Woro-woro Domain Baru

Saya baru mengganti alamat blog saya dari yang sub-domain gratisan ke custom level domain / top level domain (TLD) ke domain www.annisa.mom
www.annisa.mom

Woro-woro Domain Baru


Hai.. Ada yang menyadari ada yang berbeda, ga, kali ini, dari postingan saya?

Iya.. Saya baru mengganti alamat blog saya dari yang sub-domain gratisan ke custom level domain / top level domain  (TLD).☺
*Kasih tepuk tangan, dong.. Hoahahaha*
*Tebar confetti*

Iya, saya juga tahu, blogger kondang sekaliber Diana Rikasari atau duo kakak-adik My-lovely-sister saja masih bertahan memakai domain gratisan blogspot. Dan apalah artinya blog ini dari segi PV, alexa rank, dan blablabla lainnya dibandingkan blog mereka, tapi saya semacam ngebet pingin menjadikannya TLD.

Semangat saya untuk mengganti domain ini diawali sejak saya bergabung di komunitas blogger Kepri. Meski belum pernah terlibat gathering dan berjumpa langsung, saya lumayan banyak menyerap ilmu di dalamnya. Terutama dari menyimak percakapan antara sesama rekan blogger yang lebih pro pengalamannya di bidang blogging,

Alhamdulilah, beberapa saat yang lalu,"proposal" saya untuk membeli nama domain blog sendiri pada Mamase --suami saya--, disetujui. Mulailah saya browsing mencari informasi yang berkaitan dengan mengganti domain.

Beberapa hal yang menarik yang saya jumpai saat mengganti sub-domain gratisan ke custom level domain / top level domain (TLD)  :

1. Beberapa keuntungan yang diperoleh dengan memiliki domain sendiri :

  • Dengan nama yang lebih singkat, blog lebih mudah diingat dan diketik.
  • Blog terdengar lebih profesional dan peluang untuk memonetisasi blog lebih terbuka lebar.
  • Bisa memindahkannya ke wordpress.org dengan hosting sendiri.
  • Meningkatkan semangat pemilik blog dalam menulis maupun kepercayaan pembaca.

2.  Dalam memilih nama untuk domain blog, hal yang harus dipertimbangkan, antara lain

  • Memilih nama yang singkat, memiliki ciri khas dan memiliki konotasi positif.
  • Nama tersebut sesuai dengan niche blog, branding yang dibidik atau kata kunci yang memang banyak dicari.
  • Nama tersebut bukan temasuk dalam hak cipta merek / tokoh tertentu.
  • Nama tersebut tidak alay atau minimal tanpa dipisahkan dengan tanda penghubung (-)
  • Memilih ekstensi yang populer dan umum digunakan misalnya .com atau .net
  • Melakukan survey kecil-kecilan untuk mengetahui apakah domain tersebut sudah pernah digunakan? Erat hubungannya dengan index di google, jangan sampai sudah di banned.
  • Mengecek kesesuaian dengan nama pengguna di media sosial seperti twitter dan instagram, bila ingin menyeragamkannya.

3. Proses mengganti nama domain tidak seribet yang saya bayangkan. 

Menurut saya, syaratnya ialah memilih situs penyedia nama domain yang terpecaya dan memiliki layanan 24 jam untuk live chat. Jadi bila ada kendala, bisa minta panduan step-by-step. Saya, yang kemampuannya pas-pasan ini, berhasil melewati seluruh rangkaian proses dengan total waktu sekitar sejam (tidak termasuk waktu ke ATM untuk mentransfer, karena token m-banking saya ketelingsut entah dimana disaat diperlukan. *Haiiissshh*). Ohya, bila memilih perusahaan penyedia lokal, metode pembayaran variatif, bisa dengan transfer ATM.

Dari beberapa pertimbangan di poin 2 di atas, saya sempat bingung memilih antara me-mash-up nama depan dan belakang saya menjadi annisakih seperti selama ini, atau mencari kandidat nama yang lain. Setelah berdiskusi dengan Mamase, saya mantap memilih nama depan saya sebagai domain blog ini. Memang sih, nama depan saya --Annisa--terbilang pasaran, tetapi saya sangat menyukai filosofi artinya, yaitu "wanita". Lalu, saya browsing nama domain yang saya inginkan di sebuah situs penyedia nama web domain dan hosting lokal. Berhubung ekstensi yang lebih populer semisal .com, .net atau. id telah diambil orang, akhirnmya saya melirik beberapa pilihan alternatif. Favorit saya adalah annisa.pink Alasannya karena biaya yang ditawarkan ekonomis dan saya (pikir) nama tersebut "saya banget". Tetapi setelah saya pikir ulang, saya rasa kesannya terlalu kekanakan dan ekstensi tersebut tidak (belum) populer digunakan.

Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan nama domain Annisa.mom. Secara harfiah sudah bisa ditebak artinya bahwa saya adalah seorang wanita dan juga seorang ibu. Siapa tahu perubahan nama ini malah bisa menjadi motivasi saya untuk mengarahkan niche blog ini untuk lebih mengerucut seputar dua hal tersebut. 
Di aminkan dulu saja ya? Aamiin
*Lirik buku-buku yang sudah dibaca dan belum sempat diresensi*
*Masih suka curhat alay di blog*

Sebenarnya, saya beli secara impulsif karena ekstensi tersebut lagi promo. Huehehehe. Saya adalah pengguna blogspot, jadi tanpa menyewa hosting, biaya pertahun jatuhnya murah banget. Tahun pertama jadi lebih murah dibanding ekstensi .com sekalipun. Ya, untuk perpanjangan domain, harganya agak lumayan, tapi toh, saya masih punya waktu nyeleng di celengannya Ziqri setahun ke depan, kan? kan?!
*Meyakinkan diri sendiri*

Yak, harapan saya, semoga penggantian nama baru ini membawa berkah baru dan dampak positif, minimal bagi saya sendiri. Eman-eman, kalau ga rajin nulis di blog, kan sudah bayar. *perhitungan ala emak-emak*. Terus, pengunjungnya juga makin rame *teteuuupp* *Aamiin YRA*

Sekalian juga, postingan ini jadi laporan untuk Pak Kepsek Blogger Kepri, Mas Akut Wibowo. Minta tolong, di database BK dan laporan bulanan, cantumkan domain saya yang baru ya.. Sebelumnya. saya ucapkan terimakasih. Terakhir, bagi para pembaca yang mampir ke sini, saya ucapkan : "Selamat datang di (alamat) rumah virtual saya yang baru." 

Keep blogging and happy blogwalking, fellas!








Ps : Bagi yang blognya sudah TLD, boleh dong, saya minta saran, tips atau trik apa saja yang teman-teman lakukan diawal-awal mengganti domain? Bener ga sih, agar cepat terindex lagi, kita harus posting setiap hari selama tiga bulan kedepannya? Matur nuwun..