Review High-End Crush (2015) : Web Drama Korea Ringan dengan Cerita Cinta Unik
Saat nontonin Jo HyunSik pemeran HanGu, manajer Do Laik, dalam Idol I, saya tersadar tahun lalu sempat nonton drakor High-End Crush (2015) di aplikasi Viki. Berhubung drakornya singkat maka tak ada salahnya rewatch.
Judul : High-End Crush
Sinopsis
Seorang manajer, Heo (Lee ShiEon) kesulitan mencari artisnya MinJoo (Yoon BoRa) yang melarikan diri. Ketika ia berhasil memojokkannya, seorang gadis lain Yoo YiRyeong (Jin SeYeon) menghantam kepalanya, menyebabkan si artis berhasil meloloskan diri. Sebagai gantinya, si manajer mengajak gadis itu ke pengambilan gambar untuk jadi standing-in sementara sang artis.
YiRyeong terpaksa setuju karena takut dilaporkan ke polisi. Celakanya, saat ia sedang berganti baju, Choi SeHoon (Jung IlWoo), CEO agensi tempat si manajer dan menaungi artis tadi datang, Kesalahpahaman membuat urusan tambah panjang bahkan melibatkan CEO Jang (Moon SeYoon) dari agensi lain.
SeHoon adalah CEO bereputasi selalu berhasil mendapatkan apa yang diinginkan sekaligus melejitkan banyak artis berkat tangan dinginnya. Ia punya rivalitas tinggi dengan CEO Jang. Jadilah ia merasa terusik dan ingin merekrut YiRyeong ke dalam agensinya serta mengorbitkannya jadi seorang bintang besar.
YiRyeong jelas menolaknya. Sesuatu yang dianggap menghina oleh SeHoon. Ia tak pernah ditolak sebelumnya, jadi bertekad menyusul YiRyeong ke rumahnya agar gadis itu mau menandatangani kontrak. Namun ternyata rumah YiRyeong berada di pegunungan yang terpencil!
Di sinilah kegilaan dimulai. SeHoon yang nggak terima penolakan mulai terobsesi. Awalnya, dia berdalih kalau obsesinya ini murni profesionalisme, dia cuma mau merekrut bakat. Tapi lama-kelamaan, egonya yang terluka berubah jadi rasa penasaran, dan rasa penasaran itu pelan-pelan berubah jadi... cinta? Atau lebih tepatnya, penyakit mental? Hohaaha!
SeHoon sampai harus bolak-balik ke psikiater karena dia ngerasa jantungnya berdetak nggak normal dan dia nggak bisa tidur mikirin YiRyeong. Dia menolak percaya kalau dia jatuh cinta. Menurutnya, itu adalah gejala penyakit, bukan cinta. Sepanjang 20 episode, kita bakal disuguhi perjuangan konyol SeHoon buat naklukin hati YiRyeong,
Mampukah SeHoon merekrut YiRyeong? Dan apakah SeHoon mampu mempertahankan profesionalismenya sebagai CEO agensi kala perasannya sendiri jungkir balik setiap terkenang YiRyeong?
Review
Selain teringat lagi karena si manajer tadi, Kenapa saya sampai rewatch High-End Crush?
1. Pelopor Web-drama Berdurasi Singkat
Sepertinya karena saya sekarang cukup sering nonton drama vertikal. Saya jadi suka konsep drama singkat dengan pacing sat-set. Sebagai drama kerjasama China dan KorSel yang pertama tayang di Sohu TV, China, High-End Crush mungkin tidak sempurna, namun memberikan wawasan baru (di zamannya), bahwa drama singkat punya potensi laris manis di kanal streaming.
Banyak close-up shot ke wajah pemain, karena sutradara tahu kebanyakan orang nonton ini di layar ponsel, bukan TV yang layarnya lebih besar. Ini bikin kita ngerasa lebih intim sama karakternya, terutama saat SeHoon menatap lawan main alias langsung ke kamera. Rasanya kayak kita --penonton-- yang ditatap langsung! Melting nggak, tuh?
2. Kangen Jung IlWoo
Nah, ini alasan subjektif banget. Saya termasuk fans beliau. Iya sih, sedang ada drama akhir pekannya yang masih berjalan, Our Golden Days. Drama yang tayang di stasiun televisi KBS2 serta dua aplikasi nonton lokal berwarna merah ini, ditilik dari share ratingnya laris manis dan juga tayang di aplikasi merah. Tapiii berhubung drama akhir pekan, jumlah episodenya bakal 50! Suatu komitmen yang panjang dan agak sulit diwujudkan menimbang saat ini drama ongoing lain sedang bagus-bagus (so far saya lagi nonton Spring Fever, No Tail to Tell, Gimbab and Onigiri, Undercover Miss Hong, dan Positively Yours meski lebih ke ngeluh sih ini Hoahaha).
Perannya sebagai Choi SeHoon adalah tipikal chaebol drama Korea: kaya, tampan, cerdas, dan emosinya naik turun ibarat pemuda labil. Seperti yang diharapkan, Jung IlWoo berhasil memberi lapisan emosi yang membuat karakter ini tidak terasa satu dimensi. Karakter SeHoon ini unik. Dia toxic, narsis, pemarah, dan manipulatif. Di dunia nyata, cowok kayak gini harus dihindari sejauh mungkin (serius, red flag berjalan!). TAPI, karena ini K-Drama dan yang main Jung IlWoo, kenapa jatuhnya jadi adorable banget ya?
Jung IlWoo berhasil membawakan karakter yang over-the-top tanpa bikin penonton ilfeel. Ekspresi wajahnya itu lho! Dia bisa berubah dari mode CEO dingin berkarisma jadi bocah tantrum dalam hitungan detik.
Yang menarik, perubahan SeHoon sebagai individu secara keseluruhan tidak terjadi secara instan. Ia tidak tiba-tiba menjadi pria manis. Proses jatuh cintanya pelan, kikuk, dan kadang menyebalkan bagi orang-orang disekelilingnya (termasuk penonton) tapi justru terasa realistis untuk karakter sepertinya.
Ada satu detail akting yang saya suka banget: tatapan matanya. Saat SeHoon menatap YiRyeong, kita bisa lihat transisi dari tatapan 'Saya mau manfaatin kamu jadi duit' ke tatapan 'Kenapa kamu cantik banget sih?' sampai akhirnya jadi tatapan bucin akut. Chemistry dia dengan dirinya sendiri (monolog batinnya) bahkan lebih kuat daripada chemistry sama female lead-nya
3. Chemistry OK
Jung IlWoo dan Jin SeYeon berhasil menjadi OTP yang membuat kita percaya, ya memang mereka berjodoh. Jin SeYeon itu cantik banget, sesuai banget sama deskripsi ulzzang yang belum tersentuh polusi kota. Wajahnya adem, senyumnya manis, suaranya lembut meski aslinya ia bisa tangguh juga menggeplak Chief Heo demi menolong orang lain.
Akting Jin SeYeon di sini sebenernya oke, nggak jelek, tapi juga nggak memorable. Saya kadang bingung, sebenernya dia suka nggak sih sama SeHoon? Atau dia cuma kena Stockholm Syndrome karena terus-terusan dipepet secara ugal-ugalan?
Tapi, ada beberapa momen manis di mana kepolosan YiRyeong ini jadi penyeimbang kegilaan SeHoon. Saat SeHoon meledak-ledak, ketenangan YiRyeong ibarat air yang nyiram api. Kontras inilah yang bikin dinamika mereka tetep enak ditonton.
Satu lagi, Tolong beri tepuk tangan untuk Lee ShiEon! Drama ini nggak bakal lucu tanpa kehadiran dia. Dia berperan sebagai Chief Heo, asisten pribadi SeHoon yang paling menderita sedunia.
Hubungan SeHoon dan Chief Heo ini adalah definisi bromance atasan-bawahan yang hakiki. Chief Heo adalah samsak tinju verbal-nya SeHoon. Dia yang selalu kena semprot kalau SeHoon lagi bad mood, tapi dia juga satu-satunya orang yang berani ngasih tamparan realita ke SeHoon (meski abis itu dia gemeteran ketakutan atau ngegosipin si bos bareng para pegawai lain di belakang Hoahaha).
Ekspresi pasrah Lee Shi Eon itu priceless. Dia tahu bosnya gila, tapi dia nggak bisa resign dan mengakui kepandaian SeHoon. Dialog-dialog ceplas-ceplos dia sering banget mewakili isi hati penonton. Misalnya pas SeHoon lagi denial soal perasaannya, Chief Heo dengan muka datarnya bakal nyeletuk hal yang bikin SeHoon makin ngamuk. Duet komedi Jung IlWoo dan Lee ShiEon di sini bener-bener top tier.
4. Premisnya Menarik
Kesederhanaan alur ceritanya menjadi daya tarik utama. High-End Crush pada intinya adalah kisah cinta SeHoon dan YiRyeong. Jadi berfokus pada perkembangan emosi dan hubungan dua tokoh utama. Konflik yang muncul pun dekat dengan kehidupan nyata: perbedaan status sosial, cara pandang terhadap kebahagiaan, dan ketakutan akan membuka hati.
5. Lawak Banget
Meski saya tak terlalu suka lawakan jenis slapstick yang bertaburan di High-End Crush, tapi masih bisa saya toleransi lah.
Favorit saya saat SeHoon menyusul RiYeong sampai nyasar di gunung. Ia yang bepergian dengan mobil sports dan memakai setelan jas mahal, terpaksa jalan kaki naik gunung. Celakanya, pertemuan kedua mereka, justru menjadi ajang salah paham. SeHoon nekat melompat ke suatu telaga kecil karena mengira YiRyeong tenggelam, eh ujung-ujungnya kakinya kram dan harus diselamatkan balik Hoahaha.
Adegan highlight komedi terbaik lainnya di drama ini adalah adegan SeHoon ke psikiater. Biasanya di drama lain, sesi konseling itu serius dan sedih. Di sini? SeHoon malah debat bahkan mengomeli dokternya. Dia ngerasa dokternya salah diagnosis karena bilang dia jatuh cinta. Dia ngeyel kalau dia itu sakit jantung atau kena guna-guna. Tingkat denial-nya itu lho, menghibur banget. hoahaha
6. Sinematografi, Lokasi dan Kostum Kece
Kontras visual yang ditampilkan sutradara sangat ciamik. Dunia SeHoon digambarkan dengan tone warna yang dingin, modern, penuh kaca, dan metalik. Kantor agensinya megah, apartemennya mewah tapi terasa sepi. Ini merepresentasikan jiwanya yang kosong meski bergelimang harta.
Sebaliknya, dunia YiRyeong di gunung digambarkan dengan tone warna hangat, hijau, dan earthy. Banyak shot pemandangan alam yang menyegarkan mata. Perpindahan antar dua setting ini bukan cuma perpindahan lokasi, tapi perpindahan rasa.
Saat SeHoon masuk ke dunia YiRyeong, warna bajunya jadi serba nge-pink itu simbolis banget.
7. Pesan Tersirat
Kehidupan Idola dan artis semakin banyak drama dan film yang mengangkatnya. Sebagai salah satu yang sudah mengangkat isu ini sejak sedekade lalu, boleh lah kita mengapresiasi. Bagaimana seorang CEO bisa mengatur hidup artisnya seenak jidat, gimana visual lebih dipentingkan daripada bakat, dan image adalah segalanya. SeHoon di awal episode adalah representasi kejamnya industri itu. Dia melihat manusia sebagai produk. Perjalanannya jatuh cinta sama YiRyeong sebenarnya adalah perjalanan belajar memanusiakan manusia. YiRyeong yang natural adalah antitesis dari dunia SeHoon yang penuh kepalsuan.
Drama ini mengajarkan kita bahwa cinta itu tak pandang bulu. Mau CEO kaya raya yang punya segalanya, kalau hati udah kepincut sama gadis desa yang polos, bisa apa? Uang takkan bisa beli perasaan, tapi kegigihan (dan sedikit kegilaan) mungkin bisa meluluhkan hati.
Selain itu, drakor ini memberikan gambaran lugas bahwa pergi berkonsultasi ke profesional itu hak siapa saja termasuk para konsultan profesional itu sendiri. Ada beberapa adegan saat psikiater SeHoon justru berkonsultasi juga menyuarakan pemikirannya yang stress sebagai konsultan SeHoon! Ironis tapi gapapa banget memberikan awareness ekstra tentang kesehatan mental.
8. Cameo Mencuri Perhatian
Bagi penggemar K-Pop generasi 2 dan 3, drama ini punya bonus visual. Ada Bora (anggota girlband SISTAR) yang jadi artis di agensinya SeHoon. Karakternya lucu, pengen kabur dari ketatnya aturan agensi dan aslinya suka membully tapi ternyata baik hati dan sering galau karena cinta. Terus ada juga anggota Monsta X yang muncul sebagai trainee atau artis baru. Melihat mereka zaman masih rookie tuh rasanya nostalgik banget!
Ada pula Kim SooYeon (A Virtuous Business) serta Jung KyeongHo (Pro Bono) yang jadi cameo sebagai pembaca berita gosip di televisi.
Ada beberapa hal yang bikin gregetan dan harus diantisipasi :
1. Karakter Female Lead yang Terlalu Lemah
Seperti yang saya singgung di atas, YiRyeong kadang bikin frustrasi. Di zaman sekarang di mana kita suka strong female lead, YiRyeong terasa kuno.
Masalahnya ada di penulisan karakternya. YiRyeong ini pasif banget. Dia tipe female lead jadul yang cuma bisa diem, bingung, dan ngikutin arus. Sepanjang drama, dia lebih sering mengikuti permintaan SeHoon daripada ngambil keputusan sendiri. Kenapa dia nggak lapor polisi pas Chief Heo maksa ikut pemotretan? Atau saat SeHoon maksa dia ikut ke Seoul? Kenapa diam aja pas dimarahi? Kalau ga sabaran, rasanya pengan lempar sesuatu ke arah layar lho! Hoahaha eh, anggap aja ini fantasy romance di mana logika dunia nyata nggak berlaku 100%.
2. Perilaku SeHoon yang Sebenernya Red Flag
Kalau dipikir pakai logika waras, apa yang dilakuin SeHoon itu masuk kategori stalking dan harassment. Dia maksa masuk rumah orang, maksa tanda tangan kontrak, dan maksa cewek itu tinggal di apartemennya. Drama ini membungkus perilaku itu dengan label cinta yang gigih dan komedi. Jadi, kuncinya adalah: Jangan ditiru di dunia nyata! Kita nikmatin aja sebagai fiksi, oke?
3. Peran Idol Kurang Dieksplorasi
Kehadiran para idola terasa cuma sepintas lalu. Padahal kolaborasi mereka dengan YiRyeong dalam menciptakan lagu bisa menjadi unsur pengembangan karakter yang lebih kuat lagi.
4. OST Konyol
OST seperti musik pengiring kartun. Memang memberi kesan lucu tapi terasa annoying dan kurang pas di beberapa momen yang haru.
5. Ending yang Terasa Buru-buru
Penyakit umum web drama: endingnya seringkali mendadak. Konfliknya selesai dengan cepat, terus happy ending, udah gitu aja. Kurang ada after-taste yang mendalam. Tapi yaa, namanya juga drama ringan, kita nggak bisa nuntut plot twist yang butuh waktu lama.
❤❤❤❤❤
Secara pribadi, saya kasih nilai 7.5/10. Jung IlWoo bener-bener menyelamatkan naskah yang sebenernya biasa aja menjadi tontonan yang sangat enjoyable.
High End Crush sangat cocok untuk ditonton saat waktu luang atau sebagai hiburan ringan setelah hari yang melelahkan.

.jpg)
.jpg)


.jpg)
Posting Komentar