" ".

Recap dan Review Would You Marry Me? Episode 6

Table of Contents

Recap dan Review Would You Marry Me? Episode 6

Kembali ke detik-detik yang mendebarkan. MeRi memiringkan wajahnya seolah siap menerima kecupan WooJoo, namun Ia menangkap sesosok pria yang dikenalnya. Rupanya, benar itu WooJoo1. Ia mau mengembalikan Elizabeth pada bibi Jenny di Beaute Palace (Ibu WooJoo1 yang matre sempat mau menyusul saat menelepon WooJoo1 saat menanyakan keberadaan Elizabeth yang tiba-tiba hilang).

WooJoo1 rupanya sudah melihat dua orang itu sejak mereka melakukan permohonan dibawah pelangi ganda. Ia turun dari mobil untuk memastikan itu mantan istrinya. 




Saat WooJoo melihat keterkejutan di wajah MeRi, Ia ikut menoleh kebelakang, tapi MeRi segera menariknya menunduk agar terlindung di pagar tanaman. MeRi jujur menjawab itu WooJoo1. 

Untungnya, Elizabeth nyaris kabur lewat jendela mobil yang terbuka. Jadi WooJoo1 memutuskan pergi dan membatalkan rencana memencet bel rumah.

MeRi dan WooJoo sempat bernafas lega, di dalam rumah gadis itu gelisah sang mantan mengenali dan melihatnya bahkan dia sudah tahu tentang kemenangan MeRi.

MeRi bercerita kalau kemarin Ia sempat menerima telpon dari WooJoo1 yang mengabarkan sudah pulang ke Korea dari Hongkong. 

WooJoo berusaha memikirkan skenario terburuk, jika benar Ia tahu maka mereka terpaksa bekerjasama juga dengannya. MeRi jelas menolak tapi WooJoo berusaha memberikan alasan, karena mereka masih resmi menikah, Beaute tak bisa membatalkan perjanjiannya.

MeRi tetap berprinsip lebih baik ketahuan daripada bekerja sama dengan WooJoo1. Ia sakit hati dengan sikap keluarga pria itu pada dirinya dan ibunya. Pun dengan kematrealistisannya pria itu akan menggunakan rumah ini tersebut sebagai ancaman bagi MeRi. 

WooJoo tetap berusaha membujuknya dengan mengingatkan pinjamannya sekaligus tabungan ibunya yang tergadai. Jadi, ia harus berpikir rasional karena Ia adalah orang yang paling membutuhkan rumah ini.


Di lapangan Beaute Palace yang indah, SangHyun sedang pemanasan. Rupanya di seberang, rekan JinGyeoung menggosipkan tentang kehebatan pria itu. Direktur Pelaksana Toserba Beaute yang jadi alasan penjualan mencapai rekor tiga tahun berturut-turut. JinGyeoung mengabaikan komentar rekannya yang bilang SangHyun tak pernah mau ikut acara kumpul setelah berolahraga.

Ketika rombongan sedang berlari, tiba-tiba sang teman jatuh pingsan. JinGyeoung segera memeriksanya dan meminta yang lain menghubungi ambulans, tampaknya ini serangan jantung.

SangHyun sudah lebih dahulu menghubungi dan mencari informasi lokasi tepat mereka. Kemudian JinGyeoung melakukan RJP, saat SangHyun kembali, Ia melepaskan jaketnya dan menutupi tubuh gadis itu serta mengambil akhir tindakan.

JinGyeoung protes, tapi SangHyun memintanya untuk menutupi dirinya lebih dahulu. Kedua pemuda yang diam-diam mengambil foto JinGyeoung pergi meninggalkan lokasi 

Di kantornya, MeRi dan asistennya sedang mereview sample kemasan baru Hangwa Myunsoondang. Mereka suka konsep yang menyerupai kotak perhiasan, sangat menonjolkan keindahan isinya dan bisa dipakai ulang untuk menyimpan sesuatu. 

Ia mempresentasikan dihadapan tim WooJoo, meminta agar bahan pembuatnya dari kayu saja. Bu Oh khawatir biaya produksi akan naik tapi menurut MeRi kertas berkualitas baik pun sama mahalnya dan tak tahan lama. 

Mereka sepakat dengan kayu dan sebagai ucapannya akan digunakan kaligrafi dari Biksu Haeho, seorang Biksu dan lifecoach yang sedang tren di kalangan anak muda. 



Kembali ke JinGyeoung, pasiennya berhasil selamat dibawa ambulans. Ia berusaha mencari SangHyun tapi yang bersangkutan tak ada di sekitar. Rupanya pemuda itu mengejar pelaku yang mengambil foto JinGyeoung tadi. Ia menghajar anak kaya sombong itu dan mengambil ponselnya. Ia menghapus foto yang bermasalah dan memperingatkan agar tak mengulangi lagi perbuatannya karena bila dilaporkan ancaman dendanya sangat tinggi begitu pula pidananya.

Jahatnya, si pemuda tanggung masih mengkambinghitamkan temannya yang menyuruh. SangHyun memanggil sang teman untuk menyerahkan tas berandal itu dan menasehatinya agar bisa berhasil di bawah teman kayanya, Ia harus sangat pintar.

SongHee dan MeRi saling memuji kala desain mereka langsung disetujui Beaute. Mereka sedang berjalan bersama, saat MeRi tiba-tiba berhenti sejenak demi membalas pesan dari WooJoo yang mengapresiasinya tentang desain kemasan kolaborasi itu. Senyum MeRi merekah, jadi SongHee menggodanya apakah Ia berkomunikasi dengan pacarnya. Asistennya itupun bertanya bagaimana rencana persiapan pernikahan mereka.



Speaking of the devil, yang bersangkutan sedang menunggu di depan ruangan kantor MeRi yang konsepnya co-space. MeRi mengajaknya minum kopi di kantornya, ia teringat pesan WooJoo untuk mencari tahu tujuan WooJoo1.

Pria tak tahu malu itu mencoba membangkitkan kenangan lama dengan mengingatkan MeRi saat tiga tahun lalu baru membuka kantornya di sini. MeRi menanggapinya dengan dingin. WooJoo1 bertanya kegiatan MeRi hari Minggu lalu, Ia seolah melihatnya di Beaute Palace. MeRi mengaku Ia dikantor sepanjang akhir pekan.

WooJoo1 malah menggunakan kesempatan, seolah-olah dia berkhayal melihat MeRi dimanapun karena memikirkannya terus menerus. 

MeRi bertanya apakah pacar baru WooJoo1 tahu sikapnya ini, dengan santai berbohong dan membalikan fakta kalau mereka putus karena Ia memilih MeRi saat sang pacar memintanya memilih. 

WooJoo1 meminta MeRi memaafkan kesalahannya dan kembali bersama. MeRi hanya minta maaf dan menyesal tak bisa mengabulkannya

"Kita selalu begini setiap bertengkar, aku selalu mengalah dan memahamimu. Kupikir itu wajar saat mencintai sesorang namun tidak lagi. Bukan karena Ibumu yang selalu malu akan akan aku, juga bukan karenamu. Hanya pola pikirku yang berubah." 

"Apa cinta bisa berubah?"

"Bagiku berubah, karena aku terlalu sering disakiti."

WooJoo masih berusaha membela diri tapi MeRi menutup pembicaraan dengan "Aku ingin bersama seseorang yang ada untukku saat aku kesulitan, bukan sesorang yang mencariku hanya saat butuh." Setelahnya Ia mengusirnya pergi. 

WooJoo1 masih mencoba bicara lagi nanti karena menurutnya MeRi terlalu emosional.

Ia kembali bekerja dan akhirnya kemasan Hangwa lengkap dengan  kartu ucapan berisi kaligrafi sang Biksu siap di kirim pada pelanggan VIP Beaute


Saat kurir ekspress menjemput produk yang sudah dikemas rapi itu, si pegawai Gen Z, SeJeong melihat infomasi bahwa Biksu yang menuliskan kaligrafi viral akibat mengamuk dalam penerbangan menuju NewYork. Diduga akibat pengaruh miras. Ia segera memanggil semua rekannya dan mereka panik tapi WooJoo langsung berpikir cepat, Ia minta segera hubungi kru ekspedisi.

EungSoo segera menghubungi Ibunya yang sedang dalam perawatan batu panas. Menurut ibunya gampang, tinggal keluarkan saja kartu ucapannya. Beaute sudah protes, kalau Nenek mereka tahu, WooJoo bisa dipecat. Ibunya sampai bangun dan batunya berjatuhan Hoahaha. Ia marah, karena koneksi ayahnya lah kolaborasi ini bisa terjadi. EungSoo tak boleh mengacaukannya dan mempengaruhi beliau. Ibunya pun mengomel tentang inkompetensi WooJoo. 

EungSoo malah bertanya, siapakah yang dipilih ibunya jika Ia dan ayahnya sama-sama tenggelam. Ibunya makin marah, menduga EungSoo tak fokus akibat lapar Hoahaha.

EungSoo yakin Ibunya akan lebih memilih ayahnya padahal Ia yang akan mengurus ibunya saat tua kelak.

Ibunya menyuruh EungSoo menyelamatkan dirinya sendiri, toh Ia sudah diajar renang oleh atlet olimpiade, sedangkan ayahnya tak bisa berenang. Ibunya pun memuji sang ayah yang hanya mencintainya bahkan memohon pada Kakek EungSoo untuk bisa menikahi ibunya dahulu. EungSoo mencibir, semua orang tahu kenyataannya sebaliknya Hoahaha. Intinya Ia minta Ibunya hanya percaya dan bergantung padanya saja. 

SeJeong menyampaikan info dari perusahaan kurir, ada beberapa pembawa paket yang belum bisa dihubungi. WooSeok pun mewajarkan kesulitan membuka ponsel saat mengantar paket, rupanya Ia pernah jadi kurir antar makanan dari restoran masakan China milik keluarganya. 

WooJoo mengajak timnya berpencar dan mengejar kurir tersebut. Pas waktunya saat MeRi dan SongHee datang, jadilah WooJoo mengajak MeRi sementara Bu Oh dengan sang asisten. WooSeok dan SeJeong naik motor keren pemuda itu. 

Bu Oh sempat mengomeli MeRi tapi WooJoo membelanya. Untunglah semua paket tim Bu Oh berhasil dicegat di taman Yongsan karena macet. Begitupula tim SeJeong yang lega berkat naik motor mereka tiba lebih cepat dari kurir. Sayang kedua anak muda ini tak bisa mengikat kemasan kainnya. Hoahaha akhirnya mereka menghubungi MeRi dan diajari.

Keduanya bertanya keberadaan WooJoo dan MeRi menjelaskan Ia sedang menunggu kurir sementara WooJoo memeriksa paket yang sudah dikirimkan ke rumah-rumah.




Cue to WooJoo nyaris di serang anjing saat berusaha membuka paket. Di saat genting, ada dendeng yang dilemparkan, mengalihkan perhatian si anjing. Ternyata itu MeRi. Ia tersenyum sambil memberi perintah agar sang anjing mau duduk manis. WooJoo menatap dengan takjub.

Setelah sang pemilik meminta maaf, WooJoo sempat berkomentar untung MeRi datang karena Ia baru akan menjatuhkannya. MeRi tertawa mengejek Hoahaha.

WooJoo bertanya dari mana dendengnya, rupanya MeRi selalu bawa cemilan ekstra di tasnya. WooJoo menggodanya seperti toserba berjalan, ia menawarkan membawakan tas MeRi yang kelihatan berat, tapi saat mengangkatnya dan benar teras berat, Ia mengembalikannya lagi Hoahaha. 

MeRi yang sejak awal menolak hanya tersenyum, tapi WooJoo tetap membawakannya.

WooJoo menawarkan mengantarkan MeRi ke kantor. Saat WooJoo1 menelpon WooJoo meminta MeRi mengangkatnya tapi MeRi bilang mereka sebenarnya sudah bicara.


WooJoo1 kesal telfonnya kembali masuk ke kotak suara. Kakaknya yang sedang bermasker mengejutkannya dan melarangnya menghubungi MeRi lagi. Ia menceritakan percekcokan dengan Ibu MeRi dan WooJoo1 murka. Kakaknya mengingatkan ia harus mengantarnya dan Ibu ke bandara untuk perjalanan tiga hari mereka ke Jepang.

WooJoo1 bertanya pada SongHee yang memberi tahu MeRi bersama kepala tim dari Myunsoondang mungkin akan kembali ke kantor MeRi.



WooJoo1 menyusul saat gadis itu mengirimkan draft pekerjaannya sambil mengobrol dengan WooJoo. Pemuda itu lega WooJoo1 belum tahu tapi masih ada resiko ketahuan. MeRi sudah berpikir, Ia masih kesal dan memang tak ingin bekerja sama dengan WooJoo1, tapi Ia akan mengusahakan untuk memperoleh rumah itu. Saat WooJoo menundukkan wajahnya seolah prihatin, MeRi berkata "Aku tahu, Aku tampak menyedihkan, tapi inilah aku, maju terus tanpa rem"

"Mari kita lakukan bersama. Kalau dipikrikan Kim WooJoo1 tak melakukan apapun, kau yang ikut undian dan menang. Aku yang pergi ke pemberian hadiah. Rugi memberikan keuntungan pada orang yang tak berperan. Kita yang mengusahakannya' WooJoo memantapkan pilihannya sambil berdiri.

MeRi langsung memeluknya mengucapkan terimakasih dan tak akan melupakan. Kebaikan ini, selama ini Ia khawatir WooJoo akan mundur. Ia khawatir tapi tak bisa bercerita dengan siapapun. "Aku akan berjuang semampuku, kau pun harus bertahan. Kita hampir berhasil"

"Baik, aku akan percaya dan mengikutimu" jawab WooJoo yang aslinya pasti salting parah habis di peluk MeRi (meski agak terlambat saat mau memeluk balik ni Uju Hoahaha). Mereka tertawa lepas berdua.

WooJoo1 melihat mereka berdua masuk ke mobil dan mengikutinya ke Beaute Palace. 

WooJoo1 sempat ditahan di gerbang tapi Ia memberikan alamat bibi Jenny jadi diizinkan masuk oleh penjaga. 


WooJoo dan MeRi saling berpamitan di halaman rumah. Mereka sama-sama enggan pergi duluan, tapi saat WooJoo akan masuk ke dalam rumah, SangHyun keluar sambil menelpon. Jadilah mereka mengamatinya yang masih berada di halaman dari dalam rumah, setelah sebelumnya masuk sambil mengendap-endap di tangga.

WooJoo bertanya apakah ada yang dibisa diperbaikinya, MeRi bilang kantor pengelola sudah menyelesaikan semua untuknya. WooJoo melihat ada kotak yang belum dibuka, rupanya tirai untuk bathub dan Ia akhirnya membantu memasangkannya. 




MeRi masih berusaha menolak bantuannya dengan bilang Ia bisa menggantung sendiri tirainya yang penting WooJoo sudah memasang gantungannya. WooJoo malah keceplosan bahwa pada saat beginilah suami berguna. Saat Ia tersadar salah bicara dan dengan segenap gerakan tubuhnya mencoba mengelak, tangannya malah menyenggol keran. Jadilah air shower membasahinya. Hoahaha





MeRi jadi khawatir dan berusaha membantunya mengeringkan pakaiannya yang basah. WooJoo uang sedang menggosok rambutnya dengan handuk kembali tak sengaja menggenggam tangan MeRi saat hendak mengambil baju tersebut dan mengeringkannya sendiri. Suasana jadi agak canggung tapi bukan WooJoo namanya kalau tak berhasil menyelipkan pesan sponsor penuh modus "Panggil aku saja jika butuh orang yang tinggi". Hoahaha

Mereka saling mengajak makan siang bersama keesokan harinya.

WooJoo1 menemukan mobil WooJoo dan menunggu sampai WooJoo pulang dari rumah MeRi. Ia teringat pemuda itu pernah bersama MeRi di rumah ini.


MeRi yang akan membuang sampah kardus kemasan tirai berhenti memandangi foto pernikahannya. Ia merasa sangat kaku dan kelak bila akan membuat foto ulang harus lebih natural. Tapi Ia menyadari kalau tak mungkin foto ulang karena WooJoo jauh dari jangkauannya.

Betapa kagetnya saat buang sampah, WooJoo1 sudah menunggunya. Pria itu bertanya siapa WooJoo dan mengapa Ia berada di Beaute Palace. MeRi kesal ia mengikutinya. WooJoo1 tahu kemarin MeRi memang melihatnya dan berbohong, MeRi bilang Ia hanya tak ingin WooJoo1 tahu tempat tinggalnya saat ini. WooJoo1 menduga Ia bekerja sambilan jadi pembantu rumah tangga. MeRi mengiyakan saja daripada ketahuan Hoahaha. 

WooJoo1 mengikutinya ke dalam dan Ia bertanya apakah MeRi berselingkuh dengan pria tadi. WooJoo1 meminta maaf atas nama ibunya. Ia malah memaksa sambil berlutut. MeRi bilang Ia tak butuh dirinya dan permintaan maafnya. Jahatnya Ia memaksa masuk dan MeRi kalah tenaga. Jadilah WooJoo1 berusaha mencari bukti bahwa MeRi berpacaran dengan pria lain hanya beberapa bulan setelah mereka berpisah. MeRi sangat marah dan akan menelfon polisi, pria itu malah mengancam akan mengamuk. 

MeRi menatap nanar pada foto pernikahan palsunya. WooJoo1 masih marah dan menuduh MeRi lah yang selingkuh tapi malah menuduhnya balik "Ayo kita lihat seberapa kaya pacarmu itu!" Ucapnya sebelum berusaha naik ke lantai dua rumah dalam rangka mencari bukti. MeRi berpikir cepat dan mematikan lampu dengan tepuk tangan. WooJoo yang kaget dipaksa keluar dengan cara ditarik oleh MeRi, sayang pria itu justru melepaskan tangannya di dekat undakan tangga, alhasil Ia malah tersandung. Jeritan kerasnya menyadarkan ada yang salah dan benar saja. Hasil pindai di RS menyatakan pergelangan tangannya patah. 


Ia harus rawat inap karena ada retak di pinggulnya kalau Ia jatuh lagi bisa tambah parah.

Paman menyampaikan ucapan terimakasih dari Beaute karena respon tamu naratama cukup baik atas hadiah Hangwa Myunsoondang. Nenek tahu WooJoo mengatasi masalah dengan kartu ucapannya. Jadi Ia memperingatkan paman duduk di posisinya untuk membantu WooJoo mengepalai Myunsoondang kelak. Paman keluar ruangan dengan wajah dingin. Tapi Ia pura-pura ramah saat berpapasan dengan istri Tuan Ko. Rupanya wanita itu membawa salinan dokumen yang disembunyikan Tuan Ko. Isinya laporan keuangan bukti penggelapan uang oleh J-Consulting yang pernah ditunjukkan ke paman.



Di ruangannya, beliau langsung melakukan hubungan internasional. Pada wanita yang memanggilnya "Yeobo", Ia memerintahkan mengosongkan rekening, menghancurkan dokumen perusahaan dan menutup bisnis serta restorannya.

Seorang anak lelaki terbangun dan bicara dengan ayahnya. Namanya Henry dan paman berjanji segera ke Amerika agar mereka dapat pergi camping bersama-sama lagi.

Tepat saat sambungan terputus, WooJoo datang menemui direktur Jang. Paman dengan ramah memintanya bicara informal saat berdua saja. Paman memuji keinerjanya dan WooJoo berterimakasih Paman mem-backup ke Beaute soal insiden kartu ucapan kemarin.

Mereka minum kopi yang sengaja dibeli WooJoo dari kafe sebarang jalan, bukan produk sendiri karena rasanya lebih enak Hoahaha. Malangnya minuman paman tumpah ke atas lembar laporan J-Consulting yang sedang dibacanya tadi. Ia berusaha menariknya dari tangan WooJoo yang sempat membaca judulnya.

MeRi terpaksa menemani WooJoo yang ibu dan kakaknya tak bisa dihubungi selama di Jepang dan ayahnya entah di pulau Jeju bagian mana setelah kasusnya.

WooJoo1 masih berusaha mengashlight MeRi, jatuhnya gara-gara lampu dimatikan. MeRi blak-blakan justru Ia yang masuk tanpa izin dan bisa dilaporkan ke Polisi. WooJoo1 heran kenapa MeRi sangat kejam, MeRi membalas bahwa dari dulu Ia kejam pada orang yang dibencinya. Hoahaha. Jadilah WooJoo1 berpura-pura kelaparan dan minta dibelikan makan. Bahkan minta disuapi sambil mengenang masa lalu lagi. WooJoo1 berterimakasih MeRi banyak mengajarinya hal yang berguna. (Bahkan hal trivial semacam ubi kukus pun bisa dimakan dengan kulitnya Haoahah). Saat pria itu mulai melantur dan bilang sel-sel lamanya sudah meregenerasi, jadi Ia adalah pria yang baru secara teknis, jadi Ia mengajak MeRi melupakan masa lalu. Dasar tak tahu diri, ia justru bilang sudah memaafkan kesalahan MeRi dengan pria lain dan menganggap impas. MeRi hanya memakinya dan meninggalkannya untuk makan sendiri.




JinGyeoung melipat rapi jaket SangHyun dan menuliskan ucapan terimakasih. Ia teringat, hari itu melihat sang pemuda menghajar para pelaku yang merekamnya saat menolong pasien di taman. Ia mendengar semuanya walau SangHyun tak melihat ke arahnya. Sebagai ucapan terimakasih, JinGyeoung memberikan permen yang disimpannya sejak lama. Ia menemui pria yang dianggapnya misterius itu di depan ruangan kamar YeonWoo. SangHyun menerimanya dan agak kaget melihat ada permen. JinGyeoung sempat bertanya dimana Ia belajar RJP. Rupanya Ia bekerja sambilan sebagai staf keamanan taman bermain saat sekolah. JinGyeoung sekali lagi berterimakasih karena fotonya sudah dihapus. Meski Ia tak bisa memperpanjang rawat inap bosnya, Ia membelikan sebotol miras kesukaan SangHyun di kafe tempat mereka bertemu dahulu. Sayang pria itu menolak dengan anggapan siapapun akan melakukan hal serupa kemudian bergegas pergi meninggalkan JinGyeoung sendiri. Malangnya gadis itu sampai merasa ditolak Hoahaha.

WooJoo menunggu MeRi di sebuah restoran saat jam makan siang. Ketika pujaan hatinya itu tak kunjung datang akhirnya Ia menelpon. MeRi mengaku lupa akibat sibuk merawat temannya yang terluka di RS. WooJoo pengertian dan menyemangatinya mengurus si teman, pasti tak enak saat sakit harus sendirian.

JinGyeoung menghubunginya dan karena mereka sama-sama belum makan, akhirnya mereka sepakat makan bersama dan WooJoo uang akan menjemputnya ke RS.






WooJoo1 minta bantuan MeRi ke toilet dan berakting agar MeRi memapahnya. Saat itu mereka bertemu. WooJoo1 malah memeluk bahu MeRi yang segera ditepiskannya dengan jengah. WooJoo bertanya apakah WooJoo1 teman yang dirawat MeRi. Ketika wanita itu mengiyakan, WooJoo segera mengambil alih posisinya untuk memapah WooJoo1 kembali ke kamarnya. 

WooJoo1 hanya merengek kesakitan sambil memanggil MeRi-ya. Sepertinya nada itu membuat WooJoo jadi makin kesal, kan dia MeRi masih saling memanggil dengan formal.

Selepasnya mereka berbicara berdua. Sekali lagi MeRi minta maaf tak jujur teman yang dimaksud justru mantannya. WooJok hanya khawatir Ia belum tidur dan mereka akan bicara lagi setelahnya.

MeRi menyadari kemarahan WooJoo dan langsung bertanya kenapa pria itu marah. 

WooJoo mengaku tak marah, tapi tak senang juga. Ia kecewa MeRi tak menelpon sesuai janji dan memberi tahu tentang ini. MeRi bingung bagaimana bisa menghubungi dan minta bantuan soal mantan?




WooJoo malah mengomel, kenapa harus dia yang mengurusinya. MeRi tak bisa tak peduli, apalagi saat keluarganya tak bisa dihubungi. WooJoo meminta MeRi tak peduli, Ia curiga setelah semua perbuatannya MeRi masih menyukai WooJoo1.

MeRi jujur, WooJoo1 mengamuk untuk mencari tahu siapa pemilik rumah itu. "Selain itu, meski hubungan kami sudah berakhir, Ia terluka di depan ku.. " lalu MeRi sadar "Bukan kah kau yang bilang kita perlu bekerjasama dengan WooJoo1?"

"Ya, benar aku bilang begitu?"

"Lalu, kenapa Kau sangat marah?"

"Itu.. Mungkin karena Aku menyukaimu. Aku tak suka melihatmu dengan pria lain"

Keduanya hanya terdiam seolah waktu membeku.

Review Would You Marry Me? Episode 6

WooJoo nih memang smooth banget pendekatannya. Apapun kondisinya, Ia selalu bisa membalikan keadaan biar bisa makin dekat dengan MeRi. "Pertengkaran" kali ini pun malah berujung pernyataan cinta!! Hoahaha.

Pasti MeRi masih banyak pertimbangan nih. Diantaranya statusnya yang janda (malah belum cerai resmi demi hadiah rumah) dan Ia merasa WooJoo jauh diatas liganya (padahal WooJoo bucin abis dan belum terbongkar kalau Ia bukan sekedar pegawai tapi calon pemimpin Myunsoondang).

Hubungan JinGyeoung dan SangHyun pelan tapi pasti mulai nampak keterkaitannya. JinGyeoung merasa pria itu tak hanya tampan tapi ada sisi misterius yang menarik hatinya. SangHyun yang dingin pun mulai memperhatikan JinGyeoung, buktinya Ia sadar ada yang merekamnya saat melakukan RJP sampai mengejar pelakunya. Iya sih, Ia berusaha menggeneralisasi kan siapapun pasti akan melakukan hal yang sama.

Dari cuplikan 1-2 episode Minggu depan agaknya JinGyeoung akan memaksa SangHyun minum bareng sampai mabuk, dan prediksi saya, pria itu terpaksa membawanya pulang ke rumahnya sendiri di Beaute Palace (karena meski satu perumahan, Ia tak tahu alamatnya). Pagi harinya lah JinGyeoung menangkap basah WooJoo dan MeRi memakai kostum kembar, jadi Ia memperingatkan WooJoo tentang bahaya jika neneknya tahu.

WooJoo1 asli menyebalkan, tukang selingkuh, suka mengashlight MeRi pula. Pantas saja gadis itu nampak tertekan dan setuju membayarinya ini itu selama ini.

Tapi ini tak seberapa dibandingkan paman yang bukan sekedar menggelapkan uang perusahaan Myunsoondang, Ia malah bekerja sama dengan istri mudanya melakukan hal tersebut. Ckckck serigala berbulu domba banget nih. Di depan semua orang nampak polos dan tulus padahal berani punya keluarga kedua di AS. Benar-benar kasihan sama EungSoo dan Ibunya. Semoga nenek WooJoo mau menerima anak dan cucunya ini kelak setelah ayahnya yang dipidanakan akibat semua kejahatannya selama bertahun-tahun ini.

Ohya, rupanya cuplikan akhir Marry Me, Space ini kadang tak langsung menayangkan untuk episode selanjutnya. Jadi adegan kisseu WooJoo dan MeRi masih harus diantisipasi beberapa episode kedepannya. Tampaknya JinGyeoung memberi tahukan MeRi siapa WooJoo, jadi gadis itu pulang ke Yeosu. WooJoo malah mengikutinya dan oleh karenanya mereka menghabiskan waktu dengan Ibu MeRi juga. Ooh tak sabar menunggu kelanjutannya 

Baca juga Recap dan Review Would You Marry Me ?

Episode 1

Episode 2

Episode 3

Episode 4

Episode 5







Posting Komentar