Sumber Inspirasi "Receh" Sehari-hari

Cara saya mengatasi kejenuhan dengan melakukan hal-hal sederhana main dengna anak atau hewan peliharaan, menekuni hobby, ngemil, jalan-jalan, curhat
Sumber-Inspirasi-"Receh"-Sehari-hari

Day 11 : Sumber Inspirasi Saat Jenuh

Sebagai anak rumahan , sejujurnya saya jarang sih jenuh di rumah saja. Mungkin istilahnya saya gampang terhibur dengan segala hal yang ada disekitar. Hal remeh temeh alias yang terlihat receh, bisa cukup membuat saya terhibur.

Ada banyak sekali aktivitas yang bisa menaikkan mood saya kembali dan bisa membuat saya kembali mendapatkan inspirasi baik untuk menulis atau pekerjaan lain.

1. Main dengan Anak

Sejak punya anak, ini moodbooster paling ampuh. Memang sih, namanya anak-anak, ada saja hal-hal lucu bahkan yang menurut kita selaku orang dewasa terlihat aneh. 

Itulah sisi menyenangkannya, dengan alasan menemani anak bermain, saya bisa kembali dan melakukan hal-hal yang saya sukai di masa kecil. Baik indoor semacam main kemah-kemahan, perang-perangan, masak bareng atau outdoor mulai dari main hujan, main becek sampai sekarang dia sudah bisa nemanin saya jogging bareng.

Baca juga : Manfaat Masak Bersama Anak

Saya yakin, mayoritas orang tua akan merasakan bahwa anak adalah sumber inspirasi dan motivasi utama yang akan selalu mendorong orang tuanya menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Main dengan Hewan Peliharaan

Dari hewan peliharaan di rumah, khususnya kucing, saya banyak mendapatkan limpahan cinta. Saya sering ajak mereka ngobrol juga lho, padahal mereka ga bisa balas ya…

3. Menekuni Hobby

Pilihannya antara baca buku, nonton film atau serial, ngederin musik, berkebun atau justru menulis di blog. Blogwalking ke blog teman-teman blogger juga bisa menambah wawasan baru dan member banyak inspirasi.

4. Berolahraga

Semakin fit tubuh kita, maka mood biasanya akan lebih stabil. Ada beberapa hasil penelitian yang saya baca, bahwa berolahraga bisa menigkatkan produksi hormon serotonin.

Saat ini, saya olahraganya yang simple di rumah saja dengan mengikuti gerakan dari youtube atau jogging setelah subuh. Terkadang saya selingi dengan main skipping dan hula hoop, tapi faktor U sudah tidak bisa bohong. Dahulu saya bisa menyelesaikan satu episode drama korea (45 menitan) dengan melalukan salah satu dari keduanya dalam interval beberapa menit dan jeda satu hingga tiga menit. Sekarang baru lompat-lompat selama sepuluh menit saja rasanya sudah lamaaaa banget.

5. Menyuci Pakaian

Saya tuh kalau lagi bad mood banget, paling mantap melampiaskannya dengan mencuci pakaian. Hoahahahaa kedengarannnya aneh ya.. Tapi buat saya bawaannya jadi double happy, kekesalan teralihkan dan salah satu perkerjaan rumah tangga di take down.

Meskipun tangan saya sering gatal-gatal, saya suka banget main air dan sabun saat mencuci baju. Plus wangi pakaian yang di gantung di jemuran setelah kena sinar mentari rasanya menenangkan.

Baca juga : Detergen Cair Vs Detergen Bubuk

Lucunya, saya paling malas menyetrika hasil cucian tersebut. Jadi biasanya saya menunggu hingga mood saya membaik baru mulai menyetrika pakaian dalam sekali waktu.

6. Curhat

Dulu saya sempat punya prinsip : Curhat menyelesaikan 50% masalah saya. Bukan berarti orang yang saya curhati yang akan memberikan solusi, justru setelah mengungkapkan uneg-uneg, perasaan jadi plong, saya bisa lebih santai dalam menyikapi dan mencari jalan keluar.

Seiring bertambahnya usia dan mungkin pengaruh suami yang cool dan tidak suka mengumbar masalah, lama kelamaan saya semakin selektif. Sebagian besar apa yang saya alami hanya saya bahas dengan pak suami. Selebihnya, adakalanya saya masih meminta masukkan kedua orangtua saya atau saudara dekat. Utamanya memang saya mencurahkan isi hati diatas sajadah. Rasanya lebih adem dan tanpa terduga pun, akan diberikan petunjuk olehNya.

7. Ngemil

Setelah banyak belajar dari teman-teman sekosan yang kuliah psikologi dan lebih mengenali diri sendiri, saya bisa menggeser posisi ngemil dari moodbooster utama hingga ke posisi menjelang akhir. 

Kenapa? Karena sebenarnya asosiasi saya terhadap makanan sebagai penghibur utama diawali dari rumah. Keluarga saya terbiasa menjadikan makanan sebagai comfort zone. 

Lagi bengong? Ngemil

Lagi bête? Ngemil

Lagi kesel? Apalagi : ngemil!!

Makanya, ga ada istilah stress bikin kurus kering di keluarga kami. Adanya makin stress malah semakin bannyak makan!

Sekarang hubungan saya dengan cemilan dan makanan pada umumnya relatif biasa-biasa saja. Setahun teakhir, saya sudah jarang craving yang manis-manis atau gurih-asin. Bisa jadi karena saya mengurusi payo_payu malah jadi bosen yah dengan cemilan. Yang jelas saya berusaha mengamalkan : kenyang secukupnya dengan sabda Rasulullah, sepertiga isi lambung diisi makanan, sepertiga berikutnya air dan sepertiga sisanya berilah rongga udara.

Hasilnya badan memang terasa lebih enteng dan lebih produktif dalam bekerja.

8. Jalan-jalan

Saya tetap menyakini tadabur alam merupakan salah satu cara kita mensyukuri ciptaan Allah SWT. Dengan semakin banyak tempat yang pernah kita kunjungi maka semakin luas pula pengetahuan dan pengalaman yang akan kita miliki.

So, jika saatnya refreshing, maka saya sebisa mungkin menikmati suasana. Terkoneksi dengan alam dan memutuskan koneksi dengan dunia maya.

❤❤❤❤❤

Nah, itulah hal-hal yang bisa membuat saya menemukan inspirasi kembali. 

Kalau teman-teman, apa sih rahasianya?