman fangirlingnya yang masih menempel. Pelan-pelan Sena mendekati ranjang dan melepaskannya lalu terdengar Laik menangis dalam tidur memohon agar jangan pergi. Akhirnya Sena tetap tinggal dan menggenggam tangannya.  

Pagi harinya Laik bangun dengan pengar. Ia menemui Sena di dapur tapi anxietynya bangkit karena Sena yang mengucapkan selamat pagi tanpa sadar mengacungkan pisau yang  tadinya sedang dipakainya memasak. Laik mundur hingga terjatuh dan berusaha melindungi kepalanya. Sena tersadar, menaruh pisaunya dulu  dan menjelaskan kejadian semalam. Hoahaha.

Laik berusaha kabur, Sena menunjukkan surat panggilan dari pengadilan. Jika kali ini ditolak lagi bisa-bisa ia akan ditahan. Jadi Sena mengizinkannya pergi selama ia tetap menerima telepon darinya. Chungjae yang baru membuka pintu melihat Laik, yang tak menjawab pertanyaannya. 

Jaksa Kwak dan polisi penyidik memeriksa hasil autopsi Wooseong. Pria itu meninggal akibat luka tusuk tunggal di antara tulang rusuk dadanya. Tak ada tanda pembelaan diri, dokter forensik berargumen entah saat itu ia tak sadar atau penyerangnya adalah orang yang dipercayainya.

Menurut dokter forensik luka tunggal ini terlalu rapi. Jaksa Kwak teringat Laik minum obat anti kecemasan dan penenang serta saat ditangkap kadar alkohol dalam darah ha tinggi, bagaimana orang dengan keadaan semabuk itu bisa melakukannya seakurat ini.

Jaksa Kwak mengomeli penyidik polisinya lagi. Ia belum menemukan senjata pembunuhan dan ponsel Wooseong. Alat bukti sangat penting untuk mengkaitkan tersangka yang menyangkal kejahatan seperti Laik. Jadi mereka harus segera menemukannya.


Sena memandangi para demonstran. Manajer Laik berkata selama ini ia kesulitan mengusir fans yang mengatakan mencintai Laik tapi sekarang jadi sebaliknya.

Sena mengenali manajer yang sudah bersama GoldBoys sejak awal debut. Reputasinya buruk karena suka berkata kasar. Sena berusaha mewawancarainya, terkait dengan ibu pengurus rumah, tapi sang manajer memastikan wanita itu sangat teliti. Selama lebih dari sepuluh tahun mengurus rumah Laik belum pernah kartunya hilang. 

Sena menemui CEO Geum. Ia adalah orang licik yang mempekerjakan timnya tanpa libur dan bisa hidup mewah, tapi begitu ada skandal langsung meninjau kontraknya.(Efek suara tatapan sinis Sena lucu banget).

Sena menanyakan hal tersebut tetapi beliau beralasan itu hanya demi menenangkan pemegang saham. Sena memastikan alibi mereka yang mengaku bersama di malam kejadian. CEO beralasan mereka mengurus keuangan setelah konser Laik. 

Sena berusaha mencari tahu apakah ada alasan kedua anggota band asuhannya itu bertengkar. Menurut CEO Geum, kedua orang itu tak pernah berselisih. Bahkan malam itu ia sempat ngobrol dengan Wooseong. Saat Sena berusaha mengkonfirmasi waktunya tiba-tiba dua orang anggota lainnya masuk ke ruangan. Insting Sena sebagai fans berat kembali bangkit tapi ia berusaha menahan diri Hoahaha. Ia memperkenalkan diri sebagai pengacara Laik dan ingin tahu kejadian sehari sebelumnya. Jaehee berusaha mengelak dan terus melirik si CEO. Jaehee langsung emosi dengan pertanyaan lanjutan Sena tentang kebenaran rumor mereka ribut sebelum tampil di konser tunggal Laik dan hubungan mereka. Pria menyebalkan itu malah mengungkit reputasi Sena yang sering membebaskan kliennya. 

CEO berusaha menegurnya tapi JaeHee meninggikan suaranya bahwa Wooseong meninggal gara-gara Laik dan semua orang sudah tahu betapa kasarnya sang frontman itu. Sena teringat foto pertengkaran yang berujung anggota diangkut ambulan. Jaehee masih menunjukkan bukti video pertengkaran Laik dan Wooseong. Disepanjang perjalanan pulang, Sena merasa kasihan tak ada seorangpun di sekeliling idolanya itu yang percaya bahwa Laik tak salah.

Sena mendengar dari radio, ibu Laik yang diwawancara percaya anaknya tak bersalah. Namun jika ternyata bersalah maka harus berani mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.



CEO Geum marah besar ditelepon beritanya bocor tepat saat Laik masuk ke ruangannya. CEO bilang ia memang mencarinya. Laik curiga demi memutuskan kontrak tapi CEO hanya ingin tahu apa yang terjadi antara ia dan Wooseong. Laik meledak marah saat beliau hanya menjelaskan kerugian finansial. "WooSeong meninggal! Bagimu nilainya hanya kerugian?" 

CEO telak berkata bahwa tak ada yang percaya pada Laik dan agensi tak bisa berbuat apapun sebelum terbukti sebaliknya. Sekarang rumah dan mobilnya pasti sudah disita karena ibunya meminjam terlalu banyak uang dan para kreditur mengira ia tak akan mampu melunasinya lagi. Sebagai usaha terakhir dari CEO, ia berusaha meredam agar ibu Laik tak menerima wawancara dimana-mana dengan imbalan uang.

Sena melacak ibu Do MiKyung (Wo MiHwa). Wanita itu sedang bermain judi. Sena dengan tegas melarangnya menerima wawancara tapi tanpa malu ia meminta Sena menyuapnya. 

"Ada lagu yang dibuat putramu di album pertama GoldBoys dengan memikirkan masa kecilnya. Sekarang aku paham mengapa terasa sangat sedih." Menurut Sena, Laik bernyanyi agar semua orang bisa memiliki tempat bersandar dan berharap. Sayang sekali lagu itu tak pernah mencapai ibunya sendiri. 

Sena menegaskan, jika ia mau menerina tawaran wawancara lagi dan merugikan Laik maka mereka akan menggugat dengan alasan pencemaran nama baik. Sena pun berjanji akan menempuh semua jalan hukum yang ada. Ia meninggalkan ibu Laik di restoran sambil mengeluh kesal kenapa semua orang disekitar Laik sama saja.

Chungjae melaporkan bahwa Laik menghilang. Sena langsung memberi tahu posisi pelacak GPS yang ditanamnya pada pria itu. Sena merahasiakannya dari Chungjae karena khawatir disebut stalker. Hoahaha. Bergegas mereka berdua menuju posisi Laik.

Laik melalui jalur penyebrangan dan dikenali oleh para pelajar dari sepatu edisi khususnya. Mereka mencegatnya dan memintanya melepaskan sepatunya. Mereka bertanya apakah Laik ingin mati dan ia membenarkannya, jadi mereka harus membantunya dengan membunuhnya. Salah seorang mengenalinya sebagai Laik dari GoldBoys dan berusaha merekamnya. Laik menepiskan ponsel itu dan mereka akhirnya mengeroyoknya tanpa perlawanan.

Sena yang tiba di bawah jembatan mengomeli Chungjae, gajinya akan dipotong 20% Hoahaha. Pemuda itu tak terima dan berkata bukan salahnya Laik pergi ke sini. Sena berpapasan dengan para pelajar yang mengambil sepatu itu dan berencana menjualnya. Ia bertanya dimana pemilik sepatu itu tapi berandal itu mengira Sena ingin diajak bermain. Saat mereka berusaha mendekati Sena, Chungjae muncul dan menghajar ketiganya tanpa ampun. Ada lagi yang berkata seharusnya ia yang mati bukan Wooseong.



Sena menemukan Laik yang bergulung dan menutup kedua telinga karena kambuh tinitusnya. Ia malah membentak Sena, semua terasa berisik jadi ia bisa gila. Dengan sabar, Sena membersihkan kaus kakinya dan menyiapkan sepatunya "Aku tahu rasanya tapi tetap saja demi orang yang sudah tak bersama kita, kita harus menemukan pelaku sebenarnya. Kita tak boleh menyerah sampai akhir dan aku akan menemanimu." Lalu ia mengulurkan tangannya..

HyeJoo memandangi foto-fotonya dengan Laik di apartemen super mewahnya. Ada file Jaksa Kwak terbuka di mejanya.

Yang bersangkutan sedang melaporkan kemajuan kasus pada ayahnya. Menurutnya saat ini buktinya belum cukup untuk mendapatkan pengakuan dari Laik. Dan perlu ada investigasi sehubungan bukti dari pengacara bahwa ada stalker yang pernah membobol rumah Laik.

Ayahnya bertanya apa jaksa itu menurutnya. Jaksa Kwak menjawab secara legal formal tapi ayahnya lebih ke praktikal : Jaksa adalah orang yang mendapatkan pengakuan, dengan atau tanpa bukti, jaksa tak akan melepaskan sampai orang itu mengaku. Bagi ayahnya ini sangat mudah tapi Jaksa Kwak masih berusaha mencari sudut pandang lain. 

Ayahnya mengingatkannya betapa sulit mengatur agar kasus ini ditangani oleh putranya. Oleh karena itu ia harus memanfaatkan situasi ini untuk masuk ke dunia politik. Ayahnya memberikan informasi bahwa Sena adalah teman satu SMA tapi Jaksa Kwak pura-pura tak ingat karena seangkatan jumlahnya lebih dari 500 orang. Ayahnya justru ingat bahwa ia selalu juara satu, mengalahkannya sampai saat ia mengundurkan diri.




Jaksa Kwak teringat Ia pernah membully Sena dan mengguyurnya serta memanggilnya bau. Musik horor menjadi pengiring kesadaran siapa orang yang sedang dihadapinya kini.

Penyidik polisi kembali menonton rekaman CCTV dan kesal hujan terjadi malam itu. Seorang anak baru dalam timnya menyadari bahwa ada yang terjadi. Laik mengaku pergi ke minimarket untuk membeli miras tapi keluar tanpa membeli apapun.

Kemudian ia berjalan kaki berlawanan arah dengan rumahnya, menuju jalur mendaki. Atasannya meminta semua anggota memeriksa rekaman CCTV dalam radius lima kilometer.

Sena dan Laik duduk di beranda rumah Sena. Pria itu menceritakan masa kecilnya. Ia terkenang melihat ibunya bernyanyi di atas pentas. Ia ingin tampil karena ingin tahu apakah ada yang berubah jika ia berada di pentas. Ia mencoba naik pentas dan akhirnya orang melihatnya. 

CEO Gyeom merekrutnya dan sebenarnya ia tak suka tapi ibunya membujuknya tampil dari panggung ke panggung. Ia menjadi penyanyi Trot yang dilabeli jenius. Saat menyadari semua miliknya sudah hilang, ia bertemu dengan Wooseong. Bersama mereka menjalani hari-hari trainee di Geumsang Entertainment. Berkat  debut yang sukses itu Laik dan teman-teman menjadi sangat terkenal. 



Laik merasa tenang selama bersama mereka, tapi kala sendirian dalam mobil, kecemasannya mulai muncul dan ia terpaksa mengonsumsi obat.

Ia menegaskan lagi pada Sena malam itu mereka cuma minum, makan cemilan dan tertawa. Sena menunjukkan video yang dibagikan Jaehee. Laik sudah curiga asal Sena mendapatkannya. Tapi buat Sena yang terpenting bukan asal video melainkan ada saksi yang melihat mereka bertengkar.

Menurut Laik itu bukan berkelahi hanya perselisihan saat latihan menjelang konser. Ia jadi sensitif. Laik berjanji akan menemukan ingatannya demi membuktikan ia tak bersalah. Ia pun meminta izin numpang tinggal karena apartemennya disita. Laik membalikan semua kata-kata Sena, akan heboh jika tinggal di hotel, ia pun tak mau sendiri ditempat asing serta Sena berjanji akan menemaninya. Sena sampai tak mampu berkata-kata. Hoahaha

Di ruangannya Jaksa Kwak sibuk memandangi foto Sena di berkasnya dan berseloroh bagaimana mungkin wajah (murung) Sena bisa tumbuh menjadi (cantik) seperti ini.

Seseorang mendatanginya, sepertinya mereka teman lama. Ayah mertuanya adalah pebisnis dan butuh koneksi dengan keluarga Jaksa Kwak. Rupanya sang adik ipar datang untuk mengajak Jaksa Kwak makan malam.

Supir taksi keberatan menunjukkan kamera dashboard pada polisi dan meminta surat perintah. Ia sibuk menelpon tapi Jaksa Kwak tak mengangkat karena juga sedang sibuk makan malam dengan HyeJoo. Mereka membahas ayahnya dan HyeJoo langsung memotong pembicaraan dan membicarakan kasusnya yang sekarang. Awalnya Jaksa Kwak menolak, bisa terjadi kebocoran informasi tapi HyeJoo memakai kartu calon pasangan, ia ingin berada di tim yang selalu menang.

Intinya Jaksa Kwak yakin sekali Laik bersalah, hanya menatap matanya sekali ia langsung tahu pria itu pembunuhnya. Hyejoo bilang itu terlalu arogan tapi sang jaksa masih menyombong sampai akhirnya HyeJoo secara langsung mengingatkannya atas telfonnya yang terus-terusan dihubungi.

Jaksa Kwak menerima telepon itu dan mengajukan surat perintah untuk polisi penyidiknya sementara HyeJoo langsung meninggalkan tempat makan setelah membayar tagihannya.


Laik bersiap memakai dasi untuk melengkapi pakaian berkabungnya tapi membongkarnya lagi dan hanya terduduk lesu, merasa tak sanggup pergi ke persemayaman Wooseong. Sena menyemangatinya dan jika ia tak merasa bersalah maka ia harus pergi agar orang tak salah paham serta ini waktu terakhirnya berpamitan dengan sahabatnya.



Sena mengajarinya fokus pada satu hal. Hapus semua emosi dari wajahnya jadi saat wartawan mengerumuninya dia tetap berjalan dengan tenang di sisi Sena. Selanjutnya hapus semua rasa takut dan kecemasan dari hatinya maka ia bisa berjalan tenang di dalam gereja bahkan duduk di sisi lebih depan dari anggota bandnya yang lain. Semua menangis tapi Laik tetap tegar melihat foto Wooseong dan fokus pada hatinya sendiri, mengucapkan salam perpisahan pada sahabatnya.

Sena berusaha menjawab atas nama Laik tapi pria itu maju menghadapi wartawan "Wooseong adalah satu-satunya temanku. Aku akan mengerahkan segala kemampuan ku untuk mengungkap kematiannya. Aku akan berkerja sama dengan kejaksaan dan akan mencari pembunuhnya sampai akhir."

Di kantor polisi, si anak baru menemukan satu bukti baru dari rekaman dashcam taksi. Sena dan Laik dipanggil jaksa untuk membahas hal tersebut. Berhubung Jaksa Kwak hanya diam saja, Sena berdiri dan hendak pergi ketika sang Jaksa bertanya ia dari mana saja karena wajahnya cukup familier. Sena keberatan menjawab pertanyaan pribadi, jadi dalam bisikan Jaksa Kwak bilang ia masih sama dengan yang dulu, arogan dan sombong.

Sena bertanya "Mworago yo?" Tapi Jaksa Kwak pura-pura tak mengatakan apapun malah memintanya duduk lagi sambil menunjukkan rekaman CCTV yang menujukkan Laik pergi tanpa membeli miras dari minimarket dan menuju jalan yang menjauhi rumahnya 

Menurut Laik itu jalan pintas dan Sena berusaha menghentikan spekulasi Jaksa. Tapi Jaksa Kwak menyindir Laik yang menyembunyikan sesuatu. Jaksa pun menekan dengan pertanyaan kenapa Laik pergi kesana malam itu?

Keluar ruangan, Sena mengomelinya yang tak jujur dan mengaku lupa. Sikapnya yang mencurigakan membuat Sena makin kesal karena jika begini ia tak bisa membantunya. Ketika sudah setuju menjadi pengacaranya, Sena hanya mengajukan satu syarat. Ia harus memberitahukan segala dia lihat, dengar bahkan yang diimpikan malam itu.

Laik berusaha mengelak, beralasan ia cuma bingung dan isi pikirannya berantakan. Sena langsung memotong, Sena tahu sekarang ia sedang berbohong dari matanya yang tak fokus dan lehernya yang merona kemerahan. Itulah kebiasaanya. Laik heran darimana Sena bisa tahu, hanya orang-orang terdekatnya yang tahu. Sena malah mau langsung pergi tanpa sadar posisinya di pinggir jalan, ia langsung mau menyebrang  dan tanpa sadar nyaris terserempet motor yang menyelonong dengan kecepatan tinggi.

Laik menariknya dan sempat menggenggam tangan Sena. Membuat waktu seolah berhenti berputar. Hingga mereka dikejutkan suara seorang wanita yang memanggilnya "Laik ah" serta langsung memeluknya. Sementara voice over polisi penyelidik yang datang terlambat menghadap Jaksa Kwak memberitahukan bahwa orang dalam rekaman tersebut awalnya diduga sebagai kaki tangan kejahatan Laik tapi rupanya orang itu nyaris menabrak Laik dengan mobilnya dan terungkap adalah Hyejoo!


Review 

Seru banget lho episode tiga ini sedikit demi sedikit misterinya semakin terbongkar. Cara penceritaan maju mundur didukung dengan pengambilan gambar dan editing yang baik sebagaimana saya bahas sebelumnya semakin memperkuat Idol I atau sebelumnya pernah di kenal sebagai Idol 1 dan Idol Eye sebagai dramA genre thriller mystery yang membuat penasaran.

Masa frustasi dan merana Laik divisualisasikan dengan sangat baik oleh JaeYeoung. Wajah pucat pasi, tatapan nanar dan berkaca-kacanya itu membuat kita paham banget apa yang dirasakan Laik. Perjalanan dari masa kecilnya membuat dia tumbuh jadi orang yang ceplas-ceplos karena aslinya ia ingin didengar. 

Ia naik ke panggung agar orang lain mau mendengar suaranya. Saat panggungnya semakin besar sejujurnya ia takut tapi tak ada yang mendengarkannya. Ibunya dan CEO Geum memanfaatkannya habis-habisan dan memaksanya tampil dari kota ke kota. Ini relevan dan terjadi pada penyanyi anak-anak di negara kita sendiri, Farel Prayoga.

Ketika Laik berkata dihadapan pewarta kalau ia akan menemukan pembunuh Wooseong menariknya sebagian besar anggota agensi dan CEO mereka ikut mendengarkan dari atas tangga.

Mereka ini adalah kumpulan orang-orang yang saya curigai. Manajernya (yang pernah mengambil peran serupa di HighEnd Crush (2015)), CEO Geum dan Jaehee adalah tiga nama teratas karena mereka punya kepentingan masing-masing atas Wooseong dan Laik.

Hubungan rahasia Laik dan HyeJoo seharusnya diketahui oleh sang CEO. Apakah ada kaitan dengan putusnya hubungan keduanya? Kenapa HyeJoo masih peduli sekali dengan Laik sampai mendekati Jaksa Kwak melalui jalur Abang iparnya?

Untunglah Laik punya Sena sekarang. Saat Sena membujuknya baik di gang atau sebelum ke persemayaman Wooseong menunjukkan bonding mereka mulai terjalin. Sena bersimpati pada Laik, teringat moment kelamnya sendiri di tangan Jaksa Kwak saat bersekolah dulu. Waktu berputar, jika dulu Laik yang menyelamatkan hidupnya maka kali ini Sena bertekad menyelamatkan hidup Laik. Hubungan timbal balik ini tentu akan berlanjut di episode berikutnya.

Hal lain yang saya sadari sepertinya Laik merahasiakan pengobatannya dengan psikiater dari manajemen. Ia memang berusaha tetap tegar meski jiwanya kesepian.

Chungjae juga sangat perhatian pada Sena. Ia mengkhawatirkan Laik yang tinggal bersamanya dan terlihat cemburu saat Sena memperhatikannya. Sayang, ia terjebak friendzone. Btw, ternyata Chungjae juga jago berkelahi ya..

Ngomongin Sena, Sooyoung dalam mode pantalon resmi kece gile. Body-nya ideal pas banget pakai setelan begini. Apalagi warna burgundi di episode ini. Cantik sekali lho! Aktingnya seperti biasa semakin memukau. Para fans berat pasti related sama inner monolognya sampai ke ekspresi sok cool padahal hati jumpalitan ketemu anggota band terutama idola yang bahkan sekarang menumpang di rumahnya.

Terakhir, soal Jaksa Kwak, ampun deh bapaknya! Semoga dia bisa lepas dari bayang-bayang ayahnya itu dan jadi Jaksa yang lurus serta berkomitmen mengungkap kebenaran siapa yang menghabisi Wooseong.


Baca juga Recap dan Review Idol I


Posting Komentar