Dukung Yuk, Program Vaksin Measles Rubella (MR)

Sudah tahu tentang program imunisasi MR (Measles Rubella) yang di gagas Kementrian Kesehatan 'kan? ayo dukung dan sukseskan bersama
vaksin Measles rubella program

Annisakih.com Hai bu ibu (+calon ibu dan bapaknya juga deh) yang kadang suka mampir di blog saya. Sudah tau Info tentang program imunisasi MR (Measles Rubella) yang di gagas Kementrian Kesehatan 'kan? Itu lho yang iklan televisinya menampilkan seorang putrinya Gus Dur dan ada testimoni orang tua dari anak yang terkena Rubella yaitu seorang blogger famous Grace Melia.

Pertama kali tahu tentang Ubii, putrinya Gesi -nama panggilan Grace- sewaktu saya menyaksikan program Kick Andi beberapa tahun lalu. Saya tertarik mengetahui perjuangan Gesi merawat Ubii yang mengalami beberapa masalah kesehatan berat sejak lahir karena Gesi ternyata tertular rubella saat hamil. Selanjutnya saya sering baca blognya, soalnya fun dan informatif. Baru-baru ini, setelah aktif ngeblog saya follow dan jadi lumayan rajin berkomentar.

Betapa senangnya saya saat Gesi menyampikan info mengenai vaksin MR ini di blognya jauh sebelum iklannya tayang di televisi. Soalnya, Ziqri belum vaksin Mumps, Measles, Rubella (MMR)! Jadwalnya setahun yang lalu. Bukannya kami -orangtuanya- lalai, kami sudah beberapa kali bolak-balik ke rumah sakit tempatnya dilahirkan, tapi vaksin selalu kosong. Bahkan saya sudah antri dan meninggalkan nomor kontak. Sayangnya, saya belum di hubungi kembali. Saya sempat bertanya pada adik ipar saya mengenai vaksin ini di Batam, jawabannya juga sama, sering kosong dan harus pesan dulu.

Padahal harganya lumayan lho. Di Tanjungbalaikarimun, lokasi rumah sakit langganan Ziqri tadi, total biaya termasuk pendaftaran dan dokternya bisa mencapai sejuta rupiah.

Alhamdulillah pemerintah melakukan program gratis ini. Meski hanya MR, saya yakin alasannya dengan mempertimbangkan urgenitas dan faktor resiko. Mumps alias gondongan, efek yang ditimbulkan tidak segawat campak dan rubella.

Melihat updatenya di televisi, program ini telah berlangsung di pulau Jawa, sedangkan bagi yang berada di luar pulau tersebut akan dilakukan bertahap hingga tahun 2018. Selanjutnya vaksin ini akan dijadikan vaksin wajib bagi anak berusia 9 bulan, 18 bulan dan saat memasuki sekolah dasar menggantikan vaksin campak.

Baca juga : Perkembangan Anak dan Balita

Berikut saya kutipkan dari Kementrian Kesehatan pertanyaan yang kerap muncul mengenai vaksin ini:
1. Apakah penyakit Measles / Campak Rubela?
Campak dan rubela adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tertular.

2. Apa bahayanya?
Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru, pneumonia, radang otak, gizi buruk, kebutaan bahkan kematian. Rubella biasanya hanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trisemester pertama dapat meyebabkan kecacatan pada bayi yang dikandung atau keguguran.

3. Apa gejalanya?
Campak : demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit, batuk, pilek, konjungtivitis
Rubella : kdadang tanpa gejala atau mirip flu biasa yaitu pusing, nyeri sendi, pilek, mata merah

4. Bagaimana cara mengobatinya?
Tidak ada cara pengobatan tetapi dapat dicegah sejak dini dengan vaksin MR

5. Apakah vaksin MR?
Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak (measles) dan rubella untuk memberi perlindungan pada keduanya

6. Apakah vaksin MR aman?
Vaksin ini telah direkomendasikan WHO dan izin edar dari Badan POM. dan telah digunakan di 141 negara

7. Apa efek sampingnya?
Tidak ada. Demam dan bengkak ringan di tempat suntikan akan menghilang 2-3 hari.

8. Apakah anak yang telah memperoleh vaksin campak dan MMR apakah masih perlu memperoleh vaksin MR?
Ya, anak yang telah memperoleh 2x vaksin campak boleh dan aman mendapat vaksin MR.

9. Apakah benar vaksin MR menyebabkan autisme?
Tidak benar, hingga saat ini tidak ada bukti kuat apapun yang menyatakan vaksin apapun menyebabkan autisme.

10. Apakah ini halal?
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2016 mengatakan bahwa imunisasi pada dasarnya adalah Mubah sebagi bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah penyakit tertentu. Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat atau kecacatan permanen maka hukumnya menjadi wajib berdasarkan ijma para ahli yang kompeten.

Jadi, jangan ragu untuk membawa anak, keponakan, adik, atau cucu yang berusia 9 bulan - 15 tahun ke fasilitas kesehatan pada saat program ini berlangsung di wilayah kita. Biasanya akan di umumkan di puskesmas atau sekolah masing-masing. Ziqri kayaknya masih harus nunggu tahun depan nih ;)

#stopMeaslesRubella
#ImunisasiBisa

Ohya, ada episode terbaru Upin dan Ipin dalam melawan virus, lumayan informatif, khususnya bagi orang tua yang tidak membawa anaknya untuk di vaksin