Mengobati Konjungtivitis Menggunakan Layanan BPJS Kesehatan

cara mengobati Konjungtivitis radang konjungtiva, sakit mata merah dengan BPJS di puskesmas

Annisakih.com Kali ini saya mau membagikan pengalaman kurang menyenangkan. Kami sekeluarga -Ziqri, ayahnya dan saya- terkena Kojungtivitis alias sakit mata. Diawali dari Ziqri yang mata sebelah kanannya terlihat sayu. Setelah pulang ke rumah dan saya cermati ternyata matanya agak merahdan kelopak mata bagian atas membengkak. Usut punya usut, ternyata seorang paman serta Mbahnya Ziqri yang tinggal di rumah sebelah juga terkena sakit mata. Olala..

Source: www.google.com
Mata adalah salah satu organ terpenting kita. Sensitif pula, rasanya kemasukan sehelai bulu mata atau debu sekecil apapun, sudah bisa membuat kita uring-uringan karena mengganggu banget. Apalagi saat terkena konjungtivitis alias radang konjungtiva (bagian putih dari bola mata). Setelah saya berkonsultasi dengan adik saya, penyebabnya bermacam-macam. Bisa jadi karena kurang menjaga kebersihan tangan, kemasukan partikel asing dan yang terutama infeksi virus.

Konjungtivitis sakit mata dan pengobatannya
Mata saya hari kedua setelah terjangkit

Penularan akibat virus, berdasarkan kontak mata. Sepanjang pengamatan saya, meski terhitung penyakit yang cepat menular, tapi tidak serta merta, tergantung dengan daya tahan tubuh saat terpapar virus tersebut. Contohnya saya, baru timbul gejala setelah dua hari merawat Ziqri. Gejala yang saya alami :
- Mata keluar belek (kotoran mata) bewarna kuning kehijauan dan kental.
- pengelihatan agak berbayang karena kornea diselaputi belek tadi
- bagian putih mata (konjungtiva) memerah, agak gatal dan panas
- kelopak mata atas dan bawah membengkak.
- Air mata meleleh tak terkontrol.
- Gejala tambahan ialah saya merasa demam dan mual-mual.

Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan saat terkena konjungtivitis :
1. Jangan Panik.
Jangan mengucek mata atau berusaha sering-sering membersihkan belek yang keluar dengan tangan. Tangan yang kotor malah membuat mata tambah parah. Saat bangun tidur dan kedua kelopak mata menempel akibat belek tadi, bersihkan dengan air hangat dan buka pelan-pelan. Kompres dengan kapas yang direndam air hangat juga terbukti lumayan buat saya, atau kalau mau beli boorwater di apotek / toko obat.
2. Isolasi diri.
Agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Pindah kamar dan jangan menggunakan satu peralatan secara bersamaan dengan anggota keluarga yang lain, seperti handuk. Bila memungkinkan minta cuti atau izin sekolah selama beberapa hari. Kalau terpaksa keluar rumah, kenakan kacamata (gelap lebih baik) dan usahakan jangan menatap langsung mata orang lain.
3. Makan makanan bergizi terutama yang banyak vitamin C
Nasehat standar, tapi memang perlu sih ya.. Kalau dirasa asupan vitamin C kurang memadai, boleh juga beli vitamin C yang banyak dijual dipasaran. Kalau saya sugesti yang cocok banget adalah U C 1000.
4. Istirahat yang cukup.
Agar tidak tergoda mengucek mata dan membuka gadget, sebaiknya dibawa tidur saja. Baik pula untuk proses pemulihan tubuh.
5. Segera berobat.
Dari segi urgensi, konjungtivitis -menurut pendapat saya- tidak mengancam nyawa. Sehingga meski pertama kali merasakan gejala menjelang sore hari, saya masih sanggup menunggu keesokan harinya. Saya memilih memanfaatkan BPJS Kesehatan.


Puskesmas kecamatan belakang padang kepulauan riau
Puskesmas Belakangpadang

Tahapan yang saya lalui :
1. Saya datang ke fasilitas kesehatan yang ditunjuk oleh BPJS Kesehatan, yaitu Puskesmas Belakangpadang.
2. Setelah dipanggil berdasarkan nomor antrian, saya menyerahkan kartu berobat dan selembar fotokopi kartu BPjS Kesehatan pada bagian pendaftaran puskesmas.
3. Menuju ruang periksa dengan membawa folder file berobat. Setelah diukur tekanan darah oleh perawat, saya diperiksa oleh seorang dokter. Beritahukan gejala yang dirasakan. Dokter menuliskan resep dengan catatan apabila dalam jangka waktu dua hari tidak ada perubahan yang signifikan maka saya akan dirujuk ke dokter mata di kota Batam.
4. Saya diberi pengobatan awal berupa salep dan pereda bengkak. Tidak perlu meminta antibiotik, karena bila penyebabnya ialah virus, antibiotik tidak berfaedah. Ambil obatnya di bagian apotek, gratis dan misalkan sedang kosong, minta salinan resep dan beli di apotek luar, harganya sangat terjangkau.

Jalur rujukan BPJS Kesehatan

Bila menggunakan salep secara teratur, InsyaAllah akan reda sendiri dalam 1-2 hari dan sembuh total dalam waktu seminggu. Kembali lagi, tergantung daya tahan tubuh masing-masing. Contohnya Ziqri amazingly bisa sembuh sendiri tanpa diberi obat apapun sementara saya dan ayahnya cukup parah. Kemungkinan besar, karena Ziqri jauh lebih bugar kondisi fisiknya dibanding kami berdua yang sering malas bergerak ini. Hoahahaha

Setelah konjungtivitis berlalu hal yang sebaiknya dilakukan agar tidak terjangkit kembali :
- Bersihkan kamar dan cuci semua seprai, sarung bantal dan peralatan lain yang digunakan saat sakit.
- Selalu gunakan helm yang memiliki kaca penutup wajah bila hendak berkendara dengan kendaraan roda dua.
- Perhatikan kebersihan tangan saat hendak menyentuh wajah.
- Perhatikan kondisi air (khususnya di tempat / fasilitas umum) saat akan mencuci muka / berwudhu.
- Hindari kontak mata dengan orang yang sedang terjangkit sakit mata.


Ohya, believe it or not, keponakan saya yang masih berusia setahun dan diasuh Mbah yang terkena sakit mata tadi, tidak ketularan sama sekali. Cara pencegahan (dan bisa juga pengobatan) tradisionalnya cukup simple, setiap pagi matanya diolesi air liur basi (air liur saat pertama kali bangun tidur) ibunya.

Disclaimer : ini bedasarkan pengalaman saya pribadi, hubungi dokter untuk mendapatkan perwatan terbaik.