Hari Gini, Saya Koq (Masih) Dilema Domain?!

Mengubah ekstensi Blog Top Level Domain (TLD) ke TLD lainnya
Note : ini adalah postingan saya untuk hari blogger nasional tanggal 27 Oktober kemarin, tetapi saya tunda karena pada saat itu ada beberapa fee menulis di blog ini yang belum cair. Ntar dikirain saya nyindir, padahal dapat job aja udah Alhamdulillah banget. Saya cuma mau berbagi kegalauan a la kids zaman now.
~~~

Hari ini saya mau tjurhat (lagi) tentang domain. Sebenarnya saya sudah seneng dan sreg banget dengan Top Level Domain (TLD) saya yang sekarang plus extensinya


Tapi.. setelah beberapa bulan dan Domain Authority (DA) dan atau Page Authority (PA) saya tidak mengalami perubahan alias masih stuck diangka 1, akhirnya saya ngeh, ternyata MoZ --sebagai institusi pengukur DA / PA-- belum bisa melakukan penghitungan pada extensi-extensi baru. Mengutip pernyataan resmi dari laman Q&A MoZ: 




Nah, lho..

Apakah DA / PA ini sepenting itu? Sebenarnya, bagi saya sendiri sih, awalnya gak terlalu. Karena tujuan saya membuat blog ini memang untuk berdagang buku dan menyalurkan hobi menulis.

Baca juga : Hello Nisa

Seiring perkembangannya, saya mulai memandang blog ini sebagai brand saya. Dan tentunya membuka peluang untuk menghasilkan sesuatu.

Jika berbicara domain blog sebagai membangun brand, saya percaya semuanya butuh waktu. So far, sih so good, (menurut saya) masih sesuai dengan efforts tenaga dan waktu yang saya curahkan. Misalnya bergabung dengan komunitas blogger dan 'lumayan' rajin blogwalking.

Alhamdulillah, tolok ukur saya (selain DA / PA, of course) adalah :
  1.  Jumlah pengunjung setiap artikel bertambah, terlihat dari jumlah komentator.
  2. Pageviews harian dalam tiga bulan terakhir berkisar antara 750-1500. Ini berdasarkan dashboard blogger, kalau dari Google search console sekitar 3.000 klik perminggu, sedangkan Google analytics saya bolak-balik error (ini juga entah kenapa, mungkin saya salah masukkan kode di bagian head, tapi belum bisa ngulik HTML-nya). Mendaftar Histat juga tidak bisa (sepertinya), terkendala dengan extensi tadi.
  3. Alexa rank blog saya lumayan meramping sejak awal tahun 2017. Saat ini berkisar di angka 2.7 jutaan. (Perkembangannya bisa dibaca di sini).
  4. Klout score --yang akhir-akhir ini banyak digunakan teman-teman blogger-- blog dan sosial media (twitter, instagram, G+ dan facebook) saya ialah 42 
  5. Beberapa artikel saya berada di halaman pertama Google di pencarian dengan kata kunci :
  • List lagu pernikahan / lagu wedding 2017 / Daftar lagu pernikahan / queri serupa. 
  • Ipusnas 
  • Belakang padang 
  • Beberapa judul novel dan buku yang saya review. 
  • Hampir seluruh acara televisi yang saya ulas.

Not bad at all, huh?

Cuma.. yang bikin galau, adalah manusiawi, saat saya tahu bahwa hasil karya saya di blog ini tidak (belum) bisa disejajarkan dengan teman-teman lain yang blognya terukur dengan nilai DA / PA yang lebih baik.

Contohnya, apabila saya mendapat email penawaran / saya mengajukan kerjasama pada sebuah brand / agency maka fee yang saya peroleh masih dibawah rata-rata teman-teman dalam satu komunitas. Let alone kalau saya ikut 'biding' tawaran job, jelas blog ini kalah duluan, karena langsung di judge berdasarkan nilai DA / PA tadi.

Bukannya saya tidak bersyukur, lho, saya tentu paham, rezeki semua sudah diatur oleh Allah SWT. Tetapi tetap berpangku tangan dikala telah mengetahui letak penghambatnya dimana, menurut saya juga termasuk kufur nikmat.

Makanya, saat ini saya kembali galau, akankah saya memperpanjang extensi (dot)mom ini untuk tahun kedua? Atau mengganti TLD extensi baru dengan kemungkinan nama yang baru pula karena "annisa" atau "nisa" rata-rata sudah sold out. Ada sih, yang masih aviable, Nisa.id, sayang, ratenya khusus karena hanya terdiri dari empat huruf.

Seandainya saya mengganti extensi TLD baru, jelas akan membawa keribetan tersendiri. Selain harus 'ngebranding' dari awal, dari segi teknis, saya sedang mengulik-ngulik informasi mengenai langkah yang optimal sehubungan dengan SEO. Apakah saya harus :
1. Mengikuti pengalaman teman, Ia disarankan penyedia domain untuk mengembalikan ke kondisi semula (blog nonTLD) dulu baru memasang TLD extensi baru atau..
2. Langsung meredirrect ke blog berbasis blogspot baru dengan extensi TLD baru (menurut info yang saya baca istilahnya dirrect 301, yang mana saya masih bingung caranya, hoahahaha).

Kedua cara tersebut kesamaannya adalah posisi blog ini di SERP akan kembali ke posisi antah berantah. Alexa dan kengkawannya juga berubah score-nya. Gapapa juga, toh harapannya lambat laun, akan kembali stabil dan seiiring dengan DA/PA yang lebih oke.

Perbedaannya, masing-masing memiliki plus dan minus sendiri. Cara pertama jelas sangat praktis, saya cukup membeli domain baru, lalu menukarnya di dashboard blogger (blog saya kan bebasis blogspot, jadi pada dasarnya seluruh postingan masih tersimpan di server blogspot dengan link asli bawaan blogspot -CMIIW-). Teman saya yang baru berganti domain, dalam proses ini minta bantuan penyedia domainnya (jadi nyerahin password Gmail dan Voila! Tetiba kelar). Saya ngerasa masih sangguplah ngerjain sendiri. Margin of errornya kecil *sombong! Wkwkwk. Di tambah, seluruh komentar dari teman-teman tidak hilang.

Kelemahannya saya kehilangan backlink yang berharga dan seluruh postingan saya --yang menggunakan domain lama-- akan menjadi error 404 (halaman tidak ditemukan). Which is sayang banget!

Cara kedua alamakjang ribetnya. Saya harus 'memindahkan' 200 link postingan blog ini dan kehilangan ribuan komentar dari teman-teman. Sebanding memang, bila cara ini dilakukan dengan benar maka segala link dengan domain lama, tetap terdirect secara alami. Mau tidak mau, saya akan mengontak penyedia domain dan memohon bantuan teknis.

Ohya, sebenarnya ada opsi ketiga, yaitu mengupgrade menjadi blog berbasis wordpress(dot)org. (I still don't know how, paling minta tolong atau bantu penyedia domain). Kelebihannya banyak. Tampilan sekece blogger pro yang sering menang lomba, lebih bebas karena dikembangkan sendiri dari nol.

Tetapi setelah dipertimbangkan ulang, opsi ini masih out of my league, baik dari biaya hosting, template, dan lain-lain hingga kemampuan saya mengulik CSS-nya meski bertipe What You See Is What You Get (WYSIWYG).

Yak, sekianlah kegalauan saya. Moral of story, pilihlah extensi TLD yang bisa dihitung MoZ, misalnya (dot)com atau (dot)id. Barangkali ada teman-teman pembaca yang bisa urun saran? Adakah yang pernah mengganti domain TLD ke TLD? Saya nantikan pendapatnya yaa.

Keep blogging and Happy National Blogger's Day my fellow Bloggerian.