Cinta Butuh Waktu

Review Novel Cinta Butuh Waktu karya Aprilia Saraswati tentang Cathy dan Enggar sama-sama keras kepala dan gengsian padahal sebenarnya saling suka
Cinta Butuh Waktu

Judul : Cinta Butuh Waktu 

Penulis : Aprilia Saraswati
Penerbit : Media Pressindo
Tanggal terbit :November - 2013
ISBN  :  9789799113450

Sinopsis :

Gue punya hak untuk suka sama seseorang, Nggar.”

“Dan gue punya kewajiban buat ngelarang lo ke jalan yang salah!”


***


Apa yang kamu rasakan kalau orang yang kamu suka ternyata cuma menganggapmu sebagai adik?


Tak hanya jadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu), Cathy juga terjebak dalam friendzone serba rumit. Pedih yang ia rasakan sungguh tak terkira, terlebih ketika pada saat yang sama keluarganya berantakan. Lengkaplah sudah penderitaannya. Padahal Enggar, sahabatnya sejak kecil, sudah mengingatkan hal ini jauh-jauh hari. Namun bukan cinta namanya kalau tak membuat mata menjadi buta. Lalu, akankah Cathy bersikukuh membutakan mata, saat ia tahu ada seseorang yang telah menantinya sekian lama hanya untuk sekadar menghabiskan waktu bersama?


Review :

Size bukunya yang handy sesuai untuk dibawa travelling. Sayang sama dengan novel terbitan lain dari penerbit ini, ukuran fontnya kurang nyaman dibaca karena agak kecil dibandingkan novel lain pada umumnya. Desain cover juga terbilang menarik, sepasang sneakers yang berbeda ukuran dan berlawanan arah. Tapi hingga akhir cerita saya tidak berhasil menemukan hubungan langsung, apakah (mungkin) metafora pertengkaran antara  Cathy dan Enggar? Kalaupun iya, menurut saya juga kurang tepat karena persahabatan mereka berlangsung bertiga dengan seorang cowok baik hati bernama Donny.

Konflik yang dibangun cukup menarik dengan tidak hanya terfokus pada masalah percintaan Cathy, tetapi juga mengenai permasalahan rumah tangga yang dihadapi orang tua Cathy, persaingan antar saudara antara Cathy dan Kinar yang selalu dibandingkan kedua orangtuanya dan kehadiran Daniel dan Andre yang masing-masing memiliki permasalahan tersendiri dalam pendekatan mereka terhadap Cathy.

Sayangnya sifat Cathy dan Enggar yang sama-sama keras kepala dan gengsian membuat sepanjang cerita berkesan bertele-tele hingga menunggu pengumuman kelulusan sekolah dan beasiswa. Usaha Donny untuk mendamaikan mereka berdua terkesan repetitif dan akhirnya membawa saya menjadi bosan dan kurang simpatik kepada mereka berdua.

Beberapa kalimat yang saya rasa dapat menjadi qoute manis :
  • "Cinta ini memang tidak sempurna, tapi izinkan cinta ini menyempurnakan semuanya"
  • "Sekarang ini Ia harus menghadapi persoalan yang lebih pelik dari soal kimia. Persoalan yang lebih memerlukan perasaan dari pada otak."
  • "Memang benar semuanya butuh proses. Tak ada yang tak mungkin. Allah tak akan mengujui hamba-Nya melebihi batas kemampuan hambanya tersebut."
  • "Mungkin aku terlambat untuk menjadi cinta pertama kamu. tapi sekarang aku pingin menjadi cinta terakhir kamu"
  • "Baginya, Tuhan benar-benar adil. Tuhan tahu yang terbaik untuk Hamba-Nya, dan tahu waktu yang tepat untuk menurunkan anugerah itu."
Overall, I'll give this book 2 stars out of 5 in my goodreads account.