Eleanor & Park

Review novel Eleanor adn Park karya Rainbow Rowell yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Phoenix Press tahun 2013
REview Eleanor and park


Cover Versi Indonesia

Spesifikasi Buku

Judul : Eleanor & Park
Penulis : Rainbow Rowell
Penerbit : Phoenix Press
Tahun terbit : 2013
Tebal : 442 halaman
ISBN : 6027689498

Sinopsis

Eleanor itu gendut. Dirinya pun berpikir dia begitu... Sebenarnya dia tidak segendut yang dipikirkannya. Pikirnya, pasti aku tidak semenjijikan itu.

Bono, vokalis U2, bertemu dengan istrinya di SMA, kata Park. 

Begitu pula Jerry Lee Lewis, jawab Eleanor. 

Aku tidak bercanda, Park meyakinkan. 

Tentu, Eleanor menambahkan, kita ini 16 tahun. 

Bagaimana dengan Romeo dan Juliet? 

Dangkal, bingung, lalu mati. 

Aku mencintaimu, Park mengatakan. 

Karena itulah..., jawab Eleanor. 

Aku tidak bercanda, katanya. 

Kamu memang tidak boleh becanda....

Review

Duh, saya sudah lama tidak menuliskan review buku apapun, padahal saya masih belum mencapai target IRRC 2017  dan Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017. Sebenarnya saya selalu membaca buku, tetapi entah karena keburu pengen baca buku yang baru, saya melewatkan untuk mereview buku yang sudah dibaca. Akhirnya, saya mengingat-ingat, kira-kira buku mana yang bisa membuat saya bersemangat menuliskan reviewnya. Dan terpilihlah buku Eleanor & Park ini. Pertama kali membacanya, sekitar tahun 2014, saat itu saya sedang mengandung Ziqri. Beberapa kali saya sampai mewek antara terharu atau karena ngerasa related dengan isinya (yah, mungkin karena ditambah bawaan hormon). Kali ini saya meminjam versi terjemahan Indonesia melalui aplikasi I-Jateng.

Buku ini mengisahkan tentang Eleanor Douglas, seorang gadis berusia 16 tahun yang baru pindah ke suatu wilayah di Omaha, Nebraska. Ia tinggal bersama dengan ibunya, empat orang adik -tiga lelaki dan satu perempuan- dan seorang ayah tiri bereputasi buruk. Ayah kandungnya berada di kota yang sama namun telah bertunangan dengan orang lain dan tidak terlalu memperdulikan keluarga lamanya.  Sedangkan ayah tirinya selalu adalah seorang alkoholik yang memiliki sejarah kekerasan, sehingga suasana di rumah membuat Eleanor tidak nyaman dan selalu ketakutan. 

Dalam bus menuju sekolah di hari pertama, Eleanor terpaksa duduk di sebelah seorang cowok keturunan Asia bernama Park Sheridan. Berbeda dengan teman-teman barunya yang lain -yang sering mengejek warna rambut dan selera pakaiannya yang agak aneh-, Park mengacuhkannya.  Mereka hanya duduk bersebelahan tanpa saling berbicara selama beberapa saat.

Padahal, dari sudut pandang Park, pembaca juga mengetahui bahwa Park mengamati Eleanor. Ia mulai memperhatikan Eleanor ketika guru sastra mereka mengajukan pertanyaan yang menarik pada Eleanor mengenai Romeo dan Juliet karya Shakespeare.

"Tidakkah kau merasa kalau cerita ini sedih?" tanya Pak Stessman. "Dua kekasih muda terbaring mati. Tidak pernah ada cerita yang lebih tragis. Apa kau tidak merasakannya?"
"Kurasa tidak," jawabnya."Apakah cerita ini kurang tragis? Biasa saja?" Dia berdiri di belakang mejanya, berpura-pura memohon kepadanya."Bukan..." katanya. "Aku hanya tidak berpikir itu sebuah tragedi.""Itulah tragedinya," kata Pak Stessman.
Gadis itu memutar kedua bola matanya. Dia memakai dua atau tiga kalung, mutiara palsu yang sudah tua, seperti yang dikenakan nenek Park ke gereja, dan dia memilin-milin kalungnya sementara dia berbicara.
"Tapi sudah jelas dia mengolok-olok mereka," katanya.
"Siapa?"
"Shakespeare."
"Coba jelaskan..."
Dia memutar matanya lagi. Dia tahu permainan Pak Stessman sekarang.
"Romeo dan Juliet hanyalah dua anak kaya yang selalu mendapat setiap hal kecil yang mereka inginkan satu sama lain."
"Mereka jatuh cinta..." kata Pak Stessman, mengepalkan tanganya tepat di depan dada.
"Mereka bahkan tidak mengenal satu sama lain," katanya.
"Itu adalah cinta pada pandangan pertama."
"Itu adalah 'Ya Tuhan, dia begitu tampan' pada pandangan pertama. Kalau Shakespeare ingin kita percaya bahwa mereka saling mencintai, dia tidak akan memberitahu kita dalam adegan-adegan awal bahwa Romeo sedang mengejar Rosaline... Ini semua adalah tentang Shakespeare yang mempermainkan cinta," katanya.
"Lalu mengapa cerita ini bertahan sampai sekarang?"
"Aku tidak tahu, mungkin karena Shakespeare adalah seorang penulis yang benar-benar bagus?"
"Bukan!" kata Pak Stessman. "Bagaimana dengan yang lain, seseorang yang punya hati. Tuan Sheridan, apa yang berdetak dalam dadamu? Beritahu kami, mengapa kisah Romeo dan Juliet bertahan selama empat ratus tahun?"
Park benci berbicara di depan kelas. Eleanor mengerutkan kening kepadanya, lalu berpaling. Park merasa dirinya sendiri tertipu.
"Karena..." katanya pelan, sambil melihat mejanya, "karena orang ingin menginggat bagaimana rasanya menjadi muda? Dan jatuh cinta?"

Kehidupan Park sangat bertolak belakang dengan Eleanor. Keluarganya sangat harmonis, ayahnya seorang tentara yang menikahi ibunya saat sedang bertugas di Korea. Kakek dan neneknya tinggal di sebelah rumah mereka dan sangat menyukai ibu Park beserta kedua cucunya -Park memiliki seorang adik laki-laki bernama Josh-. Satu-satunya kekhawatiran Park ialah bahwa teralu banyak gen Korea dalam dirinya. Ia bertubuh lebih pendek dari Josh, berambut hitam dengan mata hijau dan penampilan yang dianggap cute. Karena ibunya memiliki salon di garasi mereka, Park sering memperhatikan kegiatan mulai dari memotong rambut hingga memakai eye-liner. Sementara ayahnya menyukai kegiatan yang macho, seperti berburu dengan senapan dan mengharuskan anak-anaknya berlatih taekwondo.

Perlahan Park menyadari bahwa Eleanor suka menebeng membaca komik-komik yang di bacanya dalam perjalanan di bus. Dalam diam mereka sama-sama membaca halaman yang sama, dan Park sengaja membalik halaman-halamannya lebih lambat. Dari obrolan pertama tentang komik lama kelamaan hubungan mereka mencair. Mereka membahas tentang musik dan hal-hal lain. Park membuatkan Eleanor kaset rekaman lagi-lagu yang menurutnya keren, bahkan hingga meminjamkannya walkman sekaligus batrenya! Park suka melihat Elenaor tertawa dan berniat membuatnya selalu bahagia hingga memberanikan diri menggenggam tangan Eleanor untuk pertama kalinuya. 

Mereka saling jatuh cinta, sedalam-dalamnya, (meski awalnya) tanpa perlu saling mencurahkan perasaan melalui kata-kata. Park telah menganggap Eleanor kekasihnya sejak genggaman pertama itu. Dan Ia memastikan bahwa 'seluruh dunia' mengetahuinya dengan cara yang luar biasa.

------

Beberapa bagian dalam kehidupan Eleanor adalah fragmen masa muda saya misalnya :
Eleanor selalu insecure dengan  body imagenya, stylenya juga kadang 'aneh' dan pola pikirnya yang cenderung lebih cepat dewasa, serta perasaan harus selalu melindungi saudara-saudaranya sebagai anak tertua. Beban hidup membuatnya kadang sinis dalam memandang dunia dan becermin pada hubungan antara ibunya dalam dua kali pernikahan yang disfungsional, Ia jadi tidak percaya cinta. 

Saya sejak kecil sering merasa bertubuh bongsor, meskipun keluarga dan teman-teman saya (bahkan hingga kini para saudara ipar), selalu meyakinkan my body is fine. Gaya berpakaiannya yang boyish dan cenderung 'aneh' juga gaya andalan saya hingga kini (kalau ga mesti menyesuaikan acara formal). Sebagai anak pertama saya juga cenderung lebih cepat dewasa.

Kisah cinta diawali dari kesukaan membaca komik dan mendengarkan lagu yang sama, juga pernah saya alami. Dalam buku yang bersetting di tahun kelahiran saya ini, lagu yang menjadi favorite mereka ialah "How Soon Is Now" by the Smith. Lagu ini juga salah satu lagu favorit saya sebagai OST dari salah satu serial favorit saya sepanjang masa, Charmed 




Saya suka saat mereka jatuh cinta dan banyak banget kalimat yang quotable:
“Holding Eleanor's hand was like holding a butterfly. Or a heartbeat. Like holding something complete, and completely alive.”

“I want everyone to meet you. You're my favorite person of all time.”
“Nothing before you counts," he said. "And I can't even imagine an after."
She shook her head. "Don't.""What?""Don't talk about after.""I just meant that... I want to be the last person who ever kisses you, too.... That sounds bad, like a death threat or something. What I'm trying to say is, you're it. This is it for me.”

..I love your name. I don't want to cheat myself out of a single syllable.”

I miss you, Eleanor. I want to be with you all the time. You’re the smartest girl I’ve ever met, and the funniest, and everything you do surprises me. And I wish I could say that those are the reasons I like you, because that would make me sound like a really evolved human being …‘But I think it’s got as much to do with your hair being red and your hands being soft … and the fact that you smell like homemade birthday cake”

“You saved me life, she tried to tell him. Not forever, not for good. Probably just temporarily. But you saved my life, and now I'm yours. The me that's me right now is yours. Always.
Overall, saya beri nilai 5 bintang di akun goodreads saya.