" ".

Recap dan Review Head Over Heels Episode 12 (Ending)

Table of Contents

Recap Head Over Heels Episode 12

YeomHwa teringat Ia menyerahkan jimat pelindung manusia kembali pada GyeonWoo tetapi kertas jimat dari SeongAh di dalamnya diambilnya terlebih dahulu. Ia meneteskan darahnya sendiri dan membakar kertas jimat tersebut sambil merasakan bahwa akhirnya kedua orang diharapkannya bertemu telah berjumpa lagi.




GyeonWoo pulang ke rumah saat JiHo sedang menjemur pakaian. JiHo mengomelinya namun langsung tergagap menyebut nama SeongAh ketika gadis itu masuk dan langsung mendaratkan kecupan di bibirnya. JiHo sangat syok, GyeonWoo tampak kesal tapi Seong-BongSu yang paling nampak ke kecewa. Ia mengumpat karena gagal berpindah ke tubuh JiHo. Ia menyapanya dengan memanggilnya si Penurut. JiHo yang masih meraba bibirnya langsung menyadari ini bukan SeongAh yang asli melainkan BongSu. Hoahaha

BongSu malah mengejeknya yang masih menyukai SeongAh dan tak punya pacar hingga kini. Hoahaha. 

GyeonWoo mengajaknya masuk dan bertukar pakaian. Seong-BongSu bilang Ia merasa nyaman tapi GyeonWoo menegaskan Ia dan JiHo yang tak nyaman melihatnya begini.







Setelah berganti pakaian pun, mereka berdua masih speechless. GyeonWoo mengomel selera berpakaiannya aneh dan kenapa juga selalu pakai sepatu di dalam rumah.

Seong-BongSu malah menjawab "Mode" sambil menunjuk mereka berdua dengan mengancam.

Selanjutnya terjadilah sesi fashion show. Kedua pemuda itu hanya tercengang tapi Seong-BongSu mengancam mereka untuk tersenyum atau dibunuhnya. Terpaksa JiHo-GyeonWoo ketawa karir Hoahaha. 





Tiba-tiba ada suara memanggil dari luar yang bilang "JiHo, Hyung dapat cuti jadi mampir". Chaos langsung terjadi. JiHo mencoba menahan Seong-BongSu di dalam kamar, sedangkan GyeonWoo menahan si tamu yang bisa membuka sendiri pintunya karena tahu sandi kuncinya. Ternyata ini JinUng yang datang lengkap dengan seragam wajib militernya. Lucunya JinUng juga keheranan kenapa GyeonWoo ada disini karena Ia justru mencari JiHo. Rencana mereka mengusir JinUng gagal total setelah Seong-BongSu menyerang JiHo dalam satu pukulan dan mengendap-endap mengambil permen di tas JinUng yang tergeletak di lantai.

JinUng langsung heboh melihat SeongAh dan mengabarkan pada HyeRi, Beom, JuSeung dan pastinya DoYeon. GyeonWoo menyeleksi pakai Seong-BongSu yang berpotongan terbuka atau modelnya aneh demi mendapatkan yang agak sopan. Ia pun berpesan pada Seong-BongSu yang sedang makan permen agar bertingkah semirip mungkin dengan SeongAh yang asli.

GyeonWoo memelototi JiHo kala HyeRi pun dengan mudahnya bisa masuk ke rumahnya. Ternyata HyeRi lebih kesal dan memukulinya dengan tas karena GyeonWoo tak langsung mengabari saat 'SeongAh' kembali. DoYeon yang baru masuk, berpapasan dengan SeongAh di lorong dan memeluknya. Pada awalnya Seong-BongSu tak mengenalinya, setelah tahu itu DoYeon dia memujinya terlalu cantik dan tampak mengapresiasi gadis dihadapannya. DoYeon malah menangis tersedu-sedu, membuat HyeRi dan JinUng serta penonton ikut berkaca-kaca.

Mereka pindah ke halaman setelah Beom dan JuSeung hadir. Merayakan kepulangan 'SeongAh' dengan cake dan minuman, lengkap dengan dekorasinya. Temannya bilang Ia jahat karena menghilang tanpa pernah mengabari. GyeonWoo tampak sangat khawatir, tapi Seong-BongSu menjawab diplomatis, meminta maaf karena sering berkeliling hingga lupa waktu. 

JinUng dan DoYeon yang resmi berpacaran mengutarakan keinginan mereka untuk pergi berpetualang bersama seperti SeongAh. JiHo berusaha mengingatkannya untuk menyelesaikan wamil dahulu. jinUng langsung membalasnya jadilah mereka saling terbuka dan bercanda. Beom bilang Ia sedang naksir cewek, sementara JiHo menunjukkan kemampuannya ber-beatbox. Semua hiruk pikuk ini membuat BongSu perlahan menangis, Ia menyadari betapa SeongAh asli merindukan teman-temannya. Ia merasa bersalah merasakan kehangatan yang seharusnya dirasakan SeongAh dan meminta maaf.

JiHo dan GyeonWoo terlihat khawatir. DoYeon menyerahkan tisu dan yang lain menghiburnya dengan berkata Gwenchana.




Setelahnya GyeonWoo bertanya "Bagaimana caraku bertemu SeongAh yang asli?" BongSu memberitahukan tentang jam kerbau. GyeonWoo mendatanginya pada dini hari dan memanggilnya, saat SeongAh tersadar dan memanggil namanya, GyeonWoo segera memeluknya tapi anehnya SeongAh seolah menahan tawa. Ternyata kecurigaan GyeonWoo benar ini tetap BongSu yang menggodanya. Ia meledek GyeonWoo dengan memparodikan kata-katanya. Keluar kamar GyeonWoo sangat kesal dan JiHo yang terbangun hanya bisa melihatnya.

Paginya Seong-BongSu kembali memparodikan kejadian semalam dihadapan JiHo. Ketika tinggal berdua saja, JiHo berusaha mengingatkan BongSu  jangan melewati batas karena pemuda satu lagi itu mengerikan jika marah. Bukannya menurut, Seong-BongSu malah memanggil GyeonWoo yang baru pulang dengan nada aegyoo yang dibuat-buat "Jagiyaaa" dan menunjukan gesture minta di cium Hoahaha

Di kamar Seong-BongSu meminta GyeonWoo mengulang sekali lagi di jam Kerbau. Dengan nada mengejek, Ia bilang seharusnya semalam Ia berakting sedikit lebih lama, pastilah GyeonWoo akan banjir air mata. GyeonWoo menyudutkannya ke dinding dan mengancamnya. Situasi sempat memanas, saat JiHo masuk dan bertanya apa yang terjadi, GyeonWoo menyangkal dan seolah tak terjadi apapun.

JiHo dan GyeonWoo pergi ke pusat permainan. Mereka bermain mesin capit. JiHo menasehatinya kalau BongSu masih anak-anak sementara mereka sudah dewasa, jadi jangan diladeni. GyeonWoo kesal Ia mengejeknya dengan tubuh SeongAh. JiHo kembali mengingatkan kalau mereka melihatnya menangis jadi pasti ada hal sulit Ia bagikan. "Perasannya pada SeongAh sama tulusnya dengan Kita." Tutup JiHo. 

Ternyata mereka berdua berhasil dapat boneka yang sama. JiHo menyuruh GyeonWoo memberikan bonekanya saja sebagai bentuk permintaan maaf. 

GyeonWoo pulang dan memberikannya pada Seong-BongSu yang sedang mengurung diri di kamar yang gelap. Ia menyerahkan bonekanya dan minta maaf karena telah bertingkah kekanakan. Seong-BongSu bertanya apakah GyeonWoo akan mengabulkan permintaannya. GyeonWoo mengiyakan. "Mau kah Kau mati menggantikan si Shaman?" Mohon Seong-BongSu dengan nada murung. GyeonWoo bertanya apakah yang harus dilakukannya dan Seong-BongSu menyuruhnya berpura-pira menjadi dirinya di alam kenangan. Cangkang rohnya mulai retak dan BongSu harus segera pergi dari tubuhnya agar gadis itu bisa bertahan hidup. Tapi BongSu tak bisa pergi karena SeongAh tak mau melepaskannya. 




GyeonWoo kembali ke kelas dalam mimpi SeongAh. Ia sempat ragu namun sebisa mungkin bertingkah layaknya BongSu. Meminta SeongAh keluar dari persembunyiannya di lemari pojok ruangan. SeongAh menyadari BongSu menjadi lebih pendiam dan setelah menatapnya lebih lekat, Ia sadar itu adalah GyeonWoo yang asli. 

GyeonWoo segera memeluk SeongAh dan membantunya duduk di kursi. Ia berlutut menjelaskan bahwa Ia tahu ini bukan mimpinya melainkan SeongAh dari semua detil yang tak diketahuinya. Selanjutnya GyeonWoo menceritakan kejadian sepanjang kelas dua belas yang tak diketahui SeongAh. JiHo selalu datang mencarinya. DoYeon masuk kelas seni dan JinUng dan gengnya selalu mendatanginya sambil mengamati foto berhantu bersama. JuSeung dan Beom setres dengan nilai sekolah tapi HyeRi menyemangati mereka. Mereka punya kesibukan masing-masing. 

"Lalu bagaimana dengan mu?" SeongAh tampak bersedih sekaligus bahagia.

"Aku juga baik-baik saja." GyeonWoo menenangkannya meski sambil teringat semua perjalanannya mencari SeongAh.

"Bagaimana dengan kabarmu?" GyeonWoo balik bertanya 

"Aku.. " SeongAh teringat percakapannya dengan BongSu sebelum menjawab bahwa  Ia pun baik-baik saja sambil tersenyum.

"Di masa lalu, Aku meninggalkan mu. Aku sungguh menyesal." GyeonWoo perlahan mendekat lalu mengecupnya. 


SeongAh terbangun sambil memeluk boneka dari GyeonWoo di dunia nyata. Ia menatap GyeonWoo yang membelai rambutnya. SeongAh kebingungan, menanyakan BongSu tetapi GyeonWoo bilang Ia tak perlu khawatir, Ia punya rencana. Tugasnya hanya menikmati makan, tidur dan banyak tersenyum.


JiHo yang pulang dari rumahnya, malah yakin tinggal di rumah GyeonWoo adalah yang terbaik. Ia terkejut melihat GyeonWoo tidur seranjang dengan BongSu. Setelah mendekat, JiHo lega dan bahagia bahwa ini adalah SeongAh yang asli. JiHo segera memasak sarapan. Ia bergegas membeli bihun demi membuatnya Japchae kesukaan sahabatnya. 

SeongAh yang terbangun lebih dahulu  kebingungan dengan selera pakaian BongSu. GyeonWoo bilang Ia akan membuang semuanya, jadi saat ini SeongAh bisa meminjam bajunya saja.

Saat keluar kamar Ia menyapa JiHo yang sedang menata meja dengan aneka hidangan.

"Ya Pyo Ji Ho, anyeong"

 "Lama tak bertemu." JiHo hanya melirik sekilas

"Ini aku." SeongAh mencoba menjelaskan.

" Aku tahu. Aku tahu dari langkah kakimu."



SeongAh langsung tertarik dengan Japchae yang dibuat JiHo. Gadis itu memuji JiHo yang jago masak. GyeonWoo membantunya membersihkan makanan diwajahnya. JiHo memandangi mereka berdua dengan campuran rasa lega dan haru menjadi satu. Mereka makan dengan penuh keakraban seperti masa lalu.  

Setelahnya dia mengemas tasnya. GyeonWoo bertanya apakah Ia akan pergi. JiHo malah menanyakan arti suara resleting tasnya. GyeonWoo tak mengerti tapi JiHo menjawab dengan memandang GyeonWoo tepat dimatanya "Ku tutup kisah cinta pertamaku." JiHo merasakan hatinya sakit dan pergi dengan langkah gontai.

SeongAh masih lemah jadi dia hanya bersandar di bahu GyeonWoo. Sambil menikmati mentari. Setelahnya GyeonWoo mencari cincin perak milik BongSu, mengecup SeongAh selamat tinggal. Ternyata Ia telah menelpon YeomHwa yang hadir dan melarangnya untuk terus menatap SeongAh agar tak semakin berat meninggalkannya.

YeomHwa meninggalkan sepucuk surat di atas meja. Menurutnya, SeongAh sangat tangguh meski sekarang Ia melemah tapi jika nyawa GyeonWoo-BongSu dimusnahkan maka berdasarkan hukum pertukaran setara maka kelak Ia akan baik-baik saja.

YeomHwa membakar jimat yang dikeluarkan dari dalam pelembab bibir yang menjadi jimat pelindung pengganti. GyeonWoo menyetir mobilnya pergi ke rumah berhantu. Setelah parkir, YeomHwa bertanya "Apa Kau tak mau mencari cara selain mengorbankan nyawa mu?"

GyeonWoo bilang toh selama tiga tahun SeongAh sudah mencoba namun gagal. YeomHwa bertanya lagi apakah Ia meminta maaf padanya? GyeonWoo menjawab tidak. YeomHwa hanya menjawab bahwa Ia akan berusaha membantunya menyebrang tanpa rasa sakit. Ia menempelkan jimat hitam di dahi GyeonWoo dan BongSu langsung mengambil alih.

BongSu masih berpikir tak adil jika hanya dirinya yang mati. YeomHwa meyakinkannya bahwa Ia akan menemaninya ke alam baka.

Master Bunga mendatangi rumah SeongAh yang jadi kediaman YeomHwa juga. Master Bunga disambut Bibi yang bilang tak melihatnya sejak pagi. Master Bunga menceritakan YeomHwa mengirim uang 100 juta Won dan mengabaikan teleponnya seharian. Bibi mengecek ponselnya dan bilang YeomHwa juga mengirim nominal yang sama. Keduanya jadi makin cemas.



Di dalam rumah berhantu, BongSu dan YeomHwa bersiap menjalani ritual. YeomHwa tak takut kematian karena kehidupan selalu lebih menakutkan baginya. BongSu takut masuk neraka, tapi YeomHwa bilang Ia tenang saja karena tak akan sendirian.

Master Bunga menggedor pintu menuntut YeomHwa membuka pintunya. BongSu menyegelnya dengan darahnya. Master Bunga langsung menyerah karena merasa bukan tandingannya. Bibi Pendamping masih ingin mencoba dan dengan penuh tekad diiringi para pemusik Master Bunga menjalankan ritualnya di luar rumah kala YeomHwa melakukan ritual pada BongSu di dalam rumah.


SeongAh yang tersadar di mimpinya, teringat percakapan dengan ibunya bahwa Ia seorang Shaman. Ia terbangun di dunia nyata keesokan paginya dan membaca surat yang ditinggalkan sang kakak. Ia membaca pesan bahwa GyeonWoo menggantikannya karena pemuda itu mencintainya. Sama seperti Ia menjadikan motivasi setelah ditinggalkan ibu mereka (woori eomonni). 

SeongAh pulang ke rumahnya, menuju altar dan membuka kembali penutup mata para patung Dewa. Ia memohon sepenuh hati agar Dewa Peri datang kembali padanya karena Ia masih mampu. Diterangi cahaya lilin dan suara kerincingannya, Ia meminta bantuan untuk satu kesempatan meminjam kekuatan para dewa demi menyelamatkan orang yang dicintainya.

Sampai pagi ini pun Master Bunga tak membuat banyak kemajuan (dalam arti sebenarnya). Namun Ia mencoba terus. Begitupun YeomHwa yang menurutnya karena saking banyaknya dosa dan kejahatan yang telah diperbuat, kematiannya dan BongSu pun dipersulit semesta. 

GyeonWoo yang kembali di alam kenangan berusaha mendekati serdadu BongSu dan temannya, kemudian menanyakan namanya pada yang lebih kecil. 

Di rumah berhantu, Master Bunga putus asa berusaha masuk dengan menancapkan pedang pendeknya ke pintu. Berulang kali Ia memohon agar temannya mau keluar. Bibi Pendamping heboh menyaksikan kedatangan Peri Surga dan Bumi. Master Bunga semakin tantrum di lantai, histeris mengapa Sang Jenderal terlalu santai dan baru datang sekarang. Bibi Pendamping yang tak bisa melihat roh hanya bisa kebingungan.

SeongAh membelah kain ritual dalam satu tebasan. Ia membuka pintu dan dengan bantuan Master Bunga serta Bibi Pendamping melakukan ritual memutuskan benang yang dipasang YeomHwa pada dirinya dan BongSu.

SeongAh meminta BongSu memberitahukan nama aslinya agar bisa membatalkan kutukan. 

GyeonWoo akhirnya paham bahwa hanya ada satu serdadu selama ini. BongSu membayangkan sosok temen disaat terakhirnya untuk bisa dimintai tolong mengembalikan cincin. Ia memeluk BongSu dan berkata bahwa Ia adalah teman yang nyata dan namanya Bae GyeonWoo dan nama serdadu itu adalah Jang YoonBo. Pantas Ia tak bisa menemukannya karena tak mungkin mencari yang sudah ditemukan. SeongAh bilang arti namanya indah : hangat mentari menerangi cakrawala.





Musik ritual kembali dimainkan. SeongAh dibantu Master Bunga, YeomHwa dan Bibi Pendamping mengantar kan YoonBo dengan ritual dihalaman rumah berhantu. Rupanya sebagai permintaan terkahir YoonBo minta SeongAh memeluknya.  "Aku sungguh ingin memelukmu erat sekali saja. Melihatmu memikul beban berat di pundakmu yang kecil membuatku ingin memelukmu sekali saja. Selamat tinggal, Shaman, jangan begitu ayo balas salamku." YoonBo memintanya saat SeongAh malah terisak-isak. YoonBo pergi dengan damai dan SeongAh dan GyeonWoo berpelukan sambil menangis. 



YeomHwa pergi setelah melihat arwah ibunya tersenyum padanya. GyeonWoo lah yang mengejarnya lalu bertanya siapa nama aslinya. Menurut GyeonWoo akan lebih nyaman memanggilnya dengan nama asli. YeomHwa mendekat dan berusaha membelai rambut GyeonWoo, tetapi ia malah bergerak mundur. YeomHwa bilang refleks tubuhnya tak bisa bohong, tak usah memaksakan diri untuk memaafkannya. Jadi lebih baik jaga dirinya. YeomHwa berlalu dan ada Kupu-kupu kecil yang mendekatinya.







Seleksi babak kedua untuk TimNas Panahan Korea Selatan tahun 2028 untuk memilih tiga orang perwakilan lelaki pada Olimpiade Los Angeles. Di kelas panah recurve GyeonWoo bersiap untuk memanah. Seluruh geng sudah hadir untuk menonton. Beom bahkan mengajak pacarnya yang bertemu di klub memanjat. JiHo masih mencemaskan SeongAh yang belum datang.

Ternyata gadis itu masih bertugas sebagai Shaman. Ia menepis aura negatif dari ibu kepala desa dan ikut duduk menemani hantu anak-anak yang menangis di taman.

SeongAh sudah menerima dirinya tak akan bisa jadi gadis normal karena Ia punya kemampuan lebih sebagai Shaman. Ia pun sering berada di perbatasan dunia, namun sekarang Ia tak akan kesal lagi. Ia akan melakukan tugasnya. Ia menemani hantu itu menangis hingga berhenti.




GyeonWoo yang datang menyusulnya hanya bisa kebingungan karena kemampuan melihat hantunya sudah tak ada. SeongAh baru menyadari seleksi GyeonWoo telah usai dan pemuda itu mengabarkan keberhasilannya setelah melalui persaingan sengit (yang sempat membuat teman-temannya dan sang pelatih kebat kebit).

SeongAh sangat gembira dan mengajak toss tapi GyeonWoo malah menciumnya dan mereka saling berpelukan. SeongAh mengucapkan selamat yang dibalas dengan ucapan terimakasih oleh GyeonWoo yang kiyowo banget nadanya.

Ada post credit scene

Pria yang dirasuki roh jahat yang di episode perdana dilakukan ritual oleh SeongAh tapi tak sampai selesai karena Ia terlambat sekolah, datang ke rumahnya. Dengan bantuan Bibi Pendamping, kali ini meski sang roh jahat perasuk melawan, sang Shaman yang sudah bertambah kuat (dan cantik) berhasil mengusirnya. Ia menyerahkan kupu-kupu sebagai perlambangan kelahiran kembali.

Review Head Over Heels Episode 12

Wah, jarang-jarang ada post credit scene yang memuaskan begini. Langsung memberikan closure sekaligus karakter SeongAh yang semakin dewasa baik sebagai seorang gadis maupun Shaman.

Sejujurnya saya suka dengan endingnya yang manis. Sayang durasi kebersamaan dan masa bahagia SeongAh-GyeonWoo tak lama. Lagi-lagi, saya belum baca Webtoon yang jadi sumber inspirasi, sempat ngintip sedikit episodenya panjang dan yakin masih bisa dibuat season 2-nya (ngarep Hoahaha). Benar, masalah utamanya sudah terpecahkan tapi masih ada banyak misteri yang belum dibahas tuntas : 

1. Latar Belakang YeomHwa 

Pertanyaan GyeonWoo tentang nama aslinya justru membuat saya penasaran. Komentar DeongCheon bahwa Ia lebih cocok dengan elemen kupu-kupu juga mengingatkan saya bahwa di grafis lagu pembuka juga ada  kupu-kupu yang mendatangi YeomHwa sama dengan di episode terakhir ini.

Bagaimana perjumpaannya dengan Master Bunga Dan Sang Jenderal serta yang paling krusial tentang bayinya. Kehilangan bayi yang membuat YeomHwa frustasi dan berpaling ke ilmu hitam. 

2. Keluarga GyeonWoo 

Apakah setelah GyeonWoo terbebas dari kesialan keluarganya tetap tak menghiraukannya? Terlebih apakah YeomHwa yang merasa bersalah dan ingin minta maaf tak berupaya menjelaskan keadaan GyeonWoo sekarang?

Apakah keluarganya tak menonton  GyeonWoo diwawancarai sehubungan seleksi Olimpiade-nya? Minimal meminta maaf padanya?

3. Teman-teman SMA Hwamok

HyeRi, DoYeon, JuSeung dan Beom tampaknya lanjut kuliah, namun tak dijelaskan masuk jurusan apa. Saya pun penasaran dengan duo sahabat JinUng yang berbadan besar. Apakah mereka berhasil membuka toko daging bersama?

Ohya, pacar Beom ini ada yang membagikan trivia menarik, artisnya sama atau minimal mirip sekali dengan yang memerankan Hantu Air yang pernah nyaris mencekik Beom dan GyeonWoo di toilet anak lelaki di sekolah dulu. Apakah dia sudah bereinkarnasi?  Hoahaa

Tapi yang paling bikin penasaran tentulah second lead terbaik sedunia, JiHo! JiHo tetaplah gentleman sejati. Ia berusaha menjembatani konflik GyeonWoo - BongSu dengan menasehati kedua saingan cintanya itu. Kata-kata JiHo --yang justru pernah mengkonfrontasi BongSu langsung untuk meninggalkan tubuh GyeonWoo dan mendengarkan curhatnya soal kerinduannya menyentuh SeongAh yang disukai, related banget buat JiHo sendiri-- kalau perasaan BongSu pada SeongAh sama tulusnya dengan mereka berdua adalah salah satu dialog terbaik di Kdrama (bahkan termasuk film) dalam genre apapun! 

Apa aktivitas JiHo selama dua tahun pasca lulus? Yang jelas dia jago masak serta menjadikan rumah GyeonWoo sebagai basecamp dan memberitahukan kode kunci pintu pada teman segenk. Hoahaha

Kudos to Cha Kang Yoon yang memerankan JiHo dengan sangat baik dan semudah itu untuk disukai. Saya juga suka timbre suaranya. Semoga karirnya makin melesat. Bisa jadi male lead yang sukses juga

4. Masa Perjalanan Seong-BongSu Selama Dua Tahun 

Jadi pada awalnya terungkap di episode lalu, SeongAh melaksanakan rencananya semula yaitu menghibur 100 nyawa yang telah dihilangkan oleh BongSu. Untuk itu setiap di jam kerbau Dia selalu pergi ke daerah terpencil untuk melakukan ritual mengantar arwah ke nirwana. 

Sayangnya, kegiatan ini justru diinterupsi dengan kehadiran YeomHwa yang mendapatkan bocoran lokasinya dari hantu muka rata atas suruhan GyeonWoo. Pertikaian ini justru membuat jiwa SeongAh terkunci sepenuhnya dan BongSu yang mengambil alih. Tujuannya jelas untuk mencari namanya yang hilang tapi kenyataannya bagaimana mungkin BongSu yang lelaki justru lebih fashionable sebagai wanita dibandingkan saat Ia menjadi GyeonWoo? Jelas Ia punya akses ke uang SeongAh yang jumlahnya lumayan mengingat sebagai Shaman YeomHwa punya tabungan banyak sekali. Kemana saja dia berkeliling?

Terimakasih Head Over Heels.  Secara keseluruhan saya sangat menyukai vibes cinta pertama yang straight forward begini. Semua langsung to the point, tapi tak maksa (kecuali BongSu / YoonBo ya dimaklumi lah karena dia masih kecil) malah mau berkorban (termasuk nyawa). YoonBo pun sampai jadi roh jahat demi mengembalikan cincin pada ibunya saat gugur di medan perang.

Pesan moral tentang makna keluarganya juga luar biasa. Keluarga juga bisa ditemukan dalam bentuk persahabatan. Bahkan meski persahabatannya beda alam! SeongAh dan GyeonWoo bisa memahami tragedi yang harus dijalani YoonBo semasa hidupnya dan bersedih kala tiba waktunya melepasnya.

Elemen lain pun semua mengangumkan: 

- Scoring dan OST mendebarkan saat seru dan manis banget di adegan romantis.

- Sinematografinya parah! Detil banget persiapannya. Saya suka hampir semua setting. Mulai dari altar di ruang praktek dan kamar SeongAh, rumah GyeonWoo, ruang kelas dan kamar ganti tim panahan terutama adegan di dunia kenangan, taman lokasi kencan dan saat GyeonWoo berburu hantu. Angle pengambilan gambarnya juga bagus. Spesial efeknya tak berlebihan dan terlihat mahal, CGI on point.

- Chemistry semua pemain hingga pemeran pendukung pas. Aktingnya jangan ditanya, sudah pernah saya ulas juga di beberapa review episode sebelumnya.

- Kostum luar biasa dan tata rias yang berhasil menonjolkan sisi setiap karakter dengan natural. Paling nyata transformasi DoYeon selepas kuliah yang benar-benar jadi cantik.

Sebagai tambahan saya senang mengikuti drama yang hype-nya seru begini. Di berbagai platform sosmed banyak sekali yang membuat fans edit atau membagikan aneka informasi, BTS, trivia bahkan liputan mengunjungi pop up store Head Over Heels yang kiyowo banget. Para fans berterimakasih untuk seluruh pendukung drama yang berhasil membuat mereka Head Over Heels dengan kisah ini dalam artian sebenarnya.

HOH, CuYoung, atau Choi YiHyun sering jadi trending topik. Padahal OTT resminya adalah Prime Video yang menurut saya masih kurang masif promonya dibanding si merah. Ya, kalau di PrimeVid Indonesia selalu memuncaki penonton terbanyak selama masa terutama di hari penayangan episode baru. Semoga habis ini makin banyak konten Korea Selatan yang ditayangkan di aplikasi satu ini.

PS. Anak saya juga suka banget endingnya ini, meski Ibunya kerepotan mengalihkan perhatiannya saat adegan Kisseu SeongAh-GyeonWoo yang lumayan lama ya..Hoahaha.

Pasti ini akan jadi salah satu drama yang diingatnya dalam core memory. Selayaknya saya dulu waktu nonton Oshin sama Ibu di TVRI. 

Baca juga Recap dan Review Head Over Heels:

Episode 1     Episode 7

Episode 2     Episode 8

Episode 3     Episode 9

Episode 4     Episode 10

Episode 5     Episode 11

Episode 6

21 komentar


Comment Author Avatar
8/03/2025 09:40:00 AM Delete
wah akhirnya selsai
kemarin saya cuma sampai episode 8 atau 10 gitu
Pingin nuntasin drama Korea Trigger karena langsung tayang 10 episode juga ada Kim Nam-Gil dan Kim Young-Kwang, dua aktor favorit
Comment Author Avatar
8/05/2025 05:07:00 PM Delete
Yuni Bint Saniro: aku malah suka banget sama endingnya Head over Heels ini, Ambu. Kayaknya aku belum bisa move on. Hehehe

Ntar akhir pekan mau nonton ayang Kim Nam Gil
Comment Author Avatar
8/03/2025 01:50:00 PM Delete
Jadi salfok anaknya usia berapa mba? Asik juga bisa nonton bareng meski kita repot mengalihkan hal-hal yang tidak diinginkan, hehe. Aku jadi pengen nyontoh, pengen bisa punya hobi seru yang sama dengan anak-anak agar bisa menyelami maunya. Oya aku juga suka drakor dengan genre persahabatan dan kekeluargaan, apalagi episodenya tidak terlalu panjang
Comment Author Avatar
8/03/2025 02:07:00 PM Delete
Yang 1 pemain yang kece di dr Trauma, yang 1 lagi kece main di art negosiasi, ah duo cowok yang lagi sesuatu nih.
Cuma keknya di drama ini mereka mainnya genre romance ya. Hemm
Comment Author Avatar
8/03/2025 03:19:00 PM Delete
Rumah Gyeon wu udah kayak basecamp teman-temannya. Semua tahu kode rumahnya. Hahaha...

Iya sih ya. Penasaran banget sama asal-usul Yeohmwa. Gimana dia bertemu dengan ibu angkatnya. Dan apa yang terjadi dengan bayinya.
Comment Author Avatar
8/03/2025 04:58:00 PM Delete
Ini drama misteri-fantasi, ya Mbak? Detail tulisannya serasa membaca beberapa bab novel sekaligus. Cukup bisa dipahami meski nama-namanya tumpang-tindih bagi saya.
Syukurlah sudah tamat, ya. Kalau menonton drakor saya selalu merasa episode 1 punya kunci.
Comment Author Avatar
8/03/2025 07:08:00 PM Delete
Aku agak pusing pas ngikutin pertama kali drakor Head Over Heels walaupun hantu2an yg dirasuki rada mystahil klo masuk ajak sih, tapi klo cakep plus ganteng jadi enak ditonton ya, cuma dracon dn drakor yg brhadil ambil genre kyk gini aplg yg ada Kim Nam-Gil dan Kim Young-Kwang,
Comment Author Avatar
8/04/2025 05:49:00 PM Delete
Lengkap sekali recapnya, berasa ikutan nonton saya, apalagi ending-nya berkesan begini...Betapa kekuatan cinta yang tulus dan pengorbanan, serta bagaimana cinta dapat mengubah takdir dan mengatasi rintangan, termasuk yang bersifat supranatural
Comment Author Avatar
8/04/2025 07:31:00 PM Delete
Pecinta drakor wajib nih nonton yang satu ini. Alur ceritanya kompleka dan cukup bagus. Walaupun aku sendiri blom nonton....
Comment Author Avatar
8/04/2025 07:38:00 PM Delete
Waah, wishlist-ku nambah lagi nih. Aku malah belum nonton episode pertamanya, jadi agak wow baca yang recap eps.12. Hehehe.. Tapi aku suka banget kalau ada cerita shaman, fantasi dan romance-nya ketambahan tuh ada nuansa komedi, jadi nggak dark-dark banget. Seruu, pengen nonton jadinya. :D
Comment Author Avatar
8/05/2025 09:04:00 PM Delete
Sumpah, baca recap ini berasa ikut nonton ulang. Scene terakhir Seong-ah sama Gyeon-woo itu manis banget sih… kayak semua kekacauan akhirnya nemu tenangnya.
Comment Author Avatar
8/07/2025 11:06:00 AM Delete
Ini benar-benar recap yah, karena detail banget, keren mba. Tapi tetap saya merasa nggak nyambung karena belum pernah nonton, apalagi ini recap episode 12. Dan baru tahu tentang drama ini, belum pernah lihat klipnya di TikTok. Btw bisa masuk list tontonan berikutnya.
Comment Author Avatar
8/10/2025 07:42:00 AM Delete
haha, rempong juga kalau nonton bareng anak ya... walaupun anak suka banget nonton ini tapi bener kita harus mengalihkan perhatiannya saat adegan sensor. hehehe...

Comment Author Avatar
8/10/2025 11:34:00 AM Delete
Belum pernah nonton sih, karena nonton Kdrama harus bener-bener klik hehehe, tapi dua kali nonton Kdrama yang tidak terlalu menonjolkan romantisme bener-benar bukan hanya menghibur tapi juga ngasih pelajaran buat penonton yang pertama tentang perempuan kembar yang bertukar peran Our Unwritten Seoul dan satu lagi tentang dunia Chef Tastefully Yours, keren banget itu ceritanya...
Comment Author Avatar
8/10/2025 07:01:00 PM Delete
drama ini sering banget nih seliweran di feed X aku apalagi cho young woo juga lagi naik banget pastinya drama juga menarik buat ditonton
Comment Author Avatar
8/10/2025 07:39:00 PM Delete
Duh udah eposdoe 12 aja, jadi penasaran jimat pelindung manusinya kaya gimana , harus baca episode sebelumnya kayanya nih.
Lengkap banget recapnya serasa aku lagi nonton aja, tapi gak apa-apa aku suka yang model kaya gini
Comment Author Avatar
8/11/2025 02:01:00 AM Delete
Cho Yi Hyun imuutt banget yaa..
Dan happy ending begini.. bikin penonton makin gamoonnn...
Nunggu nunggu banget project akting kedua lead yang manis-maniiiss inii.. Cho Yi Hyun dan Choo Young Woo.

Setelah Park Seong Ah dan Bae Gyeon Woo berpisah cukup lama, Seong Ah dan Gyeon Woo akhirnya bersatu kembali dan menjalani kehidupan yang lebih damai.
Comment Author Avatar
8/11/2025 06:24:00 AM Delete
Ah iya mbak.
Kekuatan cinta yang dengan tulus diberikan bakal memberikan dampak positif ya buat sekitar
Comment Author Avatar
8/11/2025 08:01:00 AM Delete
Kompleks dan lengkap banget reviewny. Jadi pengen nonton
Comment Author Avatar
8/11/2025 08:34:00 AM Delete
Waw detail sekali cerita episode 12-nya. Seakan rerun nih. Haha. Aku bolak-balik refresh, kirain ada lanjutannya, kan biasanya ada 16 episode yak. Ternyata udh kelar. Ya endingnya sih udh ketebak, bisa balik lagi mereka.

Tp aku kasih ama Jiho sih. Kok ada yak cwok yg cintanya setulus itu. Kita seolah belajar semangat ketulusan dr Jiho, meski ia cinta mati ama SeongAh.
Comment Author Avatar
8/13/2025 09:00:00 PM Delete
Aaaa mood banget head over heels ini tiap episodenya. Setiap detailnya buat penonton ikut terbawa dalam cerita dan konflik tokohnya