Cover Harry Potter Rasa Indonesia

Cover Harry Potter edisi terbaru karya ilustrator Indonesia
" I do believe something very magical can happen when you read a good book" (J.K. Rowling)
Cover terbaru Harry Potter Indonesia
Atas : Harry Potter dan Batu Bertuah
Bawah : Harry Potter dan Kamar Rahasia
Annisakih.com Sejak para Potterhead Indonesia ramai-ramai membicarakan penerbitan cetakan terbaru Harry Potter dengan cover karya anak negeri, sejujurnya saya merasa biasa saja. Biasa, soalnya saya tidak berencana membeli bukunya :-) Koleksi saya dan adik Alhamdulillah masih lengkap edisi 1-7 dan dalam kondisi baik. Memang agak menguning lembarannya, saya rasa wajar mengingat betapa seringnya saya membaca ulang buku-buku tersebut. Sebenarnya saya masih hafal totok cerita-ceritanya, tapi selang beberapa waktu (agaknya sekali dalam setahun), ada kerinduan untuk membaca ulang, kisah yang turut menemani kehidupan saya sejak SMP hingga menjelang lulus kuliah.

Saya masih ingat betul, setiap edisi saya baca dimana untuk pertama kalinya dan cerita dibalik membeli bukunya. Edisi pertama dan kedua saya tamatkan di ruang kelas 3 SMP, tersembunyi di laci meja saat guru saya sedang menjelaskan di depan kelas. Saya meminjam buku milik teman sebangku yang baru kembali dari Jakarta. Karena di kota saya belum ada toko buku besar saat itu, saya yang biasanya menitip buku ke ayah setiap dinas ke Jakarta, masih harus bersabar. Beberapa hari diam-diam membaca, saya beruntung tidak ketahuan. Saya memang bisa membaca dengan cepat, dalam ruangan ramai dan canggihnya tetap bisa menjawab pertanyaan guru disaat tidak ada satu orang siswa lainpun tidak bisa menjawab (memorable, karena kelas saya adalah kelas unggulan dengan siswa menjurus jenius, disebuah sekolah menengah negeri favorit, mata pelajaranya ialah ekonomi).

Edisi ketiga saya baca di rumah setelah ayah saya merapel membelikan langsung ketiga edisi. Edisi keempat saya baca di rumah sakit, saat sedang diopname karena demam berdarah yang kedua kalinya. Seingat saya sekolah memang sedang libur kenaikan kelas. Setelah memaksa om saya untuk membelikan di toko buku, buku setebal 882 halaman ini saya habiskan kurang dari 24 jam sejak saya terima.

Edisi kelima saya ikut antrian di gramedia, bersama (mantan) pacar, berdesakan saat pintu kaca dibuka demi buku cetakan pertama dan bonus sticker Harry Potter warna silver. Edisi keenam saya ikut pre-order di sebuah toko buku di mall di Semarang, karena jadwal kuliah saya berbarengan dengan peluncuran pertamanya di Gramedia. Bonusnya mug keramik yang bergambar Harry Potter. Mug ini setia di lemari pajangan saya di kos-kosan lalu berpindah ke rumah setelah lulus kuliah.

Edisi ketujuh, saya harus mengalah dengan adik. Karena berbeda kota, adik saya harus menunda cukup lama untuk membaca edisi keenam. Oleh karena itu untuk edisi pamungkas ini, adik saya yang membeli di Bandar Lampung, kota tempatnya berkuliah. Adik memilih membeli versi hardcover demi mengikuti pre-order yang diadakan toko buku. Saya baru membacanya setelah pulang ke rumah untuk penelitian skripsi, pertengahan tahun 2007. Saya sangat penasaran, tidak berhenti kepikiran, akhirnya saya kembali menyempatkan diri untuk membacanya dimana-mana. Di ruang tunggu, sambil menunggu kepala kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel), di angkot, di kafe tempat saya makan siang kalau tidak pulang ke rumah, di ruang kantor Adpel tempat saya mencatat dokumen yang tidak boleh dibawa keluar.

Koleksi harry potter 1-7
Koleksi Harry Potter yang nangkring manis di lemari buku rumah orang tua.

Disaat serinya selesai, perasaan saya bittersweet senada dengan cerita ending Harry Potter. Disatu sisi saya senang kisahnya tamat dan tidak penasaran lagi. Tapi disisi lain saya kehilangan excitedment yang saya rasakan menanti terbitnya edisi baru, sambil membahasnya dengan teman-teman pecinta Harry Potter atau adik saya. Rasanya seperti melepaskan sahabat terbaik setelah melakukan petualangan bersama terhebat. Menelusuri kedahsyatan dunia magis buah pikiran J.K Rowling yang penuh kejutan tak terduga.

****
Cover Harry Potter Ketiga bergambar Buckbeak si Hippogriff
Cover Harry Potter dan Tawanan Azkaban terbaru
Buckbeak, si Hippogriff sangar tapi baik hati

Balik lagi ke judul postingan, saya baru merasa cover Harry Potter cetakan terbaru ini spesial setelah membaca artikel tentang penerbitnya yang diterbitkan Media Indonesia. Namanya Nicholas Filbert, masih muda (26 tahun) dan tampan. Saya kurang paham aliran lukisan, tapi sepertinya Ia menganut aliran realis. Sketsa wajah yang digambarnya bak potret asli. Pengalaman kerjanya juga oke, pernah menjadi ilustrator di sebuah perusahaan animasi dan sekarang memilih freelance.

Untuk cover Harry Potter ini, menurut penuturannya inspirasinya datang dari batik, warisan budaya Indonesia. Alasannya awalnya Ia menghindari terjebak di penonjolan warna yang takutnya berbeda dengan hasil akhir setelah buku melewati proses pencetakan. Batik tradisional yang biasanya hanya memiliki satu mood warna, tetapi memiliki kekuatan garadasi. Begitu rupa diadaptasikan dalam menggambar ilustrasi para tokoh Harry Potter sehingga meskipun masing-masing cover hanya terdiri atas satu warna tetapi lukisannya seolah timbul dalam bentuk 3D. Keren!

Bagian punggung buku juga tak luput diberi sentuhan karyanya. Akan menjadi satu gambar yang utuh bila dijejerkan dari  edisi ke 1-7. Tebakan saya masih menonjolkan Fantastic Beast dalam dunia Harry Potter, sebagaimana fokus utama dalam cover depan buku. Dari kedua buku yang sudah di rilis akhir Maret ini, edisi pertama menampilkan Hedwig, burung hantu Harry, edisi kedua menampilkan Fawkes, burung phoenix milik Albus Dumbledore, kepala sekolah Harry. Untuk buku ketiga yang akan terbit bulan April 2017, menampilkan Buckbeack, seekor hippogriff yang awalnya dipelihara Hagrid.

Saya sangat merekomendasikan buku Harry Potter edisi terbaru ini untuk setiap jiwa kanak-kanak yang tetap ada di dalam diri kita. Dan tentunya bila disimpan dengan baik, bisa awet hingga anak kita nanti. Saya sendiri sangat menantikan membacakannya untuk Ziqri dan adik-adiknya nanti.

Buku ini telah dapat diperoleh di toko buku besar maupun situs penjualan buku online (beberapa ada yang sedang memberikan diskon 15%). Price wise, dengan harga Rp 138.000 -Rp 158.000,-, tidak terlalu jauh dibandingkan harga jual edisi dengan cover lamanya. Go grab now!