" ".

Review Absolute Value Of Romance : 10 Nilai Mutlak Mencintainya

Table of Contents

Kalau untuk bacaan yang belum masuk ranah mainstream, saya bukan tim Wattpad justru tim Fanfiction dan Archieve of Our Own. Awalnya untuk mencari fanfiction dari buku atau serial dan film favorit.

Rasanya lebih seru baca cerita yang masih alami dari penulis yang baru mulai belajar menulis. Tanpa suntingan yang berlebihan, emosinya nyata dan yang paling penting kedua situs tersebut gratis. Yah, meski aksesnya sempat dipersulit Kominfo dengan alasan terdapat pelanggaran hak cipta karena namanya fanfiction pasti banyak yang menulis berdasarkan cerita mainstream misal dari film, buku dan komik favorit. Iya sih tak semua pemegang hak cipta berkenan, tapii saya rasa sebagai sarana promosi bagus juga lho, toh keduanya tak menghasilkan keuntungan kecuali wadah bercerita. Ada juga cerita yang original dan beberapa adalah hidden gem. 

Saya paling males kalau tokohnya nyata atau namanya beneran gitu. Saya selalu membayangkan betapa akwardnya kalau seseorang tersebut benar-benar baca. Sayangnya, tren ini semakin tahun semakin menjamur. Di latar belakangi kehalu-an para fans idol, yang--menurut saya super aneh!--menjodohkan antara member yang satu dengan lainnya. Jadi, yah combo maut yang saya hindari deh, sudahlah tokohnya  si idol, kisahnya Boys Love (BL)

Sebenarnya sah-sah saja bagi peminatnya ya..tapi saya sendiri--setelah mencoba baca ----memang tak suka saja. Not my cup of tea, terlalu bertentangan dengan nilai agama dan kompas moral pribadi. Jadi, sebagus apapun kisahnya saya skip dulu.

Sialnya, hukum ekonomi selalu berlaku. Jadi seiring bertambahnya tahun, maka kisah serupa semakin merebak, termasuk ke ranah mainstream. Khusus di dunia kepenulisan fancfic (bahkan manga/manhwa), saya bahkan sampai merasa semakin sulit mencari judul bacaan baru, karena tertutup kisah BL . Huhuhu.

Makanya, saya pengen nonton Absolute Value Of Romance setelah baca sinopsisnya. Yah, selain ternyata saya cukup menyukai Cha HakYeon dan senang akhirnya dia jadi male lead, saya ingin tahu sudut pandang penulis BL meski fiksi

Absolute Value of Romance
Judul Lain Romaenseuui Jeoldaetgap (로맨스의 절댓값)
Genre Romantic Comedy, Teen Drama, Youth
Pemeran Utama Kim HyangGi, Cha HakYeon, Kim JaeHyeon, Kim DongGyu
Sutradara Lee TaeGoon
Penulis Lee MinJoo
Rilis 17 April 2026 – 29 Mei 2026
Jumlah Episode 16 Episode
Durasi 30 Menit per Episode
Platform Coupang Play, Amazon Prime Video
Rating Usia 15+ (Remaja 15 tahun ke atas)

Sinopsis

Yeo EuiJoo (Kim HyangGi) adalah siswi sekolah menengah atas khusus putri, Murim. Ditilik dari penampilan fisik, ia tampil biasa saja, senormal anak seusianya. Nilainya tidak selalu sempurna, sesekali membolos kelas, gemar menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya yang kocak, dan sering terjebak dalam situasi memalukan yang membuatnya ingin menghilang seketika.

Ia suka menulis tapi sayangnya tidak ada yang mau membaca tulisannya. Setelah mengunggah tulisannya ke web novel gratis, Genrenya BL tapi hanya ada dua orang yang pernah membacanya. Ia sebenarnya sangat berharap ada fans yang mau meninggalkan komentar apapun.

Hanya adik lelakinya yang tahu rahasia tersebut dan memanfaatkannya untuk mau membelikan sekaleng air berkarbonasi sebagai sogokan bila tak mau dilaporkan kepada orang tua mereka.

Satu malam, EuiJoo terpaksa ke mini market membeli air kalengan, sepanjang jalan ia mengeluhkan mengalami writer's block. Inspirasi itu baru muncul ketika tak sengaja ia menyadari ada quartet tampan pindah ke dekat rumahnya. Sebagai penggemar cerita romantis dengan imajinasi yang sangat aktif, EuiJoo tanpa sadar mulai memasangkan mereka dalam berbagai skenario di kepalanya. Baginya, kehidupan sehari-hari mereka mendadak terasa penuh kemungkinan romansa BL. 

Kesalahpahaman sempat terjadi dengan salah seorang diantaranya, Ga WooSu (N / Cha HakYeon). Namun kejutan sebenarnya datang keesokan harinya: keempat pria tersebut ternyata adalah guru-guru baru di sekolahnya.



Pak Ga, yang mendadak ditunjuk menjadi wali kelasnya adalah adalah guru matematika jenius dengan IQ 156 yang dikenal sebagai anggota Mensa. Sosoknya tenang, cerdas, sulit ditebak, dan hampir tidak pernah menunjukkan ekspresi berlebihan. Bersama tiga guru lainnya yang memiliki karakter berbeda-beda--mulai dari Pak Yoon DongJoo (Kim DongKyu)  yang hangat dan mudah akrab,  Pak Jung GiJeon (Demian) yang ceroboh namun atletis, hingga Pak Na DoJoo (Kim JaeHyeon) yang usil dan penuh energi--mereka tanpa sengaja menjadi sumber inspirasi baru bagi EuiJoo.

Hasilnya benar-benar di luar dugaan. Karyanya yang diberi judul "Dulu Kita Bersahabat"  mendadak meraih perhatian besar dan melesat di tangga popularitas. Komentar yang diharapkannya pun berdatangan, EuiJoo sangat bahagia.

Namun kesuksesan tersebut juga membawa masalah baru. Semakin terkenal novelnya, semakin besar pula kemungkinan identitasnya sebagai penulis rahasia terungkap.

Keadaan menjadi semakin rumit ketika berbagai adegan yang sebelumnya hanya hidup dalam imajinasinya seolah mulai muncul di dunia nyata. Momen-momen canggung, kesalahpahaman lucu, hingga situasi yang terasa seperti adegan langsung dari novelnya membuat kehidupan sekolah EuiJoo berubah menjadi jauh lebih kacau daripada yang pernah ia bayangkan.

Apakah EuiJoo akan ketahuan? Lalu bagaimana kelanjutan novelnya dan hubungan persahabatan, keluarga serta dengan keempat guru tampan tersebut?

Review

Yang saya suka dari Absolute Value Of Romance :

1. Memahami Nilai Mutlak Cinta 

Sebagai orang yang tak begitu jago matematika (masuk IPA pas SMA cuma gara-gara lebih jago biologi dibanding akuntansi meski jiwanya IPS banget. Haoahaha), saya lupa sama sekali dengan istilah nilai mutlak.

Setelah nonton, baru deh cari tahu ulang dan ingat bahwa nilai mutlak itu biasanya dipelajari dalam sumbu X,Y. Jadi, dari titik 0, nilai mutlak lima langkah di garis positif atau pun negatif tetap sama. Misal nilai mutlak +5 tetap sama dengan -5 yaitu 5. 

Filosofinya kita temui diakhir kisah ini bahwa apapun jalan yang kita tempuh, bagaimanapun hasilnya, baik positif maupun negatif, sesungguhnya semua bernilai. 

Cinta, perasaan, impian atau apapun yang kita rasakan--baik itu indah atau menyakitkan, bertepuk sebelah tangan atau berbalas, nyata ataupun hanya di dalam kepala--semuanya bernilai mutlak. Semuanya berharga sebagai pengalaman yang akan semakin membentuk diri kita.

Dan ini salah satu pesan paling kuat dalam tontonan saya akhir-akhir ini. Kebanyakan kita dan naskah tontonan menganggap kebahagian adalah ketika hubungan OTP berakhir bersama dan sebaliknya jika gagal maka artinya sad ending.

Padahal yang terpenting adalah pengalamannya. EuiJoo menghargai cinta yang dirasakannya dalam proses menulis dan membuatnya jadi pribadi yang lebih baik. Ia lebih percaya diri dan tekun belajar, terutama matematika dan belajar menghargai setiap orang yang hadir dalam kehidupannya serta dirinya sendiri. Dengan kata lain, ia memahami nilai mutlak dirinya sendiri. 

Sebagaimana Pak Anies Baswedan mengatakan bahwa tontonan apapun tak punya kewajiban untuk memiliki nilai moral yang harus disampaikan pada pemirsanya, saya sepakat, tapi alangkah indahnya dari tontonan iseng belaka, dengan kebanyakan rasa skeptis, saya justru dapat pencerahan seluar biasa ini.

2. Drama Coming Of Age Penuh Makna

EuiJoo agak tomboy, stylenya boyish. Makanya Ia selalu pakai celana olahraga di bawah rok sekolahnya. Selain itu dia belum paham benar makna jatuh cinta. Makanya, ketika mencoba menulis cerita cinta, tulisannya kurang beresonansi dengan para pembaca. 

Sebenarnya, ia cukup banyak belajar tentang cinta dari para sahabatnya, terutama Choi GoYa (Kim SoHui), tapi ya namanya masih sama-sama remaja kadang teori mereka akward dan lucu.

Jadi, EuiJoo berusaha memahami cinta, dan menuliskannya walaupun dia belum berani menjalaninya. Di dunia nyata, EuiJoo sedikit pemalu, tidak berpengalaman, dan sering salah paham soal perasaan orang. Tapi di tulisannya, dia sangat paham, sangat tajam, sangat mengerti seluk-beluk hati manusia.

Ia menemukan passion dan 'jalan hidup' dari menulis. Dan itu sangat manusiawi. Itu sangat nyata. Dan drama ini menunjukkan bahwa itu tidak apa-apa. Bahwa memahami cinta lewat tulisan juga cara yang sah, juga cara yang bernilai, juga cara yang memiliki nilai mutlak.

👉 klik untuk SPOILER 👈

Diam-diam dari sudut pandang pak Ga, kenapa ia punya soft spot buat EuiJoo? Selain karena pertemuan 'pertama' mereka yang sungguh membekas, pengungkapan bahwa mereka pernah bertemu saat masih kecil adalah kuncinya. Pak Ga yahg pernah diculik oleh stalker setelah acara telebivi yang membahas kejeniusannya diputar, mengalami trauma berat. Ia pun mengalami gangguanh pengelihatan dan harus dibawa ke rumah sakit. Secara tak sengaja, berjumpa EuiJoo kecil yang sedang kesulitan mengerjakan tugas matematika. interaksinya dengan EuiJoo yang polos dan janji gadis itu untuk mulai menyukai matematika membuatnya menyadari bahwa Ia punya passion dibidang mengajar. Cita-citanya agar orang lain pun menyukai matematika seperti dirinya sendiri. Terutama EuiJoo yang berjanji akan menunjukkan nilai yang sempurna ketika mereka berjumpa lagi.

3. Penggambaran Dunia Sekolahan dan Hubungan Guru-Murid yang Baik

Kekhawatiran banyak penonton di awal adalah drama ini berusaha membuat alur kisah cinta antar murid dan guru. Sejujurnya saya pun menonton dengan rasa penasaran yang besar, sebagai mantan guru sekolah menengah atas, saya paham berbagai faktor seperti dorongan hormon, kebanyakan baca novel romansa, dan lain lain mendorong siswa 'mengidolakan' gurunya. Namun berbeda dengan negara kita yang lebih kental norma agama dan susila, KorSel tentunya lebih liberal. Bagaimanapun, kedekatan fisik dan emosional antara siswi remaja dan guru dewannya memang wilayah yang perlu dieksekusi dengan sangat hati-hati agar tak memicu kontroversi anak dibawah umur.

Drama ini, untuk sebagian besar episodenya, berhasil menjaga batas itu tetap terasa. EuiJoo lambat laut memang menyadari punya perasaan pada wali kelasnya. Ia sempat ragu, ingin menyatakan cintanya atau tidak. Pada akhirnya, EuiJoo memang  menuliskan perasaannya melalui surat berisi persamaan matematika. Elegannya, Pak Ga tetap profesional, baginya EuiJoo hanya muridnya yang berharga sama dengan yang lainnya. Jadi, alih-alih menjawab---atau menolak dengan tegas--beliau mengajak EuiJoo bertemu di restoran (bersama seluruh anggota klub matematika🤣) mereka melakukan pesta perpisahan. 

EuiJoo pun memahami sebagaimana yang telah saya ulas diatas, cherished memory, bukan kisah cinta romantis. Ini mature, jarang ada drama yang berani bilang bahwa perasaan ini jatuh cinta itu valid dan nyata, terlepas bagaimana pun akhirnya. Wah, ini pasti beresonansi dengan banyak penonton termasuk saya! Pernah sekali naksir Abang kelas dan meski bertepuk sebelah tangan, saya menikmati betul momen tersebut. 

Dari POV mantan guru, Kenapa menurut saya sikap Pak Ga sudah tepat? Pertama, dia sebenarnya cukup netral. Memperlakukan EuiJoo selayaknya murid perwaliannya. Kalaupun ia nampak perhatian ketika mendengarkan semua ramblingan EuiJoo, ya justru itulah normalnya fungsi wali kelas. Ia pun mendukung EuiJoo melanjutkan kegiatan menulis. Pak Ga jarang tersenyum dan sikapnya tak ada yang berlebihan.

Kedua, ia sendiri--sebagai catatan orang jenius kan bisa jadi pola pikirnya beda--memang canggung secara sosial, mungkin memang aware dengan perasaan EuiJoo tapi ya karena beliau aslinya cool jadi cuek saja.  

Bukan menormalisasikan tapi siswa berusia remaja memang masih labil. Bisa jadi mereka masih bingung dengan perasaan sendiri dan salah memahami rasa kagum pada gurunya tersebut sebagai cinta. Yang terpenting adalah bagaimana sikap sang guru dalam menghadapinya. Jangan beri celah sekecil menanggapi candaan yang menjurus atau berhubungan melalui pesan singkat diluar urusan sekolah, karena itu tak appropriate. Yah, kalaupun ada berita viral guru menikahi mantan murid bertahun-tahun kemudian, anggap saja itu anomali dan berhusnudzon kalau kedekatannya baru terjalin setelah sang murid berusia dewasa atau legal.

Prioritas Pak Ga sebagaimana yang dibahasnya di episode sebelas adalah mengajar, menjaga para siswi dan melihat mereka bertumbuh. Yang lainnya baginya tak penting. Dan ini patut di contoh oleh para guru lainnya.

4. Dunia Meta

Sebagai penggemar K-drama, kita sudah terbiasa menyaksikan meta sebagai bagian dari plot, terutama untuk mengundang tawa, tapi porsinya biasa secukupnya, misalnya dalam drakor Sold Out On You.

Love Line dalam Dulu Kita Bersahabat
Padahal aslinya mereka cuma bestie sejak zaman kuliah keguruan

Nah, dalam Absolute Value Of Romance meta tersebut adalah inti cerita. Kita menonton EuiJoo menulis kisahnya. Kita melihat bagaimana imajinasinya yang liar bertransformasi menjadi narasi dan versi fiksi dari para guru itu muncul sebagai sekuens dalam-drama-di-dalam-drama yang exaggerated secara komedi. Hasilnya adalah pengalaman menonton yang terasa segar. Lawakannya LOL karena keempat guru menjadi versi meta diri mereka sendiri dan sangat hilarious

Kita tertawa bersama EuiJoo dan pembacanya sekaligus tertawa karena kita semua pernah berada dalam posisi tersebut baik kita sadari atau tidak. Topiknya tak mesti sama, tapi kita pernah mengkhayal juga dalam pikiran skenario yang melibatkan seseorang, kan?

5. Konsekuensi Penulis BL dengan Tokoh Nyata

Rasa malu EuiJoo ketika ketahuan menulis BL, apalagi ketika Pak Ga marah banget melihat muridnya menuliskan kisah yang tak masuk akalnya. Pak Ga memintanya menghapus cerita tersebut atau orang tuanya harus hadir di sekolah. Bagi EuiJoo ini adalah mimpi terburuk. Ia tahu ibunya akan marah besar. 

EuiJoo mencoba menjelaskan bahwa menulis cerita tentang cinta antara dua orang laki-laki baginya adalah cara untuk menceritakan cinta yang paling murni, yang paling bebas dari label, dari aturan, dari harapan masyarakat.

Dalam genre BL semua terasa bebas dari pakem khususnya gender. Tidak ada aturan tentang siapa yang harus mendekat, siapa yang harus diam, apa yang pantas dan tidak pantas. Di sana, cinta hanyalah cinta, murni, sederhana, berharga apa adanya.

Bagaimanapun sulitnya Pak Ga memahami hal ini, pada akhirnya ia sadar bahwa jangan menilai seseorang dari apa yang mereka tulis atau apa yang mereka sukai. Lihatlah apa yang mereka cari di dalamnya, apa yang mereka butuhkan untuk diungkapkan.

 Inilah alasan mengapa drama ini punya nilai lebih tinggi dari sekadar hiburan, bagi penulis fanfiction atau kisah apapun khususnya dalam genre BL, drama ini memvalidasi perasaan mereka. Bahkan secara umum memvalidasi perasaan banyak orang yang selama ini merasa sendirian dengan rahasianya.

Absolute Value Of Romance menurut saya cukup berhasil memberi batasan tegas bahwa :

1. Apa yang ada di kepala EuiJoo dan di tulisannya adalah fiksi, imajinasi, ciptaan sendiri.

2. Di dunia nyata, hubungan antara dia dan keempat guru adalah hubungan siswa-guru, akrab tapi tetap ada batasan. 

3. Tidak ada adegan, tidak ada dialog, tidak ada momen yang menunjukkan hubungan romantis yang tidak pantas.

Ketika EuiJoo benar-benar ketahuan menulis BL maka konsekuensinya cukup jelas, ia mendapat skorsing dari sekolah.

6. Lucunya LOL

Lawaknya luar biasa. Misalnya ketika Pak Ga sampai jatuh pingsan diperjalanan menuju halte bus gara-gara kaget kena kotoran burung. Usaha EuiJoo untuk menyelamatkannya malah berakhir bencana saat Ia tak sengaja menginjak kacamata sang guru. Karena takut ketahuan, EuiJoo menyimpannya di tasnya sementara ketiga guru tampan lain datang--untuk membawakan kacamata cadangan--dan berusaha membantu mencari. Kelucuan yang timbul semakin lengkap ketika EuiJoo terpaksa diajak satu mobil menuju sekolah.  Berlanjut saat EuiJoo justru membuang kacamata tersebut dan memikirkan ide konyol untuk mengembalikannya.

Dikesempatan lain, EuiJoo yang sangat merasa bersalah, sakit perut lalu pingsan di posisi yang mirip Pak Ga sampai harus digendong punggung oleh Pak Ga ke IGD. Ternyata ia punya masalah pencernaan yaitu sembelit parah Hoahaha.

Karakternya kadang breaking the 4th wall. Kehadiran efek-efek spesial juga menambah kesan komikal. Dengan sentuhan humor yang sadar akan genre yang sedang dimainkan, cerita ini mengajak penonton melihat betapa liar, kreatif, sekaligus menggelikannya dunia imajinasi seorang remaja yang sedang mencari jati diri. Perpaduan antara komedi, persahabatan, dan proses pendewasaan membuat kisahnya terasa menghibur sekaligus hangat untuk diikuti.

Poin utama lain adalah adegan imajinasi BL-nya over-the-top. Keempat guru tampan punya jalan kisah rekaan yang lucu banget. Mereka memparodikan trope klasik tokoh dalam imajinasi EuiJoo dengan baik dan yang membuat jadi lebih lucu lagi saat mereka menyadari dan membacanya, sebagian ada yang tidak terima dan minta karakternya di ganti hoahaha.   

Ohya, sumber senyum-senyum utama saya justru ekspresi dead pan Cha HakYeon disini juara banget. Setidaknya saya yakin dia sebenarnya paham kemana arah percakapan EuiJoo, tapi ia selalu berhasil menjaga martabat dirinya sendiri dan EuiJoo dengan gaya yang cerdas sesuai dalam koridor guru dan murid.

7. Durasi Pas, Khas Anak Muda

Mirip Yumi Cells jadi drama yang berdurasi tiga puluh menitan ini terbagi lagi menjadi beberapa episode singkat dengan judul per episodenya, padat, tak ada filler. Khas anak muda banget, cocok ditonton kapan saja.

8. Akting Memukau

Cha HakYeon juga memberikan kejutan besar. Sebelumnya dikenal sebagai penyanyi dan penari (N dari VIXX), di sini dia membuktikan dirinya aktor hebat. Dia memainkan karakter yang sulit. Seorang jenius yang kaku, dingin, tapi penuh perasaan di dalam. Dia bisa menyampaikan emosi hanya dengan pandangan mata, sedikit perubahan raut wajah, atau satu kalimat sederhana. Dia membuat kita jatuh cinta pada karakter yang sulit disukai.

Kim Hyanggi yang sangat populer berkat Along The Gods, membuktikan sekali lagi kenapa dia adalah salah satu aktris muda terbaik di Korea saat ini. Ia sangat lucu--meski awalnya saya agak kurang cocok dengan gaya rambutnya--dan ketika drama menuntut momen yang lebih emosional, transisinya terasa mulus dan tidak dipaksakan.

Chemistry keduanya luar biasa dan tanpa akting yang hebat, pesan mendalam dalam kisah ini tidak akan tersampaikan seindah ini.

Kim JaeHyun, Son JeongHyeok, dan Kim DongGyu juga sangat pas. Mereka melengkapi cerita ini menjadi lengkap, hidup, dan penuh warna.

Adegan penutup dimana satu kelas plus empat guru tampan ngedance bareng kembali menegaskan bahwa mereka semua bersenang-senang dalam drama ini dan sangat akrab.

9. Aspek Teknis Mumpuni

Selain visual para pemain yang ditangkap dengan baik sampai ke mikro ekspresinya, pengambilan gambar sekitarnya pun cukup menarik. Pemilihan Jeonju--bukan Seoul--yang dipilih sebagai latar cerita menurut saya sangat pas. Sinematografi kota tua-nya cantik dan beda dari kdrama sekolah pada umumnya.

Lagu-lagunya pun dipilih dengan sangat pas, lembut, sedikit melankolis, tapi penuh harapan.

10. Produksi Bareng MediaCorp dan KorSel

Jenny kedua dari kiri

Entah kenapa sebagai penonton banyak konten MediaCorp saya turut berbahagia dengan kerjasama raksasa media dari negeri Singa ini. Hasilnya bagus banget. Tetap ada unsur Singapura melalui kehadiran Jenny (Gladys Bay), si siswi pertukaran pelajar dari Singapura. Kehadirannya lebih dari sekedar pelengkap, justru membuat lingkar persahabatan EuiJoo terasa makin hangat.

Satu lagi, ada cameo singkat dari Seo HyeoWon (ProBono Gimbab and Onigiri), aktris yang rasanya cukup saya sukai kehadirannya di banyak K-drama.


8.2
MyDramaList Score
#3
Top 10 Prime Video Indonesia
18K+
Watchers MDL

Sayangnya, durasinya yang singkat membuat beberapa tokoh kurang mendapat alokasi waktu. Adiknya EuiJoo misalnya, hanya muncul sesekali tapi selalu mencuri perhatian. Dialog terakhirnya di meja makan bareng keluarga adalah salah satu dialog antar saudara terbaik yang pernah saya tonton. Khas anak kecil, tapi maknanya powerful. Ia sangat yakin dengan kemampuan menulis kakaknya dan memberikan kalimat penenang yang luar biasa sebelum menghadapi sidang dengan komite di sekolahnya.


Ending turunnya salju pertama, kiasan cinta pertama.

Drama ini pun underrated, di Prime Video Indonesia tak pernah menjadi pemuncak 10 tontonan terbaik. Seinget saya, paling kencang posisi 3-4, sementara drakor lain seperti Siren's Kiss bahkan Confidence Queen of Kr yang ratingnya rendah sekalipun biasanya jadi pemuncak.

Meski premisnya terdengar tidak biasa, drama ini bukanlah kisah romansa guru dan murid yang problematis. Sebaliknya, serial ini hadir sebagai komedi remaja yang ringan, jenaka, dan penuh pesona. Saya sangat merekomendasikan bagi penggemar drama ringan namun tetap bermakna. Saya termasuk tim yang mematikan musim selanjutnya. 


TOTAL SCORE / RATING
8.75
dari skala 1 - 10

Posting Komentar