Antologi Rasa

review Novel Antologi rasa karya Ika Natassa yang diterbitkan gramedia pustaka utama pada tahun 2011 dan sudah diadaptasi menjadi film


antologi rasa ika natassa

Spesifikasi Buku :

Judul : Antologi Rasa
Penulis : Ika Natassa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2011
Tebal : 328 halaman
ISBN : 978-979-22-8809-4


Sinopsis :


antologi rasa ika natassa cover belakang

Review :


Ini karya pertama dari Ika Natassa yang saya baca. Agak ketinggalan zaman memang, mengingat namanya sedang hits sekali karena adaptasi film dari bukunya yang lain, Critical Eleven sedang hangat dibicarakan. Tapi prinsip saya selalu, better late than never, yes? Jadilah saya pinjam buku ini di aplikasi Ijak dan OMG! Saya tamatkan hanya dalam hitungan hampir 3 jam saja! 

Sejujurnya awal mula saya mengikuti Indonesian Reading Chalenge 2016 lalu adalah untuk menantang diri saya sendiri untuk mulai  (lagi) membaca karya roman anak negeri. Saya sempat lama absen karena sering kali, setelahnya saya terus merutuki satu atau dua kejanggalan kecil yang saya temukan dalam kisahnya. Entah dari segi plot, timeline, whatsoever. Tapi tidak dengan Antologi Rasa. This is my romance cup of tea. Ada sisi romantis yang bisa dibangun dalam kisah yang sesungguhnya sedikit suram. Cinta bertepuk sebelah tangan antara keempat tokoh utamanya, meet them :

Keara : Seorang bankir cantik lulusan Amerika yang terbiasa hidup hura-hura. Orang lain menilainya sebagai sosok yang hanya mementingkan penampilan dan bekerja hanya untuk menegaskan statusnya. Tetapi melalui sudut pandangnya kita dapat memahami bahwa dibalik sifatnya yang bitchy, memiliki gengsi tinggi - bahkan punya penyakit tidak mau makan dipinggir jalan yang disebutnya -, sesungguhnya Ia adalah jiwa yang berpendirian teguh dan hopeless romantic. Cintanya hanya terpatri untuk Rully, meski sudah hitungan tahun terlewati dan entah berapa lelaki yang dekat dengannya Hobbynya adalah fotografi dan ia memiliki seorang sahabat baik lainnya, Dinda.

Harris Risjad : partner in crime Keara dalam kehidupan hedonis maupun kabur dari kantor mereka. Istilahnya Harris berada dalam friendzone. Meski terlihat narsis abis dan womanizer sejati, sesungguhnya Ia sangat mencintai Keara. Gayanya yang selengekan dan mudah menaklukan wanita lain karena terbiasa menjadi abang yang baik bagi kedua adik perempuannya. Sehingga Ia memiliki insting melindungi yang kuat, terutama ia berniat melindungi Keara dari luka hatinya akibat cintanya bertepuk sebelah tangan pada Ruly. 

Ruly Walantaga : Pria yang baik, alim dan selalu serius, terutama di bidang pekerjaan. Sebenarnya Ia lebih ingin menjadi pemain sepakbola, tetapi merasa harus realistis dan memilih menjadi bankir. Mencintai Denise yang telah menikah, agak tidak peka hingga sulit menyadari perasaan Keara padanya. 

Denise ; Wanita keibuan dan dewasa yang telah menikah dengan Kemal. Meski menyadari pengkhianatan suaminya, ia memilih bertahan dan selalu memaafkan.

Empat orang dengan karakter yang memiliki persamaan maupun perbedaan, membawa kedekatan yang tak bisa ditolak. Persahabatan mereka dimulai saat keempatnya ditempatkan oleh kantor mereka, sebuah bank ternama, di suatu kota di pedalaman pulau Sumatera. Mungkin karena ada deskripsi singkat bahwa mereka sama-sama pernah nekat ke Padang untuk sekedar makan sate Padang dan Keara pernah mengecek bisnis kliennya ke Dumai, saya menyimpulkan propinsinya ialah Riau. Propinsi di mana saya pernah menghabiskan seluruh masa sekolah, sejak TK hingga SMA. 

Persahabatan yang terus melekat hingga mereka sama-sama kembali ditarik ke Kantor Pusat di Jakarta. Konflik diawali saat Keara dan Harris menghabiskan waktu berdua menyaksikkan balapan F1 di Singapura. Keikutsertaan Keara sebenarnya karena awalnya Ruly akan ikut bersama mereka, namun tiba-tiba harus membatalkannya. Keara dan Harris yang sama-sama jago minum, akhirnya terjebak permainan mereka sendiri dan persahabatan mereka diputuskan sepihak oleh Keara. 

Harris patah hati, sementara Keara justru berusaha mengalihkan pikirannya melalui hubungan Teman Tapi Mesra alias TTM dengan Panji, adik ipar Dinda. Masalah semakin ribet tak kala Keara, harus ditenpatkan dalam satu tim kerja yang sama dengan Ruly. Pada siapakah hati Keara akah berlabuh?

****

Selain penjelasan detail mengenai dunia perbankan dan referensi pengetahuan umum yang luas, hal yang paling fantastis adalah kemampuan Ika Natassa menjalin sudut pandang dari Keara, Harris dan Ruly (serta Panji, sedikit dibagian akhir). Sehingga kita benar-benar bisa memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan. Pikiran-pikiran spontan yang diluapkan dalam dialog cerdas, terkadang disertai dengan bahasa dengan rating dewasa, membuat novel ini hillarious

Ditambah gaya bahasa yang sering menggunakan kalimat dalam bahasa Inggris. Iya, ini saya banget. Diawal pernikahan, saya sering kehabisan kata-kata untuk menjelaskan sesuatu pada suami saya akibat saya terbiasa menggunakan istilah dalam bahasa Inggris. Bukan karena saya jago banget ya,, justru karena saya kebiasaan untuk terus belajar, jadi saya selalu berbicara dengan diri saya sendiri dalam bahasa Inggris. 

Endingnya membuat saya berharap bahwa Keara akan menjadikan Harris pilihannya. Karena saya begitu menyukai chemistry mereka dan bagi saya mereka sekufu. Both of them were very good looking, open minded and passionate. Tapi saya ga nolak kalau buku ini ada sekuelnya dan membawa mereka kembali menyelami perasaan mereka masing-masing sebelum akhirnya mengambil keputusan terbaik.

Banyak kalimat yang menurut saya qoutable dalam novel ini, tetapi yang paling membuat saya baper adalah  : 

  • Karena kecanggungan tidak pernah ada diantara orang yang tidak ada apa-apanya, So, maybe there is something between us.
  • Doesn't it scare you time flies and nothing change? Time flies but no memories.
  • If you make a girl laugh, she likes you but if you make her cry, she loves you.
  • We both get the most glorious front seat of watching the one we love, loves somebody else.
  • the sun rises and sets, the day passes, and you follow the bent of your inclination to a certain extent, you have no conception of the quantity of miserable feeling that you pass trough me in a day.

Overall, menurut saya buku ini well written dan saya berani memberi lima bintang diakun goodreads saya.