Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty Episode 7
Recap Bon Appetit Your Majesty Episode 7
JiYoung mengadakan rapat dengan tim dapur istana. Peserta utamanya jelas Koki Eom, Koki Maeng, Koki Shim, Koki Min dan GilGeum. Ia menerangkan soal panci tekanan uap yang akan digunakan untuk memasak sup di putaran ketiga. Para koki lainnya bingung kenapa harus babak ketiga terlebih dahulu dipersiapkan. Berdasarkan pengalamannya, persiapan untuk babak terakhir justru harus amat baik, karena saat itulah yang sering kehabisan ide.
Mereka masih mencoba mendebat daripada panci baru lebih baik gunakan Periuk. Menu Samgyetang Ayam Ogolye yang akan dimasak JiYoung justru menjadi sumber salah paham bahasa lagi, jadilah dia menjelaskan bahwa Samgyetang adalah sup yang ayamnya diisi ginseng dan obat herbal, kemudian direbus pelan sampai empuk. Itulah gunanya sains dalam panci presto, yang bisa mengempukkan ayam dalam sepuluh jam menjadi sejam.
Sebagai herbalnya akan ditambahkan akar gingseng yang berusia minimal enam tahun, bunga lonceng dan lainnya hingga berjumlah sepuluh macam
"Begitu kita curahkan hati kita ke makanan, maka akan terasa spesial" tutup JiYoung.
JiYoung berniat membuat pancinya ke bengkel besi. Seingatnya di zaman ini ada seorang pria yang bisa membuatnya
Sajian 7 : Dongnae Paejon Pada Hari Hujan
Setelahnya mereka melanjutkan mengumpulkan ide, bahkan JiYoung dan GilGeum hingga tidur larut. Begitu pula dengan trio Koki Ming.
JiYoung melatih para kokinya dan mempersiapkan aneka pendukung masakan seperti sirup labu dan membuat cuka. Ia pun memperkenalkan gocuharu dan gochujang. Pangeran Jesan mengamatinya dari jauh dengan mencurigakan.
Suatu malam, JiYoung kembali mengadakan rapat tentang panci presto kala menangkap ada sesosok yang mengintip di jendela. Kala Ia memastikannya ternyata tak ada siapapun. Padahal HeOn dengan ChangSeon sedang ngumpet disebelahnya Hoahaha.
Paginya Ia mempresentasikan panci prestonya pada HeOn dan meminta berjumpa Jang YoungSil. Penemu jam matahari setengah bola. Sayangnya Ia sudah wafat. HeOn mengusulkan Jiyoung bertanya pada pekerja di gudang senjata Gungisi, tapi Sang Koki kepala yakin hanya seorang berjiwa inventorlah yang bisa menolongnya.
CheonSang teringat ada seorang keturunan Jang Young Sil yang tahun lalu dikeluarkan dari Gungisi akibat penemuan anehnya dan sekarang pulang ke ke kampungnya. HeOn memerintahkan mencari tahu ke Gungisi.
JiYoung bilang Ia akan mencarinya sekaligus bahan segar dan liar dari alam. HeOn langsung ingin menemani tapi CheonSang mengingatkan utusan Ming yang ada di istana.
HeOn akhirnya setuju dengan syarat JiYoung diantar oleh Sekretaris Im. JiYoung menyamar sebagai pria. Keduanya berangkat dengan berjalan kaki tapi HeOn menyerahkan plakat jika mereka butuh bantuan di jalan. Saat mulai berjalan, Sekretaris Im memperbaiki posisi tali tas JiYoung yang menimbulkan kecemburuan HeOn. Ia bertanya pada SuHyeok alias Kepala Pengawal Umrimwi apakah mereka terlihat seperti pasangan suami istri? SuHyeok bilang memang dilihat sekilas GilGeum terlalu cantik menjadi saudara Sekretaris Im. HeOn langsung berbisik penuh konspirasi.
Di jalan JiYoung kembali bertanya tentang Mangunrok. Sekretaris Im justru menggodanya, kenapa harus kembali jika HeOn mulai suka padanya.
"Melihat interaksi kalian, membuatku berpikir apakah suatu hari aku harus bicara padamu selayaknya kepada keluarga kerajaan? Mama (Baginda Ratu)? JiYoung Mama?" Hoahaha
JiYoung langsung tercengang dan melarangnya bicara omongkosong karena Ia tetap ingin pulang. Malah Ia heran kenapa Sekretaris Im gencar betul memcomblanginya dengan HeOn. Yang ditanya menghindar tepat saat GongGil datang dari langit dan menunjukkan kode ke arah HeOn dan SuHyeok.
JiYoung sangat terkejut. Lebih lagi, Sekretaris Im yang malah disuruh kembali setelah mengingatkan HeOn soal utusan Ming yang ada di istana. Meski harus berjalan jauh sekalipun, HeOn beragumen demi tugas sepenting ini (membawa nama negeri), selayaknya dialah yang harus melakukannya sendiri. Sekretaris Im cuma speechless saat empat orang itu berangkat bersama.
CheonSang sangat terkejut saat dikabari. Sekarang tugasnya menjaga ruangan HeOn sementara aula pemerintahan akan diawasi oleh Sekretaris Im. Ia dan ayahnya beralasan paduka sakit dan meniadakan rapat pagi. Para menteri yang sudah terlanjur berkumpul sebaiknya fokus pada penyambutan utusan Ming.
Diperjalanan HeOn nampak merana kelelahan. GongGil menyemangatinya sementara JiYoung memintanya berjanji menyembunyikan jati diri. Jadi JiYoung bisa membujuk sang penemu membantunya.
Berita kepergian mereka segera menyebar kepada Pangeran Jesan, Ibu Suri Agung dan tentu saja Selir Kang. Pangeran Jesan menganggap ini kesempatan bagus membatalkan kompetisi dan mengerahkan pasukan yang sudah dilatih diam-diam di Gunung Guwol untuk menyerang rombongan. Targetnya mencelakai JiYoung.
Setibanya di alamat yang diberikan, keempat rombongan tertegun membaca tulisan di pagarnya. "Semua yang membuka gerbang ini dengan paksa, akan mempercepat kematiannya" tertanda Jang ChunSaeng.
HeOn, sebagai Raja merasa terhina butuh izin untuk masuk ke rumah yang berada dalam wilayah kerajaannya. Ia langsung jumawa membuka pintu gerbang dan reaksi berantai segera terjadi. JiYoung mengenalinya sebagai meriam dan berteriak memperingkatkan semua orang untuk menyelamatkan diri. Dalam satu gerakan cepat, GongGil melompat keluar, SuHyeok merentangkan tangan dihadapan HeOn yang malah merunduk sambil melindungi JiYoung dalam pelukannya.
Ternyata yang disemburkan meriam justru sesuatu yang berwarna putih dan ringan. Rupanya itu beras yang menjadi Jipang akibat reaksi panas.
Jang ChunSaeng sangat senang percobaannya berhasil. Ia mencicipi hasilnya tapi kecewa dengan rasanya yang tawar. JiYoung mengagumi kemampuan gastronomi molekulernya yang berhasil membuat Jipang, nama yang belum dikenal HeOn.
HeOn langsung mau marah dengan pemilik rumah yang dianggapnya kurang ajar itu.
"Kau Siapa? Aku tak yakin kau raja? Memang siapa kau langsung menerobos masuk ke rumahku?" Tapi JiYoung mencegahnya dan malah memperkenalkannya sebagai Im SongJae. ChunSaeng mengenalinya sebagai kepala ChangSeon yang sombong. Beliau malah tambah kesal dan bilang seandainya tahu mereka dari istana maka Ia akan membuat peluru besi. Ia malah memprovokasi SuHyeok dan GongGil yang disebutnya anjing penjaga.
HeOn tambah emosi tapi JiYoung berupaya menenangkannya. Di sisi lain GongGil membujuknya dengan menyebutkan bahwa Ia punya mata yang bagus.
Lucunya Ia pun mengenali gelagat JiYoung yang menyamar. JiYoung bilang Ia jauh-jauh kemari demi minta tolong padanya karena urusan negeri ini. ChunSaeng tetap tak tertarik, menurutnya itu urusan raja. HeOn yang mendengarnya malah mengancam akan membunuhnya. ChunSaeng segera mengeluarkan jurus rahasia, bilah panah tajam yang terpasang menghadap mereka.
JiYoung segera mendorong semua orang pergi. Sebelum keluar pintu, Ia meninggalkan gula supaya Jipang menjadi lebih berasa.
Di luar pagar, HeOn sangat marah karena diusir, Ia yakin ChunSaeng hanya menggertak. GongGil menyanggahnya dan JiYoung mengangguk setuju. SuHyeok merasa GongGil kurang ajar dihadapan raja dan GongGil malah marah balik 'Kita justru nyaris tak bisa berhadapan lagi (gegara ulah HeOn) Hoahaha. JiYoung bilang sekarang bukan saatnya bertengkar, lakukan saja di perjalanan pulang.
Suara dentuman terdengar kembali dan refleks HeOn langsung memeluk JiYoung. Setelah saling pandang salah tingkah, Ia buru-buru melepaskannya.
JiYoung mengintip melalui celah pintu pagar. Ia melihat ChunSaeng menikmati hasil Jipang bergula. Menurut Sang penemu ini malah ide buruk, Ia ingin menggandakan beras untuk memberi makan rakyat lebih banyak tapi kalau butuh gula, itu lebih merugikan karena mereka masih tergantung pasokan Ming dan harganya mahal.
JiYoung tersenyum penuh arti. Ia berjanji jika menang, Joseon bisa mengimpor lebih banyak tebu dengan harga lebih murah. Jadi semua orang bisa menikmati Jipangnya. JiYoung menunjukan plakat Koki Istana dan ChunSaeng malah kebingungan kenapa JiYoung mau pergi dengan pria berbahaya alias Sekretaris Im. Hoahaha.
JiYoung menunjukkan desain panci prestonya dan ChunSaeng membuka pintu gerbang mengajaknya masuk. HeOn langsung curiga tapi SuHyeok dan GongGil memintanya menunggu.
JiYoung menjelaskan secara ilmiah, awalnya Ia tertarik dan mulai berfikir bahan bakunya. Namun akhirnya Ia bertanya apa alasan JiYoung yang sebenarnya dan JiYoung mengulangi kisah kompetisi. JiYoung yakin peluang menangnya lebih besar jika dibantu alat ini. Pada akhirnya ChunSaeng tidak mau membantu negara yang membuang orang saat tidak membutuhkannya lagi.
JiYoung masih berusaha membujuk, rakyat akan sangat menderita jika kalah. Terakhir Ia bertanya apakah Master Jang Young Sil akan setuju, malah CheonSang teringat pamannya yang dibuang negara setelah membantu banyak.
JiYoung keluar dengan kecewa. HeOn yakin dengan teorinya, lebih baik menyiksanya di kantor pemerintah terdekat. GongGil menjelaskan lagi, orang dengan kebencian sepertinya jika dengan paksaan maka hasilnya akan nampak bagus dari luar tapi akan berantakan jika digunakan.
JiYoung tetap bertahan untuk menyentuh hatinya tapi belum punya ide apapun. Mereka sepakat bermalam sambil. mencari ide.
Di istana, Dayang ChuWol Memberi informasi tentang kakak GongGil, OkDan yang meninggal di Jahongwoon. Dari reaksi Selir Kang, Ia mengetahui sesuatu tentang kematiannya dan memerintahkan mencari informasi lebih jauh tentang niat GongGil.
Para Selir Raja dan Ratu terdahulu saling berspekulasi alasan raja keluar istana disaat genting begini. Salah seorangnya menebak HeOn sudah jatuh hati pada JiYoung dan dikonfirmasi dengan adegan HeOn yang menyelimuti JiYoung yang tertidur dalam keadaan duduk dengan jubah miliknya sendiri.
Di dapur istana, para Koki semakin panik setelah menyadari bahwa dengan Periuk biasa tak akan bisa menghasilkan masakan yang sesuai keinginan mereka. Persiapan laintelah dilakukan. Gochujang dan gocuharu pun sudah disimpan di SaongWon kantor Hidangan Kerajaan.
Celakanya, saat itu Koki Min datang dan menunjukan Koki Maeng yang sedang menggembleng GilGeum sampai tangannya terluka. Menurut koki lainnya, ini aneh karena biasanya Koki Maeng sangat baik pada GilGeum, bahkan saat melatih Koki Min dahulu.
Di pihak Ming, Bailong mengingatkan mereka tak boleh arogan karena Joseon hanya negara kecil. Harga diri mereka dipertaruhkan tapi harus selalu rendah hati dalam menunjukkan kehebatan Ming. Ia nampak mencari keponakannya. Ternyata Feixiu menemui Pangeran Jesan. Ia memberi hadiah lada Sichuan yang terkenal langka. Untuk itu Ia minta di tukar dengan sesuatu.
Keesokan paginya di depan rumah ChunSaeng malah turun hujan. GongGil membujuk SuHyeok agar mau duduk di bawah atap agar tak kebasahan. Sang Ketua Pasukan Umrimwi tak menghiraukannya, jadi GongGil malah berseloroh ingin makan Pajeon sambil minum Makgeolli. Seketika JiYoung bertanya tentang kampung halaman Jang YoungSil. HeOn tak tahu tapi GongGil menebak dari logat ChunSaeng, mereka berasal dari DongNae, pelabuhan Busan. JiYoung mendadak mendapat ide dan mengajak membeli bahan-bahannya.
Setelahnya JiYoung mulai menyusun daun bawang di wajan tipis dan menuangkan adonan diatasnya. Ia meminta GongGil dan SuHyeok mengipasinya. Aroma yang harum terbawa sampai ke kediaman ChunSaeng. Lucunya HeOn yang cemburu melihat JiYoung memuji GongGil dan JuHyeok merebut posisi mereka dan berusaha mengipasinya tapi sayang baru sebentar sudah kelelahan. Hoahaha.
Akhirnya ChunSaeng keluar dan menemui mereka karena penasaran akan aroma yang lezat itu. JiYoung mengajaknya menikmati Pajeon, makanan khas kampung halamannya. HeOn dengan menyebalkannua meminta Jiyoung melupakannya dan langsung memotong Pajeonnya. GongGil yang turun tangan membujuk dan reaksi Heon, GongGil dan SuHyeok mendorong ChunSaeng mencomot dengan tangan. Sekali suap Ia teringat cita rasa pedesaan yang didapatinya waktu kecil. JiYoung teringat monumen dari hasil karya Jang YoungSil dan jasanya tidak akan dilupakan bahkan sampai ke masa depan tempatnya berasal. JiYoung pun bercerita Ia menjadi koki karena sangat senang melihat wajah puas orang yang menikmati makanannya. Ia ingin menunjukan cita rasa Joseon pada Ming melalui kompetisi ini. Jadi Ia mohon bantuan agar ChunSaeng menunjukkan sesuatu yang disukainya, jadi jika mereka menang tebu Ming bisa mereka dapatkan demi lebih banyak orang yang bisa menikmati tebu. Demi kebaikan semua orang yang akan membuatnya bahagia.
ChunSaeng akhirnya setuju dengan catatan bukan demi HeOn. Ia berterimakasih karena JiYoung membuatkannya cita rasa kampung yang dirindukannya sepanjang hidup. JiYoung pun berterimakasih dan berjanji akan mengajari pembuatan Jipang Karamel.
Setelahnya JiYoung, HeOn dan SuHyeok akan mencari bahan segar ke Danyang. GongGil tinggal untuk membantu pembuatan panci. Mereka berdua bekerja dengan giat semalaman. HeOn yang ikut mencari bahan dengan beruntung menemukan gingseng liar. JiYoung memujinya tapi HeOn tanpa malu langsung mengantonginya karena semua yang tumbuh di Joseon adalah miliknya.
Di tempat latihan koki Ming, Bailong keheranan dengan minyak kemerahan yang dibuat Feixiu. Menurut gadis itu ini adalah senjata rahasia, untuk itu Ia yang harus ditunjuk sebagai pemimpin masakan babak pertama besok. Pamannya setuju meski Weili meragukan penggunaan bahan baru bisa beresiko.
Bailong menyajikan cemilan dan teh pada Yu Kun yang kedatangan utusan Pangeran Jesan, Penasehat Sung. Untuk kerahasiaan, Yu Kun mengajak berbicara bahasa Joseon. Penasehat Sung memberi isyarat kompetisi bisa saja tak akan berlangsung. Ia mengisyaratkan banyak bahaya yang bisa terjadi saat kepala koki Yeon berada di luar istana.
Malam itu Koki Eom berusaha menasehati Koki Maeng agar jangan terlalu keras pad GilGeum. Koki Maeng menghindar dan bilang kalau tak bisa membantu gadis itu harus pergi dengan sukarela. Koki Eom berusaha mengejarnya dan saat itulah sesosok bayangan hitam mencegat mereka. Pria itu berbicara dalam bahasa Joseon, Ia memberikan sehelai kertas dan berpesan mereka berdua segera memberikannya kepada raja karena Kepala Koki Istana sedang dalam bahaya.
Koki Eom mengenali rambutnya tapi koki Maeng bilang mustahil karena Ia berbicara bahasa Joseon. Keduanya mengintip isi surat yang kosong. Lalu mereka mendatangi kepala Kasim CheonSang dan menjelaskan semuanya. Kasim menyerahkan pada Sekretaris Im dan membacanya setelah dihadapkan pada api. Tulisannya dalam bahasa China tapi SeongJae tenyata cukup mahir untuk langsung bergegas membawa pasukan berkuda menjemput rombongan HeOn. Ia diprediksi baru akan tiba subuh jadilah dalam hati Ia berdoa akan keselamatan sahabatnya itu.
Ketiga anggota rombongan yang kelelahan kembali ke rumah Penemu Jang. Malangnya, para pasukan pengkhianat telah bersiaga dengan perintah menghabisi JiYoung.
JiYoung sangat terkesan dengan hasilnya dan berterimakasih sekali. GongGil sempat memuji dirinya sendiri. Tapi Tn. ChunSaeng hanya berpesan untuk kemenangan JiYoung, sebagai balasan HeOn menyerahkan sebuntalan kantong berisi uang. Ia mengajak semua bergegas kembali ke istana.
JiYoung menyesal tak sempat membuatkan makanan tapi ChunSaeng bilang tak apa, Ia bisa datang lain kali.
Saat itulah gemerincing jebakan yang dipasang di sekeliling hutan berbunyi. Memberi tahu datangnya pasukan penyerbu. SuHyeok langsung mengenali mereka terlatih dan meminta Jeonha segera berlindung. JiYoung terbata-bata berusaha menjelaskan siapa HeOn sebenarnya. ChunSaeng segera mengeluarkan koleksi pedangnya dan meminta mereka semua berangkat.
Atas aba-aba ChunSaeng gerbang dibuka oleh dua pelindung raja dan meledaklah meriam berisi butiran peluru besi. Setelahnya pedang saling beradu dan GongGil serta SuHyeok langsung menghadapi mereka. HeOn pun turun tangan melindungi JiYoung yang terjatuh. Panci yang berat menimpa tulang telapak tangannya sementara tutup panci menggelinding ke arah pertempuran.
HeOn menariknya pergi dan ChunSaeng mengeluarkan susunan panahnya, tapi JiYoung tetap tak bergeming karena mencemaskan tutup panci prestonya. ChunSaeng berjanji akan membawakannya tepat pada waktu JiYoung membutuhkannya. Sekarang mereka harus pergi agar Ia dapat menarik tuas yang otomatis akan melepaskan panah.
HeOn membawanya menjauh dan para asasin mengejarnya. Di lapangan terbuka, SuHyeok meminta izin akan mencegat lawan agar yang lain bisa kabur terlebih dahulu. Ia kalah jumlah dan GongGil meminta izin tinggal juga. Akhirnya ada beberapa penjahat yang tersisa dan HeOn menghadapinya sendiri. JiYoung mencemaskan bahunya yang terkena sabetan pedang. Tepat saat pasukan kerajaan yang dipimpin Sekretaris Im tiba. Kejutan ini membuat HeOn berhasil memojokkan salah seorang diantaranya. Anehnya pada saat HeOn menanyai siapa yang mengirim mereka, anggota tersebut malah menusukan pisau ke lehernya sendiri. JiYoung yang melihat kejadian itu pingsan saking syoknya.
HeOn panik dan memanggilnya agar membuka mata. SeongJae meminta maaf akan keterlambatannya dan memeriksa denyut nadi JiYoung yang pingsan.
Setelahnya HeOn merawat luka JiYoung dan SuHyeok datang sambil memapah GongGil. Keduanya masih sempat berdebat.
SuHyeok menyimpulkan mereka sudah mendapat pelatihan militer. Gerakan terkoordinasi dan bungkam hingga bunuh diri. HeOn dan Sekretaris Im yakin ini bukan bermotif pribadi lagi.
Tiba-tiba JiYoung kaget dan mencari pancinya. Ia mencemaskan semuanya tapi semua meyakinkan semua baik-baik saja. JiYoung langsung minta kembali ke istana karena yakin ChunSaeng akan membawa tutup panci tepat waktu.
Pangeran Jesan menerima hasil tersebut dengan murka. Tapi Ia masih berusaha tenang karena kompetisi tak akan berjalan lancar bagi Joseon.
Di Balairung, Heon masih belum tampak. Yu Kun mengejek hal ini. Para Koki Istana tampak cemas.
JiYoung merasa mabuk naik kuda. HeOn bertanya apakah JiYoung memintanya mengucapkan kata permohonan maaf karena telah menyulitkannya. JiYoung justru berterimakasih dan menilai aksinya tadi keren. HeOn langsung salting termasuk para pengantarnya. Sang Raja pun berterimakasih pada mereka semua yang ikut kesulitan karena Ia menyarankan kompetisi.
Yu Kun marah karena waktu yang dijanjikan sudah lewat. Ia dengan kurang ajar bertanya, Apakah Raja dan Kepala Koki kabur menghindari kompetisi. Tepat pukul 13.00 kompetisi di mulai dan Koki Joseon langsung panik. Tiba-tiba Bailong maju, ia berkata masih ada waktu sampai jam 15.00. ia memohon pada Yu Kun untuk menunjukkan betapa penuh belas kasih negara Ming. Mau tak mau Yu Kun menyetujuinya.
Di detik-detik terakhir pun HeOn masih tak tampak, semua yang berkepentingan licik tersenyum gembira. Kecuali Bailong yang yakin kedatangan HeOn. Tepat saat itu rombongan telah tiba dan disambut para anggota kerajaan dan pihak lawan. JiYoung yakin akan menunjukkan keahliannya.
Review Bon Appetit Your Majesty Episode 7
Ini episode yang menarik. Dari interaksi JiYoung dan sekretaris Im yang masih saling mengejek sampai kecemburuan HeOn pada siapa pun asal berjenis kelamin lelaki yang dekat dengan JiYoung.
Politik istana juga terasa tetap relevan di zaman sekarang. Dimana kebijakan negara sangat mempengaruhi kesejahteraan rakyatnya.
Yang tak terduga justru Bailong yang rela mengabari para Koki Joseon tentang bahaya yang mengancam JiYoung akibat para pengkhianat.
Saya pun agak heran dengan kemampuan HeOn dalam mengelola dayang dan kasimnya. Jika Selir Kang, Pangeran Jesan dan neneknya bisa tahu setiap gerak-geriknya, sungguh kasihan sampai kini Ia belum menyadari pamannya yang selalu berlagak bodoh adalah dalang pergerakan yang berniat melakukan kudeta terhadapnya. Apalagi Selir Kang adalah mata-mata yang sengaja ditanam olehnya (plus mereka berdua juga punya hubungan plus-plus SMH).
Baca juga Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty :


























Posting Komentar