" ".

Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty Episode 9

Table of Contents

 

Recap Bon Appetit Your Majesty Episode 9


Detik-detik menegangkan sebelum pengumuman nilai terjadi. Setelah gulungan di buka, alangkah terkejutnya takala nilai untuk Joseon hanya satu poin sedangkan Ming memperoleh delapan. HeOn jelas murka kepada Yu Kun, Ia meminta Bailong maju dan memuji rasa pamungkas  hidangan kuilnya yang memberikan getaran yang tenang tetapi nilai dari putaran kedua tidak sah. Yu Kun pura-pura polos tapi HeOn langsung menggebrak lengan kursinya, nilai satu dari Yu Kun terlalu rendah hanya agar Ming menang. HeOn tertawa secara ironis, jika mereka berdua menilai tanpa kejujuran dan integritas, hal ini tak ada gunanya dan merupakan penghinaan bagi koki Ming yang sudah berupaya membuat hidangan semaksimal mungkin. Ia mengingatkan kembali kejadian di putaran pertama. Tindakan Yu Kun kali ini juga menghina para Koki Joseon.

Akhirnya Yu Kun bertanya sebaiknya bagaimana cara penilaian yang dianggap HeOn adil. Akhirnya HeOn meminta para koki tiap negara yang akan mencicipi dan menilai sendiri hidangan mereka masing-masing. Manusia cenderung buta dengan kelemahannya masing-masing, maka nilai dengan pertimbangan tersebut.

Sajian 9 : Ogyetang Presto

Para koki kedua negara mencicipi hidangan mereka sendiri. JiYoung terlihat berpikir keras. Setelah mengamati wajah anggota timnya, Ia menjelaskan tak bisa menilai hidangannya sendiri karena keterlaluan mengatakan bebek Peking sempurna dan mustahil menilai effort dari para anggota tim yang sudah mencurahkan segalanya. Jadi Ia tak berani mengevaluasinya sendiri.

HeOn menerima permintaan maaf JiYoung dan Bailong pun memberikan jawaban yang kurang lebih sama (meski sudah dikode oleh Yu Kun Hoahahaha). 

Menurut Heon kedua hidangan hampir sama kuat di segala aspek. Menunjukan craftmanshift para koki yang mencapai keahlian tingkat sangat tinggi. Untuk itu menilai dari rasa sangat mustahil. Tujuan HeOn meminta mereka menilai sendiri adalah untuk memahami pola pikir para koki.  Untuk itu Ia menyatakan babak ini juga seri karena kedua koki juga memiliki pemikiran yang setara.

Yu Kun tak berkata-kata lagi karena teringat jika putaran ketiga tetap sama kuat maka Ming akan menjadi pemenang.

Putaran ketiga diumumkan akan dilakukan keesokan harinya dan pangeran Jesan keluar sambil menjelang pada JiYoung.

Sebelum berpisah JiYoung dan Bailong sempat bercakap - cakap dan saling mencapai rasa salut satu sama lain dan menantikan hidangan terakhir besok. Para Koki Joseon bertanya maksud pembicaraan mereka. JiYoung menjelaskan jika penilaian dilakukan dengan benar, mereka akan menang karna masakan mereka menang di rasa tapi hidangan Bailong yang akan diingat karena menyentuh hati.

Apapun hasilnya Koki Ming mengakui kemampuan Kepala Koki Istana kita, itupun sudah suatu pencapaian tambah koki Min. JiYoung bilang, mereka mengakui tim dapur istana secara keseluruhan dan semuanya menjadi bersemangat lagi.

Ternyata kepala Kasim mendatangi JiYoung karena HeOn ingin bertemu.




JiYoung menemui HeOn yang bersiap makan malam. HeOn menyadari mood JiYoung dan bertanya ada apa, padahal kerjanya sangat bagus hari ini. JiYoung mengeluhkan waktu persiapannya yang singkat untuk besok. Justru itulah HeOn memanggilnya, Ia menuangkan teh (meski JiYoung berharap anggur Hoahaha) agar JiYoung bisa bersantai. JiYoung melihat ke dalam cangkirnya dan ada pantulan cahaya bulan. Ini di sebut teh bulan ujar HeOn. JiYoung menyukai teh daun jeruk yang seolah penghibur yang hangat. 

HeOn mengkhawatirkan tangannya yang terluka sementara JiYoung komplain Heon mengubah aturan ditengah kompetisi. Sejujurnya Heon tak menyangka kompetisi akan seberat ini. Ia pun berniat memberi nilai rendah seperti Yu Kun kepada Ming, tapi masih berusaha yakin penilaian akan adil. HeOn bilang masih belum terlambat membatalkan putaran ketiga, ia cuma perlu tunduk pada keinginan utusan dan meminta maaf.

"Awalnya aku marah dengan diremehkannya Joseon tapi kemudian Aku melihat effort tim dan melihat kesungguhan koki Ming, aku benar-benar ingin menang. Tidak, Akan kulakukan segalanya untuk menang."

JiYoung yakin tutup presto akan datang tepat waktu dan meyakinkan HeOn semua akan baik-baik saja. Eh, malah cangkir tehnya menumpahkan teh panas ke tangannya yang sakit. HeOn langsung memanggil ketua Kasim untuk memanggil istana.

Sambil masih menggenggam tangan JiYoung "Berjanjilah padaku, tak akan biarkan dirimu terluka lagi. Kepedihanmu akan kurasakan berkali lipat" bisik HeOn sambil menatap mata JiYoung yang salting habis.

Setelah mendapat perawatan dan salep, JiYoung merasa tangannya lebih baik. Di ruangannya Selir Kang menerima berita hasil lomba dengan kesal. Sementara ibu Suri Agung sudah mendapatkan jawaban suratnya dari Ming dan terlihat marah.

Pangeran Jesan masih bisa-bisanya cengengesan saat mengembalikan sisa cabe bubuk pada Sekretaris Im. Malam itu juga Yu Kun marah pada koki Ming. Di dapur istana semua tim bersemangat apalagi saat Mereka membuka kotak berisi gingseng liar.


Saatnya putaran ketiga dengan tema sup gingseng dalam waktu dua jam. JiYoung memasak Samgyetang ayam ogoolye dengan penuh percaya diri. Masing-masing diberi work station termasuk JiYoung menjelaskan posisi souschef. Tim masih mencemaskan tutup panci presto yang belum datang. JiYoung menenangkan mereka bahwa Ia akan menjalankan Plan B, walaupun akan lebih sulit. Mereka bersemangat karena punya alternatif.

JiYoung dan Bailong, mencapai mutual respek saling mengangguk dan semua bekerja dengan teliti. 

Tim Ming menyiapkan Lu Jin alias urat rusa yang direndam minyak berhari-hari bagi bangsa Ming ini adalah salah satu bahan. Dari delapan harta yang berharga, jamur Surai singa, abalone, simping kering dan teripang laut. Semuanya mempesona HeOn dan penasihat Joseon dengan bahan langka tersebut. Hebatnya HeOn mengenali yang dimasak JiYoung adalah Sup Ayam Ogolye.

Yu Kun memamerkan aneka persiapan Ming terutama gingseng putih yang sangat sulit. Hidangan ini terkenal bisa membuat biksu yang bermeditasi melompat tembok demi mencicipi rasanya. Dikenal sebagai Buldojang : hidangan bergizi dengan bahan langka. 

Waktu sudah berjalan cukup lama dan ayam sudah disusun dalam panci presto. JiYoung masih menunggu sebentar lagi, namun dalam hati Ia berdoa ChunSaeng segera datang. Ia memerintahkan Koki Eom menyiapkan kuahnya sedangkan Koki Maeng menyiapkan kue beras jujube. GilGeum menyiapkan jamur morel.


.

Saat pertanda waktu menyatakan sudah setengah sijjin berlalu, Koki Eom segera membujuk JiYoung melaksanakan Plan B saja. JiYoung tampak bimbang namun akhirnya setuju setelah Koki Maeng mengkhawatirkan mereka malah tak selesai tepat waktu. Pada saat yang bersamaan terdengar teriakan kencang dari atas.

Para tentara menyambut burung aneh yang mendarat di lapangan istana. ChunSaeng bilang Ia sedang buru-buru. SuHyeok segera menyongsongnya dan bergegas mereka masuk ke ruang perlombaan.

JiYoung sangat bahagia melihat ChunSaeng melangkah masuk. Penemu itu menyerahkan tutup Priuk yang telah dinanti JiYoung. Kepala Koki berterimakasih tapi ChunSaeng mengingatkan tutupnya agak lemah karena ada kerusakan jadi Ia harus mengurangi panasnya demi keamanan. JiYoung tetap ingin menggunakan pada tahap maksimum namun cemas karena takut berbahaya jadi ChunSaeng menyilakan saja karena kalah pun artinya berbahaya bagi JiYoung. Ia mendoakan kemenangan JiYoung. HeOn yang lega tersenyum puas.

Feixiu jadi panik dan minta tambahan kayu bakar tapi Weili dan pamannya menenangkannya. 

Setelah panci dikunci, koki Maeng menambahkan banyak kayu bakar dan JiYoung menjelaskan secara ilmiah kalau tujuannya menaikan tekanan dalam panci menjadi dua atmosfer, sehingga air mendidih di titik suhu 120 derajat Celsius. Koki Shim sempat mengeluh tapi Koki Maeng yang sudah percaya pada kemampuan JiYoung mendorongnya mengambil lebih banyak kayu bakar. Koki Min menyadari bahwa Koki Maeng telah banyak berubah dalam beberapa hari ini. Koki Maeng hanya menyuruh mereka bergegas.



Setelah mencapai titik didih, uap tekanan tinggi mulai keluar dan koki Ming bahkan Yu Kun sampai khawatir pancinya akan meledak. HeOn bilang Ia harus tenang karena kepala kokinya tahu apa yang dikerjakannya. JiYoung lega tutup panci bisa bertahan di tekanan dua atmosfer. Dalam sekejap ayam sudah matang dan aromanya menguar ke seantero ruangan.

Koki Ming jadi cemas dan JiYoung menjelaskan dengan bangga inilah kekuatan sains. Rasanya lebih lezat salam waktu singkat. Koki Maeng memuji upaya mereka yang sepadan.

JiYoung membuat Samgyetang cara baru. Ayam Ogolye yang bisa dinikmati dari kulit sampai dagingnya. Kulit ayam yang dilepaskan dengan hati-hati diisi nasi dan rempah, dibuat mandu kemudian direbus sebentar dalam kuah. Daging cincangnya dimasukan dalam jamur morel. Di atas lapisan daging ogolye berbumbu, taruh mandu kemudian kuah gingseng liar dituangkan di sekelilingnya. Terakhir di tutup dengan nurungji (kerak nasi yang dicetak) sebagai sentuhan gurih dan renyah.

Koki Ming menyiapkan Fo Tio Gang, dengan sentuhan terakhir  arak dituang ke piring bertabur garam. Tambahkan ukiran naga yang melambangkan kekuatan, untuk menghangatkan mangkuk, garamnya dibakar. 





Hidangan kedua tim selesai tepat waktu saat gong ditabuh. Kali ini giliran Joseon terlebih dahulu. JiYoung menjelaskan cara memakannya dengan mengetuk pecah Nurungji lalu memakan sekaligus isian Samgyetang ayam ogolye dengan isian gingseng liar. Gingsengnya di masak dalam panci presto dengan kuah obat herbal.  Memberi rasa yang kuat pada kuah sekaligus meningkatkan tekstur daging ayam. Pelengkapnya jamur morel isi dan nurungji.

Yu Kun menghirup aromanya yang seperti sup ayam herbal meski bentuknya yang seperti mandu/pangsit, baginya ini tak elegan. HeOn terlihat mencemooh karena Yu Kun tak mengetahui soal "Dot kincir" masakan menyegarkan yang disukai di barat. Yu Kun terpaksa ngangguk sotoy dari pada dibilang tak tahu masakan dunia barat. JiYoung susah payah menahan tertawa Hoahaha. 

Suapan pertama langsung muncul pendaran cahaya terang dan kelebat sayap burung Phoenix terbang di aula Kerajaan. Yu Kun dan HeOn begitu terpesona dengan keempukan ayam dan kuahnya yang penuh rasa gingseng liar. Rasanya menenangkan hati dengan hangat. Yu Kun merasakan energinya meningkat. Semua yang mencicipi pun terpesona. Tim Joseon sangat senang.





Saat hidangan Ming dihidangkan Weili menjelaskan ini adalah Buldojang yang dibuat dari bahan terbaik dari darat dan laut. Setiap gigitan akan berbeda karena bahannya akan mengeluarkan rasanya masing-masing. 

HeOn dan Yu Kun terbawa ke suasana penuh ledakan rasa yang saling berpendar indah. Tanpa kata-kata ini benar-benar rasa yang tiada tandingannya. Keduanya makan dengan lahap dan semua piring kosong hingga bersih.

JiYoung jadi agak khawatir tapi HeOn mengumumkan bahwa kali ini para koki akan saling menilai dengan poin tertinggi tiga puluh poin dari tiga orang Koki yang mencicipi. Tim Joseon diwakili kepala koki, Koki Eom dan Koki Maeng.



Ketiganya mencoba hidangan Ming sambil berdiskusi. JiYoung memuji rasanya tapi koki Maeng tetapi optimis dengan gizi kandungan masakan Joseon, apalagi dengan bahan langka, Buldojang ini masih termasuk kurang berasa. JiYoung menyadari kalau Weili tak mencicipi masakan Joseon. Ia tak akan bisa menilai jika tak mencicipi. Koki Eom menjelaskan Ia ahli memasak tanpa mencicipi. JiYoung cemas Ia kena anoreksia, begitu keahlian masak mencapai tingkat tertentu mereka tak bisa makan apapun. JiYoung berpikir cepat, mungkin ia mau jika makanannya tak ditata rapi. Untuk itu Ia menggabungkan semua bahan masakan mereka dalam mangkuk biasa.

Sementara HeOn menyadari juga dan dengan licik Yu Kun menjelaskan kebenaran Weili tak pernah mencicipi masakannya. HeOn marah karena Ia tak bisa menilai yang tak dicicipi. Yu Kun membalikan keadaan dengan mengingatkan HeOn kemarin menegurnya karena tak memberi nilai secara jujur, kali ini Ia bisa minta mereka memberi nilai seadil mungkin. HeOn hanya bisa menggenggam tangannya dengan kesal.

JiYoung menyerahkan mangkuk baru "Membuat makanan adalah kebahagiaan sang koki dan mencicipi makanan adalah kebahagiaan yang makan. Itulah yang membuat memasak menyangkan, bukan? Sejujurnya rasanya sangat lezat saat semuanya dicampur demikian" JiYoung berujar pada Weili. "Terlepas hasilnya, kusajikan makanan ini dengan harapan kau juga akan bahagia." Penerjemah mengartikan saat Weili terbawa ke kenangan masa lalu. Neneknya membuat hidangan yang lezat dari semua bahan yang dimasak bersamaan. Setelahnya Ia berusaha mereplikasi rasa tersebut tapi tak pernah berhasil.

Ketika Ia mencomot paha ayam JiYoung dengan tangan dan menggigitnya air matanya meleleh. Suapan kuahnya membuatnya menangis haru. Ia tertawa terbahak-bahak, 'Ini adalah rasa yang telah kulupakan dan kurindukan bertahun-tahun". Ia bercerita tentang neneknya tadi. Makin sering memasak, makin sulit baginya untuk makan. Ia berterimakasih karena JiYoung membuat cita rasa masakan neneknya, Ia tak bisa menyebut dirinya koki terbaik karena tak bisa melampaui masakan sang nenek. JiYoung yang diterjemahkan oleh Koki Eom menjawab bijaksana bahwa Ia membuat masakan ini dengan memikirkan koki Weili, pastilah neneknya dulu juga membuat dengan perasaan yang sama. Koki Weili mengakui kekalahan dari JiYoung dan memberikan salut yang diterima dengan bangga oleh tim Joseon.

Semua nampak terharu, hanya Yu Kun (dan Pangeran Jesan serta anteknya) yang nampak kesal. HeOn dan Sekretaris Im tersenyum puas. Nilai pun diumumkan,  Ming memperoleh 27 poin, sedangkan Joseon 28 poin (Weili memberi nilai sempurna nih). JiYoung dan timnya langsung heboh bersorak gembira. JiYoung memberikan penghormatan dan terimakasih atas nilai yang diberikan koki Ming. Bailong berharap mereka bisa berkompetisi satu lawan satu dengan adil. JiYoung menyanggupi dan mengulurkan tangan, menjelaskan berjabat tangan sebagai tanda persahabatan. Ia mengaku banyak belajar, begitu pula Bailong. 





HeOn dengan bangga mengumumkan pemenangnya. Tapi Yu Kun masih saja berulah, Ia bilang akan melepas hak memanen gingseng Joseon hanya dengan satu upeti, Ia menunjuk JiYoung yang akan menjadi wanita persembahan bagi Kaisar Ming. HeOn murka dengan permintaannya. Yu Kun tertawa mendengarnya dan HeOn pun ikut tertawa sambil bergerak mendekati posisi berdiri Yu Kun, Ia menggenggam kedua lengan atasnya dan menandukkan kepalanya hingga sang utusan terguling kebelakang.

SuHyeok, Kepala Umrimwi segera menghunus pedang, begitupula pengawal Ming. Para menteri kaget dan khawatir karena posisinya. Chaos yang terjadi justru membuat Pangeran Jesan tertawa senang.

Yu Kun marah besar karena hidungnya berdarah. HeOn santai saja bilang Ia hanya menunjukan cara memberi salam di Joseon. Ia menanyai apakah pria itu baik-baik saja. Yu Kun tetap ngeyel dan memerintahkan pengawalnya membawa JiYoung. Para Koki Istana langsung mengelilinginya, melindungi kepala mereka dari pasukan Ming. Bailong terlihat sudah mengambil ancang-ancang. HeOn berkata paduka segini kurang banyak untuk mengambil kepala Koki Istana ku. Setidaknya bawa seratus ribu pasukan agar waktunya tak terbuang sia-sia. Yu Kun menyimpulkan HeOn menantang Ming secara langsung dan sang tiran membenarkan dengan tawa mengejeknya. Situasi makin memanas, namun tiba-tiba diumumkan kedatangan Ibu Suri Agung (yang dipanggil oleh dayang pencicip setelah menerima kode dari salah seorang penasihat).


Sang ibu Suri Agung berjalan sambil melirik JiYoung sekilas. HeOn menyapa neneknya dan beliau langsung bertanya ada apa. HeOn bilang ada kesalahpahaman saat melepas utusan Ming. Neneknya tak tahu ada kesalahpahaman apa yang jelas sebagai penguasa suatu negara Ia tak boleh gegabah. Beliau juga bertanya pada Yu Kun yang menyampingkan urusan resmi dengan mengusulkan kompetisi yang tidak bijaksana.

Yu Kun mengaku mendapat mandat kaisar untuk memanen gingseng dan membawakan wanita persembahan. 

"Beraninya, Kau Yu Kun!" Teriakan Ibu Suri Agung membahana ke seantero ruangan. Yu Kun sempat tersinggung karena beraninya sang nenek menghina utusan yang artinya menghina kaisar sendiri, ia bilang akan menghukum semua sekaligus.

Hebatnya Nenek Heon tak gentar dan malah memberi senyum sinis. Ia mengambil surat dari dayang, rupanya itu dari bibinya, Selir Yeon, Selir Utama Kaisar Ming terdahulu. Yang mengungkap kebohongan Yu Kun. Kepala utusan itu terbata-bata dan langsung berlutut di hadapan Ibu Suri Agung.  Ia minta ampun dan minta belas kasihan, Ia mengaku telah menipu kaisar dan menodai kehormatan keluarga Ming. 

HeOn langsung mengambil kesempatan agar Yu Kun mau mematuhi kesepakatan awal. Yu Kun berjanji akan mengirimkan barang yang dijanjikan kapanpun. Para Koki Ming yang disorot tampak malu sekaligus bersalah, ternyata mereka mengikuti penipu.

Yu Kun bergegas pamit setelah berjanji akan menepati janji demi langit. Ia berterimakasih tapi HeOn masih memastikan agar Ia membawa cendramata yang telah disiapkan. Sambil jalan terburu-buru, Ia memuji kelezatan masakan JiYoung.

HeOn bertanya kenapa neneknya hingga datang. Neneknya menasehati Ia harus mengingat, negara bukan miliknya sendiri. Penasehat membujuk neneknya agar disudahi sampai sini. Sang nenek minta agar JiYoung mau memasak untuk Pangeran JinMyoung (adek HeOn beda ibu, anak ratu terdahulu setelah ibunya HeOn dilengserkan). HeOn mengizinkan dan akan mengaturnya besok.

Sang Ibu Suri Agung sempat berhenti di hadapan JiYoung dan tersenyum tipis. 

Pangeran Jesan dikunjungi Selir Kang malam itu. Ia membawa semacam obat herbal. Wanita jahat itu menjelaskan saat natsura alias makan siang besok menu yang akan disajikan adalah ayam ogolye utuh panggang mentega dengan gingseng. Pangeran Jesan kaget Selir Kang akan mengorbankan Pangeran JinMyoung yang penting bagi rencana mereka. Demi menjatuhkan JiYoung dia rela membuat HeOn murka. Selir Kang yakin ini tak akan meninggalkan jejak karena aslinya bukan racun. Pangeran Jesan memandangnya mendalam, sampai Selir kang bertanya ada apa. Sang Pangeran khawatir setelah posisi selir Kang menjadi selir muda raja, pada suatu titik Ia akan berkhianat. Tapi Selir Kang bilang kesetiannya ini adalah karena Pangeran Jesan lah alasan Ia bisa hidup nyaman. Pangeran berjanji, kelak akan menjadikannya istri resmi agar bisa hidup bebas.

Malam itu HeOn menginstruksikan SuHyeok menyelidiki semua kamp militer di Joseon. Mereka harus mengungkap siapa yang berniat berkhianat.

Malam itu JiYoung tidur bersebelahan dengan GilGeum yang sangat terkesan dengan kompetisi. JiYoung merasa benar-benar sudah menjadi orang Joseon karena mencemaskan negera. Sekarang Ia merasa sudah terikat pada kamar ini, tim koki istana dan HeOn yang mengisi hatinya.

Di kamarnya HeOn kembali mengisi Mangunrok dengan masakan JiYoung saat kompetisi. Begitu pula dengan kenangan sepanjang mereka saling melempar senyum setelah kompetisi berlalu. Dalam hati Ia memuji Koki Yeon.


Besok paginya, JiYoung dipanggil ke lokasi makan siang kedua pangeran. JiYoung sempat bercanda berpura-pura tabib istana bilang usianya tinggal sedikit. Padahal aslinya Ia baik-baik saja hanya kelelahan. HeOn menghembuskan nafas lega sambil mengomelinya berani bergurau begitu. JiYoung menjelaskan tangannya pun sudah baik. Ia akan menyiapkan makanan yang sangat lezat.

Untuk mengalihkan pembicaraan dari tatapan HeOn uang intens, JiYoung memuji pilihan lokasi makan siang kedua pangeran. "Ini juga akan jadi tempat makan yang ideal untuk kita berdua" HeOn malah flirting. JiYoung bilang boleh saja jika HeOn yang masak. HeOn  ngambek karena JiYoung berani menyuruhnya masuk dapur. JiYoung bilang sebagai hadiah kemenangannya di kompetisi, Ia minta HeOn menerima guyonannya dengan lapang dada. 

JiYoung sudah hendak berlalu, saat HeOn menarik lengannya dan memberikan baju baru. JiYoung sangat senang dan berujar ini bisa jadi "personal color" nya. HeOn kesulitan mengartikannya, Ia makin merajuk kala JiYoung bilang Ia akan pulang ke tempat asalnya setelah menemukan Mangunrok.

JiYoung pun minta izin bertemu dengan Koki Ming sebelum mereka pulang. HeOn kesal kenapa dia mau menemui mereka padahal hampir meninggal gara-gara kompetisi. JiYoung bilang Ia hanya akan mengucapkan perpisahan dan memberi hadiah. Awalnya Ia tak mengizinkan tapi setelah melihat puppy eyes JiYoung akhirnya diizinkan juga baru menemuinya di Jahongwoon.


JiYoung mengajari para koki  menu baru. Mereka pun memuji keindahan pakaian baru JiYoung.

Di lokasi makan bersama. HeOn menyapa adiknya yang masih tampak canggung. Ia bilang tak mengapa memanggilnya Hyung (abang) kala mereka hanya berdua saja. Ia mengajak adiknya lebih sering makan bersama. Pangeran JinMyoung sangat gembira karena Ia berencana mencicipi semua masakan Kepala Koki Istana. 





Saat Natgeosang-nya disajikan, JiYoung dengan bangga menjelaskan ayam ogolye Utuh yang diisi beras ketan, jujube, gingseng, kastanye dan akar astragalus dimasak dengan memanggangnya secara digantung setelah bagian luarnya dilapisi mentega.

JinMyoung berusaha mengunyah ginsengnya dan HeOn menyemangatinya, meski pahit itu sangat baik untuk kesehatannya. 

JiYoung menyediakan cocolan saus mostar dan HeOn teringat tentang hal yang sudah pernah dicobanya dulu. Jadi Ia mematahkan kaki ayam dan mencelupkan ke sausnya. Langsung lah kedua kakak adik ini terpesona dengan kelezatannya. JinMyoung memuji JiYoung sehebat yang didengarnya dan JiYoung tertawa berterimakasih. Dalam hatinya JiYoung masih cemas tapi berusaha meyakinkan diri barangkali sejarah berubah melihat kebaikan hati HeOn dan baiknya hubungan dengan sang adik.


Saat melepas utusan Ming, JiYoung memberikan gingseng agar Feixiu bisa membuat menu baru. Sebagai balasan Bailong pun menyerahkan bungkusan yang diterima Koki Eom dengan penuh rasa syukur. Koki Maeng ingin tahu kenapa mereka tidak bareng dengan Yu Kun, rupanya mereka akan berkeliling untuk meningkatkan kemapuan kuliner. Bailong sekali lagi mengajak JiYoung berkompetisi kelak dan JiYoung menerima serta mendoakan kebahagiaan semuanya. 

Sebelum berlalu, tiba-tiba Bailong meninggalkan pesan yang terenkripsi "Sejujurnya, Aku tak pernah tertarik dengan politik negara lain, akan tetapi Kepala Koki Istana, sampaikan pesan ini pada rajamu 'tepian benda selalu sulit untuk dilihat, dan saat kau tidur, pastikan pasang pengaitnya dengan baik'" Mereka pun bersalaman. Begitu pula para koki lainnya.


Di Istana para dayang dan tabib berlarian. Sementara JiYoung kesulitan mengartikan pesan Bailong. Para koki pun ikut penasaran. Seketika Ibu Suri (ratu terdahulu, ibu tiri HeOn), menampar JiYoung hingga tersungkur yang sedang membungkuk hormat karena menyapanya. "Kau tak akan memasak untuk paduka lagi " bentaknya "Putraku, JinMyoung sedang sekarat setelah memakan ayam yang kau buat untuknya." Semua tercengang, apalagi JiYoung. ibu Suri langsung memerintahkan penangkapan JiYoung karena Ia ingin mengintrogasinya.

GilGeum dan para Koki histeris menjerit bahwa pasti ada kesalahpahaman.  


Berita ini sampai di Selir Kang yang memastikan dayang jahatnya, ChuWol telah menyingkirkan tabib wanita yang mereka suruh mencelakai Pangeran. Selir Kang tersenyum sangat puas, ia bahkan ingin melihat sendiri wajah JiYoung saat diinterogasi dan disiksa.

JiYoung tetap bertahan dengan pernyataan tak bersalahnya meski dimasukan kurungan dan dipasung. Sementara HeOn menanti dengan penuh harap di rumah kaca istana tanpa mengetahui apa yang sedang dialami sang pujaan hati.

Review Bon Appetit Your Majesty Episode 9 

Waduh, ini beberapa episode terakhir sebelum ending, ketegangan semakin meningkat. Tim Suragan alias dapur istana Joseon memang sudah diprediksi menang tapi caranya memang elegan. Setelah sama kuat di dua kompetisi awal, wajar mereka mendapat poin yang lebih tinggi karena Weili langsung mengakui kesempurnaan masakan yang akhirnya mampu membuatnya makan.

Menambah pengetahuan baru juga kalau anoreksia juga dialami para koki yang mencapai titik kemampuan masak tertinggi. Sehingga mereka enggan makan.

Saya suka dengan cara HeOn dalam menangani permintaan Yu Kun menjadikan JiYoung wanita persembahan, tetap dengan gaya cheeky-nya, Ia tertawa sembari menanduk sang utusan. Untunglah Ibu Suri Agung bijaksana, mengirim surat kepada Bibinya untuk mencari tahu kebohongan Yu Kun.

Sebenarnya yang paling malu adalah para Koki Ming. Mereka dibohongi juga, ternyata kepala utusan menjalankan misi yang menguntungkan diri sendiri.

Lagi-lagi, saya heran ini investigasi Heon kurang gacor, padahal sudah bisa ditelusuri sejak pamannya terungkap menyerahkan cabai ke pihak Ming. Bailong pun memberikan pesan terenkripsi yang maksudnya saya simpulkan tentang hal ini (kan dia pernah menguping pembicaraan Yu Kun dengan utusan Pangeran Agung Jesan saat mengajak kerjasama mengkudeta HeOn). Sayang belum sempat diberikan info ini pada HeOn, JiYoung keburu ditangkap oleh Ibu Suri sebagai tersangka yang meracuni makan siang Pangeran Agung JinMyoung. 

Semoga JiYoung berhasil mencegah HeOn menjadi tiran seperti sejarah yang seharusnya terjadi. Karena berkat pengaruh JiYoung, HeOn perlahan menjadi pribadi yang lebih baik dan penuh kasih.

Baca juga Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty :

Episode 1      Episode 7

Episode 2     Episode 8

Episode 3     

Episode 4     Episode 10

Episode 5     Episode 11

Episode 6        Episode 12

Posting Komentar