" ".

Recap dan Review Bon Appetit, Your Majesty Episode 2

Table of Contents


Recap Bon Appetit Your Majesty Episode 2

Kembali ke saat JiYoung dan GilGeum di tepi sungai. Panggilan JiYoung --yang mengira orang-orang yang dilihatnya bisa dimintai tolong mengembalikannya ke zamannya- malah membawa bencana. Mereka ditangkap oleh tentara kerajaan dan dibawa dengan alasan ChaeHong





Keduanya di bawa ke penjara yang berada di kediaman Gubernur. JiYoung yang masih tak dapat menerima kenyataan bahwa sekarang Ia berada di era Joseon mulai berteriak minta dibebaskan karena bukan berasal dari daerah ini. Teriakannya menganggu para wanita lain yang sama-sama ditangkap, kecuali GilGeum yang masih optimis "Agashi, meskipun langit runtuh, selalu ada jalan keluar. Kita harus tetap kuat." JiYoung malah makin histeris sampai harus di sumpal mulutnya oleh para tentara. Tentu GilGeum juga ikutan. Hoahaha 

JiYoung mengingat ayahnya dan bersedih padahal Ia baru saja menjadi chef kepala di restoran Michellin. Ia pun teringat pertengkaran dengan sang pria dan akhirnya ngeh kalau benar beliaulah sang Yeonhuingun. Ketika berusaha melarikan diri, mereka malah di bariskan dihadapan anak Gubernur dan kasimnya.

GilGeum bilang sepertinya pengawas ChaeHong akan datang dan JiYoung mencemaskan kemungkinannya menjadi istri raja. Entah beruntung entah malang, kekhawatirannya tak terjadi karena, para wanita dibagi menjadi dua kelompok. Ia justru dianggap terlalu tua dan malah dikirim ke dapur Gubernur. GilGeum mengikuti kodenya dan berpura-pura sudah berusia 30 tahun --yang kemudian diralatnya jadi 28 karena semua orang tak percaya-- Hoahaha 


Sang Tiran menemukan ikat rambut JiYoung di tepi sungai dan menyimpulkan Ia dibawa untuk ChaeHong ke rumah Gubernur.

Sajian 2 : Hidangan Sous Vide

Di dapur, JiYoung terpesona dengan alat masak dan bahan dasar orisinil dari era Ini. Mulai dari keranjang, anglo dan pisau Boeseon yang terbilang langka digunakan di zaman modern

JiYoung diperintahkan untuk segera memasak. Namun Ia malah mengamati sekitar dan bertanya siapakah yang memerintahkan para wanita untuk membuat dua macam sup? Ternyata tadi malam jurusan masak kabur diam-diam. JiYoung berargumen, sebelum masak, setidaknya harus tahu untuk siapa, apa kegemarannya dan punya pantangan apa.

Ia lanjut berkeliling dan menemukan beberapa bahan yang masih segar meski seolah ada yang kabur membawa bahan-bahan lainnya.

Kepala kasim memerintahkan mereka berkumpul dan agar menyiapkan menu dengan sembilan lauk bagi pejabat dari Hanyang yang akan datang berkunjung. Para wanita yang tak berpengalaman terlihat keberatan, tapi JiYoung lah yang terus mencecar, jika mereka tak terpilih untuk ChaeHong artinya mereka harus dibebaskan pulang. Sang kasim mengancam akan mencambuk mereka tapi JiYoung bernegosiasi jika Ia bisa menghasilkan hidangan yang lezat sebagai gantinya mereka semua akan dilepaskan.

"Memasak makanan bukan sekedar mencampur, memasak adalah tentang mencurahkan hati dalam hidangan"

Kata-kata JiYoung menggerakkan hati putra sang Gubernur. Ia bertanya siapa JiYoung dan Ia memperkenalkan dirinya sebagai koki. Ia bilang hampir tak ada bahan dan semua wanita tak terbiasa bekerja di dapur ini, bagaimana jika mereka membuat kesalahan dalam menyajikan hidangan.

Putra Sang Gubernur akhirnya memanggil JiYoung empat mata dan memberitahukannya bahwa Ia harus memasak empat porsi bagi pasangan ayah dan anak dari keluarga Im yang berkuasa dan berpengaruh. Sang Ayah Im SeoHong (Nam KyungEup) seorang Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan menjabat berbagai jabatan penting sedangkan anaknya adalah Im SongJae (Oh EuiSik), kepala Sekretaris Kerajaan yang menikahi Putri Hwisuk, saudari tiri raja. Ia salah seorang pengawal dan kawan dekat raja. Mereka telah menghancurkan banyak keluarga dengan dalih ChaeHong. Mereka terkenal pilih-pilih dalam hidangan ramah tamah. Tak jarang berlaku curang agar mendapat suap atau memberikan hukuman yang sadis.

JiYoung bilang, diterima atau tidak makannya tergantung para tamu, namun masih ada peluang asalkan Ia tahu selera tamu dan dimasak dari hati. Menggunakan bahan terbaik bukan berarti menghasilkan hidangan terlezat.

Kesepakatan diperoleh, jika gagal Ia akan kehilangan nyawa, jika berhasil semua wanita akan dibebaskan. Ia berjanji akan mencoba mengajari kedua orang sombong itu mengenai makanan. Ternyata Sang putra Gubernur juga memiliki rencana lain, Ia akan mengorbankan JiYoung seandainya ada hal yang tidak beres. Rupanya putrinya  MiHyang telah meninggalkan desa beberapa waktu yang lalu dengan ditemani pengasuhnya. 




JiYoung pun bersiap-siap dan mengumpulkan semua wanita yang sekarang sangat berterimakasih karena Ia telah membela mereka. Ia memberi briefing, walaupun waktunya singkat para wanita sangat bersemangat untuk berjuang. 

GilGeum bilang bahwa selama menunggunya mereka sudah menyiapkan berbagai bahan yang bisa dikumpulkan. 

JiYoung agak sedikit khawatir karena para bangsawan tidak akan mudah untuk dipuaskan. Beruntung GilGeum menemukan potongan daging yang masih segar dan JiYoung berniat menjadikannya hidangan utama, Steak ala Perancis.

JiYoung berkeliling mencicipi aneka makanan dan memberi instruksi spesifik. Ia juga mengajarkan teknik yang diketahuinya. Karena dagingnya berasal dari hewan yang digunakan untuk membajak, jadi dagingnya terlalu keras bahkan nyaris tak dapat diiris. JiYoung teringat buku kuno yang ditunjukan oleh ayahnya dulu, untuk memasak daging yang keras ada metode JeonChisu, yaitu memasak daging dalam suhu rendah. Metode ini juga dikenal di Perancis dan kuliner modern dengan nama Sous Vide. 

Di istana, Selir Kang khawatir karena raja belum kembali. Ia pun menanyakan keberadaan Pejabat Im, dan dayangnya membenarkan mereka sudah tiba di rumah Gubernur Gyeonggi. Ternyata ini adalah rencana jahat Sang Selir sebagai balasan surat Gubernur yang menulis surat permohonan pada raja untuk melengserkan Sang selir.

Tepat pada saat kedua pejabat Im tiba, mereka disambut sang Putra Gubernur. Sebagai pembuka mereka di beri sejumlah makanan ringan yang langsung dicemooh. Termasuk para wanita yang dikumpulkan untuk ChaeHong semuanya dinilai tak layak. Mereka memancing pembicaraan tentang kembang desa, yaitu cucu sang Gubernur. Sang Putra Gubernur alias ayahnya MiHyang langsung bereaksi karena putrinya masih kanak-kanak

Sementara di dapur, teknik memasak JiYoung menimbulkan kehebohan. Para wanita sangat terkesima mulai dari caranya membungkus dagingnya dengan kelp dan kertas kemudian mengikatnya. Terakhir Ia mencampurkan air dingin ke air yang telah mendidih hingga mencapai suhu yang diinginkannya dan mengukurnya dengan mencelupkan tangannya sendiri. Ia menarasikan bagi kita, bahwa jika direbus dalam suhu rendah (sekitar 55 derajat Celcius) dalam waktu lama maka protein dalam daging yang disebut Miosin akan bereaksi dan membuat dagingnya empuk. Hasilnya menimbulkan decak kagum, mulai dari aroma hingga rasanya yang ibarat meleleh. 

Setelahnya Ia meminta diambilkan jerami untuk men-sear dagingnya. Hidangan disajikan tepat ketika Sekretaris Im sedang berusaha memprovokasi Gubernur. Putranya dengan lihai mengajak untuk makan dahulu sebagai bentuk tugas publik yang lebih utama dari urusan pribadi.

Keduanya setuju, dihadapan sang Gubernur mereka kembali menyindir surat yang dikirim kepada Sang Raja. Tampilan hidangan yang nampak sederhana kembali membuat keduanya murka. Mereka tak mau menerima karena jamuan dari Gubernur seharusnya mencerminkan alam dan adat daerah tersebut. Mereka merasa tersinggung.

Putra Gubernur memohon maaf atas ketidaksopanan ini karena semalam koki utama mereka kabur dan ini kesalahan dari Koki penggantinya. Sang Gubernur pun meminta maaf.

Sekretaris Im mencoba memancing apakah Gubernur akan menawarkan sesuatu yang lain. Tapi anaknya berkata akan menghukum sendiri koki yang memasak di dapur. Sehingga JiYoung, GilGeum dan pada wanita diseret kehadapan para pejabat. Mereka dianggap menyajikan Jeopbangek yang tak sesuai standar.

JiYoung segera menganalisis situasi dan menyadari mereka bahkan belum mencicipi sama sekali. Ia meyakinkan mereka untuk mencobanya dahulu karena tak adil menilai padahal yang mereka sajikan adalah esensi alam wilayah ini.

Sekretaris Im langsung marah akan kelancangannya dan minta Ia menjelaskannya. JiYoung berjanji akan menjelaskan jika mereka mencobanya terlebih dahulu. Sayang, kedua pejabat menyebalkan itu semakin berakting marah dan pada akhirnya memanggil pengawal yang ternyata telah menahan cucu sang Gubernur, MiHyang. Ayahnya segera memeluknya sambil menangis. Kedua pejabat itu menjadikan makanan yang disajikan sebagai taruhan, jika benar enak maka semua akan dibebaskan, namun jika tidak maka MiHyang akan dibawa untuk ChaeHong.


JiYoung menerima mempertaruhkan nyawanya karena yakin dengan kematangan Sous Vide dan perpaduan bahan lain yang sudah dipersiapkan sebagai pendamping. Mau tak mau di alam bawah sadarnya kedua pejabat itu memuji tekstur dan rasa yang belum pernah mereka nikmati. Seolah dagingnya lumer dengan sari yang memenuhi mulut ditambah sausnya. Ternyata itu adalah perbandingan tepat dari Guanylic Acid dari Jamur Pyogo, Asam Inosinat dari Ikan Teri dan asam Glutamat dari Udang yang telah difermentasi yang dikenal saat ini dengan nama Monosodium Glutamat (MSG). Sama dengan bumbu penyedap rasa yang dipakai di era masa kini. Ledakan rasanya membuat keduanya makan tanpa henti. Dasar orang-orang yang licik, keduanya malah berbohong tak bisa merasakan cita rasa alam yang dijanjikan JiYoung. 

JiYoung menjelaskan bahwa bahan-bahan seperti udang fermentasi berasal dari Pelabuhan Mapo, teri dari pesisir barat dan jamur Pyogo dari Pegunungan Nogo. Gubernur menyadari kebohongan mereka hanya untuk membawa cucunya, maka Ia segera menghunuskan pedangnya Sang Putra memohon untuk menghentikannya. Sebagai gantinya Ia memerintahkan semua juri masak dihabisi. Pejabat Im masih ngotot menyalahkan masakannya, tapi JiYoung berteriak keras tak ada yang salah dengan masakannya. Ia segera berdoa kepada siapapun yang bisa menolongnya saat terdengar teriakan "Tunggu dulu".




Sang Raja masuk ke halaman dan langsung diumumkan kehadirannya. Semua pun berlutut tetapi JiYoung tetap berusaha menghindar, terutama ketika Ia mengenali suaranya dan menyadari pria bodoh yang bertengkar dengannya kemarin benar-benar sang paduka Raja, Yeonhuingun yang tersohor. Ia meminta maaf pada ayahnya karena telah meninggalkannya dan pasrah dicambuk sampai mati dengan kayu dibanding harus tersenyum akward pada sang Raja.

LeeHeon akan membuktikan kebenaran perkataannya dan mencoba langsung hasil masakannya. Untuk itu Ia meminta JiYoung mencoba lebih dahulu, meski awalnya menolak, sekretaris Im langsung berdesis, mau tak mau JiYoung mendekat ke meja saji sambil tersadar pria ini pakar kuliner terkemuka di era Joseon. Selera tingginya pasti akan menilai dengan adil. 



LeeHeon dalam hatinya meragukan ada yang bisa lebih lezat dibanding bibimbap yang dimakannya kemarin. Ternyata ketika Ia mencicipinya, seolah kembang api meledak, Ia merasakan bulu-bulunya meremang. Ia menyadari keistimewaan MSG sebagai inti dari rasa gurih. JiYoung mengangumi keahliannya dan menjelaskan ini adalah item yang digunakan untuk memperkuat rasa. Pelengkap berupa daun bawang bakar dan akar Omija semakin menggugah selera dan rasa terenak di negeri ini. Ia merasa sangat puas dan keheranan mengapa duo pejabat Im mengkritik makanan dengan parah? Sekretaris Im masih ngeles tak bisa merasakannya karena Ia bukan sekelas raja. 

Akhirnya LeeHeon percaya kalau JiYoung adalah ahli masak. Ia menanyakan dari mana keahlian JiYoung memasak. JiYoung bilang Ia merasa terpanggil memasak karena ayahnya suka memasak. Ia menanyakan nama, usia dan suaminya. Sungguh terkejut usianya sudah 27 tahun tapi belum menikah. JiYoung merasa sangat paduka salah paham, karena Ia bukan berasal dari daerah sini dan wajar belum menikah. 

"Jadi, dari mana kau berasal?"
"Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi aku berasal dari 500 yakin dari masa depan"

Semua yang ikut mendengarkan hanya bisa tercengang termasuk Raja LeeHeon yang tak akan membunuhnya hari ini karena menganggap pikirannya belum pulih seutuhnya. Tapi bakatnya menyelamatkan hidupnya.

JiYoung sangat frustasi dianggap tak waras dan pasrah selama Ia dibebaskan. Tetapi ditengah permohonan dalam hatinya, sang paduka malah bertitah si koki akan dibawa ke istana keesokan harinya. Ia pun akan membawa MiHyang. Sang Gubernur akan bereaksi, tapi kembali ditahan anaknya.

Nama Hong GyeongDal membangkitkan ingatan JiYoung tentang pembersihan Gapshin. Sebenarnya sang raja membalas dendam akan kematian ibunya pada para pejabat yang terlibat.

Rupanya Sang Gubernur tetap tinggal untuk memperingkatkan sang Raja yang tak menghargai nyawa para pejabat istana sembari bersenang-senang dengan para wanita. Apakah Ia tak malu pada mendiang ayahnya karena ulahnya lah para pejabat tak menghormatinya dan rakyat tak melayaninya? Ucapan ini sangat menyinggung sang tiran. Di saat nyawa sang cucu diujung tanduk, Ia malah berbicara tentang negara. "Apa sekarang Kau merasakan pedihnya mengetahui tak ada yang bisa Kau lakukan untuk menyelamatkan keluarga?" Dalam hatinya sang Raja bertekad Gubernur harus menderita dan menyesal selama bertahun-tahun di pengasingan sebagai balasan akibat perbuatan pada ibunya.

GilGeum masih tak percaya kenapa semua orang boleh pergi kecuali mereka berdua meski raja menilai makanan itu terenak uang pernah dimakannya. JiYoung menjelaskan Ia datang dari masa depan dan GilGeum percaya karena Ia mencium aroma yang belum pernah dihirup. 

JiYoung menceritakan kisahnya sejak naik pesawat dan menyadari hal penting bahwa buku Mangurok yang membawanya ke era ini.



Malam itu sang raja memandangi rembulan dan terkejut dengan kehadiran Sekretaris Im dan mereka malah berlatih tarung dengan kipas seperti saat masih kecil dahulu. Awalnya keduanya cukup berimbang tetapi pada akhirnya sang Raja unggul dan Ia tertawa senang. Ia meminta semua wanita dibebaskan termasuk MiHyang karena toh Ia akan menjadi budak pemerintah begitu kakeknya diasingkan. ChaeHong hanyalah alasan yang dibuat untuk membalaskan dendam sang Ibu. 

Namun akan sangat mencurigakan terutama bagi Ibu Suri Agung bahwa sang Raja diam-diam sedang membalaskan dendam ibunya.



Putra Sang Gubernur menepati janjinya dan melepaskan JiYoung dan GilGeum pada malam harinya. Malangnya hal ini disadari sekretaris Im yang segera melaporkannya.

Diperjalanan ke tebing mencari tasnya, GilGeum menceritakan ayahnya adalah mantan angkatan laut yang dijebak dan ditangkap. Ia tak tahu keberadaannya dan apakah masih hidup atau sudah tiada. Ibunya meninggal setelah diserang bandit dalam perjalanan menuju Ibu Kota Hanyang demi mencari sang ayah. 

JiYoung menyesal bertanya tapi JiYoung bilang sudah tak mengapa. JiYoung mengajaknya ikut ke masa depan karena disana Ia bisa menjadi apapun. GilGeum bilang cita-citanya adalah menjadi dayang senior di dapur istana. JiYoung berjanji akan mengajarinya memasak.



Akhirnya mereka tiba di tebing dan ketika mencari tasnya, JiYoung yang terkejut dengan kehadiran seseorang, nyaris terpeleset dan ditangkap oleh sang Raja. Ia menjelaskan tujuannya mencari tasnya karena didalamnya ada benda yang sangat penting

Raja teringat dan memastikan pengawalnya mengambilnya setelah JiYoung berjanji akan melakukan apa saja jika Ia mengembalikan tas tersebut. JiYoung sangat senang melihat tasnya namun ternyata sang Raja melemparnya lebih jauh. 







Keesokan harinya, Ia dibawa dalam kurungan berdua GilGeum menuju istana. Mereka berjanji saling menjaga dan tetap kuat bersama. Sepanjang jalan JiYoung menyumpahi sang Raja yang konyolnya ikut dalam permainannya.

Paduka sempat marah pada anak-anak yang melempari sang Gwinyeo dengan batu beraninya mereka merusak barang miliknya. JiYoung tak mampu berkata-kata bahwa Ia sekarang menjadi milik seseorang.

Berita sang Paduka terluka membuat Selir Kang cukup terganggu. Ia berjanji akan menyelidiki secara diam-diam pada Pangeran Agung. Tapi sang Pangeran Agung hanya memintanya untuk memikat sang raja hingga lupa diri. Tak lupa sang Pangeran memberi informasi tambahan bahwa Raja membawa pulang seorang wanita misterius.

Sehingga pada saat Ia menyapa sang Raja, Ia mulai  menampakkan rasa tak suka pada JiYoung. JiYoung pun menyadari siapa sesungguhnya Selir Kang dan berupaya tak menarik perhatian wanita jahat itu. Tak disangka justru Sang Raja yang menunjukkannya dengan sepenuh hati pada sang selir sambil memegang dagunya dengan penuh perhatian.

Review Bon Appetit, Your Majesty Episode 2

Saya suka episode ini semakin menunjukan sisi ilmiah JiYoung. Bukan sekedar ahli memasak, Ia juga memahami serangkaian reaksi kimia dalam prosesnya. Begitu pula dengan pengetahuan sejarahnya yang terbukti bisa menjadi pertimbangan dalam menyelamatkan diri.

Sang Raja ternyata punya strategi tersendiri mengatasi orang-orang yang dianggapnya bersalah telah membuat ibu kandungnya dibuang. ChaeHong yang terlihat kejam sebenarnya juga mengusik nuraninya tetapi itu diperlukan sebagai kamuflase agar sang nenek tak curiga dengan pergerakannya.

Sebenarnya bagus jika Raja punya teman sejak kecil yang bisa dijadikan tangan kanannya. Tapi sayangnya mungkin karena penggantian pemeran utama, pemeran Im Seong Jae terlihat sangat tak sebanding usianya dengan sang Raja. Jadi agak aneh rasanya melihat mereka jadi rekan seumuran.

Begitu pula dengan Selir Kang yang dari segi usia memang diatas pemeran sang raja, kebersamaan keduanya tak memancarkan chemistry sepasang kekasih sebagaimana yang saya harapkan. Tapi tak mengapa, karena lambat laun Raja akan menyadari bahwa Ia adalah seorang mata-mata yang ditanam oleh musuh.  Selir Kang yang pada dasarnya memang licik, cocok sekali menjadi duri dalam daging bagi kehidupan JiYoung di istana kelak.

Dari segi sinematografi, episode ini sangat menarik karena menampilkan efek luar biasa saat mencicipi makanan. Ledakan kembang api dan bulu-bulu yang meremang untuk menggambarkan foodgasme itu nyata adanya. Saya rasa ini salah satu kelebihan Bon Appetit Your Majesty dibanding katakanlah Tastefully Yours, makanan jadi terasa lebih menggugah justru karena saat di makan, orang yang makan lebih tampak ekspresif.

Satu lagi, YoonA memasak dengan sangat baik. Tangannya pun terlihat luwes dan sangat cantik. Tak sia-sia Ia mengikuti kursus memasak selama tiga bulan sebelum pengambilan gambar Drakor ini.

Baca juga Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty :

Episode 1      Episode 7

                     Episode 8

Episode 3     Episode 9

Episode 4      Episode 10

Episode 5     Episode 11

Episode 6        Episode 12


2 komentar


Comment Author Avatar
9/01/2025 08:07:00 PM Delete
sungguh luar biasa.
Saya kagum dengan reviewnya. Bisa sedetail itu
Hebat
Comment Author Avatar
9/02/2025 09:29:00 AM Delete
aku juga lagi nonton ongoing, seru liatin Yoona masak :D