" ".

Review Our Universe : Cinta Seluas Semesta yang tak Terlihat

Table of Contents


Setelah 'berhasil' meloloskan diri dari menulis recap Dynamite Kiss, saya dapat pertanda tak enak yang sama dengan Drakor Our Universe ini.

Dari teaser awal, melihat kedekatan ketiga pemeran utamanya saat promo launching, saya sudah berazam akan menjadikannya proyek recap dan review selanjutnya. Episode perdana dan kedua bagus dan lucu banget tapi feeling saya bilang tunda dulu sampai Minggu depannya. Lalu, di kisaran waktu tersebut saya jadi sibuk menyiapkan perayaan ulangtahun si bungsu di sekolahnya Eh.. malah episode berikutnya, saya bersyukur tak jadi meneruskan proyek ini. Kenawhy? Simak reviewnya sampai habis dulu deh Hoahaha.

P

Judul : Our Universe 

Judul Lain : I'll Give You The Universe  / 우주를 줄게
Penulis Naskah : SuJin, Jeon YuRi
Sutradara : Lee EunSeok
Pemain : Baek InHyuk, Roh JeongUi, Park YoonHo, Park SeoHam, dll
Genre : romansa - komedi - drama
Tayang : 4 Februari - 12 Maret 2026
Jumlah Episode : 12
Durasi : 60 menit 
Jaringan : tvN, HBO Max
Rating usia : 13+

Sinopsis

Yang kuinginkan adalah hari biasa yang sempurna, kartu pegawai tetap dan cuti tahunan yang layak."

 Inner monolog Woo HyeonJin (Roh JeoungUi)

Yang sangat kuidamkan adalah sesuatu yang benar-benar milikku. Rumah yang dibeli dengan uang sendiri, lengkap dengan sofa yang dipilih sendiri."

inner monolog Seon TaeHyeong (Bae InHyuk)

Siapa menyangka disuatu hari yang biasa, seseorang bisa tiba-tiba masuk, mengacaukan seluruh rutinitas tentangku dan mengacaukan seluruh ruangan ku" 

Mereka berdua bersama-sama melanjutkan membahas kekacauan yang disebabkan sesosok misterius.

TaeHyeong Adalah seorang asisten fotografer high-end fashion, sementara HyeonJin adalah seorang kurir pengantar makanan. Ia menghitung langkahnya bak permainan  Ia sangat perhitungan. Menghabiskan banyak uang di obral tutup toko dan hari hujan. Kakaknya menjemputnya ke mini market dan mereka bersulang sambil makan pajeon. 

Kakak perempuannya, Woo HyeonJoo (Park JiHyun) tahu, ia menghindar akibat gagal di tes pekerjaan. Biasanya ia akan bersikap pura-pura ceria namun tak mengangkat teleponnya dan mengambil lebih banyak jadwal kerja sampingan. Kakaknya menangkannya tak perlu terburu-buru mendapatkan pekerjaan sebelum lulus kuliah, karena ada dirinya yang bisa memayungi si adik kesayangan.

Malam itu, HyeonJin menemukan cincin bertahtakan berlian dalam tas sang kakak yang memintanya mengambilkan ponsel. Ia teringat pertemuan pertamanya dengan pacar kakaknya kemudian membawa kotak cincin tersebut menemui Seon WooJin (HaJoon) yang seorang polisi di kantornya. Ia mengomel karena mereka merahasiakan hal tersebut demi menunggunya dapat kerja dan lulus kuliah.

Alih-alih bertemu di jamuan keluarga calon mempelai, HyeonJin dan TaeHyeong justru mengalami pertemuan yang berujung pertengkaran. TaeHyeong yang merasa ditinggalkan sejak kecil, memutuskan hubungan dengan abangnya karena ia justru mengetahui rencana pernikahannya dari 'orang asing' (dari ponsel HyeonJin).

Fast forward tiga tahun setelahnya, TaeHyeong akhirnya berhasil memiliki apartemen sendiri, namun HyeonJin masih gagal direkrut menjadi karyawan tetap. kakaknya ingin mengajaknya kembali ke rumahnya (bahkan sudah menyiapkan kamar khusus). Niat baik tersebut ditolak dan HyeonJin malah marah. Siapa sangka, itulah pertemuan terakhir mereka. 



Sang kakak dan suaminya menjadi korban lakalantas, meninggalkan seorang putra yang baru berusia 20 bulan, Seon WooJoo (Park YoonHo). HyeonJin terpaksa menghadiri pemakaman sebagai penerima ucapan duka utama. Itulah saat TaeHyeong datang dan mengambil alih tugasnya. Mereka bertemu di rumah duka dalam keadaan canggung dan sama-sama kebingungan terutama tentang WooJoo.

HyeonJin yang baru diangkat sebagai pegawai percobaan di Perusahaan F&B BS, akhirnya menerima kehadiran TaeHyeong ---yang rumahnya butuh direnovasi selama satu bulan-- sebagai partnernya dalam mengasuh keponakan mereka itu.

Mampukah Imo HyeonJin dan Samchon TaeHyeong merawat WooJoo? Apakah mereka bisa menciptakan semesta mereka sendiri saat bersama? Lalu, ketika abang tingkat HyeonJin, Park YoonSeong menjadi atasannya di kantor, akankah mereka CLBK?

Review

Yang saya suka dari drama KorSel Our Universe yang tayang di hari Rabu dan Kamis (sama pula denga Dynamite Kiss Hoahaha) adalah :

1. Pembukaan yang Solid 

Lagu pembukanya imut banget!! Ada suara WooJoo di bagian akhirnya yang ngegemesin banget!! Animasi 3D dengan kisah berbeda di setiap episode termasuk penutupnya seharusnya bisa seviral boneka beruang di Princess Hours .

Lanjut ke inner monolog HyeonJin dan TaeHyeong yang bergantian langsung membawa kita paham keinginan terdalam mereka plus tantangan yang menanti, mengasuh si WooJoo.

2. WooJoo Secara Harfiah adalah Semesta 

Saya tahu sejak merecap Would You Marry Me yang mana nama tokoh utama prianya WooJoo diartikan universe.

Park YoonHo yang baru berusia 20 bulan benar-benar menjadi pusat semesta dengan kepolosan dan aktingnya yang gemesin banget. Seharunya kisahnya yang menjadi fokus dan puncak cerita ibarat pusat alam semesta (no pun intended). Sayangnya, kondisi yang juga diidamkan sebagian besar mutual saya di sosmed ini, ibarat mencari bulan di awal Ramadhan, belum nampak hilal-nya Hoahaha.

3. Chemistry OTP Baik

Bae InHyuk dengan sangat baik menyampaikan karakter TaeHyeong yang awalnya tampak cuek namun ternyata memiliki sisi yang sangat peduli dan bertanggung jawab terhadap WooJoo. Kita bisa melihat bagaimana karakter TaeHyeong berkembang dari seorang pria yang hanya mementingkan diri sendiri menjadi seseorang yang rela mengorbankan banyak hal untuk keponakannya. Ia langsung menyatakan perasaanya pada HyeonJin begitu menyadari perasaannya berkembang ke arah romantis.





Sayang saya tak bisa mengatakan hal yang sama untuk HyeonJin (akan saya bahas di bagian selanjutnya). Bagaimanapun ikatan diantara mereka tercipta cukup believable. Kedua paman dan bibi WooJoo yang sama-sama menyayanginya dan menginginkan yang terbaik.

4. Sinematografi Ok

Selain animasi pembukaan, drama ini menghadirkan suasana yang realistis. Contohnya rumah WooJoo awalnya penuh kenangan sebelum kedua orang tuanya meninggal mendadak. Ada pakaian yang masih terjemur dan hal-hal lain yang mengingatkan kita bahwa pemilik aslinya telah tiada. Kita juga bisa melihat perbandingan antara suasana kantor Pangan BS yang modern dan bersih dengan suasana rumah yang penuh dengan kehangatan dan kekacauan yang khas dari rumah yang ada anak kecilnya.

Saat adegan di luar ruangan, penggunaan kamera yang tepat dan pemilihan lokasi yang menarik membuat setiap adegan terlihat sinematik.

5. Beresonansi dengan Gen-Z 

TaeHyeong dan HyeonJin adalah representasi Gen-Z. Banyak yang terjepit sebagai tulang punggung keluarga. Selain itu drama ini seolah berada di persimpangan, antara ingin mempromosikan pernikahan dan meningkatkan angka kelahiran (dengan kelucuan WooJoo) tapi disisi lain justru memaparkan fakta bahwa dua orang yang tak siap mental mengasuh bayi adalah recipe for disaster. Makanya angka pernikahan dan kelahiran semakin menurun, terutama di KorSel yang rendahnya pertumbuhan penduduknya sudah sampai tahap mengkhawatirkan.

6. Tema Keluarga yang Menghangatkan Hati

Saat saya sebesar WooJoo, saya juga tinggal sama uwak saya, kakak ibu yang saya panggil mama. Pernah saya ceritakan juga di blog ini, saya berhasil menjodohkan mama dengan suaminya yang sekarang saya panggil papa. Jadi saya paham benar, WooJoo memang berpeluang besar menjodohkan imo dan samchon-nya itu agar bersatu.

Drama ini tidak hanya sebatas cerita cinta dan keluarga, namun juga membahas beberapa tema yang sangat penting dan menyentuh hati, seperti kehilangan orang tersayang, tanggung jawab, persahabatan, dan cinta yang tumbuh dari kesulitan bersama. Kita bisa melihat bagaimana imo dan samchon sama-sama belajar untuk menghadapi rasa sakit akibat kehilangan saudara kandung mereka, lalu saling mengandalkan satu sama lain dan belajar untuk menjadi orang yang lebih baik melalui proses merawat WooJoo.

Banyak hal yang menyenangkan, tapi ada pula banyak hal yang mengganjal : 

1. Second Male Lead yang Annoying

Park SeoHam dalam memerankan YoonSeong tak buruk. Ia sosok yang tampan bahkan tubuhnya lebih tinggi dari Bae InHyeok. Yang jadi masalah, kehadirannya terlalu intens jadi annoying. Ia adalah pemilik apartemen yang disewa oleh ayah dan ibu WooJoo, jadi para paman dan bibi mau tak mau harus melanjutkan berinteraksi dengannya yang bolak -balik datang dengan berbagai alasan sekecil memperbaiki pegangan pintu (ujung-ujungnya yang bisa masang pegangan pintu baru tetap paman TaeHyeong! Apa tak semakin annoying, apalaaah gunanya dia datang??🤣😭). 

Posisinya yang atasan langsung HyeonJin di kantor semakin mempertegas ketidaksukaan saya bahwa ia memanfaatkan posisinya untuk mengejar HyeonJin. Misal, ia kerap mengantar gadis itu sepulang lembur. 

Usahanya mendekatkan diri ke WooJoo pun cringe. Apalagi ada adegan WooJoo menampakan ekspresi tak suka melihatnya yang datang (lalu bibi menyuruhnya dan paman bersembunyi di kamar, like what?!).

2. Female Lead tidak Teguh Pendirian 

Salah satu 'biang kerok' masalahnya adalah imo HyeonJin. Berani menyatakan kesanggupannya sebagai wali WooJoo, kenyataannya HyeonJin terlalu tidak dewasa dan tidak fokus pada tanggung jawabnya sebagai wali. Ia seringkali lebih fokus pada kehidupan cinta dan pekerjaannya dibandingkan dengan keponakannya sendiri. Ia sering lembur hingga larut malam, bahkan terkadang tidak menjawab panggilan telepon dari TaeHyeong ketika WooJoo sedang membutuhkannya. 

Kesannya sangat kontradiktif dengan pengembangan karakter TaeHyeong. HyeonJin masih berpegang pada masa lalu, dan tak segera membuat batasan tegas pada sang bos. Episode 7 adalah puncaknya dimana TaeHyeong memiliki screen time yang --menurut saya-- lebih sedikit dari pada YoonSeong, gara-gara beliau terlalu menempel pada HyeonJin.

3. Plot? Apa itu Plot?

Saat tulisan ini dibuat, sudah delapan episode ditayangkan. Sebenarnya saya belum bisa melihat urgensi masalah dalam drakor ini. Dari pembukaannya yang solid, bisa dibilang awalnya sangat potensial. Saya sebagai penonton, penasaran bagaimana kedua karakter yang awalnya saling tidak suka bisa bekerja sama untuk merawat seorang anak. Kita disuguhi dengan momen-momen lucu saat mereka berusaha mengatasi kesulitan dalam merawat WooJoo, seperti mencoba membuat makanan bayi, lalu menyuapinya (yang sudah punya anak pasti dah paham-paham aja Hoahaha), mengatur jadwal tidur, hingga menghadapi masalah keuangan dan tempat tinggal. Mereka berjuang membangun hubungan keluarga yang baru  Namun, seiring berjalannya cerita, fokus cerita mulai bergeser malah jadi terlalu fokus pada cerita cinta segitiga dan mengesampingkan karakter WooJoo yang seharusnya menjadi fokus utama. Rasanya kurang diperlihatkan bagaimana kedua paman dan bibinya mengatasi kesulitan mereka sekaligus menyembuhkan luka hati sang keponakan. Mereka baru sadar saat WooJoo jatuh sakit dan itu terlambat banget. Anak sekecil itu sudah yatim piatu, eh, belum punya ibu dan ayah baru malah figur ibunya keburu 'direbut'. Hadeeeh.

Para tokoh lainnya seolah pelengkap belaka. Termasuk sahabat HyeonJin, Bae SeYeon yang diperankan Choi GyuRi (yang sebenarnya saya suka banget di Marry My Husband Korsel). Kedatangan ayah TaeHyeong yang pernah meninggalkannya sejak kecil, lalu memperkeruh hubungan dengan abangnya itu pun seolah hanya sepintas lalu. 

Walau ceritanya jadi membosankan, Saya masih akan nonton sampai selesai. Ya sayangnya, ada beberapa orang penggemar drakor di sosmed yang mengaku sudah meninggalkan drakor ini. Ratingnya di My Drama List masih bertahan di 8,0 sih, menandakan masih layak di ikuti, minimal demi WooJoo.

❤❤❤❤❤

Overall, Our Universe benilai 7,5 / 10 poin. Saya rasa cocok ditonton bagi penggemar rom-com ringan yang tak terlalu memusingkan plot.

Posting Komentar