Recap dan Review Tastefully Yours Episode 7
Recap Tastefully Yours Episode 7
Yoo Jin terbangun di garasi Choon Seong dengan sakit kepala parah. Dia teringat Beom Woo yang menjebaknya da mengurungnya dilokasi itu. Lebih kesalnya saat buku resep yang dibuat seolah buku resep JungJae ternyata adalah kisah Kongnamul Gukbap -restoran tiga generasi keluarga Choon Seong. Yoo Jin kembali berusaha menggedor rolling door minta dibukakan pintu.
Kembali di Sapporo, Beom Woo menutup telfon dari Chef Jang, meski diberi kabar Sun Woo akan mengakuisisi Le Murir dan merekrut Min serta grup Diamante telah me-reservasi meja di Motto. Dari jendela Beom Woo melihat Min dan Yeon Joo mengobrol dengan akrab.
Min masih berusaha membujuk Yeon Joo kembali ke Le Murir. Alasan Min bertahan adalah demi memberi kesempatan Yeon Joo kembali tak kala Ia susah jadi Chef utama. Beom Woo kembali ke mejanya sekolah tak terjadi apa-apa. Sementara Min pamit duluan setelah menerima pesan dari Sun Woo yang minta dihubungi kembali.
Yeon Joo malah mengajak Beom Woo minum-minum "Tunjukkan Aku bagaimana caranya Kau menghabiskan semua Soju di KoreaTown." Malam semakin larut dan ternyata mereka berdua sama-sama memiliki toleransi alkohol yang tinggi. Sayang, semua bir itu belum berhasil mendatangkan ide bagi Yeon Joo.
Sambil minum, Yeon Joo menyombongkan dirinya diterima, mendapat beasiswa penuh di CIA kemudian lulus dengan pujian, "Bisa dibayangkan sehebat apa kemampuanku sebagai Chef, bisa dibilang aku terlahir sebagai jenius dibidang ini". Beom Woo menggodanya yang tumben sekali bersikap narsis begini.
Yeon Joo melanjutkan, Ia menolak semua tawaran pekerjaan di Eropa dan Amerika Serikat demi bekerja di bawah Chef Tatsuo. Sebegitu besar respek nya pada sang Chef. Namun sikap beliau pun berubah setelah memperoleh Bintang Diamante. Yeon Joo menunjukan sentimen negatif tentang sistem tersebut.
Beom Woo menggenggam tangannya dan mengajaknya jalan-jalan keluar. Ia janji akan mentraktir Yeon Joo makan apa saja. Pilihannya adalah Ramen dengan Uni alias Bulu Babi -seafood yang terkenal cukup mahal.
Paman pemilik kedai ramen menuturkan bahwa resep Miso Ramen Uni original yang diajarkan oleh rekannya yang seorang Chef. Suatu hari Ia membawa Uni yang hampir kadaluarsa untuk ditambahkan ke dalam Ramen, tapi tak pernah dihabiskan karena rasanya tidak sama dengan yang pernah dibuat oleh "Anak itu." Sayangnya sekarang beliau mengalami demensia dan paman pemilik kedai masih tak tahu siapa anak yang dimaksud. Beliau bilang Chef Tatsuo sangat ingin makan Ramen yang sama persis rasanya seperti dahulu.
Paman sangat kaget ternyata Yeon Joo lah anak yang dimaksud dan memintanya membocorkan rahasia resepnya. Ternyata Yeon Joo mencampurkan Deonjang ke dalam Miso-den nya. Itu menghilangkan aroma amis dari Uni.
Di bawah lampu jalan yang romantis, Yeon Joo mengenang masa-masa sulit bertahan menjadi Chef di Le Murir. Mereka menyajikan makanan paling mewah tetapi hanya makan Ramen instant untuk bertahan. Suatu hari Yeon Joo menambahkan Uni yang hampir kadaluarsa ke dalam Ramen dan semua menyukainya termasuk Chef Tatsuo. Yeon Joo menyadari betapa membahagiakan memasak bagi orang lain meski dia dimarahi pada hari itu.
Beom Woo langsung menepuk bahunya dan bilang untuk orang tua keras kepala itu, Yeon Joo sudah tahu harus masak apa. Sesuatu yang ingin dimakannya hingga dicarinya dan Yeon Joo lah yang bisa membuatkannya. Ramen dengan Uni. Beom Woo dan Yeon Joo senang mereka berhasil menemukan apa yang dicari, bahkan Beom Woo sempat menyombongkan diri bahwa berjalan-jalan sebentar dengannya bisa lebih memberi inspirasi dibandingkan duduk lama dengan pria itu (Min maksudnya Hoahaha).
Yeon Joo sangat bersemangat dan bilang Ia akan membeli Uni terlebih dahulu jadi mereka harus bertemu besok pagi-pagi lalu berjalan menjauh meninggalkan Beom Woo.
"Yeon Joo yaa.. " teriak Beom Woo
"Hmh??" Yeon Joo berbalik kearahnya.
"Aniya" (tidak ada apa-apa) Beom Woo hanya tersenyum sambil berbicara pada dirinya sendiri sebelum berbalik pergi "Sungguh sulit jatuh cinta pada gadis yang begitu suka memasak" Kemudian Beom Woo pun berbalik pergi.
"Ya (hei) !" Panggil Yeon Joo tiba-tiba
Ketika Beom Woo berbalik lagi, Yeon Joo menggenggam kerah jasnya dan mengecup bibirnya mesra. "Awas kalau kau telat besok" tambahnya. Lalu berlari meninggalkan Beom Woo yang masih terpaku sebelum tersenyum super bahagia bahkan sampai harus mengelus bibirnya dengan punggung tangan saling masih tak percaya.
Perkembangan baru ini membuatnya langsung mengambil sikap menghubungi dan mengajak bertemu Min (yang diberinya nama si Berandal dari Le Murir di ponselnya).
Kembali di JungJae, di malam yang gelap Chef Jang menyusul Yoo Jin. Diam-diam Ia menguping pembicaraan Choon Seong dan Myeong Sook yang membahas Yoo Jin. Kemudian Ia mengikutinya ke garasi dan mendengar pertengkaran Yoo Jin dan Choon Seong -yang datang mengantarkan Gukbap sebagai menu makan malam dan penghilang pengar. Berbagai upaya Yoo Jin membujuk Choon Seong membuka pintu garasi tak berhasil. Terakhir Yoo Jin mengancam akan memecahkan semua botol miras yang ada. Choon Seong setuju memberi waktu semenit agar Yoo Jin bisa ke toilet. Malangnya, Chef Jang malah menendang Choon Seong masuk ke garasi setelah mendengar dari Yoo Jin bahwa Ia diculik dan dikurung. Gantian Choon Seong yang dikurung oleh mereka berdua.
Yeon Jin dan Chef Jang makan berdua membahas Beom Woo yang benar-benar jadi gila karena Yeon Joo. Padahal Chef Jang membutuhkan buku resep sebelum akhir pekan karena Asisten Chef di Motto memberi informasi ada reservasi yang ditengarai dari inspektur Diamante.
Disaat yang bersamaan di Sapporo, Beom Woo menemui Min yang sedang menunggui Chef Tatsuo di rumah sakit. Istrinya mengucap terimakasih atas kebaikan Min. Min heran kenapa malam-malam Beom Woo datang tanpa Yeon Joo pula. Di depan kamar, keduanya memperjelas posisi masing-masing. Beom Woo kembali mempertanyakan motif Min mengajak Yeon Joo kembali ke Le Murir padahal Ia sendiri sudah tak butuh karena akan pindah ke La Lecel. Min akhirnya ngeh siapa Beom Woo (adiknya Sun Woo dari grup HanSang), dan bilang tindakan Beom Woo bekerja dibawah Yeon Joo di restoran pedesaan malah lebih mencurigakan.
Keesokan paginya, Yeon Joo pergi ke pasar membeli Uni segar. Sesuai janji, ia berusaha menelpon Beom Woo namun ponselnya tak bisa dihubungi. Yeon Joo baru hendak memasak di Le Murir ketika Beom Woo datang tapi malah tersandung kotak sampah. (Niat masuk dengan cool malah jadi heboh sendiri Hoahaha).
Yeon Joo masih mengomelinya sebagai trouble maker meski Beom Woo mengaduh kesakitan. Beom Woo membela diri dengan bilang Ia punya alasan yang cukup bagus. Kemudian Ia mengangsurkan sebuah bungkusan yang ternyata isinya Deonjang Korea. Yeon Joo meluapkan rasa gembiranya dengan mengelus sisi kepala Beom Woo (tapi tetap sambil sekalian menarik telinganya Hoahaha), membuat Beom Woo salting abis sambil berusaha protes agar tak merusak rambutnya.
Momen cute ini segera berlalu karena Yeon Joo menyadari isi tong sampah yang berserakan diantaranya ada segepok obat-obatan yang belum diminum. Secara tiba-tiba Jeon Min muncul dan merebutnya dari tangan Yeon Joo, obat tersebut diakui adalah resep dari dokter untuk stressnya akibat lelah bekerja.
Selanjutnya Yeon Joo minta bantuan Min membuat Ramen Uni. Bersama-sama mereka memasak kaldu sekaligus mengenang masa lalu. Beom Woo berulangkali menunjukkan kecemburuannya mulai dari berkomentar "Disini sangat panas" sambil mengaduk kuah sampai memaksakan diri berdiri diantara Min dan Yeon Joo serta merebut sendok yang akan diberikan Yeon Joo kepada Min ketika akan mencicipi hidangan.
Mereka bertiga sangat puas dengan hasilnya lalu membawa menu Ramen Uni tersebut ke rumah sakit. Dihadapan para asisten Chef Le Murir, Chef Tatsuo makan dengan lahap menu tersebut. Lebih mencengangkan, dikala Ia sudah tak ingat siapapun, menu ini mengingatkannya pada Sophie (nama latin Yeon Joo). Chef Tatsuo meminta maaf --meski susah lama dan sangat terlambat-- karena dahulu Ia tak membela Sophie dihadapan inspektur Diamante malah menerima pengunduran dirinya. Yeon Joo hanya bisa berkaca-kaca menerim permintaan maaf sang mentor.
Min mengambil kesempatan itu untuk berbicara dengan Chef Tatsuo. Sementara yang lain menunggu di luar, Ia membawa beberapa orang pengacara. Saat keluar Ia mengumumkan pada para koleganya, selalu Chef Utama Le Murir, Ia akan mengambil alih kemudian menjualnya. Akuisisi akan dilakukan HanSang grup dari Korea Selatan. Semua terkejut tapi hanya Yeon Joo yang menyampaikan protesnya. Benarkah ini demi kebaikan Murir atau Chef Tatsuo? Yeon Joo bahkan mengeluarkan sisa obat sambil mengkonfirmasi apakah Min sengaja menyimpan obat Chef Tatsuo sambil mengulur waktu demi bisa menjual Murir?
Min masih membela diri dengan bilang Chef Tatsuo lah yang menolak minum obat karena efek sampingnya membuat lidahnya kelu tak bisa mencicipi makanan lagi. Min pun tak terima dengan menjadikan para staf Murir sebagai tameng, "Bila kau tak bisa menggaji mereka tepat waktu, bagaimana dengan pinjaman dan posisi mereka selalu tulang punggung keluarga? Aku tak akan menerima perkataan ini sekalipun datangnya dari Mu."
"Sungguh pidato yang menyentuh hati." Akhirnya Beom Woo angkat bicara. "Sayang, hidup tak selamanya berjalan sesuai keinginan kita. Apakah Kau tak dengar, akuisisi Murir oleh HanSang dibatalkan." Beom Woo mengangsurkan selembar kertas berisi keterangan resmi dari HanSang. "Kau boleh menyimpannya, Aku masih punya salinannya." Lanjutnya lagi. Ternyata Beom Woo pagi itu kembali ke Korea, tak hanya mengambil Deonjang sesungguhnya Ia minta bantuan Ibunya sang ketua HanSang untuk dikembalikan ke posisinya semula sebagai direktur sekaligus salah seorang pemegang saham terbesar HanSang. Dengan hak veto yang dimilikinya, Ia datang ke kantor pusat untuk membatalkan rencana Sun Woo mengenai akuisisi tersebut tepat waktu. Beom Woo malah minta Sun Woo mereimbuse semua biaya perjalanan bisnisnya ke Sapporo.
Kembali ke rumah sakit, Min marah besar, "Apa kau tau konsekuensi perbuatanmu ini?" Teriaknya sambil mencengkram kerah coat Beom Woo
"Tidak, tapi setahuku, menyembunyikan obat orang sakit dan memanfaatkannya untuk mengambil haknya diam-diam adalah perbuatan yang keji." Balas Beom Woo tepat sebelum Min melayangkan hook tinjunya yang mendorong Beom Woo tersungkur ke kursi.
Beom Woo berupaya membalas tapi berusaha dilerai oleh para staf Murir. Yeon Joo turun tangan mendorong Beom Woo lagi. Beom Woo protes keras, kenapa hanya dia yang dimarahi. Saat itulah terdengar teriakan Chef Tatsuo yang memanggil mereka masuk.
Chef Tatsuo awalnya menanyai Yeon Joo apakah Ia sudah menemukan masakan yang benar-benar ingin dimasaknya. Yeon Joo bilang Ia belum sepenuhnya menemukan panggilan jiwanya tapi rasanya sekarang sudah dekat sekali.
Min langsung meminta maaf dan bersedia jika Chef Tatsuo akan mengajukan tuntutan hukum. Alih-alih marah, sang Chef hanya memeluk Min dan bilang Ia memahami tindakan Min serta mengajaknya mencari solusi terbaik selain menjual Le Murir yang terlalu berharga sejarahnya bagi mereka.
Min berbicara hati ke hati dengan Yeon Joo di dalam mobil di tengah hamparan salju yang luas. Min masih meyakinkan Yeon Joo bahwa Ia benar-benar membutuhkan Yeon Joo dan Murir agar Yeon Joo kembali ke sisinya. Untuk menebus rasa bersalah karena Yeon Joo pernah merelakan impiannya demi menyelamatkan Min. Yeon Joo meyakinkan Min, Ia tak pernah menyerah dengan impiannya. Ia mengucap selamat tinggal dan mendoakan kebaikan Min karena selamanya Ia akan mengenang kebersamaan mereka namun untuk saat ini Ia akan menatap masa depan dengan optimis sebagai orang yang berbeda (Ngomongnya sambil menatap Beom Woo yang menunggu di luar kendaraan dan kedinginan Hoahaha). Min juga menyadari arti tatapan Yeon Joo dan bisa menerima pilihan Yeon Joo untuk bersama Beom Woo.
Di dalam pesawat menuju Korea, Beom Woo rewel menanyai isi percakapan Yeon Joo dan Min sampai ditegur penumpang lain. Yeon Joo bilang Beom Woo gelisah bagai anjing konstipasi tapi Ia tetap tak akan cerita. Yeon Joo malah memasang tutup mata dan bersiap tidur. Tiba-tiba Ia menyandarkan kepalanya di bahu Beom Woo yang masih sempat protes dalam bisikan "Hei, Kau pikir Aku tak akan bertanya lagi karena Kau bersandar di bahuku begini dan.." yang langsung dipotong Yeon Joo "Ah, ini nyaman sekali". Dasar hopeless romantic, Beom Woo langsung tersipu dan bilang "Selamat tidur, Nyonya." Kebahagiaan itu berlangsung singkat dan berganti kekhawatiran seiring masuknya pesan bernada mengancam dari Ibunya yang mengingatkan Beom Woo punya hutang budi karena dikembalikan posisinya sebagai direktur HanSang.
Setibanya di Gang depan JungJae, "NooNim" seru Beom Woo menyapa Myeong Sook yang sedang membuang sampah. "Kami pulang." Lanjut Yeon Joo. Tanpa basa-basi sang NooNa langsung berlari kearah dan berusaha memeluk keduanya sambil mengajak melompat-lompat kegirangan dalam bentuk lingkaran. Beom Woo ikut tertawa-tawa kemudian mengaku pusing dan minta berhenti Hoahaha.
Myeong Sook bertanya mereka dari mana saja dan curhat panjang lebar tentang perkelahiannya dengan Choon Seong dan sekarang Ia tak masuk karena ngambek. Beom Woo langsung menutup mulutnya dengan ekspresi campuran kaget dan seolah ingat sesuatu. Kedua wanita kebingungan melihat tingkahnya yang kabur buru-buru.
Beom Woo segera lari ke garasi Choon Seong dan menggedor mencari Yoo Jin. Ia sangat terkejut ketika menemukan sang pemilik garasi terkurung di dalam. Terlebih setelah mendengar cerita kedatangan Chef Jang ke JungJae. Firasat buruk Beom Woo terbukti, ketika kembali ke JungJae, buku resep milik Yeon Joo telah hilang.
Review
Waa ternyata prediksi saya Minggu lalu soal Beom Woo yang akan membantu Yeon Joo menemukan menu yang diidamkan Chef Tatsuo terbukti. Serta Beom Woo mengkalkulasi ulang posisinya dalam perebutan ahli waris HanSang. Yang meleset adalah tentang Chef Jang yang bukan kembali pro Beom Woo tapi gara-gara insecure malah mencuri buku resep JungJae dan membuat konflik makin besar.
Ohya, fans internasional di platform X dan Dramabeans banyak yang protes dengan perubahan arah Tastefully Yours dari komedi ringan jadi melodrama. Sebenarnya saya sih tak terlalu kaget karena tak sengaja nonton cuplikan wawancara Go Min Si yang bilang dari episode lima akan jadi adult melodrama. Wajarlah namanya hidup, kadang ada masa-masa bahagia dan lucu banget tapi secara tiba-tiba bisa ada masalah dan dukanya juga.
Banyak pula yang menyalahkan penulis dengan pilihannya membawa mantan sebagai pusat konflik di tiga episode terakhir (dalam Drakor yang hanya sepuluh episode), ini so yesterday. Lagi-lagi menurut saya justru ga masalah juga. Sebagai penggemar Drakor dengan jam terbang lebih dari dua dekade (termasuk drama genre MakJang ratusan episode), justru ini membawa memori seolah nonton Drakor zaman dulu yang plotnya hampir mirip. Standar penonton Drakor lah yang naik karena kualitas Drakor secara umum memang membaik dari segi plot, akting pemain hingga budget yang terlihat dari setting maupun proses pasca produksi.
Sampai akhir kemunculannya, tak terlalu lebay gimana juga si Jeon Min. Ya, dia menjengkelkan tapi saya tetap berpendapat kehadirannya perlu untuk pengembangan karakter para tokoh utama. Beom Woo jadi mempercepat kalkulasi ulang posisinya dalam perbutan ahli waris HanSang dan Yeon Joo membuka hatinya untuk Beom Woo bukan sekedar hanya karena ya dia yang ada didekatnya. Yeon Joo memilih Beom Woo karena chemistry mereka memang sparkling. Mereka bisa saling menginspirasi melalui segala kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Tim JungJae masih lucu banget. Pertengkaran NooNa Myeong Sook dan Choon Seong benar-benar kakak adik code. Lompatan bareng antara NooNa, Yeon Joo dan Beom Woo ketika bertemu kembali di halaman JungJae membuat saya cekikan sendiri, mirip tingkah laku anak kecil yang happy berat ketemu bestie.
Ciuman kedua yang diinisiasi Yeon Joo super cute. Berlatar lampu Sapporo dan keindahan salju membuat semuanya terasa lebih magis.
Baca juga Recap dan Review Tastefully Yours :



































