Recap dan Review Perfect Crown Episode 1
Hai Assalamu'alaikum
Pertama-tama saya mengucap Alhamdulillah, akhirnya ada drakor yang berhasil mengeluarkan saya dari recap-slump (Emang ada, gitu, istilah ini? Hoahaha). Saya bersemangat karena ini comeback-nya Byeon WooSeok (selain jadi cameo pegawai minimarket super tampan di No Gain, No Love (2024)) dan IU my fave actress.
Sebagai peringatan awal, postingan ini akan sangat panjang (lebih dari empat ribu kata! Memecahkan rekor pribadi nih, Hoahaha). karena saya memulai proyek recap dalam format baru : ada tanda kurung untuk infromasi tambahan dan kurung kurawal dalam warna font pink pucat sebagai opini pribadi saya di beberapa paragraf / adegan. Skip saja membacanya jika dirasa tak perlu.
Recap Perfect Crown
A royal Moment
The modern of a crown
21st Century Grand Prince Wife
Adegan pembukanya spektakuler, menggambarkan kekayaan alam dan kebudayaan Korsel.
Sejak era landskap alami, tarian perang tradisional hingga gedung pencakar langit yang kini mengisi sebagian besar negeri. Kerajaan Joseon yang tak tergoyahkan berdiri kukuh selama lebih dari 600 tahun hingga abad ke-21, sebelum memudar di bawah monarki konstitusional (kepala negara adalah Perdana Menteri yang bertanggung jawab pada parlemen). Wibawanya bertahan, namun kini fungsinya lebih ke seremonial saja. Kedudukan kebangsawanan diturunkan secara turun temurun, dan terus bertahan.
Kondisi ini dipertegas ketika anak-anak belajar di akademi kerajaan (Seonggyungwan). Kaum bangsawan yang memiliki kekuasaan sosial dan politik secara turun-temurun, dan kaum biasa yang tetap terpinggirkan meski kaya raya sekalipun. Di celah itulah kisah dua karakter utama kita bermula.
Ketika pengumuman peringkat, Angkatan 2009 kembali dipuncaki oleh Seong Huijoo (IU / Lee JiUn) dari Wisma Jujak. Sementara peringkat kedua ditempati Ryu MinSeol dari Wisma Cheongyong {mirip empat asrama di Harry Potter}
Pria yang berada di posisi kedua itu nampak kesal. Terlebih saat HuiJoo datang dan menyindir kekalahannya. Mereka berdua saling skak tapi MinSeol mulai membawa status HuiJoo yang bukan keturunan bangsawan. HuiJoo membalas dengan umpatan kasar dan mengancam akan melaporkan perbuatannya. Lalu ia berlalu setelah merapikan seragam si pria dan lagi-lagi menyindir justru kalau bangsawan terhormat, ia tak boleh kalah lagi Hoahaha.
Lebih menyebalkannya, HuiJoo dipanggil ke ruangan kepala sekolah. Ia ditanyai asas pendirian akademi, HuiJoo menjawab cepat "kesetaraan kesempatan.." namun ucapannya segera dipotong sang kepsek yang intinya kembali menegaskan bahwa sekolah yang didirikan oleh kerjaan ini menerima orang yang bukan keturunan bangsawan hanya demi menemukan Jang YongSil kedua (kisah fiktifnya bisa baca di Review Splash-splash Love (2015)), si penemu jam matahari. Sang Kepsek memberikan jam matahari tersebut pada HuiJoo tapi masih sempat membahas bahwa ibu YongSil adalah seorang wanita kedua. HuiJoo yang kesal hanya meninggalkan jam tersebut di pelataran sekolah.
Fast forward ke masa kini, HuiJoo adalah seorang CEO Castle Beauty, salah satu divisi bisnis Castle Group milik ayahnya. Di bawah kepemimpinannya yang tegas dan strategis, Castle Beauty konsisten mengalahkan perusahaan kakak se-ayahnya, Seong TaeJoo (Lee JaeWon).
Ketika rapat, ia mengomeli para pegawainya. Ia marah karena manajer penjualannya (Lim CheolSoo) yakin bahwa mereka akan menjadi juara pertama lagi dalam penjualan nyatanya mereka kalah. Sang manajer penjualan membela diri, bahwa mereka tetap sehat nomor satu dalam survei preferensi. HuiJoo minta dilakukan penyelidikan rahasia karena aktris yang diincar, menolak menjadi brand ambassador mereka tetapi malah dikontrak kompetitor.
Manager logistik (Kim DaeGon) diminta untuk mengurangi distribusi sebanyak setengahnya. Ini adalah strategi ketika viral, HuiJoo menginginkan efek domino, kelangkaan stok akan membuat pembeli melakukan panic buying. Bahkan meminta produk yang berlebih untuk dimusnahkan.
Prinsipnya adalah penghematan tidak akan buat seseorang makin kaya dan ia sendiri yang berhak untuk menentukan ke mana uang yang akan digunakan. Sambil tersenyum manis dan super sinis Hoahaha {ini para manajernya lucu banget dan emang mirip-mirip, malah HuiJoo sempat ngelawak kayak anak kembar}
Mendadak terdengar suara alarm yang memekakkan telinga, para karyawannya sudah panik saling menyalahkan. Merupakan alarm dari manajer eksekutif merangkap personel assisten Do HyeJeong (Lee Yeon) masuk dan mengingatkan atasannya bahwa lalu lintas Ibukota Seoul saat padat dan ia dikhawatirkan akan terlambat untuk tiba di istana.
HuiJoo kesal dan mengomel mengapa juga Baginda raja harus dilahirkan hari ini. Tapi ia sempat menghembuskan nafas keras untuk menenangkan dirinya kemudian meminta agar para stafnya menjadikan ini trending topic. Semuanya tertawa karir tapi malah bertanya ulang apa yang sebaiknya mereka lakukan.
HuiJoo mendiktekan dengan detil artikel yang harus ditulis adalah "Pewaris Castle Grup diundang ke Jamuan Ulang Tahun Kerajaan."
Di perjalanan, HyeJeong mempertanyakan apakah benar Ia sekarang seorang pewaris. HuiJoo menyangkalnya namun yang berpendapat orang yang mengaku hebat jarang sungguhan hebat. Jadi, prinsip kedua darinya adalah fake it till you make it. Hoahaha.
Di sisi lain kota, di istana, meja kerja penuh dengan peralatan berburu dan headline koran memberitakan ulang tahun raja akan menjadi ajang pertemuan di istana GyeonBokgung.
Pangeran Agung Yi Ahn/Ian (Byeon WooSeok) sedang mandi, Ia baru mau menyahut ketika asistennya Choi Hyeon (Yoo SoBin) yang memanggilnya. Ketika sang asisten masuk, Ian masih menggenggam senapan berburu.
Hyeon menanyakan soal hadiah untuk raja tapi Ian malah menodongnya dengan senapan. Hyeon yang panik mengangkat kedua tangannya, sementara sang pangeran benar-benar menarik pelatuknya yang ternyata kosong. Ian hanya tersenyum jenaka. Ia menolak saran Hyeon untuk bergegas ke jamuan kerajaan. Ia malah mau tidur siang karena masih bergelora setelah seharian melihat darah ketika berburu. Hyeon nampak kewalahan mengatasi atasannya itu. {Istighfar sama visual Ian dan dinamika duo ini chaotic-nya mirip HuiJoo dan HyeJeong}.
Sementara di lapangan depan istana para wartawan melaporkan jamuan ulang tahun Baginda raja yang dihadiri para bangsawan dan undangan. Tak ada yang lebih sensasional selain saat mobil sport Bugatti merah menyala mendekat dan HuiJoo yang menggunakan pakaian stelan blazer dengan dalaman resmi, dilengkapi bawahan pendek berwarna senada. Ketika pintu terbuka, Ia melambaikan tangan dan berpose bak model pro. Para wartawan mempertanyakan keputusannya memakai warna merah yang terlarang dipakai di istana selain oleh baginda raja. Mereka memuji kecantikannya dan mengakui sikapnya yang harus publikasi. HuiJoo sempat-sempatnya berpose terakhir dengan spektakuler {ini IU versi idola yang tampil Hoahaha}.
Di kantor Castle, PR Manajer (Yoon ByungHee) sibuk mengerahkan buzzer mengomentari semua artikel HuiJoo agar semua yang dikenakannya mulai dari tas, setelan sampai sepatu sold out.
Di pesta, HuiJoo duduk sendirian. Ia mendengarkan pada wanita bangsawan--yang nampak sengaja--menggunjingkannya sebagai hanya anak kedua yang terlahir diluar pernikahan yang sah. Bahkan rumor yang beredar, keberadaannya baru diketahui saat usianya sepuluh tahun. Ia dicap rakyat jelata yang bersikap menyebalkan dan gila. HuiJoo memecahkan gelasnya sebelum berbalik dan mengajak para penggosip itu bersulang "geombe". Hoahaha {asli slay banget ini}
Abangnya datang menyapa dan mereka saling sindir. Rupanya abangnya lah yang mengalahkannya dalam penjualan produk terkini meski dengan cara licik semacam diskon 50% dan kampanye artis. Namun HuiJoo menegaskan bahwa Castle Beauty jawaravtop survei. Abangnya kembali menyindir bahwa ia punya sindrom rendah diri, "Kau terobsesi pada penjualan barang mewah karena bagaimanapun dalam hatimu kau menyadari, kau barang tiruan. Aku tahu kau mati-matian menutupi asal-usul rendahmu tapi cobalah hidup yang menguntungkan kedudukanmu. Berhentilah melotot, bocah! Aku tetap abangmu dan sebagai Abang, aku tak suka melihatmu begini. Meskipun kita hanya saudara saya kita tetap bersaudara, benar 'kan?" Abangnya memberi pukulan terakhir sambil merampas gelas anggur di tangan HuiJoo.
HuiJoo malah mengoreksi kesalahan tata bahasanya dan menarik dasi abangnya sambil mengomel balik Hoahaha. Si Abang hanya terbatuk-batuk namun belum sempat membalas telah diumumkan oleh dayang istana bahwa acara akan segera dimulai di aula utama. {Ada gesture merapikan rambut yang identik antara keduanya, mempertegas kemiripan duo abang-adik ini}.
HuiJoo mengingatkan abangnya bahwa mereka sama-sama pedagang picisan. Benar saja, mereka duduk di paling belakang tanpa bisa melihat ke depan. Abangnya mulai gelisah kenapa belum dimulai juga padahal semua orang sudah duduk rapi. Para bangsawan dibarisan depan pun nampak saling lirik. Raja pun sempat menjatuhkan topinya. Dengan sedikit kesal, ibu suri Yoon IRang (Gong SeungYeon) memerintahkan dayang untuk memperbaikinya. HuiJoo menjaaab, bahwa Pangeran Agung Ian belum datang.
Tepat pada saat itu, Ian masuk dengan dramatis, semua orang berdiri untuk menghormatinya. HuiJoo menatapnya sementara raja kecil tampak sangat gembira. Abangnya malah mengajak bergosip bagaimana mungkin Ia datang dengan pakaian berburu (cheolik). Benar saja, Ibu Suri langsung memprotes pakaiannya ia membela diri bahwa sutra itu merupakan pemberian dari sang raja. Keponakannya itu nampak saat gembira dan berkata bahwa itu sangat cocok untuknya. {Ian ganteng parah dan saat berjalan masuk, aura bangsawannya aur-auran}.
Ian yang minta Ibu suri agar marahnya nanti saja sebab ia harus duduk terlebih dahulu agar para pembesar dan tamu undangan bisa ikut duduk. Tanpa diduga pandangan Ian dan HuiJoo sempat saling bertemu. {Ini asumsi saya ya, karena HuiJoo memang menatap ke arah panggung, belum tahu dari POV Ian}
Seluruh negeri ikut merayakan ultah Baginda yang dijadikan hari libur nasional dengan pesta meriah, berhias kembang api dan atraksi drone warna-warni.
Usai penghormatan resmi, paruh kedua akan dimulai dengan pertunjukan Nakhwa Nori. Raja menulis harapan (Kesehatan Ibunya, Ian dan kebahagiaan bagi rakyat), lalu memberikannya pada Pangeran Ian. Ia membawanya ke halaman yang sudah dipenuhi pembesar dan tamu undangan, HuiJoo adalah salah seorang yang berdiri di seberangnya dan tampil mencolok dalam warna merah.
Acara dilanjutkan dengan mingle. HuiJoo tetap sendirian sampai ia disapa oleh Perdana Menteri Min JeongWoo (Steve Noh SangHyun). HuiJoo meledeknya yang sekarang jadi perdana menteri serta hanbok merah mudanya yang berkilat. PM Min mengelak ia akan digilas kabinet jika berpakaian sipil. Posisi duduknya saat jamuan mempertegas bahwa ia pun keturunan bangsawan.
PM Min mengucapkan selamat atas kesuksesan ekspansi Castle Beauty ke AS. Sesuatu yang gagal dilakukan abangnya dua tahu lalu. HuiJoo menegaskan bahwa levelnya lebih dari si Abang. Hoahaha. PM Min mempertanyakan pemilihan kostumnya. HuiJoo dengan centil bertanya apakah pria itu tak suka, namun PM Min mengira warna merah terlarang di istana selain raja yang memakainya. HuiJoo tak peduli selama ia tak melanggar hukum tertulis (tapi bertentangan dengan adat khususnya kepercayaan konfusius baru bahwasanya warna merah itu sakral dan melambangkan kekuasaan raja). PM Min kembali memperingatkannya bahaya kontroversi. Ternyata HuiJoo menikmatinya, ia justru senang semua orang mengenalinya.
Hyeon datang dan membisikan sesuatu, PM Min berpamitan dan berjanji akan mengajak HuiJoo makan bersama.
Ian memandangi istana ketika PM Min datang dan memanggilnya dengan panggilan kehormatan "Daegun Jaga". Ian mengangkat lengannya dan mereka berbincang akrab. PM Min memperingatkannya agar tak pergi sendirian, bukan karena ia khawatir Ian dibunuh diam-diam lebih ke asisten meninggal karena stress. Hoahaha
Ian mengalihkan pembicaraan dengan mempertanyakan kenapa PM Min belum menikah, padahal separuh gadis di jamuan menatap temannya itu. Sementara lebih dari separuhnya menatap dirinya. Hoahaha. PM Min bergurau Ian ingin ia menikah untuk merebut seluruh perhatian. Nyatanya Ian malah memintanya bekerja sama untuk memveto keinginan Ibu Suri yang akan menikahkannya dengan tujuan agar ia keluar istana. Ian memperingatkan akan sulit menjadi wali raja, termasuk mendampingi atau menghadiri berbagai acara amal, menyambut delegasi internasional dan diplomatik maupun militer, jadi semuanya akan dikembalikan pada PM Min. Jelas pria berkacamata itu panik dan bergumam "andwe-yo'.
Ian percaya PM Min bisa mencegah karena pernikahan anggota kerjaan butuh izin kabinet berdasarkan Undang-undang Keluarga Kerajaan. {Mereka bersahabat rupanya}.
HuiJoo yang sedang mencari sinyal, ia nekat berjalan ke arah lebih tinggi dan tak sengaja dilihat Ian yang langsung bertanya siapa dirinya. HuiJoo segera menyadari dan menyapa hormat "Daegun Jaga" kemudian meminta ampun karena tersesat tapi belum menjawab pertanyaan Ian tentang namanya.
Ian mengulanginya sekali lagi dan akhirnya ia menjawab. Kemudian Ian melanjutkan tentang afiliasinya dan HuiJoo mengakui, ia bukan pegawai istana.
Ian mendekatinya, "Mengapa orang luar istana berkeliaran di lokasi istana yang tertutup untuk umum?'
HuiJoo hanya bisa menunduk tapi Ian yang sudah berdiri dihadapannya berujar, "Pergilah sebelum hitungan ketiga, akan kulepaskan."
HuiJoo tak percaya, "Jinjja yo?'
"Itu yang bisa kulakukan untuk junior." Ian mendekatkan wajahnya dan tersenyum tipis.
HuiJoo masih nampak kebingungan tapi Ian sudah mulai menghitung, "satu, dua.."
Terdengar suara ledakan keras dari sisi lain istana. Ian malah memintanya tetap berada di posisinya sekarang sebelum bergegas pergi.
Terjadi kebakaran di aula Junghwajeon. Ian teringat ketika abangnya, sang raja pendahulu Yi Hwan (Sung Joon) ditandu keluar dari gedung yang terbakar dalam keadaan tak bernyawa.
PM Min berlari mendekat dan menanyakan apakah Ian baik-baik saja, tapi belum sempat Ian menjawab (karena mencemaskan keponakannya), pipinya ditampar Ibu Suri. Wanita murka itu menuduhnya menginginkan nyawa raja lainnya. Untunglah Baginda memanggil ibunya. HuiJoo melihat semua itu dari kejauhan.
PM Min memberi perintah agar tak ada teori konspirasi di media. Monarki baru stabil belum lama ini semenjak meninggalnya sang raja tiga tahun lalu.
HuiJoo pulang ke mobilnya, tapi HyeJeong malah mengomelinya yang keluar cepat demi sorotan. Ia menjelaskan ada kebakaran tapi yang HyeJeong khawatirkan hanya Ian. HuiJoo malah kesal dan mempertanyakan apakah asistennya itu ngefans dengan sang pangeran.
HyeJeong speechless tapi diperjalanan malah membalikan keadaan dengan bertanya kenapa HuiJoo begitu membenci si Pangeran Agung. Apakah ketika sama-sama sekolah dulu, Ian pernah merundungnya?
HuiJoo menjawab sinis, ia bukan tipe orang yang mudah dirundung. Ia hanya merasa Ian menyebalkan. Kemudian memorinya bergulir ke masa sekolah.
Ia berlatih panah tengah malam di lapangan. Bidikannya buruk karena dalam gelap namun ketika semua lampu menyala, sang Pangeran berdiri di belakangnya. HuiJoo mencoba kabur tapi Ian memintanya kembali karena akan memalukan jika tertangkap dan ia harus menerima hukumannya jika bersalah. Ian bertanya siapa namanya dan HuiJoo menjelaskan ia berasal dari Wisma Jujak kelas sembilan.
Ian mengingatkannya ini melanggar peraturan sekolah karena siswa dibawah kelas 10 dilarang meninggalkan asrama setelah pukul 23.00 dan pemakaian fasilitas sekolah diluar jam latihan resmi harus mendapat persetujuan lebih dahulu dari kepala sekolah. Jadi HuiJoo mendapat total poin hukuman sebanyak 30.
Gadis itu sudah tampak berusaha menahan diri, tapi malah menyerang balik apakah Ian juga dapat poin karena toh kini ia berada di lapangan juga.
Ian mengeluarkan lembaran izinnya dan HuiJoo menyambarnya dengan kesal. Bagiamana mungkin ada izin jika kepsek sudah berpidato panjang bahwa siswa banyak yang berlatih hingga terlalu larut demi laga eksebisi dan lapangan latihan panahan bukan ruang pribadi.
HuiJoo menunjukkan kunci yang dicurinya dari MinSeok, ia tak paham kenapa ada siswa yang bisa memamerkan punya kunci lapangan panahan. Tapi setelah melihat surat izin itu, ia menyadari bahwa hanya dirinya sendiri yang tak mungkin meraihnya. Prinsip HuIjoo (yang ketiga) Ia lebih suka main kotor lalu menang dari pada main bersih tapi kalah. HuIjoo meninggalkan Ian yang hanya terpana. Namun ia masih sempat berbalik untuk memberi penghormatan.
❤
Kembali ke masa kini, Ian di ruang kerjanya menulis kaligrafi peribahasa 'di masa damai, jangan lupa bahaya. Di masa makmur, jangan lupa bencana. Di masa tertib jangan lupa kekacauan."
Ibu Suri datang meminta maaf atas kejadian semalam. Ian sadar, bahwa Ibu suri datang karena PM Min meminta keterangan rinci, kanapa beliau berani menampar seorang Pangeran Agung dan menyerang dengan kata-kata lancang. Ian berjanji akan menjelaskan bahwa Ibu Suri sudah datang minta maaf dan meluruskan segala sesuatunya.
Ibu Suri menahan air mata, ia mengaku kesal kenapa saat Baginda raja terancam keselamatannya pun, justru Ian yang ditampar yang lebih dipedulikan. Ian bingung, kenapa itu justru jadi salahnya. Ibu suri membenarkan justru karena Ian adalah wali sang saja.
Ian merasa perwaliannya tak terelakkan karena sang keponakan baru berusia delapan tahun. Lagipula ia tak punya kuasa. Kuasa penuh politik ada ditangan bangsawan (yang berada di parlemen maupun pemerintahan seperti PM Min), perekonomian ada di tangan para chaebol. Ibu Suri meninggikan suara memanggil namanya dua kali tapi Ian tetap tenang menjelaskan monarki tetap pasif dan tak melakukan apapun, apalagi dirinya. {Keren nih aktingnya WooSeok dan SeungYeon).
Menurut ibu Suri justru itulah kekuasaan sejati. Para politikus berlomba ingin mendekat ke sisinya dan para pebisnis bergegas melayaninya dalam setiap lawatan diplomatik. Sehelai foto disisi Ian berharga untuk meraih kepercayaan publik maupun investor bisnis. Kau melampaui tahta itu sendiri.
Ian tak menjawab, justru ingatannya kembali ke masa kecil. Ia teringat membawa nilai sekolahnya yang sempurna tapi ayahnya malah mengganti gelar kerajaannya dengan alasan sebagai pengingat ia selalu jujur dan adil. Ayahnya berpesan agar ia tak menghalangi Putera Mahkota. Setelah remaja, gelarnya diganti lagi menjadi Ian.
Kembali ke masa kini, Ian bertanya langsung apa yang diinginkan ibu Suri darinya. Ia hanya ingin Ian menjadi penopang Baginda dan sebagai perwujudannya ia harus menikah dengan wanita yang dipilihkan. Itu adalah bentuk bukti kesetiannya pada Baginda dan Ibu Suri. Ian tak menjawab, wajahnya datar namun mengeras.
Paralel disaat yang sama, HuiJoo juga akan dijodohkan oleh ayahnya Seong HyeonGuk (Jo SeungYeon). HuiJoo menolak karena calonnya cuma anak CEO perusahaan kecil karena sebagai pewaris Castle Grup ia bertugas memperkuat warisan keluarga. Ia menegaskan bahwa dirinya Seong HuiJoo, saat itu Abang dan istrinya datang. Kakak iparnya Han DaYoung (Chae SeoAn), memintanya agar tak terlalu merepotkan ayahnya yang sudah susah payah mencarikan jodoh untuknya.
HuIjoo semakin kesal, semua bersekongkol tapi hasilnya malah kandidat payah yang bahkan tak masuk peringkat konglomerasi top KorSel. Bagaimana mungkin akan dijadikan pacar piala? Hoahaha
Kakak iparnya membela diri, mereka tak punya pilihan karena dalam perjodohan, biasnya semua aspek dipertimbangkan. HuIjoo malah menyindir kakak iparnya yang sudah melakukan itu dan malah dapat abangnya Hoahaha. Jelas abangnya tak terima, mereka menikah karena cinta Hoahaha.
Keributan kedua anaknya membuat sang ayah yang dari tadi hanya diam akhirnya membentak, HuiJoo pada akhirnya tetap daja menikah.
HuIjoo sepakat, bukannya ia tak mau menikah. Hanya saja, ia tak mau dijodohkan dengan orang yang jauh dibawahnya. Ia meminta ayahnya jujur bahwa ini adalah rencana agar ia bisa disingkirkan karena bila bicara tentang kemampuan, tak mungkin abangnya menang. HuiJoo tak akan membiarkan semua berlangsung sesuai keinginan ayahnya. Ia pergi dengan marah.
❤
Ian berdiri memandangi istana, Hyeon bingung dengan sikap ibu Suri yang dulu melarangnya menikah tapi sekarang malah memintanya segera menikah. Anehnya kali ini Iam tampak tak keberatan. "Kenapa tidak?"
"Sejak kapan Yang Mulia jadi begitu penurut?"
"Sejak kapan pula kau jadi selancang ini?" Balas Ian.
Hyeon pun mengumpati ibu Suri. Hoahaha
❤
HuIjoo melampiaskan kekesalannya pada timnya. Manajer Do menyadari moodnya yang memburuk lalu memberinya teh akar teratai yang menurutnya bisa meredakan amarah terpendam. Meski protes karena sangat pahit akhirnya HuIjoo mau minum setelah dituduh picik menekan para bawahannya. Hoahaha.
Ketika hendak pergi ke kediaman pribadinya, Ian berpapasan dengan ayah ibu Suri, tuan Yoon Inpyeong (Jo JaeYoon). Ian titip salam karena ia tak sempat pamitan dengan Ibu Suri saking senangnya mau cuti. Mereka sempat saling sindir. {Ayahnya Ibu Suri nih kandidat antagonis utama}.
Anaknya curhat tentang kelakuan Ian dihari ultah raja. Ibu Suri pun protes karena anggota keluarga kerajaan yang lain tak ada yang berani dihadapan Pangeran Agung. Ayahnya memperingatkan anaknya sambil khawatir ada yang mendengar, ia membela Ian karena ia dicintai rakyat dan posisinya sebagai wali raja, melindungi tahkta.
Itulah letak inti masalahnya menurut Ibu Suri usia Raja yang masuk kanak-kanak membuat jurang pemisah yang kuat dengan Ian.
❤
Di kantornya, HuiJoo memerintahkan HyeJeong untuk mencarikan kandidat jodoh. Tapi dari semua calon, tak ada satupun yang masuk kriterianya : bisa mengimbangi kekayaan dan kecantikannya serta mempunyai nilai tambah yang bisa membuatnya semakin kuat dalam suksesi grup Castle. Ia pun menyadari tak satupun dari keluarga politikus. Menurut HyeJeong pebisnis menghindari chaebol karena riskan kena skandal mulai dari penggelapan pajak sampai suksesi ilegal. HuiJoo tambah kesal mendengar mereka biasanya memilih bangsawan 'Memangya ini zaman Joseon??Mereka mau naik derajat? Ayolah manajer Do, Aku hanya mencari orang yang setara dengan statusku saat ini. Dia tak perlu luar biasa, cukup setara dengan kekayaanku dan kecantikanku. Apa itu berlebihan? Bukannya aku ingin menikah dengan keluarga kerajaan... " Seketika HuiJoo dapat a ha moment! Ia menjentikkan jarinya.
Ian sedang melukis Anggrek di kediaman pribadinya saat Hyeon mengabari berita tentang Pangeran Suyang abad 21 (dalam sejarah KorSel, dinera Joseon Pangeran Suyang melakukan kudeta berdarah lalu merebut takhta dari keponakannya). Hyeon mengomelinya yang memakai Cheolik waktu itu. Ian justru menggunakan isu itu untuk mengalihkan masalah kebakaran istana.
Para staff eksekutif HuiJoo tetap membela Ian saat beritanya menyebar di internet. Mereka memuji ketampanannya dan tak mempermasalahkan Cheolik karena toh ia tak bawa pedang ke hadapan paduka. Politikus selalu membela Ian karena ia dicintai rakyat.
HuiJoo menatap berita itu dan menilai Ian cukup menyenangkan dan tersenyum penuh arti.
Hyeon--sambil merangkai bunga untuk menenangkan pikiran-- masih mengomelinya atasannya itu haus sorotan tak ada salahnya di abad 21 ini, tapi tak seharusnya Ian diam saja. Ia memang salah memakai Cheolik tapi itu lebih keren dibanding pakaian resmi Hanbok coklat suram. Hyeon malah sempat yapping warna itu lebih cocok dengan dirinya yang punya undertone kulit rona hangat keemasan Hoahaha. Ian yang sedang membaca buku merasa cukup mendengar bahwa ia sendiri tak cocok karena undertonenya dingin Hoahaha.
Menurut Hyeon ia bisa jujur bahwa ia tak berniat mempermalukan raja, hanya mau menunjukkan seleranya yang sederhana.
HyeJeong mengira HuiJoo mabuk karena terpikir menikahi Pangeran Ian, ia pun menentang keras. Huijoo santai merasa Ian sangat cocok mengimbangi kecerdasan dan dua faktor lainnya Hoahaha. Manajer Do tetap melarangnya tapi ternyata HuiJoo sudah mengajukan permohonan audensi kerajaan.
Cue to Hyeon mengabari Ian selain perdana menteri dan tokoh penting lain, Song HuiJoo mengajukan email permohonan audensi pribadi. Ian terlihat tertarik tapi Hyeon menjelaskan bahwa HuiJoo adalah anak haram dari Castle Grup.
HuiJoo kesal permohonannya di tolak. HyeJeong mengingatkan posisi Ian, bagaimana mungkin ia mau menemui HuiJoo yang bahkan tak menuliskan alasannya.
HyeJeong panik seolah mereka melakukan kesalahan yang bisa ditangkap pihak berwajib tapi HuiJoo menerima sinyal yang lain, menurutnya Ian hanya jual mahal. Hoahahaha {dasar cegil halu tapi bisa jadi juga sih feeling HuiJoo didasarkan pada sikap Ian yang playful di malam di istana}
Ibu Suri mencari informasi pada dayangnya. Bahwa Ian menolak audensi PM Min, seolah tak terpengaruh dengan segala isu.
Malam itu juga, Ian membaca buku sambil memesan makanan. Rupanya malah untuk Hyeon agar ia berhenti bicara karena omelannya menghalangi suara hujan Hoahaha. Tapi Hyeon tetap menyampaikan HuiJoo mengajukan dengan nama lain, Seong HuiJoo putri dari ayahnya di Castle Grup. Ian tetap menolak. Dan itu terjadi berkali-kali. Hoahaha. {Kasihan Hyeon berlari-lari dan kelihatan stress banget}
HuiJoo kesal tapi HyeJeong menyuapinya cemilan viral yang baru buka di seberang kantor. HuiJoo menulis email lagi dan mengarang alasan baru dan menandatanganinya sebagai Direktur Eksekutif Castle Grup, tapi tanpa dibacakan pun Ian tetap menolaknya dengan bergaya.
HuiJoo bahkan sampai menjerit frustasi. Aneh bagi para pegawainya, ia sampai sebegitunya. Hoahaha. Tiba-tiba ia teringat pertemuan terakhir mereka di istana dan meminta nasehat dalam kapasitas junior yang meminta nasehat seniornya yang terpandang. Hyeon meledeknya rupanya mereka dari almamater yang sama. Hyeon terkejut saat Ian menerima dengan alasan bagaimana ia bisa menolak permohonan junior yang meminta bantuan.
HuiJoo datang ke kediaman pribadi sang pangeran. Gayanya elegan dengan anting-anting mencolok. Ia disambut para pegawai yang berdiri rapi. Ia menyapa Hyeon dan masuk dengan percaya diri.
Rupanya Ibu Suri langsung mendapatkan laporan, bahwa satu-satunya orang yang mau dijumpai Ian adalah HuiJoo dan Ia memerintahkan dayang memanfaatkan mata-mata di kediaman Ian.
Pertemuan privat empat mata berlangsung di ruang duduk yang nyaman. Ian bertanya harus memanggilnya apa, karena namanya ada banyak Hoahaha. HuiJoo tanpa basa-basi sambil menatapnya dalam langsung menjawab ia tak yakin nama mana yang disukai Ian.
Gadis itu pun langsung mengeluarkan amplop lamaran ketika ditanya apa alasannya mati-matian ingin bertemu. "Aku ingin melamar. Ayo menikah!" Ian hanya menyeringai tipis saat tatapan mereka intens.
Review Perfect Crown Episode 1
Whoaaaa mari kita mulai kenapa akhirnya saya yakin memulai proyek recap setelah nonton empat episode awal Perfect Crown :
1. Sinematografi Mumpuni
Set istana yang dibangun khusus dan kediaman pribadi Ian terasa banget aura modern Saeguk-nya. Belum lagi kantor HuiJoo, kondominium termasuk walking closetmya plus wardrobe mewah. Jangan lupakan hypercar Bugatti yang dikendarai HuiJoo. Kece badai sekaligus menunjukkan proses produksi yang serius.
Wajarlah, ini kerjasama MBC dengan Kakao Entertainment, raksasa media KorSel yang terafiliasi juga dengan agensi IU. Naskahnya sendiri merupakan pemenang seleksi naskah MBC tahun 2022.
Disutradarai Park JeonHwa yang berpengalaman di genre romcom (Favorit saya adalah Because This is My First Lifen(2017) dan Love Your Enemy (2024-2025)), secara teknis, pengambilan gambarnya pun grande. Close Up wajah pemeran utamanya sempurna. Menangkap mikroekspresi sambil membuat penonton sering istighfar saking paripurnanya. Sorotan jarak jauhnya magical.
Kolase diawal sebagai opening menarik karena menangkap momen-momen penting diantara kedua OTP.
Satu hal yang saya rass kurang adalah sentuhan musik tradisional. OST-nya terlalu modern, ya sebenernya masih cocok karena menegaskan ini abad 21.
2. Pemeran Outstanding dan Chemistry Nyetrum
Akting IU tak diragukan lagi deh. Di sini ia mirip Jang MaWol dari Hotel Del Luna (2019) yang cerdas, rupawan, stylish, blak-blakan sekaligus tahu pasti value apa yang dimiliki sekaligus apa yang ingin dikejarnya. Karakter paling sassy dan cegil tahun ini.
Byeon WooSeok pun meningkat tajam peformanya. Gesturenya bangsawan banget. Tenang, percaya diri dan penuh kalkulasi.
Perfect Crown adalah reuni IU dan Byeon WooSeok setelah Moon River : Scarlet Heart Ryeo (2016), di mana WooSeok memerankan kekasih masa kini IU dalam cameo singkat. Kali ini chemistry mereka luar biasa. Nada dan tatapan yang playful dari Ian sejak bertemu di Istana di malam ultah Raja, membuat kita bertanya-tanya, apakah sejak insiden di masa sekolah itu ia sudah menyukai HuiJoo?
Melengkapi dinamika adu mekanik di istana, Gong SeungYeon pas sekali jadi Ibu Suri. Greget banget karena kali ini Ibu Surinya masih muda, hampir sebaya dengan sang Pangeran Agung sendiri. Steve Noh apalagi jadi PM Min yang dicintai negeri. Keakrabannya dengan HuiJoo dan Ian sangat menarik untuk ditelusuri.
Belum lagi wajah-wajah familier yang mengisi deretan pemain pendukung. Semua saling berinteraksi dengan natural. Saya suka banget relasi antara Ian dengan Hyeon dan HuiJoo dan HyeJeong yang lebih ke bestie dibandingkan atasan dan bawahan.
3. Dinamika Kelas Sosial yang Relevan
Dalam dunia fantasi monarki Perfect Crown, hierarki kelas terasa nyata dan menyesakkan. Drama ini menggunakan latar tersebut untuk mengeksplorasi tema ambisi, identitas, dan penentuan nasib sendiri dengan cara yang terasa segar dan tidak klise.
HuiJoo melamar Ian karena ia ingin menaikkan statusnya dari rakyat biasa menjadi anggota keluarga kerajaan melalui pernikahan. Sebagai anak tidak sah, seluruh pencapaiannya selalu terhalang oleh label kelas sosial. Menikahi seorang pangeran adalah cara yang ia kalkulasi untuk akhirnya diakui setara atau bahkan lebih dari siapa pun yang pernah meremehkannya. Terutama ayah dan abangnya sendiri.
4. Mengangkat Topik Kesehatan Mental
Dari awal langsung terlihat daddy issue yang dialami HuiJoo dan Ian. Selain itu, HuiJoo berjuang melawan label "anak haram" dan "rakyat biasa" yang terus menghantuinya. Ian terjebak dalam peran "bayangan pangeran mahkota" yang dibebankan sejak kecil. Keduanya terluka oleh sistem yang sama dan ironi itulah yang membuat kisah mereka begitu menarik untuk diikuti.
5. Genre Menarik
Dipasarkan sebagai romcom, episode perdana ini cukup lucu. Ada beberapa bagian yang bikin ngikik. Saya pun terpikat dengan tingkah laku HuiJoo yang meski abu-abu tapi mudah disukai. Aksi cegilnya pas banget.
Buat yang merasa terlalu tidak realistis ya. Namanya cerita fiksi, genrenya fussion saeguk pula. Wajarlah ya, ada beberapa bagian yang agak over the top tapii gapapa banget lho, buat tontonan healing yang mengalihkan sejenak dari realita dunia.
5. Hype di Sosmed Gacor
Nge-recap yang seseru ini tuh pas Bon Appetit Your Majesty. Yang sharing fans edit di sosmed banyak banget dan bagus-bagus. Sayangnya, stasiun penayang asli yaitu MBC diketahui malah melaporkan dengan pelanggaran hak cipta. Padahal ini turut mendukung viralnya drakor ini lho. Saya pun sempat dilanda kekhawatiran yang sama. Jadi walaupun banyak sekali frame adegan indah yang ingin saya capture lalu share, sebisa mungkin foto yang saya unggah ulang adalah rilis promo resmi dari akun sosial media MBC, Disney + atau behind the scene yang dirilis Varo / Baro Entertainment (agensi WooSeok dan SeongYeon) atau Edam Entertainment (agensi IU).
Teori yang beredar pun banyak sekali. Kalau dari episode pertama belum terlalu kelihatan, palingan konflik antara Ian dan Ibu Suri ini akan menjadi salah satu pendorongnya menerima lamaran HuiJoo. Mudahnya, lebih baik menikahi si cegil yang tidak dikendalikan pihak Ibu Suri dibandingkan menikahi wanita yang mau dijodohkan sebagai lambang kesetiaan.
Selain tampang rupawan, Ian dan HuiJoo sama-sama cerdas, punya aura maut yang sama dan kalau mereka sudah menyatukan kekuatan, siapa pun pasti tak ada yang bisa menghalangi.
Jadi yuk, ikuti recap episode selanjutnya dan nonton di saluran resminya di OTT berlogo kepala tikus.






















.jpg)



























terutama soal benturan dunia kerajaan vs chaebol yang kerasa banget tekanannya..
Aku juga setuju, chemistry-nya udah kebangun dari awal jadi bikin penasaran bakal se-chaotic apa hubungan mereka ke depan!
karena suka banget dengan IU (perasaan gak seimut dulu ya?) yang bikin ngakak-ngakak dengan pendekatannya ke ML
Ini pasangan serasi banget ya?
Lebih serasi dibanding Byeon Woo-Seok dan Kim Hye-Yoon di Lovely Runner
Aku memang berencana nonton. Cuma nunggu sampai kelar tayang semua episode dulu. Apalagi kayaknya drama ini tuh lucu.
Seru sih ceritanya
Lagi lagi IU jadi cewek badas