" ".

Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty Episode 10

Table of Contents


Recap Bon Appetit Your Majesty Episode 10

Sambil menangis GilGeum berinisiatif akan melaporkan pada Raja HeOn, tapi Koki Maeng mencegahnya dan bilang Ia saja yang akan pergi, Koki Eom pun akhirnya memutuskan akan memimpin pelaporan itu. Tepat saat mereka akan bergerak, Kasim Yoon tiba, GilGeum langsung menangis pilu.


Sang Kepala Kasim bergegas menuju paduka yang masih menanti penuh harap di SaongWon. Ia bahkan berkhayal tentang posisinya ketika teringat memeluk JiYoung yang saking gembiranya menerima tasnya (Kali ini Ia bertekad tak akan jatuh terpeleset lagi Hoahaha). 



Dengan amarah yang berkobar dan membawa pengawal kerajaan, Ia mendatangi penjara dalam istana (tempat tidur yang sama saat JiYoung dan GilGeum baru tiba diistana). Ketika melihat JiYoung yang dipasung dalam keadaan pingsan, Ia memerintahkan penjaga segera membuka pintunya. Sang penjaga menolak, bukan karena tak patuh, melainkan karena kuncinya dibawa oleh Ibu Suri JaHyeon (Shin Eun Jung) (Ratu kedua istri raja terdahulu, alias ibu tiri HeOn).

HeOn langsung memerintahkan SuHyeok merobohkan pintu penjara tersebut. Saat itulah Ibu Suri dan dayangnya datang. Ia menuduh JiYoung meracuni makanan Pangeran JinMyoung hingga tak sadarkan diri. HeOn membela JiYoung karena Ia pun makan ayam yang sama. Ibu Suri bilang justru itulah yang membuatnya semakin curiga. HeOn semakin menaikan suaranya, Ia murka dituduh sebagai dalang yang mencelakakan adik sendiri. 

Ibu Suri bilang seandainya Ia bisa mencegah acara makan bareng tersebut, mungkin ini tak akan terjadi. HeOn bertanya "Untuk apa kulakukan itu jika tak merasa terancam?" Ibu Suri memaparkan fakta bahwa JinMyoung adalah Pangeran Mahkota yang akan mengambil alih takhta alias menggantikan HeOn jika terjadi sesuatu pada dirinya.

Mendengar kalimat itu, HeOn langsung menghunuskan pedangnya tepat ke leher Ibu tirinya, Ia menantangnya mengatakan hal tersebut sekali lagi. JiYoung sebenarnya sudah terbangun, Ia mendengarkan dengan cemas saat Ibu Suri justru semakin memprovokasi HeOn. HeOn mengeluarkan perintah raja agar kunci penjara diserahkan, tapi Ibu Suri tidak berniat menyerahkannya selama Ia masih hidup, jadi bunuhlah dirinya dahulu

"Jeonha, kumohon Jeonha, jangan lakukan ini" suara JiYoung terdengar lirih. "Turunkan pedang paduka, paduka tak membantuku jika melakukan ini. Paduka orang yang paling tahu bahwa Aku tak akan melakukan hal itu. Jadi, turunkan pedangnya dan buktikan aku tak bersalah" JiYoung berkaca-kaca berharap sepenuh hati jangan sampai HeOn benar-benar menjadi sangat tiran dalam sejarah.

Sajian 10 : "Restoran" Joseon

HeOn perlahan menurunkan pedangnya. HeOn masih mengancam ibu tirinya, jika mereka akan jadi musuh politik padahal punya hubungan keluarga, lebih baik semua diakhiri saat ini juga. JiYoung membujuknya dengan berkata, dari masa depan Ia mengetahui jika HeOn menghunus pedangnya maka keadaan akan jadi tak terkendali.

HeOn masih berkeras situasinya sudah melewati kondisi yang bisa dikendalikan tapi menurut JiYoung justru belum terjadi apapun. Ia memintanya berjanji tetap tegar dan menahan diri.  HeOn bilang jika Ia pergi sekarang, JiYoung akan mati, tapi JiYoung bersikeras justru bila HeOn tak pergi, semua orang akan mati. Kepala Koki Istana malah mengancam akan gantung diri demi membuktikan perkataannya. 

HeOn tampak nyaris menangis, tapi Ia seolah mendengar harapan JiYoung untuk mempercayainya. 

"Mengetahui bahwa Kau, Ini Suri yang tampak selalu memihak dan menerima Ku dengan tulus (sebagai anak), telah memendam prasangka buruk, kini aku menyadari apa yang sebenarnya tersembunyi dibalik kebaikan hatimu. Aku sendiri yang akan mengali insiden ini hingga ke akarnya. Jika kau siksa sekali lagi JiYoung sebelum kebenaran terungkap, akan ada hukuman yang sangat berat." HeOn menatap langsung mata Ibu tirinya. 

"Baiklah, namun jika JinMyoung meninggal sebelum kebenaran terungkap, JiYoung akan mendapat ganjaran" balas Ibu Suri.

"Jika ingin menghukumnya, Kau harus melengserkan Aku dulu" HeOn menatap tajam. 

Ibu Suri langsung pergi dan HeOn mendekati JiYoung dengan khawatir. Ia meminta JiYoung tetap kuat dan Ia berjanji mengingat kata -kata gadis itu.

Seorang penasihat yang ternyata kakak dari Ibu Suri Agung memberi informasi tentang HeOn mengurus penulis Yi JangGyun mencari draft catatan yang menjelaskan kematian permaisuri yang digulingkan (Ibu HeOn). Sang nenek nampak cemas apalgi kakaknya mengingatkan jika HeOn tahu mereka terlibat dalam hal tersebut, HeOn bisa menggulinhkan keluarga Han (trah Ibu Suri Agung). Sang penasihat yakin ini ada kaitannya dengan yang menimpa Pangeran JinMyoung. 

Ibu Suri Agung masih menolak ide ini dan mengingatkan peristiwa Pembersihan Muin (penindasan cendikiawan faksi Sarim di tahun ke-4 kepemimpinan YeonHuigun), HeOn berpura-pura mengasingkan orang. Beliau bukan orang yang menyusun rencana apalgi menggunakan racun. Neneknya yakin ini ulah orang lain karena sejak ada JiYoung, HeOn seolah menjadi pribadi yang berbeda. Kakaknya masih yakin dengan pendapatnya, tapi satu-satunya orang yang akan selamat dari semua ini adalah si bodoh Pangeran Agung Jesan. Nama ini membuat neneknya menjadi berfikir keras.

Di markas rahasianya, Pangeran Jesan dan para anteknya sedang merayakan keberhasilan rencana Selir Kang. Mereka tertawa puas, terutama dengan begini maka akan tercipta berntrokan antara Keluarga Han (Ibu Suri Agung) dan HeOn. Jika akhirnya HeOn menyingkirkan pendukung nomor satunya itu, maka mereka akan lebih mudah melengserkan HeOn.

Salah satu anteknya, bertanya kenapa penulis Yi masih dibiarkan hidup karena orang itu penyebab banyak hilangnya guru dan keluarga mereka saat pembersihan terdahulu. Pangeran Jesan bilang Ia masih diperlukan untuk rencana selanjutnya. Jahatnya mereka berharap JinMyoung tak sadar diri selamanya, tapi Pangeran Jesan yakin apapun hasilnya JiYoung dan HeOn tetap akan kena masalah.

Di ruangan HeOn, Sekretaris Im bilang Ia memahami tindakan Ibu Suri tapi JiYoung tak punya alasan menyakiti JinMyoung. HeOn memerintahkan Sekretaris Im mencari info apa saja yang dimakan JinMyoung setelah makan siang itu dan kemana serta bertemu dengan siapa saja Ia seharian itu. 

Malam itu JiYoung memandangi rembulan sambil menghela nafas panjang. HeOn pun tak tidur, dibantu CheonSang dan Sekretaris Im, Ia memeriksa dokumen dari tabib dan kantor obat istana.

Keesokan paginya, GilGeum menangis tiada henti dan seluruh pekerja di dapur istana muram. Pangeran JinMyoung masih tak sadarkan diri, ibunya merawatnya. Nenek HeOn terlihat berpikir keras.

Sekretaris Im membawa tim mencari informasi. Para koki istana bersaksi mereka semua makan ayam yang sama tapi baik saja. Bahannya bukan penyebabnya simpul Koki Maeng, tapi tabib istana tetap akan memeriksa semuanya. Laporan segera disampaikan sekretaris Im pada HeOn. Ia curiga JinMyoung sakit akibat hal lain karena bahan masakan memang tak ada yang mencurigakan. Tabib istana berkata, gejala seperti itu akan muncul jika seseorang menelan racun. Ia mengusulkan HeOn menjenguk JinMyoung di kediaman Ibu Suri. 

HeOn datang saat JinMyoung diperiksa tabib istana. Berkumpul juga para Selir ayahnya.  HeOn bertanya tentang adiknya pada tabib yang memohon maaf. Ibu Suri mempertanyakan tujuan kedatangan HeOn padahal sebelumnya Ia tak pernah datang. 

HeOn bilang Ia datang karena hasil pemeriksaan tabib telah membuktikan semua makanan yang dikonsumsi JinMyoung aman. Ibu Suri masih tak percaya dan bertanya langsung pada tabib istana yang membenarkan hal itu. HeOn pun bilang, dari penyelidikannya, diketahui JinMyoung selalu bersama ibu Suri, makanya HeOn datang kemari. 

Ibu Suri masih mencurigai makanan yang dimakan JinMyoung sebagai penyebab. Tapi mata HeOn tertuju pada bungkusan tanaman obat. Tabib menjelaskan itu tanaman obat yang dipakai dalam obat pemulihan rutin akibat kondisi kesehatan JinMyoung. Pangeran Jesan, pengawas SaongWon mengirimnya setiap dua Minggu, lalu tabib memeriksanya di sini baru mengirim ke naeuiwon (klinik tabib istana) untuk meracik obatnya.

HeOn membawa obat tersebut untuk diperiksa. Ibu Suri membela Pangeran Jesan dsn masih menuduh JiYoung. HeOn langsung mengancamnya untuk menjaga perkataan agar tak keluar istana karena bisa menghancurkan reputasi keluarga kerajaan.

HeOn meninggalkan ruangan setelah sempat melirik adiknya. Setelahnya, Ibu Suri nyaris terduduk dan langsung dipapah para madunya yang mengaku takut dengan HeOn. Tapi bagi Ibu Suri, Ia tak takut menuntut balas jika terjadi sesuatu pada JinMyoung. 

Di saat yang sama, Dayang Kim diutus oleh Ibu Suri Agung mengambil kunci penjara. Ibu Suri mau tak mau menurut.

 CheonSang bertanya apa yang menganggu pikiran HeOn. Sang Raja khawatir dengan kondisi JiYoung dan cemas seandainya tanaman obat ini pun tak terbukti bermasalah. Rupanya Kasim Yoon telah diperintahkan untuk mengunjungi JiYoung setiap pagi dan malam. JiYoung malah bercerita bahwa itu adalah tempat tinggalnya saat pertama tiba di istana, jadi tak perlu khawatir. HeOn malah tersinggung CheonSang masih mengingatnya Hoahaha. Dalam hati HeOn berharap bisa menolong JiYoung.

Di penjara, JiYoung berusaha menuliskan Mangunrok dan ingin menemukannya. Ia pun bersedih, kenapa harus berakhir di Joseon hanya untuk menderita. Ia sangat ingin pulang.

Ia kaget ketika Ibu Suri Agung datang. Ibu Suri bilang Ia pikir JiYoung akan menderita, ternyata Ia pun sudah terbiasa. Jadilah JiYoung mengulangi ceritanya lagi bahwa Ia dan GilGeum sempat tinggal di penjara ini.

Ibu Suri Agung memastikan JiYoung tak ada niat menjahati cucunya yang lain. Termasuk apakah HeOn yang menyuruhnya. JiYoung dengan bahasa santai justru bilang tak mungkin sang nenek mencurigai HeOn karena Ia paham benar sang Raja, jika mau diakan lakukan sendiri. Ibu Suri Agung malah berpesan JiYoung tetap harus waspada, karna gara-gara dirinya justru HeOn bisa kena masalah. Rumor jahat yang beredar, penilaian HeOn terganggu karena kedekatannya dengan Gwinyeo. 

Jadi JiYoung diberi waktu tiga hari untuk membuktikan dirinya tak bersalah. Jika gagal maka Ia akan disiksa di Uigeumbu, Kantor Penyelidikan Kerajaan atas percobaan pembunuhan Pangeran JinMyoung dan mati dalam penderitaan. JiYoung berjanji akan menemukan bukti bagaimana pun caranya. Sebagai bukti kesungguhannya, dayang melemparkan belati perak dan JiYoung harus menggunakannya jika gagal.

JiYoung disambut para Koki dengan suka cita, tapi Ia malah menyiapkan makan siang bagi HeOn.




Ketika Dayang Senior mengabarkan makan siang telah siap, HeOn memintanya pergi. Ketika mendengar suara JiYoung, Ia masih mengira hanya halusinasi. 

HeOn pun tersadar dan membuka pintu yang berada di sebelah pintu resminya. Ia menarik JiYoung kedalam ruangan (ditengah keterkejutan para dayang). Ia memeluk Kepala Koki Istana dan berkata sangat merindukannya.

JiYoung teringat pesan Ibu Suri Agung dan berusaha melepaskan diri. Ia mengingatkan rumor yang beredar bahwa HeOn memeluk dan mencium wanita yang bahkan tak disukainya. HeOn justru mendekapnya lagi Sambil terbata-bata JiYoung bilang akan menjelaskan semuanya saat paduka makan. HeOn malah menciumnya "Itu tadi untuk wanita yang sangat kusukai. Ciuman" JiYoung hanya bisa speechless.





Saat makan JiYoung mencicipi sendiri semua makanannya. HeOn memintanya makan bersama saja dan tak boleh dibantah. Akhirnya JiYoung ikut makan. (Duuh ini benaran kayak lagi ngedate gitu). JiYoung mengingatkannya agar jangan lupa makan

Secara ringkas JiYoung menceritakan syarat dari Ibu Suri Agung. Termasuk menunjukan pisau peraknga. HeOn segara menyita pisau itu dan meminta JiYoung melupakan janjinya pada Sang Nenek. JiYoung malah bertanya kebenaran HeOn yang menyukainya. Sang Raja salting banget, sampai tersedak. JiYoung membujuknya untuk tak melakukan apapun tanpa konsen, seperti memanggilnya tengah malam dan hal-hal lainnya.

HeOn hanya tertawa dan menganggapnya konyol. Kemudian dia menawarkan sikhye kepada JiYoung yang memuji kemahiran para koki dalam membuatnya.

Selir Kang marah besar mendengar info tentang hal ini dari ChuWol dan memutuskan menunggu perkembangan selanjutnya.

Kakaknya mendatangi Ibu Suri Agung juga meminta penjelasan tindakannya. Beliau khawatir paduka memang sedang mencari cara menyingkirkan keluarga Han. Ibu Suri Agung memintanya menunggu hasil dari JiYoung.

Di ruangan HeOn, Ia menjelaskan semua bahan obat yang bisa dipakai JinMyoung. JiYoung mempertimbangkan alergi suyu (mentega dari susu kan) atau bahaya jika kebanyakan mengonsumsi gingseng. Menurut kepala tabib menang benar bisa bikin pusing atau susah tidur tapi tak mungkin sampai tak sadarkan diri.

HeOn teringat ada satu bahan yang berbentuk bulat kecil seperti kacang tapi rasanya tak enak. 




Hari kedua penyelidikan, paginya ChunSaeng membangunkan HeOn demi mengkonfirmasi tak ada yang salah dari buang air besar pangeran JinMyoung. HeOn melarangnya bising agar JiYoung yang tertidur di lengannya tak terbangun.

Malam harinya, JiYoung yang kelelahan dan khawatir, curhat pada GilGeum di kediaman mereka. Ia membawa pulang bahan obat Pangeran JinMyoung dan catatan bahan makanan. GilGeum membuka bungkusan tersebut dan mengendus aroma kotoran tikus di bahan yang sama dengan yang disebut HeOn memiliki rasa pahit yang aneh.

JiYoung menanyai dayang Pangeran JinMyoung yang memberi info bahwa Ia tak pemilih soal makanan. Ia pun tak pernah demam. Ketika itu ChunSaeng membawa kabar kalau JiYoung diminta ke ruangan HeOn karena Sang Raja jatuh pingsan.

JiYoung sangat panik dan bertanya pada tabib istana yang menjelaskan HeOn kelelahan. Tapi gejalanya mirip dengan pangeran JinMyoung. HeOn pun merasa curiga. JiYoung pun menyuarakan kecurigaannya tentang salah satu tanaman obat yang disebut GilGeum. Tabib mengenali sebagai oryeongji (obat tradisional dari kotoran tupai terbang). Tabib berjanji akan mengecek obat Pangeran JinMyoung, oryeongji bukan racun tapi jika dimakan dengan gingseng bisa menimbulkan efek keracunan.

HeOn tak terancam karena hanya mencicipi sedikit dan Tabib menyanggupi membuat penawarnya namun butuh waktu. JiYoung dan HeOn menyimpulkan pelakunya tahu bila kedua hal ini akan beracun bila dimakan bersamaan dan mengenal kebiasaan JinMyoung dengan baik.

HeOn segera mengirim Sekretaris Im ke klinik tabib istana dan mencari tahu pelakunya. Ia pun curiga dengan pamannya dan JiYoung pun yakin ini adalah ulah orang terdekat.


JiYoung lega pangeran JinMyoung akan segera sadar. Tiba-tiba HeOn merasa pusing, ketika JiYoung hendak menolongnya berbaring, pria itu justru menyambar tangannya dan menariknya dalam dekapan. 

JiYoung kaget dan mulai mengomel karena Ia melakukannya tanpa seizinnya tapi HeOn bilang Ia butuh pelukan ini untuk meredakan pusingnya. Ia membujuk JiYoung tetap berada diposisi yang sama sebentar saya.

Sekretaris Im segera melakukan penyelidikan. Terungkap satu nama, tabib wanita Eo YuBun yang bertanggung jawab atas obat JinMyoung. Anehnya Ia menghilang sejak beberapa hari lalu. Pengerjaan dilakukan ke rumahnya tetapi nihil

HeOn menerima laporan kaburnya sang tabib. Ia segera mengutus pasukan dan menenangkan JiYoung yang mulai cemas akan batas waktu janjinya dengan ibu Suri Agung. HeOn leha JiYoung terbukti tak bersalah dan berjanji akan bicara dengan neneknya. Mereka berdua sepakat ada dalang dibalik kejadian ini. HeOn teringat GongGil pandai menemukan orang yang bersembunyi. GongGil segera mengutus antek-anteknya.





ChuWol si dayang jahat segera melaporkan bahwa Sekretaris Im mengintrogasi Pangeran Jesan tentang sang tabib dan mengeledah kediamannya. Selir Kang memerintah sang Tabib dibungkam.

ChuWol menemuinya di kegelapan malam di lokasi tersembunyi. Sang Tabib bertanya kapan Ia bisa kembali ke Kantor Tabib Istana. ChuWol malah mengajaknya mampir di alam baka dahulu, kemudian membuatnya pingsan. Saat akan menusuknya dengan binyeo di titik mematikan, GongGil datang 

Keduanya bertempur dengan sengit. GongGil mengetahui ChuWol pembunuh OkDan yang sebenarnya (atas perintah Selir Kang) dan ChuWol mengetahui bahwa GongGil yang memanah HeOn di hutan. Secara mengejutkan keduanya cukup berimbang (termasuk saat beradu kata-kata nyelekit Hoahaha). Namun pada akhirnya GongGil berhasil melumpuhkannya tanpa membunuhnya (meski diprovokasi bahwa alasan OkDan terbunuh karena berusaha memikat Raja demi dirinya yang kelaparan di rumah).

GongGil mengkonfirmasi keterlibatan Selir Kang dari Tabib Eo tetapi sebelum wanita yang mengaku takut dengan Selir Kang itu sempat membocorkan keterlibatan Pangeran Jesan, sebatang panah melesat dan menghabisi nyawanya. 

Sang Pengawal suruhan segera melaporkan Tabib Eo berhasil disingkirkan tapi GongGil menawan ChuWol. Pangeran Jesan menerima instruksi menjemput Penulis Yi SangGyun, ChuWol akan dibereskan Selir Kang. 

Sekretaris Im menunjukkan ChuWol pada HeOn dan menyesal meski telah menyiksanya sedemikian rupa, Ia menyangkal keterlibatan dengan insiden JinMyoung. HeOn mengenalinya sebagai dayang senior di Jahongwoon, Ia pun menanyakan keterlibatan Selir Kang namun sang dayang benar-bemar loyal.



HeOn segera mendatangi Selir Kang. Ia mengungkapkan keterlibatan ChuWol yang menyembunyikan Tabib Eo. Hebatnya Selir Kang tetap berpura-pura tak mengetahui apapun mengenai insiden Pangeran JinMyoung. HeOn mencari tahu, apakah yang didapatkan Selir Kang dari hal ini. Dengan tak tahu malu, Ia menjawab justru karena ini HeOn datang menemuinya setelah sekian lama. "Apakah Kau benar-benar ingin mati?" Bentak HeOn murka.

"Jika paduka hendak menghukumku, tunjukan buktinya"  Selir Kang menantang.

HeOn tertawa beringas dan bilang Ia akan menunjukan bukti atas perbuatannya yang layak mendapatkan hukuman mati.

JiYoung merawat HeOn dengan mengompres dahinya. HeOn bilang bagaimana JiYoung bisa menyusun strategi, GongGil membuat keributan dengan para pelawak mencari Tabib Eo sekaligus sambil mengawasi Selir Kang. GilGeum diserang saat kompetisi memasak oleh orang yang berpakaian dayang dan satu-satunya yang berani hanyalah Yang Mulia Selir Kang. HeOn kaget JiYoung tak cerita sejak awal.

Tabib membawa cheongyeolyak yang bisa jadi penawar racun. HeOn ikut para tabib untuk memberi obat pada JinMyoung dan mengajak JiYoung ikut serta.

Pangeran JinMyoung dan Ibu Suri sedang dikelilingi Ibu Suri Agung dan para selir raja terdahulu. HeOn dan tabib istana menjelaskan penawar telah dibuat untuk JinMyoung. Ibu Suri Agung meminta agar obatnya segera diberikan tapi Ibu Suri masih nampak enggan.

Setelah diminumkan sesendok, Pangeran JinMyoung tersadar tapi justru muntah lalu kejang. Tabib mengenalinya sebagai akibat perutnya yang kosong jadi Ia kekurangan zat gizi dan energi. HeOn memerintahkan tabib segera membuat obat lain. Ibu Suri berteriak "Apa gunanya membuat obat lain jika Ia tak bisa menelannya?".

JiYoung bilang justru karena Ia belum makan, jadi akan dibuatkan masakan yang bisa mengembalikan energi JinMyoung. Ibu Suri marah lagi karena menuduh JiYoung akan kabur. Ibu Suri Agung bilang kepala Koki sudah terbukti tak bersalah dan pelaku aslinya sudah tewas dan ada dayang Jahongwoon yang ditahan dan sedang diinterogasi. Para Selir juga setuju dengan pendapat ini, tak mungkin JiYoung berniat kabur, karena justru Ia berada disini. Ibu Suri hanya menangis pilu. Akhirnya HeOn yang memberi perintah Raja agar JiYoung bergegas ke dapur.

JiYoung berlarian ke dapur istana demi mengatasi syok glikemik JinMyoung. Seluruh koki istana langsung dikumpulkan. Meski GilGeum menuntut penjelasan, mereka harus fokus membuat hidangan yang bergizi. Restaurant yang terdiri kue berada, sujebi dari tepung gandum, sup kaki sapi dan beberapa herbal berkhasiat. Semua bekerja dengan teliti, JiYoung menjelaskan asal katanya 'restaurer' yang berarti memulihkan.  Ini versi Joseon dengan kuah yang kental dan pekat disebut saus veloute. Isian kue beras bulat dan sujebi ditambahkan . Kedua bahan ini mudah dicerna tubuh dan dibutuhkan JinMyoung untuk memulihkan tenaganya.

Ibu Suri masih tak percaya dengan masakan JiYoung. Meski didesak oleh Ibu Suri Agung, Ia masih menolak menyuapi anaknya. HeOn menawarkan diri untuk mencicipi terlebih dahulu dan neneknya mengingatkan bahwa Ia tak boleh melakukan hal tersebut sebagai raja. HeOn berkeras hanya ini cara meyakinkan ibu tirinya. Akhirnya JiYoung menawarkan dirinya sendiri, HeOn tetap melarang tapi Ibu Suri langsung memerintahkannya. 

Alhasil HeOn merebut sendok satu lagi dan menyuap  berbarengan dengan JiYoung. Ia bertestimoni, rasa alami dari bahanya mengalir di seluruh tubuh dan langsung berasa bertenaga. Ibu Suri Agung pun akhirnya marah pada Ibu Suri yang dengan helaan nafas panjang, menyuapi JinMyoung. Sang Pangeran langsung berhenti kejang. Tabib sangat gembira dan semua lega saat JinMyoung sadar dan memanggil ibunya. 

HeOn memandang JiYoung penuh arti sambil bersyukur bahwa langit menolong mereka. JiYoung sempat terhuyung nyaris jatuh saat meninggalkan paviliun Ibu Suri. HeOn dengan sigap menangkapnya. Ia khawatir JiYoung telah mengalami banyak hal dalam beberapa hari terakhir. JiYoung bilang HeOn pun sama bahkan sampai jatuh sakit.

HeOn sangat senang JiYoung memperhatikannya. Ia mengundang JiYoung ke Unyeongjeong malam ini. JiYoung penasaran apa yang hendak ditunjukkan tapi HeOn masih merahasiakannya. JiYoung menebak itu Mangunrok, tapi Ia jadi cemas untuk kembali ke masa depan dan merasa aneh karena hatinya terasa pedih.

Antek Pangeran Jesan menyesalkan kegagalan kali ini. Tapi beliau masih tenang menganalogikan jika sudah ada celah terbuka maka akan sulit menutup rapat kembali. Malam itu dia mengajak mereka rapat kembali.

Benar saja, Sang Selir jahat segera mendatangi ChuWol yang bersumpah tak pernah membocorkan rahasia mereka. Awalnya Selir Kang nampak bersimpati dengan membawakan air, matanya berkaca-kaca dan berjanji akan membawa keluar dari penjara tapi dengan berdarah dingin, Ia menusukan binyeo. ChuWol pun meninggal dan dijebak seolah menghabisi dirinya sendiri.



JiYoung menunggu dengan kesal karena HeIn terlambat. Rupanya pria itu datang memakai kostum Cheoyong yang sering dipakai GongGil saat tampil bersama tim penghibur istana. Filosofinya adalah untuk mengusir mahkluk jahat, juga menandakan panjang umur dan kemakmuran. 

HeOn berencana menarikannya untuk acara peringatan 70 tahun neneknya. Kali ini Ia ingin memperlihatkannya pada JiYoung terlebih dahulu diiringi musik tradisional, Ia menari sambil ditonton JiYoung yang tersenyum mengingat kembali pertemuan mereka sejak pertama kali. Diiringi OST yang romantis semua momen manis mereka membuat JiYoung nyaris tak kuasa membendung air matanya.

Di lokasi berbeda, Pangeran Jesan menunjukkan Yi JangGyun yang ditawannya. Semua anteknya ingin langsung menghabisi pria yang dianggap pen jahat yang menghabisi keluarga mereka. Pangeran Jesan meminta mereka untuk bersabar karena Ia pun sudah menemukan Ibu kandung Ratu yang dilengserkan (Ratu Yeon, ibu kandung HeOn). Di dalam boneka yang dipeluknya ada kain bernoda darah saat sang ratu diracun. Di hari perjamuan Ibu Suri Agung, mereka akan mengungkap kebenaran agar HeOn mengamuk dan menjadi tiran yang membantai anggota keluarganya sendiri. 





Kembali pada OTP. HeOn merasakan mood JiYoung yang bersedih. Menurut JiYoung hari ini HeOn terlihat gagah saat menari. HeOn memakaikan jubahnya agar JiYoung tak keinginan. HeOn bertanya apakah JiYoung masih ingin menemukan Mangunrok dan pulang. JiYoung membenarkan dan bertanya apakah akhirnya Ia percaya JiYoung berasal dari masa depan? HeOn bilang Ia bisa merasakan bahwa JiYoung bukan dari masa kini setelah merasakan masakannya. JiYoung kesal, kenapa HeOn masih menindasnya begitu. HeOn jelas tak terima dibilang menindas. Hoahaha. Ia pun bertanya sekali lagi pertanyaan yang sama, benarkah JiYoung ingin pulang? 

JiYoung menerka HeOn 

"Jadilah pendampingku

"Jeonha, itu bukan.."

"Aku serius, HeOn mengulurkan cincin dan memasangnya di jari JiYoung 

"jika kau jadi pendamping Ku, Aku janji setiap pagi Aku akan memasakkan Bibimbap"

Kali ini Aku merasa mungkin tak ada salahnya jika tak kembali ke masa dan duniaku lirih JiYoung dalam hati saat HeOn mengecupnya lembut.

Review Bon Appetit Your Majesty Episode 10

Ini episode yang mulai intens. Semakin menunjukan perasaan HeOn pada JiYoung begitu pula sebaliknya. HeOn mau mendengar perkataan JiYoung saat sudah dikuasai amarah dan nyaris menebas Ibu Suri adalah suatu kebahagiaan tersendiri.

Rencana Selir Kang bisa digagalkan berkat kerjasama JiYoung dan HeOn. Hidung GilGeum yang tajam terbukti bukan sekedar gimmick saat memasak. Sekretaris Im pun menjalankan kemampuan investigasinya dengan baik.

Kejutan datang dari kemampuan bertarung  ChuWol yang bisa mengimbangi GongGil yang sebenernya cukup terampil. Sayangnya Ia harus mati ditangan tuan yang sangat dihormatinya. Sesuai apa yang diharapkan juga sih dari Selir Kang yang sangat licik, Ia tega menghabisi orang kepercayaannya sekalipun agar tak bisa dibuktikan sebagai dalang..

Baca juga Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty :

Episode 1      Episode 7

Episode 2     Episode 8

Episode 3     Episode 9

Episode 4      

Episode 5     Episode 11

Episode 6        Episode 12





 











Posting Komentar