" ".

Recap dan Review Tastefully Yours Episode 8

Table of Contents


Recap Tastefully Yours Episode 8

Kembali ke JungJae di malam Yoo Jin dan Chef Jang mendobrak masuk. Chef Jang sempat ragu karena tindakan ini masuk kategori kriminal tapi Yoo Jin lah yang meyakinkannya, sebagai bentuk balasan Beom Woo (dan Choon Seong) yang mengurungnya. Yoo Jin ternyata berniat pindah kerja dengan kenaikan gaji bila di resumenya bisa menuliskan sebagai pemegang tiga bintang Diamante. Chef Jang beralasan demi kehormatan dan harga dirinya. 

Keesokan harinya, Beom Woo terburu - buru kembali ke JungJae dan mengkonfirmasi kehilangan buku resep.


Chef Jang langsung mengerahkan para asisten Chef-nya di Motto dan mengabaikan Beom Woo yang sibuk menghubunginya sepanjang perjalanan dari JeonJu ke Seoul. Beom Woo melarikan mobil pick up paman penjual sayuran. 

Di saat yang bersamaan, Yoo Jin rupanya ikut mengambil kecap yang dijelaskan oleh Myeong Sook, terbuat dari fermentasi lebih dari dua abad lalu. Hidangan dibuat dengan spektakuler. Menu utamanya adalah Seopsanjeok dengar aroma Jamur Pinus Liar ala Yeon Joo dengan garnish ala Chef Jang yang lebih menarik.

Beom Woo datang terlambat, ketika para inspekstur Diamante telah mencicipi semuanya. Beom Woo hanya bisa memarahi Chef Jang dan bertanya apakah Ia menyadari perbuatannya itu salah. Chef Jang membalas, justru inilah yang diajarkan Beom Woo. "Kau bisa berubah pikiran karena kau tak akan langsung kehilangan semuanya, Kau bisa berganti sisi dan melakukan sesukamu tetapi pernahkah kau memikirkan Yoo Jin dan orang-orang yang bekerja dengan mu? Sadarlah Han Beom Woo disinilah tempat kerjamu, bukan restoran itu!" Chef Jang melemparkan Buku Resep Yeon Joo ke meja. Meninggalkan Beom Woo yang speechless menahan amarah dan hanya bisa mengumpat.

Ternyata Beom Woo meninggalkan post it berisi alasan izin karena jetlag dan tak enak badan. Yeon Joo terlihat khawatir terlebih melihat Choon Seong dan Myeong Sook yang masih bertengkar. Myeong Sook marah karena Choon Seong pergi menghilang dan tak masuk kerja hingga membuatnya kelelahan sampai terkena eksim. Disisi lain Choon Seung merasa mengorbankan dirinya demi kebaikan bersama. Pada akhirnya keduanya bertengkar secara fisik. Yeon Joo yang berusaha membujuk Choon Seong agar mau minta maaf duluan. Choon Seong masih bersikukuh, apa yang dia lakukan adalah demi kebaikan bersama. Dari kronologis yang dipaparkannya, malah membawa info baru bagi Yeon Joo kalau mantan pacar Beom Woo datang dan menendang pantatnya, kemudian mengurungnya di dalam garasi. 


Malam itu, Beom Woo kembali ke JeonJu dan  diam-diam mengembalikan buku resep ke tempat terakhir dia menyimpannya, di laci meja JungJae. Hatinya mencelos kala Yeon Joo menangkap basahnya. Usahanya mengalihkan pembicaraan dan bilang Ia datang karena mengkhawatirkan Yeon Joo yang seharian sendirian menangani restoran, langsung di patahkan Yeon Joo yang langsung menebak Beom Woo berbohong tentang sakit dan pergi menemui mantannya. Beom Woo cuma bisa ngedumel sendiri "Kau paranormal" (ini insting perempuan bang Beom Woo Hoahaha).

Yeon Joo berupaya mengabaikan kecurigaannya dan menyerahkan satu jar berisi bubur Kacang Hijau yang dibuatnya khusus untuk Beom Woo yang sedang sakit. Beom Woo menerimanya dengan perasaan hancur, Ia hampir menangis dan menceritakan semua. Sayang, Ia berpikir itu bisa ditunda dan tak jadi jujur meski setelahnya Ia menghentakkan jidatnya ke arah stir.



Keesokan harinya Myeong Sook bermain golf sambil membayangkan wajah Choon Seong sebagai bolanya. Ia memukul dengan segenap kekesalan. Di tempat yang berbeda, Choon Seong pun sama-sama tak masuk kerja dan pergi menari sambil meluapkan kekesalannya. 

Keduanya tak sengaja bertemu di jalan menuju JungJae. Pertengkaran pun masih terjadi sampai main fisik (Myeong Sook menggigit lengan Choon Seong!!) Usaha Beom Woo --yang berusaha menghubungi keduanya sejak tadi tapi tak diangkat-- berusaha melerai pun gagal hingga Yeon Joo yang urun suara. Menurutnya satu orang tak fokus dan dua staf lagi selalu bertengkar adalah karena burn out (alias terbakar habis menurut tranlate-an Myeong Sook. Hohahaahah) akibat kelelahan mengelola JungJae. Ia merasa bertanggungjawab dan mengajak mereka semua pergi healing. Dua staf lain menjadi semangat lagi, meski Beom Woo masih sangat merana karena dilema yang disembunyikan dari semua orang.

Pada shift sore, Beom Woo menerima seorang tamu pria yang datang sendirian. Karena tamu itu hanya terdiam, Ia menawarkannya satu set makanan. Terdengar panggilan Choon Seong yang  heboh memikirkan hendak berlibur kemana esok. Mereka berempat tampak bercanda riang.

Saat membereskan makanan yang tak disentuh sang tamu, tiba-tiba ada yang mengusik ingatan Beom Woo. Tamu yang makan tadi meninggalkan pemantik merah --diatas uang pembayaran makanan-- yang sama dengan yang ditemukan Yeon Joo setelah JungJae terbakar. 

Tulisan Restauran Surga membawa Beom Woo kembali ke masa mengakuisisi restoran tersebut di masa lalu. Ia kesal sampai menjitak kepalanya sendiri karena tak mengenali orang tersebut lagi. Beom Woo mendatanginya ke lokasi bekerjanya yang baru sebagai pegawai pabrik. Beom Woo mengkonfrontasi pria itu karena telah membayar dengan biaya yang pantas, namun salahnya penjualan resto yang diganti nama menjadi Mala Malantang oleh HanSang Food Field malah turun setengahnya. Perusahaan terpaksa menutup resto karena defisit. 


Sang Koki kesal karena Beom Woo tak mengenalinya serta terlihat bahagia. Beom Woo marah karena merasa telah melakukan pembayaran yang adil tapi pria itu malah membakar "restoran kami" yang tak ada hubungannya. Pria itu semakin meluapkan kemarahannya "Apa? Restoran Kami? Bagaimana dengan restoran lain kau perlakukan seolah tak ada ada artinya. Apa kau pikir kau bisa dimaafkan Karena perbuatanmu?

Beom Woo hanya tercekat sebelum berujar dan berlalu pergi "Jika kau berada disekitar restoran lagi kupastikan kau akan dipenjara karena pembakaran." 

Ketua Han memanggil Beom Woo. Ia  bertitah bahwa perusahaan akan menangani si pembakar. Beom Woo kesal karena ternyata Ia diikuti oleh ibunya. Ibunya memberi selamat dengan review Motto yang baik dari Diamante dan meminta Beom Woo segera menyelesaikan menutup JungJae. Beom Woo beralasan masih butuh lebih banyak waktu. 

Malamnya Beom Woo sangat kalut. Ia tak bisa tidur hingga keesokan harinya mereka akan bepergian, Ia masih bertekad harus menyampaikan kebenaran pada hari ini.



Choon Seong dan Myeong Sook datang dengan gaya. Choon Seong malah membawa beat box. Beom Woo malah mengomeli tampilan mereka yang berlebihan. Yeon Joo ternyata juga memperhatikan penampilannya dengan rok bunga-bunga yang sangat manis dan feminim.

Myeong Sook dan Choon Seong masih perang dingin, tapi di jalan mereka mulai berbaikan dengan konyol. Pertama Choon Seong bernyanyi ala karaoke. Untuk menghentikan lagunya yang fals, NooNa mengajak makan cemilan saja.


Ternyata Yeon Joo membawa mereka ke Kuil karena kesembuhan datang saat meninggalkan dunia sekuler. Choon Seong dan Myeong Sook merasa tertipu dan mengomel tetapi semuanya mengalah kala Yeon Joo memperkenalkan mereka dengan Biksuni yang dulu membantu merawatnya.




Keempatnya berganti pakaian kemudian mengikuti meditasi. Beom Woo masih berusaha memandangi Yeon Joo sementara Choon Seong sampai ketiduran. Mereka juga mengikuti beberapa aktivitas bersama para Biksu dan Biksuni. Suasana mulai mencair saat makan diantara Choon Seong dan Myeong Sook.






Kala rembulan purnama menyapa, Beom Woo mendatangi kamar Yeon Joo. Mood dan suasana yang romantis membuat Yeon Joo menceritakan masa kecilnya. Setelah ditinggalkan oleh orangtuanya di kuil saat masih bayi, Yeon Joo dirawat oleh kepala Biksuni yang sudah dianggapnya bagai ibu sendiri. Beliau yang mengajarkan Yeon Joo masakan tradisional Korea. Hingga lulus sekolah menengah atas, Yeon Joo yang jatuh cinta dengan memasak pergi ke CIA namun tetap merindukan masa bahagia di Kuil. 



Bagi Yeon Joo Kepala Biksuni sangat istimewa dan dia Ingin memperkenalkannya pada Beom Woo, begitupula sebaliknya. Sayang beliau sedang tak ada ditempat. Beom Woo bilang mereka biasa datang lain kali. Yeon Joo pun bertanya tentang kisah masa lalu Beom Woo terutama yang berkaitan dengan KimChi Kubis, tapi Ia tak memaksa bila Beom Woo belum siap. Masalahnya menurut Beom Woo akan sangat sulit menceritakannya.

Di La Lecel, Sun Woo mendapat laporan dari asistennya tentang kemajuan Motto. Pada saat yang hampir bersamaan, Beom Woo mengirim pesan bahwa Ia tak akan kembali ke Motto dan mundur dari perebutan jabatan Ketua baru HanSang.

Yoo Jin, Chef Jang beserta semua staff Motto merayakan keberhasilan mereka mendapat tiga bintang Diamante dan beritanya segera sampai ke telinga Sun Woo. Ia langsung menuju JeonJu karena murka Beom Woo bermuka dua, bilang ingin mundur malah mendapat tiga bintang.

Sebelum berpisah Biksuni memberikan pencerahan pada seluruh staff JungJae. Beom Woo justru merasa makin tersindir dan menderita. Ketika pulang, Choon Seong yang menyetir. Beom Woo minta diturunkan di JungJae mengikuti Yeon Joo padahal Choon Seong ngotot akan mengantar sampai penginapan. Akhirnya Cheon Seong mengalah dan mengantar pulang NooNa Myeong Sook yang nampak kelelahan.


Di dalam JungJae, Beom Woo menatap Yeon Joo dengan sendu. Secara terbata mengakui bahwa sejak tiba dan bertemu dengan tiga orang lainnya, ia sadar tak bisa hidup sendirian. Dan Ia menyadari ketulusan lebih penting dari uang. Serta manusia lebih penting. Namun belum sempat Ia menuntaskan semua perkataannya, Yeon Joo menciumnya seolah ingin menghapus semua kegundahannya. Beom Woo membalas ciuman itu tapi matanya tak biasa bohong.



Tiba-tiba, Sun Woo menggedor pintu, ketika masuk langsung menanyakan apakah Beom Woo susah menutup restoran ini. Ia langsung menanyakan apakah Chef Mo tahu tujuan Beom Woo datang. Yeon Joo meminta Beom Woo langsung berbicara sendiri.

Sun Woo, yang sudah dibentak Beom Woo masih melanjutkan bahwa resep Seopsanjeok Yeon Joo telah digunakan untuk memperoleh tiga bintang Diamante. Ucapan selamat sinis yang diberikan Sun Woo membuat Beom Woo tak kuasa nyaris menghajarnya, namun Ia justru memohon abangnya berhenti berbicara karena ingin bilang sendiri ke Yeon Joo.

Yeon Joo berlari ke kebun belakang JungJae dan Beom Woo mengejarnya.

"Aku ingin mengatakan yang sebenarnya lebih awal" ratap Beom Woo

"Yang sebenarnya? Kapan?" pekik Yeon Joo yang sudah mulai menangis. "Setelah berbohong dan mencuri, Kau baru akan cerita jujur padaku?'

"Bisa dengarkan Aku?" Beom Woo ngelangsa.

"Bagaimana Kau bisa permainkan ketulusanku?" Isak Yeon Joo "Pergilah, Kumohon pergilah"

Beom Woo hanya bisa menangis dan mundur perlahan.

Beom Woo sempat menemui Sun Woo di gang depan JungJae dan minta tolong pada abangnya untuk melepaskannya. Sun Woo masih menantangnya untuk memukulnya saja dan beralasan tindakannya ini justru dipicu chat Beom Woo yang bilang tak butuh HanSang.


Beom Woo hanya bisa berisik "Maafkan Aku" dalam kamarnya yang gelap. Ia dan Yeon Joo menangis dengan merana secara terpisah.

Review 

Sungguh episode yang berat bagi saya. Saya baru saja kehilangan seorang Abang sepupu, saat episode 7 ditayangkan adalah tiga harian kepergiannya. Hubungan kami cukup dekat jadi Episode 8  Tastefully Yours membuat saya menangis cukup lama. Pertama, Abang saya memiliki garis tulang pipi tinggi dan tegas yang serupa Kang Ha Neul sehingga rasanya saya tak bisa memandangnya sama lagi. Kedua, kisah kali ini memang mengharu biru.

Yeon Joo adalah kita yang kalau galau pergi ke comfort zone (dan sekalian rumah Ibadah yang tenang). Dia tampak begitu nyaman di kuil dan semua bisa merasakan Aura.  tenangnya hingga tertular.

Disisi lain, Yeon Joo benar-benar sesayang itu dengan Beom Woo. Tanpa pernah secara terus terang mengutarakan perasaannya, Ia begitu perhatian. Membuatkan Sup Kacang Hijau kala Beom Woo mengaku sakit karena jetlag. Mengecup Beom Woo kala terlihat kuyu. Komunikasi keduanya juga terbilang baik. Yeon Joo menunjukkan pengertian dan tak memaksa Beom Woo menceritakan masa lalunya, tapi tetap tegas meminta Beom Woo bicara sendiri secara jujur saat kedatangan Sun Woo. Gesture terbesarnya adalah ingin mengenalkan Beom Woo pada sosok ibu dan orang- orang terdekatnya di Kuil.

Tinggal giliran Beom Woo --yang semakin menyadari dalamnya perasaan Yeon Joo padanya, justru semakin sengsara karena telah berbohong-- membuktikan kesungguhan cintanya. Melepaskan Haknya sebagai pewaris HanSang juga gesture yang grande, tetapi belum cukup menunjukan keseriusannya pada Yeon Joo.

Yakin sih dengan kecerdasan Beom Woo, Ia akan menemukan titik terang dari semua keruwetan yang ditimbulkan ambisinya. Bahkan bila perlu menanggalkan arogansi HanSang yang terlalu mendarah daging. Termasuk berdamai dengan masa lalunya (para chef yang dirugikan) dan Chef Jang serta Yoo Jin.

Shout out to double duo, Chef Jang dan Yoo Jin yang sukses jadi publik enemy serta NooNa Myeong Sook dan Choon Seung yang tetap menjadi benang merah komedi di Drakor Tastefully Yours ini.

Ohya, sama dengan episode lalu, saya masih berada dalam barisan yang menyukai drakor ini secara keseluruhan. Sinematografinya indah sekali. Mikro ekspresi para pemain tertangkap dalam kualitas HD. Yang masih ngeributin plotnya ya balik lagi kata saya mah, ini faktor selera dan didorong kualitas Drakor pada umumnya meningkat jadi pemirsa selalu mau yang bagus-bagus aja.

Baca juga Recap dan Review Tastefully Yours :

Episode 1

Episode 2

Episode 3

Episode 4

Episode 5

Episode 6

Episode 7

Posting Komentar