" ".

Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty Episode 5

Table of Contents

Recap Bon Appetit Your Majesty Episode 5



Sepanjang pagi, JiYoung menghancurkan Ikan Pollack / batubara kering dengan pemukul di halaman Istana. GilGeum, Koki Shim dan Koki Min sudah berupaya menenangkannya. Lucunya Koki Eom dan Koki Maeng yang baru memasuki komplek Istana, mengira irama yang terdengar bertalu-talu adalah musik pengiring pada penampil yang sering diundang Raja. Hoahaha 

Saat mereka berdua tiba di dapur istana dan menyapa JiYoung, mereka ditatap dengan bombastis side eyes lengkap dengan lingkaran hitam alias matapandanya.

Menurut GilGeum Sang Kepala Koki telah melakukannya sepanjang malam. Para Koki yang lain segera kabur, sementara GilGeum membujuknya agar mau cerita, tapi Ia malah tambah kesal sambil bergumam sayang Ia tak punya bubuk cabai (gocuharu), padahal Ia berniat membuatkan sub anti pengar untuk HeOn. GilGeum mengasihani ikan batubara  yang mati duakali. 

Sajian 5 Schnitzel Bunga Es






Di ruangan Heon, ia masih merasa pengar saat Dayang Seniornya mengumumkan kehadiran Chojoban (sarapan). JiYoung masuk dan membawa memori HeOn ke malam sebelumnya namun semua terasa kabur. 

JiYoung menjelaskan menu consomme (sup bening gaya Perancis) ikan kering yang disiapkannya. Ia pun mencobanya setelah dicicipi oleh Dayang Choi, namun Ia mencari letak ikan keringnya. JiYoung dengan sinis, bilang Ia sudah menumbuknya dengan halus dan memintanya mencari apakah ada yang mengganggunya meski Ia pasti tak akan merasakan apapun. HeOn yang merasakan permusuhan dari JiYong meminta semua untuk pergi, setelahnya Ia bertanya apakah ada yang terjadi semalam. JiYoung malah bertanya balik dengan nada penuh sindiran.

HeOn membela diri, Ia minum justru agar lupa semua masalah bukan untuk mengingatnya. JiYoung langsung memparodikan kejadian semalam dan bersiap untuk pergi setelah HeOn masih tak ingat. HeOn langsung menahan tangannya sambil bertanya "kenapa kau bersikap begini? katakan terus terang."

JiYoung langsung menarik tangannya dan sekali lagi menegaskan "Jeonha, Kau bukan tipeku. Kau sama sekali kau bukan tipe pria yang kusukai" jelasnya lagi.

"Apa kau lupa, kau Kepala Koki Istanaku, itu artinya aku tak menganggapmu sebagai wanita."

Itu melegakan bagi JiYoung dan Ia memperingatkannya agar lebih hati-hati saat minum malam hari. Sambil undur diri, Ia masih melotot galak.

HeOn memanggil ChangSeon dan menanyakan apa yang terjadi tadi malam dan Ia jujur bahwa HeOn menempelkan bibirnya pada JiYoung dan akhirnya Ia teringat semuanya dan paham dengan kemarahan JiYoung. Awalnya, Ia panik harus bagaimana, lalu berpikir lebih baik merupakan apa yang terjadi dan pada akhirnya tersadar bahwa Ia adalah raja dan tak seharusnya mencemaskan hal yang tak masuk akal ini. 


JiYoung masih ngedumel sepanjang perjalanan kembali ke dapur istana. Ia tak mengharap permintaan maaf, tapi tetap kesal karena HeOn tak ingat apapun. GongGil menyapanya dan menanyakan apakah ada yang mengganggunya. 

JiYoung bertanya, siapa pria itu dan apakah mereka saling kenal. GongGil melepaskan ikan rambutnya dan memamerkan gerakannya yang membuat JiYoung mengingatnya lagi. GongGil minta maaf mengejutkannya malam itu, tapi JiYong bilang sekarang sebagai kepala Koki Istana kedudukannya adalah posisi Junior tingkat enam. GongGil berjanji, Ia tak akan mengejeknya lagi. 

GongGil bertanya soal GilGeum, JiYoung berterimakasih karena Ia membantunya dan bertanya siapakah yang menyerangnya. GongGil tak mengenalinya tapi dari seragamnya seorang dayang. JiYoung berterimakasih atas namanya dan GilGeum.

Ternyata GongGil memungut tusuk konde dari dayang yang hendak menusuk GilGeum. Tusuk konde (binyeo), yang sama rupanya pas sekali dengan apa yang ditemukan dalam genggaman kakak perempuannya yang dahulu dibawa ke Jahongwon. Sayangnya, sang kakak pulang dalam keadaan menjadi jenasah. Ia teringat menangisi OkDan kakaknya dan sejak saat itu berniat mengawasi Raja serta membalas dendam.

Selir Kang memastikan dayang jahatnya tak dilihat oleh GongGil dan curiga pelawak itu jatuh cinta pada Gwinyeo. Ia memerintahkan orang menyelidiki asal usul GongGil agar tak menghalanginya menyingkirkan Gwinyeo. Ia pun berpesan agar Dayangnya memberi tahu ChangSeon, Ia berniat menemui HeOn.

Sekretaris Im mengantarkan surat dari para menteri. Diantaranya permohonan pengurangan upeti Gingseng ke istana karena sedang marak penyelundupan Gingseng dan utusan dari kerjaan Ming juga kan datang dalam empat hari ke depan.

Heon sangat kesal karena sebenarnya Ming telah membeli ginseng dari Joseon secara diam-diam, kenapa sekarang masih mau dijadikan permasalahan diplomatik juga. Sekretaris Im menjawab pertanyaannya mengenai pemimpin delegasi adalah Pemimpin Delapan Imperial (Delapan Kasim / direktur) yang dipilih dan didukung langsung Kaisar Ming, Yu Kun.

HeOn mengingatnya sebagai orang yang menghukum utusan Ming setahun lalu yang kembali setelah setuju tak ambil upeti wanita Joseon. Ia khawatir dengan rencananya dan langsung menugaskan sekretaris Im mencari info.

Sekretaris Im masuk ke mode teman dan malah nekat bertanya tentang kejadian saat Juansang tadi malam. Ia menirukan gesture berciuman Hoahaha. HeOn malah panik dan minta bantuan karena JiYoung justru marah karena Ia memberikan "anugrahnya". Sekretaris Im malah tertawa, menurutnya amarah wanita mudah diredakan dengan hadiah. Sekretaris Im menasehati bahwa wanita tak bisa diberi hadiah secara sembarangan, haruslah hal yang disukainya. Contohnya Ibu Suri Agung lebih suka diberi buku dibanding perhiasan sementara Selir Kang sebaliknya.

Ia menyarankan Heon mempertimbangkan dengan seksama dan tersenyum puas saat Heon terlihat berpikir (artinya Heon mulai memperhatikan JiYoung).

Kemudian mereka pergi ke rapat dengan para menteri di aula Kerajaan. Semua concern dengan kedatangan utusan Ming. Persiapan sejauh ini sudah ada ruangan tinggal di aula kantor penerimaan, pejabat penerima pun sudah dikirim ke kota perbatasan. Hiburan dan perayaan sudah dipersiapkan ditambah dengan cendikiawan yang akan bertukar puisi di atas perahu di Sungai Han. Hadiah perpisahan termasuk berupa 200 batang perak, membawanya akan membutuhkan enam puluh orang yang akan menarik kereta. 

Ruangan terbagi dua, ada yang mencemaskan bahwa itu akan menghabiskan cadangan harta kerajaan Joseon sementara sisanya merasa ini penting demi menjaga hubungan baik dengan kerajaan Ming. Karena kan utusan kali ini dikenal sangat tamak dengan harta, bahkan di kerajaannya sendiri, segala kekurangannya dapat mereka pikirkan nanti. 

HeOn berdiri dengan sangat marah. Harta negara kita diisi dengan darah, keringat dan kerja keras rakyat. Namun para menteri tak berniat mengamankan sumber daya mereka dan cuman ingin memanjakan para utusan dan tunduk kepada kerajaan lain. Apakah mereka masih tanpa malu berkata ini demi kepentingan negara dan rakyat? Hanya persiapkan sedikit hadiah dan perak batangan dan siapkan resepsi sesederhana mungkin titahnya dan para menteri terpaksa mendukung keputusannya.

Di luar, kepala Pasukan Umrimwi memberi informasi bahwa penulis Yi JangGyun ditemukan terluka di Desa Banchon pagi ini. Ia masih hidup dan tak sadarkan diri, jadi dibawa ketempat aman untuk diobati tabib. Sayang manuskrip yang dicari tak ditemukan dan lebih aneh lagi, Ia justru menghilang tanpa jejak. Mungkin Ia khawatir nyawanya diincar, jadi Heon memerintahkan kepala pasukan mengajak beberapa orang untuk mencarinya dengan cepat.

Setelahnya ChangSeon menyampaikan pesan dari dayang Selir Kang. HeOn menolak bertemu siapapun sepanjang hari dan Selir Kang yang sudah berhias kecewa mendengar penolakan. 

Ternyata HeOn terkenang adegan ayahnya memerintahkan pengasingan Ibunya dan teringat pesan ibunya bahwa Raja adalah orang yang memahami keluarganya, langit dan hati orang lain. Kakinya tanpa sadar menuju dapur istana dan dari kejauhan Ia memandang para dayang berpita merah sedang bekerja. Ia pun bingung kenapa menuju kemari sambil memikirkan JiYoung saat hatinya terasa berat.

Setelahnya Ia kembali ke ruangannya dan memikirkan segalanya sampai menolak Seoksura (makan malam). Dayang Choi terlihat khawatir, terlebih Ia menolak sarapan dan makan siang keesokan harinya. 

Selir Kang mendengar berita ini dan peristiwa ciuman semalam. Semakin Ia membenci JiYoung yang jadi duri dalam dagingnya.  Ia bersiasat akan menyajikan masakan Padang Natgeosang (makan siang) saat hari pemeriksaan kesehatan Sang Raja yang akan dilakukan beberapa hari lagi.




Di dapur Kasim Yoon dan para Koki khawatir karena HeOn tak mau makan. Tapi JiYoung tetap optimis, yang penting disiapkan dulu, kalau masih tak dimakan ya sudah. Koki Maeng dilema karena Ia dititipi arsenik, racun yang sangat mematikan dari Selir Kang saat meminta maaf atas kegagalannya di kompetisi sebelumnya. Selir Kang memerintahkannya untuk memasukan dalam masakan JiYoung untuk menjebaknya.


Setelah HeOn dua harian tak makan, JiYoung yang pulang ke kediamannya memikirkan nasibnya sambil memandangi bulan. Ia kangen ayahnya dan Ia khawatir beliau melewatkan makan sepeti HeOn. Malah wajah sang tiran yang terbayang dan Ia sibuk menggeleng sambil menganggap dirinya sendiri sudah gila. Hoahaha. JiYoung khawatir karena makanan adalah sumber tenaga, dan kenapa beliau masih tak mau makan. 



Di ruangannya sendiri, HeOn juga menatap bulan sambil teringat JiYoung memanggilnya tuan putri sambil menyuapinya. Perutnya terasa lapar "Apakah aku memikirkanmu karena lapar ataukah aku lapar karena memikirkanmu? Aku tak tahu."  Tapi Ia minta disiapkan makan malam dan JiYoung datang membawa makan malam .

"Lama tak jumpa, Kepala Koki Istana" sapa Heon. JiYoung menjawab sambil tersenyum manis, Ia membawakan sup ayam untuk menghangatkan perutnya. Sup ayam yang terbuat dari bubur beras dengan rasa kaldu ayam dan sayuran. Dayang Choi memberikan persetujuannya dengan ekspresi sepenuh hati. 

HeOn langsung makan sambil mendesah puas. "Ini lezat". Dayang Choi pun terlihat lega Heon makan dengan lahap. 


Pulangnya JiYoung merasa sangat bangga sampai berjalan pun Ia agak melompat riang. Meski Ia sendiri merasa aneh dengan perasannya. Di saat yang bersamaan Heon mengintip dari jendela dan memegang dadanya yang terasa berdebar kencang saat melihatnya.

Di kediaman Pangeran Agung Jesan Ia memanggil sesorang yang adiknya, Kim ISon meninggal saat pembantaian Muin. Ternyata Ia adalah pengajar paduka yang mengirim pembunuh bayaran di episode perdana. Pangeran Jesan marah, karena meski Ia pun turut merasakan hal yang sama sebagai orang yang sama-sama dikhianati, menurutnya tindakan itu memprovokasi hewan yang sudah tenang sejak pembersihan. Bisa ketahuan maka semua rencananya selama ini akan gagal total. 


Sepulang dari sana, sang pengajar memberi sejumlah uang kepada bahwa pembunuh bayaran dan tanah di daerah yang jauh agar menghilang dari radar. Namun pembunuh bayaran itu langsung di serang sekelompok bandit dan meskipun melawan dengan sengit, Ia pun sempat terluka. Yang lebih mencengangkan, saat pelindung wajahnya dibuka ternyata sang pembunuh bayaran adalah GongGil.

Pangeran Jesan menerima informasi ini dan dari pengawalnya Ia menyimpulkan bahwa sang pembunuh bayaran bukan orang biasa. Ia mengancam pengawalnya dengan menebas tanaman hiasnya sendiri. Jika melakukan kesalahan maka balasannya adalah kepala sang pengawal.

Selir Kang mempersiapkan makan siang selepas pemeriksaan dengan bantuan Koki Maeng. Ia berniat menunjukkan pada JiYoung kalau seseorang dapat terbakar jika berada terlalu dekat dengan matahari.

Di dapur, Kasim Yoon membawakan daging sapi dari desar Banchon segar dengan marble lemak yang baik. Ia meminta JiYoung menyiapkan menu makan istimewa karena ini adalah hari pemeriksaan fisik Raja. Hari dimana Pangeran Agung Jesan --yang merupakan sepupu dari Raja terdahulu, jadi paman HeOn-- yang menjabat superintenden Saongwon mendatangi istana dengan tabib untuk memeriksa kesehatan HeOn. JiYong menyebutnya sebagai pemeriksaan medis dan Kasim Yoon iya iya aja meski tak paham Hoahaha. Intinya mereka akan makan siang bersama. 

JiYoung teringat sejarah menyebutkan pangeran JinMyoung menyabotase takhta setelah pemberontakan, tapi Ia berusaha fokus pada masakan untuk tamu istimewa. Untuk itu ia mengadakan rapat dengan para koki. Sayang koki Maeng terpaksa tak bisa bergabung karena permintaan dayang dari Selir Kang.

Ia secara jujur mengakui di hadapan JiYoung yang mengizinkannya pergi dengan Koki Min. JiYoung tetap akan menyiapkan Natgeosang-nya sendiri karena Raja tak ada instruksi langsung. Ia akan menyiapkan tontaksu. Ia mengajari para koki membuat daging pipih, kocokan telur bahkan sebagai pengganti tepung roti (bread crumbs), Ia membuat remahan dari tepung yang digoreng (dikenal dengan istilah bunga es).  Setelah memasak dagingnya, ia membuat selai raspberry dan garnish yang indah. Atas saran para Koki, Ia memotongnya sebelum disajikan kehadapan HeOn.

Koki Maeng menata menu masakannya sendiri, kemudian Selir Kang datang mencicipi. Ia tampak terkesan dan menyetujui masakan tersebut. JiYoung sebenarnya sempat rolling eyes Hoahaha.

Dayang Selir Kang sempat memarahi JiYoung yang berani menatap Selir Kang. JiYoung membantah dan nyaris berdebat tapi Selir Kang dengan menyebalkan malah bilang wajar JiYoung tak bisa mengalihkan tatapan dari sesuatu yang cantik seperti dirinya. Tambah menyebalkan Ia malah menjatuhkan salah satu piring yang sudah disiapkan JiYoung. (Wajah JiYoung sudah menahan amarah banget nih Hoahaha)

"Oh My God! sh*** Ayo cepat tata ulang" perintah JiYoung pada para koki dan GilGeum.



Di ruangan pemeriksaan tabib berkata Raja sangat sehat namun sebaiknya menghindari makanan dingin sementara waktu. Pangeran Jesan terlihat kecewa dan mengusulkan ramuan tradisional pada HeOn. HeOn menyindir pamannya yang tak pernah menjalankan tugasnya kecuali pada hari pemeriksaan kesehatan fisik sebulan sekali.

Selir Kang tiba dan di sambut dengan tatapan aneh dari dayang senior Choi. Dayang Selir Kang tetap memaksa masuk dan akhirnya diizinkan ada dua set lengkap Natgeosang. Yang disajikan duluan jelas punya Selir Kang yang datang duluan.

HeOn yang kebingungan bertanya pada Selir Kang yang justru memutarbalikkan fakta seolah-olah JiYoung dan yang lain menyiapkannya Natgeosang duluan karna walau sudah diberi informasi dari awal, takut menu yang disajikan Selir Kang tak cukup lezat. Tapi HeOn membela JiYoung tetap menyiapkan karena tak ada instruksi langsung darinya.






Pangeran Jesan memuji inisiatif Selir Kang dan menyapa JiYoung yang diperkenalkan HeOn sebagai kepala koki istana yang baru. Pangeran berkata Ia pun tak sabar mencicipi menu istimewa yang disiapkan JiYoung. Dalam hati Ia memuji kecantikannya dan keberaniannya bicara tanpa rasa takut.

Raja meminta dayang Choi mencicipi menu Selir Kang, tapi begitu melihat adalah Chogyetang atau sup ayam dingin, Ia membatalkannya. JiYoung tersenyum. Raja dan paman akhirnya mencicipi menu satu lagi. HeOn mengenali semua dibuat dengan ayam betina dan Selir Kang malah sempat menyindir, Ia menyajikannya sebagai pelajaran agar HeOn fokus pada urusan kerjaan bukan wanita (benar-benar culas ya Selir Kang ini Hoahaha).

JiYoung merasa tersinggung ("Tunggu, apa maksudnya Aku ayam betinanya" Batinnya) Hoahaha ada bunyi kokokan ayam horor pula sebagai backsound 🤣

Raja berjanji akan mengingatnya. Tapi pangeran Jesan mengajak mencicipi masakan JiYoung. Semua berusaha menebak dari namanya tapi terkecoh dengan beef Schnitzel asal Jerman. Makanan penuh protein yang bergizi dan cocok dengan Raja yang melewatkan makan beberapa waktu lalu.

Raja memuji tampilannya yang bak karya seni. Sementara pangeran Jesan bertanya tentang saus Tartare yang dijelaskan JiYoung rasanya berkirim tapi asam dan manis. Keduanya tampak bingung dengan cara makannya dan JiYoung mempraktekannya dengan tangannya. 

Saat keduanya makan, visualisasi berry yang berterbangan dengan gorengan yang krispi. Renyah di luar tapi liat di dalam. Menciptakan suasana makan yang seru dengan Pangeran Jesan. Selir Kang tampak sangat kesal, apalagi saat JiYoung membalas dengan filosofi akar burddock yang walau pahit justru membersihkan lidah dari rasa berminyak daging, jadi sebaiknya jangan menilai sesorang hanya dari penampilannya saja, yang dijanjikan akan diingat oleh sang Raja.

"Kau marah bukan? Jangan keterlaluan, Kau mungkin wanita yang paling jahat di era ini, tapi Aku berasal dari masa depan. Aku tahu lebih banyak dari pada Kau." JiYoung menantang Selir Kang dalam hati sambil saling adu pandangan. 

Setelah menghabiskan seluruh masakan JiYoung. Pangeran Jesan berkata Ia senang melihat HeOn makan dengan lahap dan menurutnya Selir Kang dan JiYoung harus diberi hadiah besar. Selir Kang dengan diplomatis menjawab hanya menginginkan kesehatan dan keselamatan HeOn dan JiYoung (yang sengaja merahasiakan soal tasnya) minta sayuran segar yang sebenarnya sudah tersedia di dapur istana, jadi Ia menghargai niat baiknya. Selir Kang makin mengompori bahwa nampaknya JiYoung menginginkan sesuatu yang besar.

Sebagai superintenden Saongwon, pangeran Jesan berjanji akan mengirim seluruh jenis tanaman yang ada. HeOn terlihat sangat puas akhirnya mengetahui keinginan JiYoung.



Malam itu Selir Kang minta dikipasi dayang karena kepanasan. Hoahaha Sementara HeOn mengisi Mangunrok sambil memuji JiYoung yang selalu riang dan bijaksana. Pangeran Jesan merawat tanamannya. Duo pejabat Im membahas kemajuan hubungan HeOn-JiYoung. Sekretaris Im memberi tahu ayahnya bahwa sudah ditahap HeOn memikirkan mau memberi hadiah apa pada JiYoung. Ayahnya meminta Sekretaris Im yang menyiapkannya dan anaknya langsung teringat tas JiYoung. Ternyata selama ini Ia yang menyimpan benda yang sangat di carinya. Sebenarnya Ia sudah membongkar isi tas tersebut. Isinya ada banyak barang "aneh" termasuk paspor JiYoung yang ada fotonya dan membuat dirinya kaget sekali Hoahaha.

Sekretaris Im segera memberikannya pada HeOn. Sekaligus memberi informasi bahwa Ketua Utusan Yu Kun membawa tiga orang Koki kelas satu dan dicurigai punya keinginan tersembunyi.



Di salah satu kota Joseon, panitia penyambutan kecewa karena Sang Ketua Utusan tak berminat makan hidangan yang disiapkan. Ia malah meminta kokinya menyiapkan menu lain berupa tahu yang diiris sangat tipis hingga menyerupai bunga yang mekar dalam mangkuk Rasanya pun sampai membuat ternganga. 





Kasim Yoon membawa JiYoung ke Jangwongseo (kantor yang bertugas menanam tanaman dan buah di kebun istana). JiYoung ingat pernah membacanya di buku sejarah. Sebenarnya merupakan rumah tanam dalam ruangan yang indah dengan bermacam bunga-bunga juga buah eksotis seperti jeruk mandarin dan apel. Tiba-tiba HeOn memanggil dan berkata JYoung bebas memanfaatkan tempat ini untuk bisa menghasilkan lebih banyak makanan lezat. HeOn bilang ini adalah hadiah. JiYoung tampak sangat semangat dan senang apalagi Ia menemukan cabai dan langsung mencicipinya. HeOn mencegahnya karena ini beracun, sangat pedas dan tak ada yang kuat memakannya. JiYoung malah makin heboh kesenangan "Ini rezeki nomplok" ujarnya.

HeOn menyerahkan tasnya dan JiYoung sampai memeluknya untuk mengucapkan terimakasih. JiYoung sangat berbahagia sampai nyaris menangis. HeOn juga meminta maaf atas kejadian di malam mereka berciuman. JiYoung jadi paham kalau hadiah ini diberikan karena Raja merasa bersalah.

Tapi HeOn mendekat dan menyentuh bahu JiYoung. Dalam hati Ia jujur bilang akalu sudah melihat JiYoung sebagai wanita. Namun Ia segera membuang muka dan menjauh "Karena aku senang makanan buatanmu untukku"





JiYoung malah keheranan kenapa harus sampai membalikan badan dan menjauh darinya. Malang tak dapat ditolak, JiYoung yang penasaran malah mengejar HeOn, yang tiba-tiba terserimpet sendiri. Upaya JiYoung menarik jubah kebesaran HeOn justru membuatnya ikut terjatuh lalu menimpa sang Tiran yang sudah merah padam wajahnya. 

Review Bon Appetit Your Majesty Episode 5 

Perkembangan terbaru politik istana makin seru. Ini antara GongGil memang pembunuh bayaran yang pernah memanah HeOn saat berburu atau Ia menyamar sebagai pembunuh bayaran karena sang pembunuh di hutan waktu itu sudah dibunuhnya atas perintah HeOn sendiri. 

Yang jelas, selain menjadi mata-mata suruhan HeOn, Ia pun punya agenda balas dendam sendiri. Membalas kematian kakaknya yang dibawa saat ChaeHong. Feeling saya selain bukti binyeo, memang dayang Selir Kang pelakunya, karena saat Selir Kang menemui JiYoung pertama kali, Ia bertanya apakah JiYoung akan dibawa ke Jahongwon. Padahal dalam hati Ia sudah berniat menghancurkan jiwa JiYoung di Jahongwoon seperti gadis-gadis lainnya. Bisa saja salah satu korban jiwanya memang OkDan kakak GongGil.

Pangeran Jesan juga terlihat terpesona dengan JiYoung. Jadi dibandingkan dengan GongGil, sepertinya yang lebih kuat perasaannya terhadap Kepala Koki Istana adalah beliau. Biasanya dalam rapat kenegaraan Ia selalu pura-pura bodoh, tapi dihadapan JiYoung dia malah sok pinter Hoahaha.

Wajarlah Selir Kang makin panas. Meski Pangeran Jesan menjanjikan akan menyerahkan JiYoung padanya seandainya kudeta sukses, sebagai Ani-ani pastilah sudah bisa merasakan perasaan lain dari sang mentor ini.

Favorit saya adalah HeOn yang benar-benar jatuh cinta duluan dengan JiYoung. Meski JiYoung menegasakan Ia tak tertarik dan tak sekalipun kecentilan. JiYoung bisa membuktikan dirinya melalui masakannya. Rasa percaya diri ini penting sekali, terutama untuk membalas Selir Kang Hoahaha.

JiYoung pun tanpa sadar semakin nyaman di istana meski masih sangat merindukan ayahnya. Buktinya Ia mulai mengumpat dalam bahasa Inggris Hoahaha. Ya memang sih, dia selalu menggunakan istilah bahasa asing dalam menu masakannya, tetapi kalau semakin sering menggunakan istilah asing tanpa terlalu peduli rekan koki lain mengerti atau tidak, tandanya Ia semakin nyaman dan jadi diri sendiri 'kan?

Ngomongin soal centil, sekretaris Im dan ayahnya memang serius memcomblangi keduanya, berkat mereka tas JiYoung kembali dan hubungan keduanya makin dekat. Bahkan meski Pangeran Jesan yang mengusulkan memberi JiYoung tanaman segar, Sekretaris Im sengaja menyerahkan tas dan meminta HeOn memberikannya pada JiYoung di lokasi tersebut.

Alhasil, adegan terakhir terasa banget ke-uwuwan-nya sampai ke penonton. Latarnya sangat indah, ditambah kupu-kupu CGI yang identik dengan kehadiran momen istimewa  JiYoung (saat tiba di Joseon, kupu-kupu juga terbang mengelilinginya yang terperangkap jaring pemburu). 

Baca juga Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty :

Episode 1      Episode 7

Episode 2     Episode 8

Episode 3     Episode 9

Episode 4     Episode 10

                    Episode 11

Episode 6       Episode 12





Posting Komentar