" ".

Recap dan Review Bon Appetit Your Majesty Episode 12 (Ending)

Table of Contents

Recap Bon Appetit Your Majesty Episode 12

HeOn menunjukkan keahlian terbaiknya di Medan pertempuran. Sementara GongGil memanggil teman-temannya demi menyelamatkan JiYoung dan menghadapi para pemberontak. Sepanjang pertarungan HeOn sangat mencemaskan JiYoung, sebaliknya JiYoung mencemaskan HeOn. GongGil menjelaskan ini adalah makar yang dipimpin Pangeran Jesan. Ia melihat pemberontak membunuh ayah Sekretaris Im.

JiYoung ngotot harus menemui HeOn tapi GongGil memintanya bersembunyi dahulu agar bisa menyelamatkan pria itu. JiYoung menangis membayangkan HeOn yang sudah sudah payah menahan diri tapi malah terjadi peristiwa ini.

Para pejabat dipanggil ke ruang Ibu Suri Agung. Mereka menerka beliau berubah pikiran namun ternyata mereka dihadang Pangeran Jesan yang mengaku menerima perintah kerajaan untuk menyingkirkan keluarga Han yang haus kekuasaan dan mengontrol dari balik bayangan Ibu Suri Agung. Mereka pun tersadar ini jebakan dan marah karena Pangeran Jesan seolah tak takut pada kuasa langit. Pangeran Jesan tertawa mengejek sambil menebasnya dan berkata bahwa kematian penasehat Han hanya akan dianggap perbuatan HeOn yang menjadi tiran.



Pangeran Jesan mendatangi JinMyoung dan ibunya yang ketakutan di kamar. Beliau menyampaikan malapetaka yang dilakukan "HeOn", Ia mengaku gagal menyelamatkan Ibu Suri Agung dan memanggil pejabat dari Faksi Sarim meski melanggar adab istana. ibu Suri menanyakan keberadaan HeOn yang dijawab sedang menuju Hutan Salgoji bertempur melawan pemberontak (yang di klaim meminta keadilan padanya). Ternyata Tujuannya adalah meminta JinMyoung naik takhta. Ibu Suri keberatan JinMyoung jadi pemimpin pemberontakan karena HeOn masih hidup. Jesan terus membujuk dengan alasan JinMyoung akan diincar. Ibu Suri minta waktu berpikir tiga hari karena JinMyoung masih kecil. Akhirnya Ia setuju JinMyoung akan dinobatkan saat subuh tiba. 

Pangeran Jesan berjanji HeOn mustahil kembali dalam keadaan hidup. Namun sungguh luar biasa, SuHyeok dan beberapa pengikut berhasil selamat dalam pertempuran hidup dan mati termasuk menyelamatkan HeOn.

Sajian 12 : Hwaseban



Paginya, JinMyoung segera dinobatkan sebagai raja baru. Cap Kerajaan dibawakan oleh Kasim dan Ibu Suri menuliskan dekret kerjaan. Isinya ikrar untuk era baru dan Pangeran Jesan mendukung lahirnya era baru itu.

Para pendukung Pangeran Jesan menyebarkan rumor kepada Rakyat bahwa HeOn menggila dan dihukum oleh langit, oleh karena itu raja baru telah diangkat. 

JinMyoung ditunjuk sebagai raja ke-11 dinasti Joseon. Sebagai raja baru Ia diharapkan memerintah dengan bijak dan mengayomi rakyatnya. 


Semua pejabat mengelu-elukannya. Kelompok Pangeran Jesan  berkumpul di ruangan HeOn. Jesan menerima selamat dari para anteknya dan Selir Kang karena kekuasaan si tiran HeOn berakhir. Ia mengucapkan hutang budi pada mereka semua yang telah membantunya.

Salah satu anteknya bilang sebentar lagi rakyat akan menunjukkan dukungan dan itulah saatnya Pangeran Jesan naik menjadi raja yang arif bagi semuanya. Beliau hanya bengong dan pura-pura, "Belum setengah hari raja baru naik takhta, tak perlu buru-buru." selorohnya.

Mereka mendapatkan info bahwa HeOn meninggal dunia di Salgoji tapi Selir Kang masih cemas JiYoung bisa meloloskan diri (ugh, salah satu antek Jesan menyebutnya sebagai 'Mama' alias ratu saja)

GongGil pulang membawa kabar banyak yang tewas di hutan Sangolji tapi belum ada kabar HeOn. JiYoung meyakinkan GongGil bahwa HeOn berniat berbaikan dengan neneknya dan tak mungkin menyakitinya. Tapi GongGil bilang Pangeran JinMyoung sudah diangkat naik takhta dalam semalam dan tak ada yang bisa dilakukan lagi. GongGil bilang, Ia akan pergi mencari informasi lagi. JiYoung menyerahkan hiasan giok bermotif kupu-kupu yang diberikan HeOn agar GongGil memberi bukti bahwa JiYoung masih hidup.

Di istana, para koki bersedih, terutama Koki Eom yang menangisi dayang Ibu Suri Agung yang akrab dengannya. Mereka mendoakan keselamatan JiYoung tapi GilGeum bersedih karena seandainya Ia kembali ke masa depan, kenapa tanpa meninggalkan pesan apapun. Semua tak percaya dan menduga GilGeum sedang stress. Mereka tak percaya HeOn melakukan semua itu dan GongGil menyapa sambil membuka penyamarannya.

Di luar kediaman rahasia GongGil, JiYoung mengenang pertemuannya dengan HeOn sejak pertama kali. Ia menyadari HeOn selalu membuatnya ingin menjadi chef yang lebih baik. Tanpa HeOn dia jadi kehilangan alasan memasak. Kali jni JiYoung bisa jujur dengan perasaannya kalau Ia merindukan HeOn.

Pangeran Jesan masih mencari keberadaan HeOn. Kepala pasukannya berjanji akan menemukannya dalam tiga hari tapi  Pangeran Jesan meremehkan HeOn sebagai macan ompong. Laporan masuk mengatakan pasukan Umrimwi melakukan perlawanan dan Ia masih menertawakan apa yang bisa dilakukan Raja yang sudah dilengserkan.


Tepat saat itu HeOn datang "Kenapa sulit sekali memasuki rumah ku sendiri?" Ia melangkah pasti. "Selir Kang, aku sungguh berharap kau tak terlibat. Kupikir Kau meracuni JinMyoung karena cemburu. Ternyata dulu tangan yang menenangkanku menyembunyikan pedang". HeOn menatap sinis.

"Aku menantikan peristiwa ini sejak dulu. Aku tak mengharap pengertian ataupun ampunan mu." Wanita culas itu menjawab dengan sama angkuhnya.

HeOn hanya tertawa terbahak-bahak "Ya sudah kuduga, sperti itulah dirimu. Tapi jangan lupa yang menghunus pedang dengan senyum pada akhirnya akan terkena tebasan nya sendiri."

"Paman, aku kembali dan hidup ayo kita bicara untuk terakhir kalinya."

Keduanya menuju ruangan raja dan duduk berhadapan, Pangeran Jesan menuangkan minuman sambil menyesali persiapan di hutan Sangolji masih kurang memadai. HeOn bilang sebenarnya sudah memadai tetapi lokasi tersebut keliru untuk pertempuran, Ia mengenal dengan baik sebagai tempat 'bermainnya'. Pangeran Jesan bertanya, apakah HeOn pergi ke Hutan dengan kesadaran penuh apa yang akan terjadi istana, HeOn bilang sebenarnya Ia sadar tepat saat akan berangkat. Ia hanya tak yakin setelah memecahkan kode bunyi aksara dari Tang Bailong, Koki Ming yang menitipkan pesan lewat JiYoung. "Je" untuk tepian, "San" untuk pengait. 

Jesan hanya tertawa karena bagaimanapun HeOn sudah kalah. Jesan sudah menghabisi nenek dan para pejabat Han yang mendukungnya selama ini. HeOn bilang jika ini balasan atas pembersihan Muin maka Ia siap menerima pelengserannya dari tahta dan menerima hukuman atas hal tersebut serta akibat ChaeHong yang dipimpin Im SeongJae. Ia tak bisa mengelak atau lupa derita dan nestapa yang disebabkannya. HeOn tak yakin bisa dimaafkan. Jesan jadi emosi dan akhirnya mengungkap niat sesungguhnya : seharusnya Ia yang naik takhta bukan HeOn. 

HeOn akhirnya tersenyum puas, ternyata ini alasan sebenarnya. "Paman ingin menjadi raja." HeOn bilang tak ada lagi tempatnya bersembunyi dan Ia ingin menuntaskan semua dengan Jesan.

Jesan bertanya apa keinginan HeOn dan Ia minta pamannya bersumpah setia agar pamannya mendukung pemerintahan JinMyoung sebagai ganti pengasingan dan hukumannya. Dalam hatinya HeOn sadar, Jesan adalah tiran yang sesungguhnya dan tak akan menepati janjinya.

Rupanya diluar pintu GongGil menyelinap dan mendengar semuanya. Ia memuji HeOn yang banyak berubah setelah mengenal JiYoung.


Di penjara seorang menteri penasihat memberikan Mangunrok pada HeOn. Ia mengejek HeOn tak akan bisa memakan semua hidangan dalam catatan itu lagi. HeOn pun menulis nama makanan terakhirnya ngikutin nasihat CheonSeong dan menuliskan 'Hwaseban' alias makanan yang membawa pulang. Begitupula surat cinta di halaman terakhir " Kepada yang tersayang, jika suatu hari kau membaca ini, semoga kau kembali ke sisiku." Karena pada saat itu hatiku akan menjadi milikmu sejak awal dan aku akan mengenalimu. Tiba-tiba GongGil melemparkan ornamen kupu-kupu titipan JiYoung ke dalam penjara dan HeOn memasangnya di Mangunrok sambil bersyukur JiYoung masih hidup.

JiYoung senang mendengar laporan GongGil tapi dari masa depan Ia teringat peristiwa sejarah yang pernah dibacanya saat mempelajari Yeonhuingun, HeOn akan tewas setelah beliau diasingkan. JiYoung meyakinkan GongGil membantunya melepaskan HeOn. GongGil percaya JiYoung berasal dari masa depan.


Keesokan harinya, HeOn dibawa dalam pedati dengan kurungan sebagaimana waktu JiYoung dibawa ke istana dulu. Paralel dengan Ibu Suri membacakan dekrit bahwa Ia melakukan pembantaian Muin, kejahatan keji dan tak bermoral membunuh ibu Suri Agung dan makar sehari setelah dilengserkan. Maka Ia diturunkan jadi Pangeran Yeonhuingun dan diasingkan ke Ganghwa (tampar ibunya dulu diasingkan).

HeOn teringat percakapannya dengan JiYoung dan sadar JiYoung mengatakan kebenaran sejak awal.


Jesan menanyai Selir Kang yang melepas kepergian HeOn dengan wajah yang tak terlihat puas. Ia berdalih jika tertawa maka bisa dianggap gila. Jesan malah tertawa dan menyebut dirinya sendiri gila. Para pejabat sekali lagi memberinya selamat tapi Jesan bilang ini belum berakhir sepenuhnya. Ia memerintahkan dua anteknya mengawasi Raja baru sementara Ia dan seorang pejabat lagi akan membawa pasukan menyusul HeOn. DeokChul pengawalnya yang jahat diperintahkan menjaga Selir Kang.

Di perjalanan, para penghibur main di jalan dan membuat perjalanan terhenti. "Beraninya mereka mengganggu barang milikku. Mereka harus diberi pelajaran" suara JiYoung membangunkan HeOn dari dalamnya pikirannya sendiri. Ia terkejut dan memerintahkan JiYoung lekas pergi tapi JiYoung bilang Ia akan menyelamatkan HeOn dan berjanjilah untuk kuat dan bertahan. HeOn melarangnya berbuat konyol karna Ia sudah punya rencana sendiri. JiYoung membuat gesture yang sama saat Ia ditangkap (seolah menembak dengan pistol), lalu Ia menggenggam tangan HeOn dan keduanya dipisahkan pengawal. HeOn memandangi JiYoung hingga gadis itu berlalu.

Di hutan, HeOn diperintahkan turun dan akan dieksekusi oleh para pengawal. Ia hanya tersenyum dan berujar sesuai dugaan laman. Saat itulah dalam hati Ia memerintahkan "tembak" dan anak panah melesat menghabisi para pengawal jahat. SuHyeok muncul dan HeOn memuji ketepatan waktunya. Ia mengangsurkan pedang kerajaan dan pakaian tempur. HeOn bilang Ia akan memberikan bantuan terakhir pada JinMyoung sebagai raja terdahulu dengan menyingkirkan para pemberontak dan pamannya, Jesan.



Ia dan pasukan bersiap bertempur saat Jesan datang dan mencemooh jumlah pasukan HeOn yang tak sekuat bayangannya. Ia yakin bisa mengalahkan HeOn. Ternyata JiYoung datang dengan rombongan penampil dan GongGil. Begitu pula dengan para koki istana yang bersenjatakan peralatan dapur. Mereka tahu rencana ini dari GongGil yang berteriak "Mari bersenang-senang" sambil menghunus pedangnya.

Pangeran Jesan dan anteknya semakin menertawai HeOn. Ia memerintahkan pemanah tapi tameng pasukan paduka cukup solid. Pertempuran jarak dekat pun terjadi dengan instruksi HeOn untuk menghabisi pemberontak.






Jesan hanya menonton, beda dengan HeOn yang memang sangat terampil bertarung. Bersama para pasukan termasuk koki Istana yang mereka mengerahkan segenap kemampuan  yang ada. JiYoung dan GilGeum tak mau kalah. Paduka. Pemberontak tambahan datang dan mendesak kelompok paduka. Mereka mundur sambil terdengar teriakan Koki yang melemparkan gochuharu (Hoahaha). Ditengah kepanikan terdengar suara ledakan kencang dan ChunSaeng memanggil "Koki Yeon, Aku datang, belum terlambat kan?" Ia sangat puas bisa menggunakan bom karyanya (serupa granat yang disulut api) dengan sepuasnya.  Moral kelompok HeOn naik kembali dan mereka melakukan serangan balasan. SuHyeok dan GongGil bertarung sengit.



Jesan kesal sekali pada JiYoung dan salah seorang pengawal jahatnya berusaha mencelakai JiYoung. Untunglah HeOn melindunginya dan malah meraih panah yang tergeletak di dekatnya. Sayang anah panah yang dilepaskan hanya mengenai salah seorang antek Jesan (yang dengan liciknya dijadikan tameng oleh si culas itu). Kelompok HeOn menang, tapi di Tengah euforia ternyata JiYoung tertangkap oleh Jesan. Ia meminta HeOn datang sendiri ke lokasi mereka pernah minum bersama saat HeOn belum di lantik jadi raja.

Semua orang ingin ikut menyelamatkan JiYoung tapi HeOn meminta mereka menuju istana dan menumpas pemberontak serta pengawal yang menguasai tempat itu. Ia berkuda sendiri menuju tempat JiYoung.


Rombongan paduka segera menyerbu ke istana. Berita kekalahan Pangeran Jesan segera sampai duluan. Menteri pendukungnya bunuh diri dengan racun. SuHyeok kembali menguasai istana dan dalam hati berdoa untuk keselamatan HeOn.






Sementara Selir Kang bermain gayageum sampai senarnya putus. Ia terkejut melihat GongGil yang berkata kedatanganya untuk membalaskan dendam saudara perempuannya dan semua wanita lain yang dimanfaatkan lalu dibunuh selir Kang. Wanita jahat ini masih saja menyebalkan dengan bilang Ia hanya penghibur dan tak sudi meminta ampun pada GongGil yang dianggapnya rendahan. Justru menurut GongGil, Ia lah yang tak layak menyebut dirinya penghibur. Selir Kang bilang hanya dirinya yang patut menilai, kemudian Ia menusukan binyeo tepat di jantungnya. Saat  Ia terjatuh, GongGil menusukan pedangnya dan membalaskan adiknya.

GongGil berjalan gontai keluar ruangan. Ia menatap langit sambil berkata dalam hati, semua sudah berakhir Kepala Koki Istana dan untuk kali ini Ia membela HeOn.


JiYoung diikat dan Pangeran Jesan mengejek, Ia terharu, demi cinta pada JiYoung, HeOn melakukan semuanya termasuk datang sendiri ke tempat ini. Ia yakin akan mengalahkan ponakannya.

Ada tiga prajurit terlatih yang mencegat HeOn. Sebenarnya HeOn lega JiYoung tak terluka "Kau rebut koki ku yang tak bisa direbut Ming sekalipun." Ia menantang sang paman. Jesan yakin HeOn tak akan bisa mencapai tempatnya di pendopo tapi HeOn lebih yakin bahwa Jesan yang akan turun ke tempatnya.

Benar saja dengan skill pedangnya yang luar biasa, HeOn melumpuhkan satu prajurit sampai Jesan ikut dalam pertarungan. Ia menyerbu HeOn dengan dua prajurit yang tersisa. JiYoung berhasil meloloskan diri setelah mengiris tali pengikat dengan pecahan guci minuman keras yang pecah akibat pertarungan. Ia memanggil HeOn, namun sang pria langsung memintanya melarikan diri.

JiYoung tak ingin pergi sendiri dan malah menyongsongnya ke pertarungan. Di tengah jalan Ia melihat Mangunrok yang terjatuh dari jubah HeOn. Ia terkejut mengetahui penulis bukunya adalah HeOn. JiYoung terlalu memperhatikan buku, hingga tak sadar Jesan memerintahkan seorang prajurit yang tersisa menangkapnya. Beruntung HeOn langsung mengalahkan musuhnya dan melemparkan pedang dalam genggamannya tepat mengenai prajurit yang mengejar JiYoung.

HeOn yang tak bersenjata di ancam dengan hunusan pedang Jesan. HeOn memperingatkan pamannya, belum terlambat untuk menyarungkan pedang. "Kuasa yang tak dikendalikan akan menjadi racun!", bentaknya saat seorang prajurit melukai kakinya dengan sabetan pedang. HeOn jatuh berlutut, tepat saat Jesan mengayunkan pedangnya, JiYoung maju melindungi kekasihnya itu. Ia roboh dalam dekapan HeOn ke arah tanah, tapi ditengah kekalutannya memanggil nama JiYoung, HeOn tetap waspada dengan serangan susulan Jesan. Sang Paman mengambil ancang-ancang untuk menebasnya, tapi HeOn sudah lebih cepat bergerak dengan tusukan fatal dari arah bawah. Jesan pun jatuh.







"Sebenarnya Aku tak mau pergi" JiYoung berkata lirih. 

"Kau mau kemana tanpa seizin ku?" Air mata mulai menggenangi mata keduanya.

"Aku mencintaimu, paduka" JiYoung menutup matanya ketika petir mulai menyambar, angin bertiup kencang, Bulan hampir gerhana tampak di langit dan Mangunrok berpendar cahaya. 

HeOn memohon histeris agar kekasihnya membuka mata dan saat itulah halaman demi halaman Mangunrok mengeluarkan huruf-huruf  yang berwana keemasan, mengelilingi tubuh JiYoung dan mengangkatnya ke udara. HeOn berusaha menggenggam jarinya hingga hingga akhir sambil menangis pilu "Jangan pergi koki Yeon". HeOn pun menyadari Mangunrok yang mati-matian dicari JiYoung adalah buku catatannya. Sehelai halaman terkoyak (halaman Hwaseban yang disadari JiYoung hilang sejak awal), saat HeOn menangisi buku tersebut  yang perlahan menghisap JiYoung ke dalamnya dan menghilang.

HeOn hanya bisa menangis histeris. Sambil bertekad akan menemukannya di mana pun Ia berada. Pangeran Jesan rupanya masih bangkit dan berkata Ia akan mengirim HeOn ke tempat JiYoung. Untunglah HeOn berhasil menusuknya sekali lagi dan mendoakannya pergi dengan tenang. Dasar jahat, Jesan masih sempat-sempatnya berujar "Seharusnya, Aku yang jadi raja".

HeOn pun ikut terjatuh ketika potongan halaman Mangunrok yang lepas menimpanya.

Di Seoul, JiYoung tersadar di kamar rumah sakit. Ada infus di lengannya dan ketika mencoba duduk, rasa sakit menyebar dari bahunya yang ada bekas luka tebasan Jesan. Ia langsung mencari Mangunrok di lemarinya dan menangis ketika Ayahnya masuk kemudian memeluknya lega. Para dokter datang dan memeriksanya.

JiYoung akhirnya pulang ke rumah. Ia berbaring di kamarnya sambil menatap semua barang yang dirindukannya tapi selalu memikirkan HeOn. Ia teringat kejadian sebelum mereka berpisah dan menangis. Setelah surfing di internet, Ia sadar sejarah berubah. Mayat HeOn tak pernah ditemukan jadi Ia yakin bisa berjumpa lagi sesuai janji mereka. 



JiYoung mulai membaca halaman Mangunrok yang membawanya ke Joseon untuk pertama kali. Tapi setelah berkali-kali di coba tak ada yang terjadi, bahkan setelah mencoba membacanya di kamar mandi Hoahaha. Ia hanya bisa menangis pilu menggenggam Mangunrok yang saat ini ternoda darah. Semua kenangan indah terpatri dalam benaknya, terutama janji HeOn yang akan menemukannya lagi apapun yang terjadi.


Sebulan kemudian, JiYoung datang ke Restoran Enfin, di Hotel Amba Seoul yang prestisius. Ia dimohon untuk mau bekerja di sini karena Michellin mulai melakukan penilaian di Korea Selatan. JiYoung awalnya menolak, tapi temannya yang jadi manager restoran memohon, jika gagal dapat bintang Michelin lagi maka pihak hotel akan menutup restoran.

Ia minta diajak ke dapurnya dan melihat semuanya, akhirnya setuju. Ia mencicipi dessert yang disajikan dan mengajukan syarat dalam sebulan Ia akan mengganti menu dari menu yang terlalu biasa (US Porterhouse Steak, US Wagyu Beef Short Rib Steak, dan lainnya). Ia akan mengembangkan fine dining yang menghadirkan hidangan kerajaan Joseon. 

Saat berkenalan dengan para Chef, JiYoung mendapatkan kejutan lagi. Semua chef serupa sekali dengan Koki Eom, Koki Maeng, Koki Min, Koki Shim bahkan GilGeum. Tapi gadis itu meralat bahwa namanya adalah SunGeum. JiYoung mengira mereka adalah keturunan dari Para Koki Istana. Chef Maeng mengenalinya sebagai pemenang kontes masak di Perancis baru-baru ini. 



JiYoung memperkenalkan dirinya dan misinya menyusun menu baru demi penilaian Michelin. Semua bertepuk tangan dan JiYoung kembali ke kehidupannya yang semula. ia mempelajari hidangan kerajaan yang ditemui saat menjadi Kepala Koki Istana digabungkan dengan Mangunrok dan skill yang dipelajarinya di Perancis. Ia menciptakan set Menu Kerajaan dengan nama Set Menu Kepala Koki Istana. Sambutannya hangat, baik dari media maupun tingkat reservasi meja. Tim JiYoung sangat kompak, sesuai prediksinya.

Suatu hari datanglah sesorang yang menyerupai Im SeongJae. Bergaya eksekutif muda dan memesan tempat atas nama Steve Im. Ia memesan kuliner Korea Modern yang sedang jadi sensasi, set Kepala Koki Istana. Ia minta dua gelas air dan membawa dua ponsel. Sesuatu yang rupanya jadi kode rahasia inspektur Michelin

JiYoung mengawasi semua elemen yang akan dihidangkan, meski Ia masih sering salah panggil dengan sebutan 'koki' alih-alih chef pada timnya. Hoahaha.

Anehnya, dari meja terduga inspektur Michelin itu, makanan dikembalikan oleh pelayan dengan berbagai alasan. Ia minta dibuatkan yang baru. JiYoung menyadari makanan tersebut masih belum disentuh. Jadilah JiYoung sendiri yang mengantarkannya ke meja.





Ia mengenalkan diri sebagai kepala chef Enfin dan langsung mengenali kemiripan dengan SongJae. JiYoung membatin bahkan di zaman ini pun pria ini masih rewel. JiYoung ingin tahu apa yang salah dengan  Iga masak arak anggur dan ogolye samgyetang mereka jika belum dicicipi sama sekali. "Katanya Mereka tak bisa mencegah lidah berbohong" JiYoung mengutip ucapannya saat berada di Joseon. Mereka berdebat dan si Steve memberi komentar bahwa JiYoung tak pantas jadi Chef dan dia akan memberi penilaian yang pantas. Saat itulah terdengar suara yang familiar "Jika itu memang benar, Aku akan mencicipinya sendiri"

"Kau siapa?" Steve Im berteriak marah 

JiYoung menoleh dan melihat HeOn.

"Kau? Apa kau ditebas dengan pedang?" Tanya pemuda yang berpenampilan modern (dan ganteng banget Ya Allah Hoahaha).

"Apa dia sinting? Kenapa bicaranya seperti itu?" Steve keheranan dengan lihat jadulnya. Manager restauran langsung menyeret Tuan Steve ke ruangan suite. Sementara JiYoung menatap HeOn takjub bertanya 

"Jeonha? Ini sungguh paduka?"

"Aku datang untuk memenuhi janji" 

JiYoung hanya bisa menangis "Lihatlah dirimu, sok keren! Bagaimana dengan Seoksura-nya?"

"Mana bisa aku menikmatinya tanpa kehadiranmu. Ikutlah aku dan cicipilah"

HeOn berbalik, JiYoung segera memeluknya dari belakang kemudian mereka pun berciuman mesra dengan latar belakang para Chef yang bertepuk tangan gembira.

Epilog 







Saat sedang memakai skincare (sulwhasoo, brand ambassador-nya YoonA) Manager Restauran mengabari bahwa Steve Im adalah penipu yang mencoba menyamar jadi Inspektur Michelin. Ia sudah dilaporkan ke polisi. Terdengar suara HeOn dari luar yang memanggilnya 

"Yeon suksu"

JiYoung keluar kamar dan terperanjat melihat betatoa berantakannya ruang makan dan dapurnya. HeOn sedang menyipakan Bibimbap

"Ini hanya bibimbap" goda JiYoung.

"Apa? Ini bimbimbap kerajaan,  yang Aku  Raja Joseson buat untuk pertama kalinya. Namanya Hwanseban.  

 "Benar" JiYoung tersenyum.

"Jangan makan jika tak mau" HeOn berpura-pura ngambek

HeOn menyuapkan pada JiYoung yang menilai rasanya masih butuh brown butter. Ia mengajarkan HeOn membuatnya. Keduanya tertawa riang .

Terdengar inner monolog JiYoung, "ini terdengar tak masuk akal, tapi Ia datang dari tahun 1500an. Bagaimana Ia bisa sampai disini? Itu tak penting, karena kami bersama lagi"

Review Bon Appetit Your Majesty Episode 12

Suatu drama yang solid, wajar rating meningkat hampir empat kali lipatnya dari 4, sekian % menjadi lebih dari 17% di endingnya. Menjadi salah satu Drakor dengan rating tertinggi dari TvN yang notabene adalah Tv kabel yang harus berbayar di KorSel sana. Ini bahkan rating tertinggi drama TvN tahun ini, dua kali lipat dari Resident Playbook yang juga banyak penggemarnya.

Sambutan dari fans internasional pun begitu meriah, di sosial media BAYM, YoonA dan ChaeMin selalu trending topik. Di OTT si merah bahkan jadi serial paling populer di lebih dari 40 negara.

Tak salah kalau publik Korea menjuluki YoonA sebagai second Dae Jaeng Geum (merujuk pada drama Jewel In The Palace yang pemeran utamanya Lee YoungAe jadi sensasi internasional setelah memerankan tabib wanita pertama di Joseon itu).

Perihal kontroversi yang sempat muncul di awal karena dianggap meromantisasi seorang tiran asli YeosanGun (Raja ke 10 Joseon), lagi-lagi kembali ke persepsi masing-masing. Nama tokohnya diubah jadi Yeonhuingun  dan selebihnya adalah fiksi.



Seluruh cast dan crew -nya solid. Saling memuji di setiap interview. Apalagi ChaeMin ternyata fanboy YoonA. Ia dan yang lain selalu memuji YoonA yang dinilai mampu menjadi lead penuh perhatian dan tak sekalipun mengeluh meski tingkat kesulitannya yang paling tinggi diantara yang lain Senang sekali, Ia mendapat pengakuan atas aktingnya. Semoga kali ini bisa dapat award lagi ya..

Lee ChaeMin sebagai Lee Heon juga benar-benar orang yang tepat hadir untuk peran yang tepat. Tak terlihat perbedaan usia 10 tahun dengan YoonA, termasuk dengan SongJae yang sempat saya komplain di episode awal, ternyata semakin ke sini, ChaeMin semakin mature. Ia bisa mengimbangi wibawa sebagai raja dan sahabat SongJae. Sudah saya tulis di review episode sebelumnya, tangisannya saat SongJae tertembak saat melindunginya itu epic banget. Sayang pas di era modern mereka sempat berselisih. (Ternyata beliau les vokal untuk saeguk empat tahun terakhir! Pantesan paling pas jadi HeOn).

Ya sih, di era modern kita hanya dapat melihat reinkarnasi para Koki Istana dan Steve Im. Selebihnya saya penasaran dengan GongGil, SooHyeok, dayang Pencicip dan CheonSeong bahkan ChunSaeng sang penemu. Jadi pengen ada musim kedua ga sih?

Tapi bagaimana pun saya puas sekali dengan episode akhir ini. Happy ending yang manis. HeOn yang asli lah yang datang ke masa depan (sesuai prediksi saya nih Hoahaha). Bagaimana caranya biarlah tetap jadi misteri. Bisa jadi ada hubungannya dengan lembaran Mangunrok yang terkoyak dan menutupi tubuh HeOn di adegan Ia pingsan setelah pertempurannya dengan Jesan berakhir.

Makasih Bon Appetit Your Majesty. Nge-hype Drakor ini seru banget. Meski saya agak tertatih menulis recap dan kadang me-review seolah seadanya, tapi percayalah Drakor ini jauuhh lebih baik ditonton langsung dari pada tulisan saya. Hoahaha 

 Baca juga Bon Appetit Your Majesty

Episode 1      Episode 7

Episode 2     Episode 8

Episode 3     Episode 9

Episode 4      Episode 10

Episode 5     Episode 11

Episode 6










 


7 komentar


Comment Author Avatar
10/02/2025 06:40:00 PM Delete
Kalau gak salah daku lihat karakter yang perempuannya di TT, terus ada komentar nengtijen tentang Koki. Cuma daku gak engeh mereka bahas drama yang mana, karena gak menyebut judulnya. Berarti drakor ini nih yang sedang dibahas mereka.
Comment Author Avatar
10/03/2025 09:13:00 AM Delete
episode akhir emang seru banget ya?
Team dapur muncul dengan "senjata dapur"nya yang nyeleneh
Walau berakhir ending, menurut saya ending yang maksa
Tapi gimana lagi, kalo gak happy ending penonton bisa marah :D
Comment Author Avatar
10/03/2025 10:18:00 AM Delete
Saking banyaknya review aku jadi penasaran serius pingin nonton juga nih, mbak. Syukurnya cuma 12 episod.
Berhubung aku harus masak bekel tiap hari jadi butuh referensi, meskipun masakannya itu2 aja tapi kalo disusun ala2 BAYM kan jadi menggugah selera ya, hihiii
Comment Author Avatar
10/03/2025 10:39:00 AM Delete
Wah, recaps & review Bon Appetit Your Majesty Ep. 12 itu nggak sekadar ngulik jalan cerita, tapi juga nuansa emosinya dapet banget. Mulai dari konflik kerajaan, romansa yang menyayat, sampai momen jatuh bangun di masa lalu vs masa kini — semuanya disampaikan dengan gaya yang ringan tapi tetap tajam.

Ceritamu bikin aku makin kepo sama ending-nya (apakah “book magic” itu nyata? 😆). Cantik banget caramu mengombinasikan narasi dan analisis. Terus tulis begitu ya, aku bakal selalu mantengin setiap recap-mu!
Comment Author Avatar
10/03/2025 11:18:00 AM Delete
Aku ngikutin ini sejak awal. Tertarik banget dan enggak pernah meleng ketinggalan tiap episode. Seru sih. Cara garapnya bagus banget. Tapi, menurutku cowoknya lebih cakep kalau jadi raja ya. Hehehe...
Comment Author Avatar
10/03/2025 11:48:00 AM Delete
Aku baru nonton sampe episode ke-4. Beneran lucu episode2 awal itu. Yoon-na selalu manis kalau ketemu cowok ganteng hahaha. Dari drakor ini tuh, aku yang gak bisa masak, jadi kagum dengan profesi chef. Kerjaan ini ternyata bukan cuma melibatkan rasa tapi juga skill yang bikin sajian itu istimewa secara visual maupun kualitasnya. Jarang2 bisa nonton drama yang mengusung tema spesifik seperti ini.
Comment Author Avatar
10/03/2025 02:07:00 PM Delete
AKu nonton cuplikan-cuplikan doang Bon Appetit Your Majesty ini. Yang paling lucu tuh yang perang di hutan. Kokinya bawa peralatan dapur coba. Hehehe