" ".

Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty Episode 4

Table of Contents
 

Recap  Bon Appetit Your Majesty Episode 4


Ibu Suri Agung InJu memberikan tema pada kompetisi ini dengan menggoreskan kaligrafi bertuliskan "Bakti". Makanan yang dibuat harus mengandung bakti pada orang tua dan berbahan dasar tahu dan doenjang atau pasta kacang kedelai.  Waktunya adalah dua jam.

JiYoung bertekad untuk menang dan masuk dalam mode kompetisi. Ia mengingat menu pasta doenjang yang sering dibuatkan oleh ayahnya. Sebagai langkah pertama mereka menuju bagian penyimpanan makanan di dapur istana. Persaingan sengit, dari awal mereka bertiga berlomba lari demi memperebutkan bahan makanan berkualitas.

Ia kesal karena HeOn terlihat menyeringai dari singgasana yang dipersiapkan untuk keluarga kerajaan menonton.

Sang nenek sempat berkata bahwa HeOn akan kecewa karena cukup akrab dengan sang Gwinyeo. HeOn menjawab diplomatis bahwa kita mencari tahu kedalaman air dengan melewatinya, kalau orang dengan berteman dengannya. Lagipula masih terlalu dini menentukan pemenang.

HeOn bahkan mengingatkan neneknya yang memang sensitif dan tak berselera makan. Ia penasaran apakah koki istana yang baru bisa mengembalikan nafsu makannya.

Selir Kang yang mendengarkan membatin, yang ingin dipotongnya bukankah tangan Gwinyeo tetapi hati Sang Raja yang terpikat padanya. (Sereeemm Hoahaha)

Sajian 4 : Sup Doenjang Tahu dan Bayam

Kembali ke dapur sayangnya JiYoung terlambat, semua doenjang yang bagus telah diambil Koki Eom dan Koki Maeng, begitu pula tahu tersisa yang hancur. Tapi JiYoung menemukan tepung untuk pasta. Dan Ia teringat gejala anemia Ibu Suri Agung dan berniat menambahkan bayam.

Beruntung saat itu Kasim Yoon datang. JiYoung menanyakan apakah ada doenjang lain, awalnya Kasim Yoon bilang hanya itulah doelmi doenjang (berasal dari pasta kedelai hitam) yang dimiliki istana tetapi ada doenjang lain yang berusia tiga tahun di halaman istana.

Di tempat lain para menteri menunggu hasil kompetisi. Mereka masih tak sabar masih menentang keberadaan Gwinyeo. Pangeran Jesan yang dimintai pendapatnya malah bertingkah pura-pura bodoh.


Kembali ke kompetisi. Koki Maeng dan Koki Eom menampilkan skill terbaik mereka hingga menimbulkan decak kagum keluarga kerajaan. Koki Eom membuat yeonpotang andalannya sedang Koki Maeng membuat eomandu, namun masih sempat-sempatnya saling sindir. JiYoung datang sangat terlambat namun mulai dengan percaya diri. Raja menonton dengan raut wajah penasaran sekaligus terkesan. 

Para selir mengomentari bayam yang diblansir JiYoung. Lazimnya di era tersebut bayam dibuat muknamul yaitu sayuran yang dikeringkan untuk disimpan. Tapi JiYoung justru menggerusnya dengan bahan lain. Menurut raja, hidangan Kepala Koki Istana selalu membuatnya kagum, sementara seenak apapun hidangan koki lain, Mereka sudah mengetahui rasanya. Sang nenek pun menjadi turut penasaran apakah Ia mampu dibuat kagum sebagaimana cucunya.

Nenek harus mencoba sendiri "Bibir bisa bohong tapi lidah tidak bisa berbohong" HeOn menjawab bijaksana. (Kalau di Indo peribahasanya malah lidah bercabang ya kalau untuk pembohong).

Ketika sedang membuat adonan pasta tiba-tiba JiYoung teringat percakapannya dengan kasim Yoon. Sup doenjang yang mempunyai makna yang mendalam bagi ibu Suri Agung. Secara spesifik ia meminta rasa sup doenjang yang segar dan gurih. Sebagaimana menu terakhir yang dimasak oleh ibunya sebelum Ia datang ke istana kemudian menjadi ratu. Sop doenjang dari wilayah di dekat sungai SeomJin.

Selama ini belum ada satupun koki istana yang berhasil menduplikasi rasa yang diinginkan Ibu Suri Agung tersebut. JiYoung memikirkan apakah rasa tersebut hanya sebagian dari nostalgia karena dibuatkan oleh ibunya atau ada bahan lain yang dicampurkan ke dalam sup doenjang dengan nasi tersebut. GilGeum khawatir karena sang nona malah terlihat melamun.

Koki Eom mencoba mengambil daun bawang dari koki Maeng, tetapi beliau tidak mau memberikan dengan alasan tidak mempersiapkan bahan dengan matang bisa jadi alasan untuk dieliminasi dalam kompetisi. Dengan curangnya Koki Eom tetap merebutnya, sampai daun bawangnya terbang tetapi hal tersebut justru malah membangkitkan ide JiYoung. Ia melihat bahan-bahan yang dimilikinya dan merasa yakin bahwa cukup untuk memiliki kaldunya. Ketika ia hendak kembali ke bagian dapur istana, para dayang menghalanginya. Ia berteriak 

Kemudian dia dibawa menghadap keluarga Kerajaan. Sambil berlutut, Ia mohon untuk diizinkan mengambil satu bahan lain. Ibu Suri Agung tidak mau mengabulkan, ketika HeOn bertanya bahan apa yang ia butuhkan, Selir Kang langsung menyela, mereka belum tahu apa yang akan di sajikan oleh para koki lainnya namun setelah hidangan mereka benar-benar nampak wujudnya tiba-tiba JiYoung minta menambah bahan, yang artinya ia sudah menyadari bahwa ia tidak dapat mengalahkan ke dua koki lainnya.

JiYoung beragumen tidak ada larangan menambahkan bahan lain hanya batas waktu yang ditentukan. Memang Ia mengubah masakannya tapi bukan karena alasan melihat masakan kedua koki lainnya. Waktu semakin mendesak dan ingin segera mengambilnya. HeOn menyetujui perkataan sedekah bahwa ini tidak adil tetapi JiYoung juga benar, tidak ada aturan yang melarang menambah bahan. Jadi bagaimana jika kita mengizinkannya menambah bahan lain tapi jika masih gagal maka kita potong kedua tangannya? Tanya Raja sambil tertawa-tawa. Selir Kang langsung berkata bahwa itu merupakan ide yang sangat bagus. Akhirnya sang nenek mengikutinya dengan taruhan nyawa JiYoung. 

Karena waktu yang sangat mendesak akhirnya Ia minta tolong GilGeum untuk mengambilkannya. Selir Kang segera mengkode dayangnya, ChuWol yang jahat untuk mencegah GilGeum.

JiYoung menumis pasta doenjang nya di atas arang untuk mendapatkan aroma smokey. Kemampuannya membuat api flambe dianggap bar-bar oleh Selir Kang tetapi Raja menjadi sangat terpesona. Tahu dipotong kecil-kecil kemudian digoreng setelah dilapisi tipis menggunakan tepung. Namun Ia cemas karena GilGeum belum datang juga.

Rupanya dayang ChuWol menabrak jatuh GilGeum dari tangga kemudian ketika ia sedang mengacungkan tusuk rambutnya yang tajam GongGil menyelamatkannya.

JiYoung mulai membuat sup doenjang dengan bayam yang menjadi perbincangan dan ketika GilGeum datang dengan kepala berdarah, Ia langsung menambahkan bahan rahasia tersebut. Para selir malah berspekulasi mereka akan sakit jika memakan sop deonjang buatan JiYoung, dayang senior istana menyarankan Apakah sebaiknya kompetisi ini dihentikan saja. HeOn sampai menggebrak meja "Aku mengadakan kompetisi untuk posisi kepala koki istana. Apakah kau menghinaku?!"

Sang dayang langsung berlutut minta maaf dan neneknya membela bahwa Ia hanya berkata sesuai aturan. "Aturan?" HeOn tertawa terbahak-bahak dengan menyebalkan "Nenek bilang tentang aturan? Kompetisi ini diadakan Karena nenek meragukan keahlian kepala koki istana, itu sama saja dengan meragukan kewarasan dan wewenang ku sebagai raja yang menunjuknya. Aku menyetujui kompetisi ini sebab aku paham kekhawatiran yang timbul karena ini belum pernah terjadi. Jika karena alasan aturan, hanya karena masakan koki istana berbeda apa kesan terhadapku saat mengeluarkan perintah raja agar mereka bersaing dengan posisi itu?" Raja sangat memahami bahwa kompetisi ini dirancang untuk menyingkirkan JiYoung sebagai kepala koki istana. Ia dalam hatinya memohon agar JiYoung menyelesaikan masakannya tepat waktu. Semuanya tergantung sesuai rasa, JiYoung akan menjadi kokinya atau justru kehilangan nyawanya.

Neneknya akhirnya setuju bahwa mereka akan melanjutkan kompetisi dan memutuskan Setelah mencicipi semua masakan. Syukurlah di detik-detik terakhir JiYoung menyelesaikan masakannya.


Pertama, adalah Koki Maeng yang menyajikan eomandu, pangsit kukus isi dengan irisan tipis ikan sebagai kulitnya. Setelah dicicipi dayang senior, semua ikut mencoba.

Raja mengunyah setelah mengendusnya terlebih dahulu (sesuai yang diajarkan JiYoung bahwa aroma lebih berpengaruh dalam masakan). Ibu Suri Agung memujinya ini lembut dan empuk. Sang koki menjelaskan rahasianya adalah kulitnya dari daging ikan belanak yang diiris tipis sampai transparan. HeOn bahkan bisa merasakan campuran isiannya tetapi ia tidak dapat merasakan doenjang yang menjadi syarat bahan utama. Ternyata koki Maeng mencampurnya dengan cuka dan madu sebagai saus cocolan. Setelah dicicipi oleh HeOn, Ia berkata sayang sekali itu hanya dijadikan cocolan saja. Selir Kang yang berusaha memuji-muji masakan ini pun gagal. 

Sebagai penjelasan bentuk baktinya Koki Maeng kata bahwa Paduka Raja adalah figur Ayah bagi semua rakyatnya. Ia menyiapkan hidangan untuk yang yang mulia Ibu Suri Agung dengan bahan yang dikirimkan oleh rakyat dari seluruh wilayah. HeOn malah tersinggung yang menganggap bahwa seluruh hidangan istana hanya dibuat oleh bahan yang dikirimkan oleh para rakyatnya.

Selanjutnya, Koki Eom menyajikan yeonpotang, sup bening dengan tahu yang dimasak dengan kaldu deonjang. Koki Eom membuatnya karena teringat Ibu Suri Agung menyukainya. Menurut Ibu Suri Agung rasanya sangat murni, ternyata karena isiannya diganti dari daging sapi menjadi daging ayam cincang berlemak sedikit. HeOn sangat suka aroma jamur langka yang dicampurkan serta rasa tahu yang cocok dengan supnya.

Koki Eom menjelaskan bahwa bakti akan terwujud jika segala sesuatu dalam keluarga harmonis. Orangtua akan bahagia jika anak-anak berbakti. Ia menyiapkan hidangan ini dengan harapan semua anggota keluarga-kerajaan bisa berkumpul dan menikmatinya. Ini hidangan yang bisa dinikmati oleh anak-anak hingga orang tua. HeOn masih nampak kurang puas koki Eom menyimpulkan bahwa makanan mewah menunjukkan rasa kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Ia pun menggelengkan kepala kala sang koki membenarkannya.

Ketika masakan JiYoung ditampilkan sang raja malah bertanya "Hanya sup saja?" JiYoung dalam hati ngedumel sebenarnya dia ini kawan apa lawan sih. Hoahaha.

JiYoung percaya diri ini adalah sup yang istimewa untuk yang mulia Ibu Suri Agung. Dengan senyum manis Ia memohon semua untuk mencicipi terlebih dahulu.




Awalnya JiYoung  mengkhawatirkan ekspresi raja dan bertanya apakah rasanya enak atau tidak. Akhirnya Sang Raja tersenyum merasakan  gurih yang menyegarkan. Selir Kang merasa di atas angin dan langsung bertanya apa bukti bakti dalam masakan ini.

JiYoung menjelaskan pertama sup terbuat dari doenjang yang ditumis mengingatkan akan masakan ibu. Kedua, tahu goreng yang mempertegas rasa tahunya, namun belum tempat dia menyelesaikan kalimatnya Selir Kang sudah memotongnya kemudian mengancamnya untuk segera memotong tangannya saat itu juga.  Sang Ibu Suri Agung langsung bertitah "Cukup, makanan ini menggambarkan rasa bakti". Ia terus menyendok nasi sampai meneteskan air mata, teringat malam terakhir saat ia makan dengan ibunya. 

JiYoung sangat lega yang mulia mau memakannya dan HeOn juga lega. JiYoung menjelaskan bahwa bahan terakhir yang ditambahkan adalah kerang. Ia menyimpulkan dari cerita Kasim Yoon bahwa di era itu hanya orang-orang di tepi sungai yang bisa menemukannya.

HeOn yang mencoba menjelaskan kembali mendapatkan acungan jempol dari JiYoung. HeOn langsung salting sedangkan Selir Kang cemburu dan marah, Ia menyimpulkan inilah cara JiYoung dalam merayu HeOn. 

JiYoung bilang Ja memikirkan bahwa Ibu Sri Agung sulit menjaga keseimbangan dan bayam bagus untuk anemia dan kesehatan. Ada ungkapan Sikyangdongwon, makanan dan obat asalnya satu sumber. Jadi, daripada ditunjang oleh obat-obatan yang pahit, Ia  berharap yang mulia bisa menjaga kesehatan dengan makanan yang lezat. 

Semua sangat puas kecuali Selir Kang yang rolling eyes Hoahaha. "Kau sungguh cerdas dan perhatian. Aku tak akan lagi meragukan Siapa dirimu. Namun apa nanti kau bersedia membuatkanku hidangan seperti ini lagi?"

"Apa?" JiYoung sangat terkejut. 

"Ya, Saya bersedia."

HeOn senang pemenangnya sudah didapatkan. Ibu Suri Agung mengumumkannya. Menu buatan JiYoung yang gurih dan segar dalam hidangan yang juga memulihkan energi membuatnya kagum. 

Mulai saat ini kepala kaki istana adalah JiYoung dari marga Yeon titah sang Raja. 

Semua orang sudah hendak berlalu terutama Selir Kang yang langsung pergi dengan wajah masam. Tiba-tiba Raja memerintahkan koki Eom dan koki Maeng untuk dipotong lengannya sesuai perjanjian. 

JiYoung menyela dan memohon ampun bagi keduanya. Menurutnya jika memotong kedua tangan orang ini maka akan merusak kompetisi. Tema kompetisi ini adalah bakti pada orang tua, Ibu Suri Agung tetap sehat berkat makanan yang disajikan oleh mereka selama ini bukankah jadi tidak berbakti jika memotong tangan keduanya.

Raja menjadi sangat marah dan ia berkata apakah dia yang tidak menyayangi nyawanya. JiYoung bilang ingin hidup, tetapi memotong tangan koki sama saja dengan membunuh mereka. 

Saat perdebatan semakin memanas akhirnya sang ibu Suri Agung yang angkat bicara Ia berkata perkataan Koki Yeon benar. Kesalahan ada padanya karena gagal memahami keinginan dan niat paduka di awal. "Sejujurnya, Aku sedih melihatmu benci rusa dan malah senang berburu rusa karena kegemaran Raja terdahulu Mendengar bahwa Koki Yeon dengan sembarangan menyajikan daging rusa untukmu. Itulah sebabnya kupilih tema bakti kepada orang tua untuk menceramahinya. Tetapi koki Yeon yang sekarang menjadi koki istana membuatku merenungi makna bakti kepada orang tua melalui masakannya. Aku mengerti secara mengapa kau begitu menghargainya. Bagaimana kalau kita sudahi saja hari ini?" Bujuk sang nenek.

HeOn sebenarnya masih berat hati, tetapi neneknya akhirnya bilang sebaiknya kedua koki tersebut belajar di bawah koki Yeon sebagai bentuk hukuman. 

Keduanya langsung memohon dimaafkan, seluruh abdi langsung berlutut termasuk JiYoung. Anehnya HeOn mulai merasa pusing, Ia mengaku membuat pengecualian Karena nenek dan Koki Yoon yang memohon.

Dengan menolak kebaikan hati neneknya mengajaknya minum bersama. Ia malah menyindir neneknya yang sedang merindukan seseorang karena makanan JiYoung.

Di ruangan Ibu Suri Agung, para selir terlihat puas bahwa Selir Kang pergi dengan marah. Namun salah satu selir Raja terdahulu malah mengkhawatirkan emosi HeOn yang memuncak. Mereka mengkhawatirkan HeOn mengetahui sesuatu tentang insiden yang mengakibatkan ibunya diusir dari istana. Ratu terdahulu malah mengingatkan bahwa hal tersebut tabu untuk dibahas. Ratu meyakini bahwa apa duka mengetahui ibunya meninggal saat karena sakit saat ia kecil. Belum tahu bahwa ibunya meninggal karena diracuni. Rupanya Ibu Suri Agung lah yang dahulunya memerintahkan hal tersebut.

Menindaklanjuti laporan dari sekretaris Im, HeOn menuju keruangan Selir Kang di Jahongwoon.


JiYoung dan GilGeum duduk di bale-bale dapur istana menyindir koki Eom dan koki Maeng. Koki Eom cepat tanggap dan berterima kasih serta langsung mengulurkan bantal untuk duduki oleh JiYoung. Sementara Koki Maeng yang masih nampak kesal, diperintahkan JiYoung untuk mengambilkan minuman. Setelahnya ia masih bilang bahwa keberuntungan Ji Younglah yang menyelamatkan mereka. 

Sang kepala koki terpilih langsung to the point bilang bahwa tak usah bertele-tele lah untuk mengucapkan terima kasih. Ia pun minta diambilkan eomandu karena merasa lapar. Semua yang menyaksikan akhirnya ikut tertawa bersamanya.

JiYoung lega akhirnya Ia berhasil menertibkan dapur istana. Selanjutnya ia mendengarkan kisah GilGeum saat mengambilkannya kerang. Dia menanyakan siapa pelakunya tapi GilGeum tidak melihat secara jelas.



Di Jahongwoon, Selir Kang sangat kesal. Dayang jahatnya ChuWol mengusulkan agar Ia menculik JiYoung lalu menjualnya. Tapi selir Kang bilang Ia akan pasang jebakan saja karena mereka tak boleh gegabah. Tepat saat itu diumumkan kehadiran HeOn.

Selir Kang masih Ge-er mengira HeOn mencemaskannya yang pulang duluan untuk beristirahat. HeOn langsung murka, Ia sudah tahu bahwa Selir Kang yang mengadakan kompetisi hari ini sekaligus penyebar rumor bahwa HeOn mengasingkan Gubernur Hong karena Gwinyeo. Ia mengamuk dengan nada tinggi minta penjelasan.

Selir Kang mencoba memasang wajah memelas sambil berkata bahwa ini bukan saatnya paduka memanjakan Gwinyeo sampai melupakan tujuannya balas dendam tentang kematian sang ibunda. HeOn malah makin marah karena Ia bertindak tanpa persetujuan. Selir Kang bilang semua kesalahpahaman bermula dari hal sepele, tapi kalau sudah menjalar susah dibereskan, sebagaimana raja terdahulu salah paham dengan ibunda HeOn. HeOn langsung menggebrak meja dengan murka "Tutup mulutmu!" dan rasa pusing membuatnya nyaris tersungkur. Selir Kang berusaha memberinya obat tetapi HeOn malah menepiskannya dan pulang ke kamarnya sendiri. Selir Kang dengan dingin mengelap air mata palsunya.

Berita keberhasilan Gwinyeo pun telah sampai ke kediaman Pangeran Jesan. Salah seorang ajudannya mengajurkan Ia untuk mencicipi masakannya pada saat makan lama dengan paduka saat pemeriksaan fisik yang akan segera diadakan dalam waktu dekat. Pangeran Jesan akhirnya mengetahui yang menyerang HeOn adalah adik korban pembersihan Muin yang dilakukan HeOn.  Untuk itu Ia mengingatkan kembali agar berhati-hati dan anehnya pelaku tersebut telah terbunuh oleh orang lain yang sangat ahli dalam pekerjaannya. Bawahannya berjanji untuk mencari dan menyelidikinya tetapi Pangeran Jesan memberi tugas lain untuk malam ini.

Di kamar JiYoung, Sekretaris Im memberinya hadiah kemenangan dalam kompetisi berupa tusuk rambut indah. Secara langsung Ia bilang HeOn menyukai wanita yang berhias diri, jadi pakailah untuk memikatnya. JiYoung langsung mengembalikan tusuk rambut yang sedang diperhatikannya ke tempatnya Hoahaha. Ia bilang bahwa hubungannya dengan sang Raja bukan seperti itu. Ia tak bermaksud centil, tetapi malah bahasanya tak nyambung dengan Sekretaris Im dan GilGeum. Sekretaris Im malah marah dan bilang HeOn sudah susah payah demi melindunginya. Tetapi JiYoung yakin keahlian masaknya lah yang menyelamatkan dirinya sendiri.

"Ckckck, Kau pikir bisa bertahan hidupnya dengan keahlianmu itu saja?" Sekretaris Im pamit dan langsung pergi karena jiYoung dijemput untuk memasak.

"Ini akan jadi hidangan pertama ku sebagai Koki Istana" tapi briefing JiYoung terpotong dengan kehadiran Kasim Yoon yang menjelaskan HeOn kumat tapi sudah tenang di ruangannya. Yang lainnya sangat cemas karena Ia pernah melempar piring dan mengamuk, hanya Selir Kang yang biasanya bisa menenangkannya yang gemetaran dan mengaku bisa mendengar suara-suara. 


JiYoung merasa ini informasi baru. Ia berpikir sejenak dan mengkaitkannya dengan kisah penggulingan ibundanya. JiYoung berniat membuat sesuatu yang bisa menghibur Sang Tiran. Semua menyaksikannya memasak dengan penuh kekaguman. Apalagi hasilnya sangat indah.





Di ruangannya, HeOn sedang mengamuk mengusir tabib istana. Ketika masakannya dihidangkan, Ia mengusir semuanya, kecuali JiYoung yang dikenalnya dari pita rambut birunya. Ia minta JiYoung tetap tinggal. Dayang senior mengangguk memberi persetujuan. 

HeOn kecewa melihat menunya mie, terlebih Ia dianggap menghina karena tadi siang sudah makan doenjang. Tapi menurut JiYoung meski ini bahannya doenjang tapi ini adalah masakan yang berbeda. Ia pun mengajari cara menyebut "Italian Pasta" dengan benar. HeOn akhirnya memintanya untuk mencicipi terlebih dahulu. Setelahnya Ia mencoba mengikuti caranya menggulung pasta dengan sumpit dan sendok tapi gagal. Akhirnya JiYoung membantunya dan menyuapkannya. HeOn langsung tersenyum puas dan makan sendiri dengan sumpit. Saking lahapnya langsung habis dalam sekejap. Ia memuji rasanya yang beda sekali dengan menu tadi siang. Rasanya lembut dan manis berpadu di mulutnya.

Makanan ini biasa dibuatkan oleh ayahnya ketika Ia sedang banyak pikiran atau melewati hari yang kurang baik, jadi JiYoung membuatnya sambil mengingat ayahnya. 

HeOn bertanya tentang ibunya. JiYoung menjawab ibunya sudah meninggal. HeOn merasa JiYoung kesepian seperti dirinya. HeOn menawarkan mengirim pesan pada ayahnya. Tapi JiYoung menjelaskan bahwa ayahnya ada di masa depan. Seandainya ada buku Mangunrok yang membawanya kemari mungkin HeOn bisa percaya. Bahwa Ia kemari dengan timeslip. HeOn meminta JiYoung menceritakan tentang masa depan, jika akurat makan HeOn akan menyuruh pasukannya menemukan buntelannya yang hilang di tebing. 

JiYoung jadi dilema, tak mungkin jujur dalam waktu dekat pembersihan Gapshin yang akan dilakukan HeOn justru akan membuat pecahnya pemberontakan yang akan menggulingkan dirinya sendiri. Ia merasa tak mungkin mengubah masa depan, jadi Ia mengarang bahwa raja harus menahan diri dari amarah dan berhati-hati dengan orang yang dekat dengannya (Selir Kang? Hoahaha).

Sekembalinya di kamar, JiYoung menyelimuti GilGeum yang sudah tidur. Ia jadi kepikiran tentang Pembersihan Gapshin.





Di kamarnya HeOn menuliskan kemenangan JiYoung dalam jurnalnya. Lengkap dengan. deskripsi dan gambar masakannya. Ia pun menambahkan dalam jurnalnya tugasnya yang diberikan kepada seorang penulis untuk mencari draft catatan sejarah tentang ibunya dua puluh tahun lalu. 

Teringat Mangunrok yang diceritakan JiYoung, Ia malah memberi jurnalnya judul yang sama. Meskipun Ia ragu asal asli katanya, apakah dengan janji merindukan awan? Anehnya di lokasi yang lain buku dalam tas JiYoung menghilang dalam pendaran cahaya.

Komandan Umrimwi membawa kabar buruk, penulis Yi JangGyun menghilang dari tempat yang dijanjikan dengan plakatnya berlumuran darah. HeOn sangat kesal dan sedih, siapa yang membocorkan rencananya. Ia pun mengira-ngira kejatahan apa yang dilakukan ibunya sampai mereka menyembunyikannya. Ia mencurigai ibu suri Agung dan para selir ayahnya serta para menteri.




Ia memandangi bulan sambil merasa toh selama ini Ia selalu sendirian. Ia minta minuman karena ingin mabuk dan JiYoung dibangunkan untuk membuat snack. Pada saat menyajikannya, sebenarnya JiYoung kesal karena dibangunkan menyiapkan Juansang ini, eh, malah HeOn jatuh karena mabuk. Ia pun menarik JiYoung berbaring di sebelahnya. Ia minta JiYoung --yang berusaha melepaskan diri-- tetap ditempatnya sebentar saja dan JiYoung melihatnya menangis. Perlahan HeOn membuka matanya dan mendekatkan wajahnya lalu mengecup JiYoung sambil membelai lengannya lembut.

Review Bon Appetit Your Majesty Episode 4 : 

Bon Appetit Your Majesty membawa kompetisi memasak yang seru dengan nuansa era Joseon. Saya sangat terkesan dengan jam matahari dan dupa yang dibakar dan lonceng yang jatuh satu persatu untuk menunjukkan waktu yang tersisa.

Kemenangan JiYoung sudah diprediksi (YoonA masak dengan meyakinkan sih). Keberhasilannya memadukan informasi dari Kasim Yoon dan kecerdasannya tentang sejarah dan bahan makanan, berujung pada kesimpulan yang tepat yaitu menambahkan kerang ke sup doenjang. Wah, sebagai orang asal daerah Kepulauan, saya suka banget nih masak sup kerang. Tapi akhir-akhir ini sudah jarang sejak saya paham kerang berfungsi menetralkan air secara alami, jadi di tubuhnya akan menumpuk logam berat atau polutan lain.

Sekarang JiYoung diakui tak hanya oleh HeOn tapi juga Ibu Suri Agung dan mau tak mau seluruh koki dan abdi negara lain. Setidaknya JiYoung tak akan di bully, kecuali oleh Selir Kang yang makin terbakar cemburu.

Di sisi lain, Sekretaris Im terbukti sekutu yang berguna bagi JiYoung. Meski selalu ada masalah miskomunikasi yang jadi faktor komedi. Yang jelas beliau menjadi pendukung nomor satu JiYoung dan HeOn.

HeOn semakin mempercayai JiYoung, bukan hanya dari masakannya, tetapi Ia menyebutnya sebagai orangku. JiYoung pun semakin memuji kemampuan kuliner HeOn sampai memberinya jempol tanda persetujuan. Ciuman diakhir bikin saya dan penonton lain pasti salting banget.

Ohya, HeOn terbukti adalah penulis Mangunrok dan kata-kata yang dibaca JiYoung di pesawat memang ditujukan untuk dirinya sendiri. Makanya Ia terbawa ke era ini saat gerhana. Masih penasaran apa hubungan antara cincin yang sekarang di pakai oleh Selir Kang dengan gantungan giok Mangunrok yang mirip. Apakah itu pertanda 'Karunia Raja"? Ataukah JiYoung dilamar menjadi Ratu?

Misterinya menjadi meningkat, HeOn sakit apa? PTSD? Panik disorder? Kemudian apakah JiYoung berhasil mengubah sejarah dengan menjadi kan raja lebih tenang? Berbeda dengan Selir Kang yang tampaknya menggunakan semacam zat penenang (bubuk opium?) masakan JiYoung lah yang selalu membuat HeOn lebih gembira. Selaras dengan misi JiYoung kepada Ibu Suri Agung, lebih baik makan sehat daripada harus minum obat yang pahit.

HeOn pun masih terus berupaya menyelidiki kematian ibunya yang dibuang. Satu yang pasti, ini adalah perintah sang nenek. Ia menikahkan raja terdahulu dengan ratu yang baru dan didukung dengan selir anaknya yang lain.

Kisahnya makin menarik dan tak terasa kalau durasi tiap episodenya sekitar 80 menitan, lebih panjang dari Drakor uang biasanya 45-60 menit saja. Daebak.

Baca juga Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty :

Episode 1      Episode 7

Episode 2     Episode 8

Episode 3     Episode 9

                     Episode 10

Episode 5     Episode 11

Episode 6        Episode 12

Posting Komentar