Tetap Olahraga Saat Puasa? Bisa!

tips olahraga saat puasa, dengan memilih outfit yang nyaman, dan perlatan, waktu, durasi dan jenis olahraga yang tepat, cukup air minum dan tidur

 tips-olahraga-saat puasa

Day 22 : Tips Olahraga Saat Puasa

Hai, Assalamu’alaikum.

Ini nih pertanyaan terbesar para pelaku olahraga amatiran semacam saya:

Boleh ga sih olahraga saat puasa?
Apa sih tipsnya biar tetap semangat?
Ah, saya kan sudah mengerjakan pekerjaan rumah tangga, beres-beres dan sebagainya itu kan sudah gerak tubuh, sama saja dengan olahraga.

Eits, apa iya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Olahraga ialah gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh. Ada juga definisi dari Wikipedia yang mencakup hingga aktivitas yang melatih kesehatan mental, karenanya catur juga dapat dikategorikan sebagai salah satu cabang olahraga.

Jadi, apakah gerak badan seperti beres-beres juga termasuk olahraga?

Ternyata, beberapa ahli kesehatan berpendapat olahraga ialah suatu aktivitas fisik untuk melatih otot yang harus dilakukan berulang-ulang secara progresif dalam waktu tertentu.

Salah satunya pernah saya baca dalam kolom Q and A Coach Anton IG / Youtube @Dietsantuy. Beliau menjawab dengan kocak (namun tepat sasaran) saat ada salah satu follower Instagramnya yang menanyakan “Apakah menyapu rumah bisa dikategorikan olahraga?”

Ia menjawab “Iya, kalau kamu menyapu dengan cara menambah wilayah ruangan yang disapu, hari ini kamar saja, besok satu rumah, lalu saat sudah terbiasa tingkatkan lagi dengan menyapu rumah saya sekalian”

Nah, sebagai seseorang yang tidak terlalu atletis, saya baru merasakan olahraga karena butuh dan suka awalnya karena saya sempat menetap di Jogjakarta sambil menunggu pengumuman SPMB. Saat itu saya mencari kos di kawasan Selokan Mataram yang berdekatan dengan kampus Universitas Gajah Mada. Saya sering diajak para mbak sekosan jogging sore di seputaran Auditorium Grha Saba Pramana.

Setelah pindah ke Semarang, meski kadang masih suka malas-malasan, setidaknya saya selalu berusaha jogging di hari Minggu pagi. Selebihnya saya main hulahoop dan skippingan di kamar atau menonton video senam dari VCD (sekarang tinggal buka Youtube ya.. Hoahaha). Kebiasaan ini masih terus berlanjut setelah saya bekerja, menikah dan punya anak. Jadwalnya tidak rutin disesuaikan dengan aktivitas saya saja.

Efeknya Alhamdulillah (saya merasa) energi saya masih sama dan yang tidak bisa dibohongi adalah ukuran lingkar tubuh yang bahkan ada yang lebih kecil dibanding saat masih gadis .

Sedikit tips dari saya bila ingin tetap berolahraga saat puasa :

1. Pilih Outfit Yang Nyaman

Tergantung dengan kegiatan olahraga yang dipilih dan lokasinya juga ya. Kalau untuk berolahraga di rumah, gunakan setidaknya pakaian yang menyerap keringat dan cukup longgar. Kecuali memang kaus olahraga yang bahannya breathable dan modelnya slim fit

Kalau saya sih biasa pakai yang seadanya saja untuk luaran, yang perlu dipastikan ialah saya menggunakan sport-bra dan sepatu meskipun sekedar berzumba di dalam ruangan.

 Kenapa? Karena kaki saya itu tipe yang gampang berkeringat, supaya menghindari cedara, mengikuti saran ahli olahraga sebaiknya memang gunakan sepatu sport yang sesuai.  Ohya, sejak pindah saya belum beli lagi nih running shoes yang bagus. Harganya lumayan pricey sih ya… 

2. Pilih Peralatan Yang Tepat

Sebagai penyuka warna pink, secara sadar saya selalu memilih peralatan olahraga saya dengan warna pink apabila tersedia. Biar lebih semangat hehehe. 

Tetap yang harus diperhatikan ialah faktor fungsi dan safety. Berdasarkan pengalaman, produk olahraga sebagian besar harga memang berbanding lurus dengan kualitas, tetapi jangan sampai memaksakan diri. Bisa juga koq gunakan yang seadanya. Tidak ada dumbbell? Isi botol air mineral ukuran besar dengan air, sama saja dengan 1,5 Kg dumbbell lho.

Sampai saat ini saya belum tertarik membeli peralatan olahraga canggih yang diklankan di televisi. Pun, saya memilih jam tangan kategori sport band dibandingkan sport watch yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal karena saya tahu pasti yang saya butuhkan hanya fitur penghitung langkah standar.

3. Perhatikan Jenis, Waktu dan Durasi Olahraga 

Saya cenderung memilih berolahraga saat pagi atau menjelang berbuka. Kalau keluar jogging pada pagi hari, saya suka melakukannya setelah sholat subuh hingga matahari terbit. Durasi dan jarak tempuh lebih singkat dari wkatu jogging saya yang biasanya, paling hanya sekitar 30 menit dengan ritme lebih banyak jalan dibanding lari. Hoahahaa

Jangan lupa lakukan pemanasan terlebih dahulu. Penting agar otot tidak mudah cedera. 

4. Pastikan Hidrasi Tercukupi

Diantara waktu buka dan sahur, pastikan kita tetap minum 8 gelas air. Saya biasa menempatkan satu botol air berkapasits satu liter (setara dengan lima gelas air) didekat lokasi saya menulis blog di malam air. Saya usahakan menghabiskan air tersebut maksimal hingga sahur keesokan harinya. Jika ditambah dengan air yang saya minum saat berbuka, cukuplah delapan gelas. Jika kita terhidrasi dengan baik, InsyaAllah saat berkeringat, kita ga jadi terlalu mudah lemas.

5. Istirahat Yang Cukup

Last but not least, agar masih memiliki energy ekstra untuk tetap bisa beraktivitas optimal, --termasuk olahraga---, usahakan tidur dalam durasi yang cukup. Mungkin sedikit lebih berkurang karena harus bangun sahur. bisa diganti dengan tidur siang atau power nap sejenak bagi yang bekerja.

❤❤❤❤

Itulah secuil tips dari Saya, buat teman-teman yang menjalankan ibadah puasa, jangan jadi alasan untuk malas olahraga ya! Saat tubuh fit, ibadah pun semakin lancar, InsyaAllah...