Recap dan Review Bon Appetit, Your Majesty Episode 1
Recap Bon Appetit, Your Majesty Episode 1
Para menterinya memohon agar sang wanita yang disebut Gwinyeo di hukum mati demi mengembalikan ketertiban takhta kerajaan. Sang raja terlihat serius mempertimbangkan, mengingat malam sebelumnya wanita yang dimaksud menyajikan masakan aneh yang membingungkan inderanya. Ia mengambil pedangnya dan mengayunkan dengan sekali tebasan sambil bertitah "Oleh karena itu, Ia kuperintahkan sebagai Kepala Koki Istana."
Semua orang terkejut, kenapa justru Ia ditempatkan sebagai kepala koki di dapur istana, sesuatu yang tak lazim bagi wanita di era tersebut. Sebagai persyaratan, Ia harus memasak setiap hari menu yang berbeda dan jika Sang Raja tak menyukainya, maka Ia akan dihukum mati.
Sang wanita hanya bisa menghela nafas dan bilang impiannya hanyalah menjadi chef di restoran bintang tiga Michelin, namun Ia memutuskan bekerja sama setelah sang raja menebas lepas tali pengikatnya. Ia bertekad bertahan hidup dan kembali apapun yang terjadi. Ia berlutut dan berkata akan mengabdi sampai akhir yang akhirnya memuaskan hati sang Raja
Ia memperkenalkan dirinya Yeon JiYoung (YoonA) seorang chef Michelin dari tahun 2025, while breaking the fourth wall "Bagaimana bisa aku sampai disini?"
Sajian 1: Bibimbap Mentega Gochujang
Kita kemudian dibawa ke masa kini, Kompetisi memasak nomor satu di Perancis, LaPoele d'Or musim ke lima. Menyisakan empat orang finalis, salah seorangnya adalah JiYoung. Kompetisi yang telah berjalan selama sebulan ini memiliki misi terakhir mencari menu ideal untuk Raja. Nahasnya di lima menit terakhir, justru kompor JiYoung tak bisa dihidupkan. Dengan kemampuan dan perhitungan yang luar biasa, Ia malah membakar jerami dan memanggang bagian luar steaknya demi memberikan tampilan yang lebih menggugah, menciptakan cita rasa dan aroma yang unik.
JiYoung memberi sentuhan Chateaubriand Daging Rusa plating yang luar biasa. Sausnya dari Gingseng Merah dan Beri Hitam Korea, memberi rasa pahit yang menyeimbangkan steak. Dilengkapi puree Kedelai dan Tuile yang terbuat dari Misutgaru dan Bubuk Bebijian Korea dan Kaviar Jeruk Posil sebagai pendamping. Ia menjelaskan bahwa ini adalah menu istimewa dari Dinasti Joseon, terutama kesukaan dari Sang Yeonhuingun.
Para juri yang sangat kritis terkesan dengan masakannya dan menobatkannya sebagai juara. Sebagai pemenang, Ia berhak mendapat piala, hadiah 100.000 Euro serta posisi chef kepala di Restoran Bintang Tiga Michelin Happy Cute dari Paul Bonnnard.
Malam itu Ia merayakannya sambil minum dihadapan menara Eiffel dan menceritakan pada ayahnya dengan bahagia keesokan paginya. Sang Ayah mengingatkannya membawa buku yang dikirimkan oleh koleganya dari Universitas Sorbonne. Dan agar Ia berhati-hati karena akan ada Gerhana Matahari Total yang akan berlangsung.
Di pesawat, JiYoung membuka sajian makan siangnya dan memutuskan menyimpan roti serta menteganya di dalam kantong jubahnya. Ternyata, sebagai orang Korea sejati Ia juga mengantongi Gochujang. Belum sempat menikmati makanannya, tiba-tiba tetangga sebelah tempat duduknya menumpahkan segelas kopi panas akibat terlalu bersemangat merekam Gerhana. JinYoung bergegas ke toilet, terutama karena menyadari buku titipan ayahnya ikut tersiram.
Setelah memasang kunci, Ia berusaha membersihkan nodanya dengan air. Ia membaca "Mangurok" yang tertera di sampul buku antik tersebut dan melihat gantungan Giok yang terlihat mahal. JiYoung yang membolak-balik isinya, menyadari ini adalah buku resep dari era Joseon. Anehnya resepnya Cream Brulee yang merupakan masakan Perancis. Halaman pertama ada yang robek sedangkan di halaman yang terakhir Ia membaca :
Kepada yang tersayang, jika suatu hari kau membaca ini, semoga kau kembali ke sisiku"
Bersamaan dengan sempurnanya gerhana, tulisan di halaman muka buku mulai bercahaya dan ruangan mulai bergetar hebat. JiYoung berusaha keluar dan minta tolong, tetapi malah terhisap ke dalam buku. (Salah satu adegan fiksi dengan efek terbaik yang pernah saya tonton, keren banget baik CGI maupun ekspresi YoonA --yang tetap kece badai!!).
Begitu tersadar, Ia sudah tergantung di dalam jaring jebakan hewan buruan.
Di lokasi yang tak jauh, rombongan tentara Joseon dan rajanya sedang berburu rusa. Ia adalah seorang raja dengan masa lalu kelam, teringat pada saat ibunya diusir dari istana, tepat sebelum melepaskan anak panah yang jitu mengenai sasaran.
Ia menyembelih sendiri hewan malang tersebut. ChangSeon Kepala Kasim Makanan menyuarakan rasa khawatirnya, hari mulai gelap, sebaiknya mereka kembali ke istana karena ada gerombolan pemberontakan yang pernah menyerang di perburuan sebelumnya. Sang Raja malah mengumumkan akan memberi hadiah bagi yang biasa menangkap rusa paling banyak. Ia pun mengklaim tak menakuti Gwinyeo atau hal-hal supranatural yang tak dapat dijelaskan.
Di istana, terungkap bahwa ini adalah tahun ke 10 rezim Yeonhuingun, yang dikenal sebagai Tahun Monyet Biru. Para pembesar istana sedang mengikuti ritual Gusikrye, menyambut gerhana tetapi ibu suri diinformasikan bahwa sang cucu malah pergi berburu.
Dari percakapan para selir diketahui bahwa Raja pergi akibat selir junior keempat akan dihukum sebagai permintaan para cendikiawan KongHuCu. Para selir memanas-manasi Ibu Suri agar menghukum sang selir junior, tapi Ibu Suri berpikiran lain, ia curiga sang Raja pergi justru karena ini adalah sekitar waktu yang sama dengan ibu kandungnya diusir dari istana dahulu.
Sementara dari pembicaraan para menteri di halaman istana, diketahui bahwa sang sekretaris Kerajaan Im pergi ChaeHong alias mencari wanita cantik dari seluruh negeri untuk dipersembahkan pada Sang Raja.
JiYoung terbangun dan berusaha mencari sinyal ponselnya. Disaat yang sama sang paduka mengejar seekor rubah dan panahnya nyaris mengenai JiYoung. Bahkan salah satu panahnya mengenai tali pengikat jaring sehingga JiYoung berhasil meloloskan diri. Ia sangat senang bertemu seseorang dan berusaha mencari tahu keberadaannya. Sang Raja malah mengejarnya dan berusaha memanahnya.
Malangnya JiYoung terpojok di sebuah tebing. Ia mengacungkan alat kejut 10.000 voltasenya sementara Sang Raja tetap mengarahkan panahnya. Inner monolog Sang Raja pun menganggapnya sebagai siluman rubah ekor sembilan atau Gwinyeo akibat pembicaraannya yang dinilai melantur dan gaya berpakaiannya yang tak sesuai zaman. Hoahaha
Semakin JiYoung berusaha menjelaskan dirinya chef Bintang Tiga Michelin, semakin yakinlah Sang Raja Ia bersikap tak sopan kepadanya. JiYoung menebak lawan bicaranya ini adalah aktor yang sedang syuting drama atau film lepas. Sang Raja melepaskan tembakan yang mengenai tasnya hingga terjatuh di tebing.
Kemarahan JiYoung semakin menjadi, Ia menantang pria itu untuk turun dan bertarung, sebagai pemilik sabuk Hitam Taekwondo dan akan melaporkannya pada polisi. Malangnya saat akan menembak lagi, anak panah dalam tabung telah habis dan Pria itu terpaksa turun, melemparkan busurnya dan mengacungkan pedangnya. "Keponakan Ipar Paman Suami Sepupumu adalah Pengacara yang dahulunya Jaksa? Pada dasarnya Ia adalah orang asing kan? Entah dari kantor administratif mana, tapi Ia pun akan segera kehilangan pekerjaannya" Ia mendekati JinYoung dengan aura mengancam.
JiYoung yang semakin terdesak menempelkan alat setrumnya pada bilah pedang, tapi si pria hanya tersenyum mengejek lalu menepiskannya ke jurang. JinYoung berdoa kepada semua Tuhan yang dikenalnya agar bisa terbangun dari mimpi atau diselamatkan.
Tanpa terduga sebilah panah menerjang tubuh sang pria kemudian daya kejutnya membuatnya kehilangan keseimbangan (serta kesadaran) dan menimpa JinYoung. Keduanya benar-benar terjatuh ke jurang dan tercebur ke air dibawahnya.
Di tengah kota, Im SeongJae dan putranya menjadi ketua ChaeHong lewat diantara rakyat dan pembesar lain yang nampak membenci kedudukan mereka. Mereka sedang berencana mengunjungi kantor Gubernur Gyeonggi. Sang Gubernur Seong GongDal rupanya adalah salah seorang yang mengusulkan pelengseran Selir Junior Keempat Kang.
Keduanya bertarung dengan sengit memperebutkan pisau --sambil JiYoung tetap berusaha menjelaskan siapa dirinya-- sampai secara tak sengaja Ia menanduk paduka hingga pingsan lagi. Hoahaha
Sebagai tindakan berjaga-jaga, JiYoung mengikatnya di pohon baru membangunkannya. Ia mengajak pria itu pergi meski keduanya sama-sama kesal dan saling tak percaya.
Di istana, malam itu Selir Junior Kang (Kang HanNa) gusar Raja belum kembali. Ia teringat kenangan diselamatkan Pangeran Agung ketika di penjara akibat dugaan membunuh cendikiawan Yi yang menjadikannya budak cinta setelah membelinya dari ibu kandungnya sendiri. Sebagai balasan, sekarang Ia berkomplot dengan sang Pangeran Agung untuk menjatuhkan Raja dan Ia memerintahkan pelayannya yang setia ChuWol untuk mengirimkan informasi.
Pangeran Agung membaca informasi tersebut dihadapan para pendukungnya. Mereka menduga keterlambatan Sang Raja ada hubungannya dengan para pemberontak korban pembersihan peristiwa Muin. Pada akhirnya mereka sepakat akan menunggu waktu yang tepat untuk menggulingkan Sang Raja, demi memperbaiki dunia.
Kembali ke para OTP, yang berjalan hingga malam menjelang. sang Raja yang kehausan minta diambilkan air. JiYoung sewot karena gayanya yang bossy dan menduga pria itu juga berhalusinasi. Sang Raja memerintahkannya mengecek jubahnya. JiYoung hanya menertawakannya dan bilang meskipun ada logo naga, jubah bisa disewakan di istana dan sangat disukai para turis. Keduanya sama-sama frustasi
Baiklah, kau bukan wanita yang menjadi seleraku, tetapi begitu kembali ke istana, aku akan memberikan anugrah kerjaaan"
JiYoung semakin emosi dan memukul kepalanya. Keduanya berdebat lagi. Hoahaha.
Mereka menemukan rumah kosong. Sang Raja menjelaskan ini wilayah berburunya, sehingga semua rumah kosong karena warga sudah direlokasi. Istilah Geumpyo membangkitkan ingatan JiYoung tentang Yeonhuingun dan sang Raja malah bertanya apakah Ia justru membicarakan dirinya sendiri? Hoahaha. JiYoung bilang mustahil, karena sang tiran hidup berabad yang lalu.
Anehnya sang raja benar-benar kesal dan membela sebagai raja, Ia adalah pemberi anugrah pada para wanita untuk memastikan keturunannya terjaga. Jadi ChaeHong tak seburuk yang dipikirkan JiYoung. Bagaimanapun JiYoung tetap berfikir itu alasan klise, menutupi sang tiran yang tergila-gila pada wanita.
JiYoung akhirnya menyudahi pembicaraan setelah bilang terserah sajalah sang raja mau punya berapa banyak keturunan, Ia sama sekali tak tertarik dengan orang sepertinya. Keinginannya adalah hidup tenang. Raja minta untuk dilepaskan dan mengancam konsekuensi berat baginya. Tapi si chef mengacuhkannya sambil mengikat tali yang mengikat pria itu ke batang pohon terdekat.
JiYoung menukar pakaiannya yang basah dengan HanBok yang digantung di halaman rumah. Keduanya mendengar ada suara orang lain. JiYoung mencari tahu dan masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan seorang gadis yang marah karena JiYoung mencuri bajunya. JiYoung meminta konfirmasi lokasi mereka dan pikirannya mulai terkoneksi ketika sang gadis, Seo GilGeum (Yeon SeoA) mulai menceritakan kisah yang sama persis dengan pria yang sekarang sedang tertidur di bale-bale depan rumah itu.
Tiba-tiba Ia merasa lapar dan menyadari, ini bukan sekedar mimpi. Dari pada pusing, akhirnya Ia sepakat pergi menyiapkan makanan.
Ternyata GilGeum memiliki kemampuan yang hebat dalam mengendus aroma. Ia mengumpulkan aneka sayuran dan herba liar. JiYoung melihat ada barli memutuskan memasak nasi barli dan membuatnya menjadi Bibimbap. Sayuran segara di rebus sebentar, poach egg dan sebagai pelengkap Ia menuangkan Gochujang serta mengganti minyak wijen dengan mentega yang dipanaskan hingga agak gosong dan mengeluarkan aroma spesial.
Setelahnya Ia membawa ke hadapan Sang Raja dan menawarkannya. Meski pada awalnya Ia menolak (alasannya sendokannya kegedean Hoahaha), akhirnya Ia mau mencoba dan pada akhirnya meneteskan air mata.
GilGeum pun keheranan, mengira sang Raja kepedasan, karena pada awalnya Ia pun merasa pedas. Padahal sang Raja teringat pada Ibunya yang dulu sering menyuapinya.
Setelahnya kedua wanita menuju tebing tempat JiYoung kehilangan tasnya. Ketika ada serombongan pasukan berkuda lewat, Ia pun memanggil mereka meski GilGeum sudah memperingatkan bahayanya ChaeHong.
Review Bon Appetit, Your Majesty Episode 1
Wow, Alhamdulillah akhirnya saya memulai recap dan review drama Korea baru. Pilihan saya jatuh pada Drakor yang judul awalnya The Tyrant Chef ini karena :
1. Pertama kali penasaran bagaimana Park SungHoon akan menjadi lead male perdana. Saya yakin chemistry-nya dengan YoonA akan berlimpah karena dari segi usia yang cocok dan wajah yang agak mirip
2. Makin penasaran siapa penggantinya ketika PSH mundur karena skandal memposting ulang IGS bernuansa seksual dari Drakor Squidgame yang juga dibintanginya.
3. Begitu penggantinya diumumkan Lee ChaeMin jadi makin semangat, He's cute dan penasaran gimana menghandle age gap 10 tahun dengan NooNa YoonA
4. Temanya paket lengkap favorit saya : dunia memasak, isekai, fussion saeguk dan rom-com. Ditambah politik era Joseon juga.
5. Sutradaranya menghasilkan beberapa karya sebelumnya yang saya sukai misalnya Hyena.
5. Tayang di TvN, hasil produksi Studio Dragon dan YoonA basis fansnya solid banget yang artinya materi promonya berlimpah😁 Tinggal pantengin platform X demi dapat yang berkualitas HD sekalipun.
6. Perdana mau ngerekap drama Sabtu-Minggu (primetime) setelah tiga kali sebelumnya (The Divorce Insurance, Tastefully Yours dan Heads Over Heels) selalu di jadwal Senin-Selasa.
7. Feeling saya kuat bahwa saya akan menyukainya dan Alhamdulillah di episode perdana ini ekspektasi saya terpenuhi.
Karakterisasinya kuat. Para pemain menampilkan akting yang flawless. Chemistry antara OTP nyetrum banget meski belum ada adegan romantis (yang kecuali debat seru).
Sang Tiran dengan segala kekeraskepalaannya, ternyata memiliki banyak musuh dan tabir kisah masa lalu. Lee ChaeMin Nailed it! Dialah Lee Heon Sang Tiran, sama sekali tak terbayang bahwa Ia adalah pemeran yang baru dipilih sebagai pengganti.
JiYoung chef handal yang tak hanya jago praktek tapi secara teori ilmiah. Mungkin karena ayahnya seorang akademisi, jadi Ia sedikit banyak hafal sejarah Korea khususnya di era sang tiran Yeonhuingun. YoonA lucu dan ekspresif banget. Bagi saya yang sudah nonton cukup banyak drakornya (ya meski tak semuanya saya sukai) kali jni adalah peran terbaiknya.
Meski baru pengenalan tokoh, kita sudah diajak melihat para pemeran antagonisnya. Selir Junior Kang, jelas wanita yang berbahaya, karena selain posisinya memang sudah menjadi pasangan sang raja (ya meski selir), Ia memiliki agenda jahat terselubung. Belum lagi pemberontakan yang direncanakan sosok yang dipanggilnya Pangeran Agung.
Sinematografinya indah. Paris ditampilkan dengan elegan. YoonA si gadis jenius kembali menampilkan kemampuan berbahasa asingnya dengan baik. Set perlombaan masak juga sangat profesional.
Efek spesial on point (apalagi adegan di toilet pesawat saat gerhana Matahari itu, epic dan YoonA cakep banget!!)
Alurnya menarik, ini mayoritas POV-nya masih dari sisi JiYoung, tetapi setelah baca dan nonton adaptasi The First Night With The Duke, saya meyakini sang tiran punya alasan dibalik sikap absolutnya. (Jadi pengen baca webnovel Surviving as Yeonsangun Chef yang jadi inspirasi Drakor ini deh).
Selalu seru nonton plot politik di era Joseon ini. Harapan saya sesuai ekspektasi dan endingnya memuaskan, jangan bikin patah hati banget, misal mereka malah terpisah ruang dan waktu.
Baca juga Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty :


































.jpg)

Semacam caramasak d kita gini, ih ternyata d sana gitu
Kapan-kapan kan jadi bisa dicoba juga
Betul kalau nonton tema masak jadinya namba wawasan juga dunia kuliner ya
BTW kenapa PSH mundur sih? Padahal menurutku cocok banget dia ngambil peran sang Raja ini. Etapi liat di waktu awal penampilannya Sung-hoon di episode 1 ini keren juga dia ya. Parasnya ternyata wow setelah menggunakan jubah merah sang Raja. Gantengnya maksimal betul.
Lanjut ah nontonnya hahahaha.
Aku termasuk suka film / drama dengan seting kerajaan begitu.
Selain visualnya biasanya menarik, jalan ceritanya juga biasanya seru.
Aahh klo drakor jarang gagal sih, yaa
jujurly lupa karena episode 1kurang greget, mungkin penyebabnya ritme di pertengahan agak lambat
Padahal saya suka banget Lim Yoon-A
dan chemistrynya dengan Lee Chae-Min lumayan bagus
Ini sih cocok bagi penyuka drakor sageuk bergenre komedi, romansa, dan sedikit aksi, yang menyajikan footage-footage hidangan menggugah selera.
Adegan Ji-yeong panik, “Ada aja nih chef masa depan yang nggak ngerti zaman dulu,” bikin ngakak sekaligus gemes. Dan pas dia masak gochujang butter bibimbap—langsung “meleleh” barengan sama raja, ya! Bisa ngerasain betapa dalamnya emosi itu tanpa harus lihat TV.
Tulisannya ringan, tapi menggigit—imbas humor, ketegangan, dan rasa itu tertata rapi dan terasa akrab. Semoga di episode selanjutnya kamu juga ulas bagaimana intrik istana dan chemistry mereka berkembang ya. Ditunggu banget,
Dalam hatiku, lha kok makanan dimasak untuk raja kok makanan modern.