Recap dan Review Head Over Heels Episode 10
Recap dan Review Head Over Heels Episode 10
SeongAh to the point menanyakan keberadaan GyeonWoo. Ingatan BongSu membawa kita bahwa YeomHwa yang memberinya ide agar GyeonWoo terluka saat di dekat hantu. Ia sudah mengamati Beom yang diikuti Hantu Bunuh Diri dan sengaja memprovokasi GyeonWoo hingga terluka saat berusaha mencegah Beom.
Saat tersadar, Ia menyadari genggaman SeongAh dan berusaha menahan kebiasaannya serta berusaha meniru GyeonWoo. Pulang sekolah, Ia meminjam sepeda JiHo dengan berusaha menahan diri agar terlalu kentara bahwa Ialah BongSu. JiHo akhirnya meminjamkan sambil merutuki dirinya "Aku terlalu penurut."
Sepanjang perjalanan, Ia tersenyum gembira, bahkan meminta SeongAh memeluknya lebih keras lagi.
YeomHwa menekuri sapu tangan yang diberikan DeongCheon. Master Bunga minum seorang diri, namun setelah habis bebeapa botol tetap tak mabuk. Ia malah merasa pusing karena memikirkan temannya, YeomHwa.
YeomHwa melanjutkan minum dan mengambil banyak jimat dari Master Bunga yang jatuh pingsan. Ia berpesan agar tak terlalu memikirkannya. Malam itu Ia pun menggeledah kamar SeongAh mencari cincin BongSu, sambil bertanya apakah sudah dikembalikan. YeomHwa bilang Ia akan pergi dan BongSu memintanya agar jangan kembali serta mencemaskan rencana jahat apalagi yang dipikirkan wanita itu. Bibi Pendamping dan Ibunya melihat hal tersebut dan mengikutinya ke toko penjual barang Ghaib.
Pemilik toko teringat saputangan hadiah dari YeomHwa yang diberikannya pada DeongCheon sepuluh tahun yang lalu. Anehnya sekarang ada wajah Goblin di tengah lukisan kupu-kupunya. Menurut YeomHwa, DeongCheon sedang mengincar hantu. Bisa jadi Hantu Kupu-kupu?
Di rumahnya BongSu jujur pada Sang Jenderal, Ia tak mau mengembalikan tubuh GyeonWoo. YeomHwa yang mengajarinya dengan tujuan awalnya menjadikannya Dewa Jahat. Ia bersungguh-sungguh tak bersekongkol dengan YeomHwa. Ia hanya ingin hidup sebagai manusia. Mereka pun harus menghentikan Shaman jahat itu. Ia tak ingin menjadi Dewa Jahat.
YeomHwa mencari benda yang terikat dengan BongSu lalu akan menghancurkannya. Karena BingSu tak mau meninggalkan tubuh GyeonWoo. YeomHwa akan membuat GyeonWoo didatangi Dea kematian dan pindah ke alam baka. Untuk itu ibunya memerintahkan SeongAh untuk melindungi BongSu. Karena melindungi BongSu sama dengan melindungi GyeonWoo. Ibunya meminta SeongAh mengingat tugas utamanya sebagai Shaman. Hatinya harus bisa menghibur Hantu yang terluka. SeongAh harus bisa memahami BongSu yang ingin dicintai (terutama oleh SeongAh) dan jangan langsung membencinya. SeongAh bilang itu akan menghabiskan waktu yang lama. Ibunya berkata bagaimanapun seorang Shaman hanya harus menjalaninya saja.
Mau tak mau SeongAh tetap berbagi kamar dengan BongSu. Ia jujur pada BongSu kalau ibunya membuatnya berjanji akan berbuat baik pada BongSu. Ia tak akan membuatnya kesepian, karena siapapun bisa membuat siapapun jadi hantu.
Malam itu setelah BongSu tertidur di lantai, SeongAh bertekad dan berdoa agar GyeonWoo menjaga dirinya dimanapun Ia berada selama SeongAh berusaha membereskan yang terjadi di dunia nyata.
Ternyata GyeonWoo terperangkap di alam ingatan BongSu. Di tengah hutan pinus tanpa jalan setapak, GyeonWoo mendengar suara tangisan.
Keesokan harinya di sekolah, BongSu menggandeng tangan SeongAh, mencubiti pipinya hingga meletakan dagunya di kepala SeongAh. Semua ditahan SeongAh karena selalu diingatkan janji untuk berbuat baik pada BongSu. JiHo yang sudah tak tahan protes kenapa tingkah GyeonWoo terpengaruh BongSu. Pemuda itu jujur bahwa ialah BongSu.
JiHo mendapat konfirmasi dari SeongAh yang dimintanya mulai menghibur BongSu selama SeongAh memulai ritual menghibur Hantu selama 100 hari. Jika kurang bahkan akan ditambah hingga 200 bahkan 300 hari. Itupun belum tentu berhasil.
JiHo yang merasa tak adil langsung menyudutkan BongSu dan memintanya mengembalikan GyeonWoo. BongSu bilang Ia suka hidup sebagai manusia dan Ia juga mencintai SeongAh dan ingin bersamanya. Namun saat Ia ingin menyentuhnya, GyeonWoo yang asli kembali. Ia pun tak bisa menghapus air mata SeongAh dan semuanya terasa sangat menyakitkan. JiHo yang merasa sangat related akhirnya mengalah dan malah berpikir untuk membantu SeongAh mendoakan selama 100 hari.
Sepulang sekolah JinUng dan gengnya sedang main game. Ia mencegat BongSu yang lewat demi mencari SeongAh dan minta disampaikan rasa terimakasihnya telah memberi tahu Soal Bok-I. BongSu malah menyuruh JinUng bilang langsung sendiri saja karena saat ini dia tak mood bicara dan sedang depresi.
Di saat yang bersamaan terdengar teriakan JunSeung yang berusaha menyelamatkan seorang teman. Rupanya Beom dan JunSeung sedang dihajar para perundung yang mencari Siswa SMA Hwamok yang pernah membuatnya K.O dalam sekali pukulan dulu. Tak disangka, muncul BongSu, JinUng dan gengnya dengan bergaya.
Para perundung yang berjumlah tiga orang jadi kader. Saat BongSu bersiap menghajar, justru JinUng dan gengnya menahannya. Ujung-ujungnya mereka bertiga malah kalah dan terluka. BongSu protes karena dia jago berkelahi. JuSeung keheranan karena trio ini juga jago berkelahi tapi tak sekalipun membalas. Salah seorang sahabatnya bilang JinUng tak boleh terlibat masalah agar ibunya tak dihubungi dan harus datang ke sekolah. Demi keselamatan sang ibu yang masih dicari ayahnya yang suka KDRT.
JInUng memberi permen pada Beom dan mengajak semuanya pulang. Beom yang dirangkul sahabat barunya menghilangkan hantu Bunuh Diri.
SeongAh memarahi BongSu yang pulang terlambat. Apalagi saat terlihat noda darah di lengannya "Apa Kau tahu atlet tak boleh berkelahi? Jangan berkelahi dengan tubuh GyeonWoo, jika kau terluka..."
"Aku tak akan berkelahi. Shaman tau kah kau, Kau tetap cantik kalau sedang marah."
SeongAh malah ingin menjitaknya.
Besok paginya BongSu sudah berlatih sejak pagi. Menurutnya memanah penting bagi GyeonWoo dan dia hebat.
Ia pun aktif membantu DoYeon membersihkan papan tulis. JinUng yang tadinya hendak marah karena sudah berani membantu pacarnya, malah menyodorkan permen lolipop. BongSu malah berterimakasih dengan heboh karena keenakan rasanya.
Semua temannya keheranan melihat tingkah kekanakannya. Ia pun beradu panco dengan JiHo. Seorang teman perempuan sekelas mengajaknya berkaraoke bersama sepulang sekolah setelah menyadari perubahan sikapnya.
SeongAh yang melihat semua itu hanya semakin sedih karena semua orang tak menyadari itu bukanlah GyeonWoo yang asli. Malamnya Ia curhat betapa Ia merindukan GyeonWoo pada Master Bunga. Sang Shaman yang lebih senior menyarankan agar memanggilnya di jam Kerbau (01.30-03.30).
Dalam dunia kenangan, GyeonWoo bertemu seorang serdadu anak-anak yang sedang menangis. Kala menyadari ada orang lain, Ia segera menghunus senapannya. Ternyata dari tempat persembunyiannya, GyeonWoo bisa melihat, ada satu sosok serdadu lain yang lebih besar sedikit.
SeongAh membangunkan BongSu yang tertidur. Ia benar-benar kembali bangun di kamar SeongAh dan bingung karena barusan sedang berada di gunung hutan Pinus. SeongAh bilang jiwa tanpa tubuh berdiam dalam ingatan seseorang. Ia meminta GyeonWoo berteman dengan para serdadu untuk mempelajari apa yang menahannya hingga Ia jadi hantu. Jika sudah tahu, maka akan lebih mudah menghiburnya. GyeonWoo memeluk SeongAh dan memintanya untuk bertahan saat diingatkan bahwa jam hantu hampir berakhir. Ia kembali ke gunung, namun sayang kedua tentara itu malah menembakkan senjatanya. Jadi Ia terpaksa kabur.
Di tempat lain, YeomHwa menggelar ritual dan mengetahui bahwa BongSu yang menyimpan cincin peraknya. Ia menghubungi Master Bunga yang malah tak sengaja membocorkan kalau SeongAh memanggil GyeonWoo di jam hantu. YeomHwa menyimpulkan Ia harus menggunakan hati BongSu untuk mendapatkan cincin itu.
Pelatih Park mengumumkan bahwa GyeonWoo mendapat undangan seleksi tim Nasional. Semua teman sekelas ikut senang dan bangga sampai minta tanda tangan. Kecuali SeongAh yang malah pergi menjauh. BongSu minta dikabulkan permintaannya, jika berhasil masuk tim nasional. Jelas SeongAh menolak dan melarang hal tersebut dibahas lagi. Tanpa malu-malu BongSu berteriak "Ingin melakukan ciuman pertama dengan Park SeongAh". Tentu satu sekolah jadi heboh Hoahaha.
JiHo yang mengkonfrontasi juga di ejek balik karena pasti ingin mencium SeongAh juga.
"Apa Kau mau mati?" Tanya JiHo dengan sinis dan tatapan mengancam.
"Sayang sekali, aku sulit dibunuh bahkan berpengalaman dibangkitkan." BongSu masih cengengesan.
Kala wajah JiHo semakin mengeras, barulah Ia berujar serius "Jika Aku terus berusaha, suatu saat SeongAh juga akan peduli padaku kan? Apalagi dengan wajah dan tubuhku yang seperti GyeonWoo."
JiHo mengikuti BongSu menemui YeomHwa yang menghubunginya dengan ponsel ayah GyeonWoo. JiHo teringat Shaman seram yang lemah.
Mereka berdua bertemu di Kafe. YeomHwa tahu cincin perak ada padanya dan heran bukankah tujuan BongSu jadi hantu jahat agar bisa mengembalikan cincin pada ibu temannya yang meninggal duluan. BongSu beralasan Ia sedang sibuk menjadi manusia bahkan nyaris masuk tim nasional.
YeomHwa membocorkan SeongAh memanggil GyeonWoo di jam hantu. Wanita itu mengompori, tak semua orang mencintaimu kalau pun Ia menjadi manusia.
YeomHwa minta dibuatkan jimat pencipta hantu pada Master Bunga. Yang meskipun malas masih menurutinya.
GyeonWoo melewati lagi daerah permainan dan mendengar suara tembakan yang membuat PTSD -nya bangkit. JiHo berusaha menyelamatkannya. YeomHwa sempat menahan BongSu dan memintanya datang ke rumah berhantu kapan saja. JiHo pun kena sindir tak punya teman karena sampai bergaul dengan hantu.
BongSu membawa jimat yang diberikan YeomHwa. Benar saja di jam hantu, Ia tetap tersadar, jadi saat SeongAh membangunkan GyeonWoo dengan lemah lembut bahkan langsung memeluknya dari belakang, ekspresinya sangat terluka. Terlebih saat Ia mendengar rencana SeongAh untuk membujuk BongSu menyebrang dengan menanyakan apakah sudah berteman dengan BongSu di alam ingatan.
Ia akhirnya tak kuasa menahan diri dan memanggilnya "Hai Shaman, Shaman, Shaman sambil berupaya menggenggam tangan SeongAh. Shaman cantik langsung sadar BongSu lah yang sejak tadi diajaknya berbicara.
Keesokan paginya di kelas suasana sangat canggung. JuSeung dan Beom sampai bertanya pada JiHo yang sama tak tahunya. Sepulang sekolah, BongSu mengajak SeongAh dengan mencengkram lengannya. JiHo berusaha menyusul dan memintanya jangan menyakiti gadis itu. Ternyata sudah sampai di lokasi yang dituju. Rupanya nama yang di cari ada di batu peringatan untuk tentara pelajar.
BongSu bilang Ia dititipi oleh Jang Yeon Boo untuk mengembalikan cincin kepada ibunya saat pemuda yang lebih kecil itu meninggal. Sayang belum sempat memenuhi wasiat itu, BongSu pun juga terbunuh, jadi Ia jadi hantu yang penuh penyesalan. BongSu menanam cincin perak di bagian bawah batu. Disaksikan GyeonWoo dan SeongAh. Setelahnya Ia bilang karena penyesalannya tak ada lagi, mulai sekarang Ia akan menjadi manusia dan minta dipanggil Bae GyeonWoo. Sementara GyeonWoo yang asli akan jadi hantu yang muncul di jam hantu.
Ia berusaha menarik tangan SeongAh lagi tapi JiHo segera berteriak "Kau menyakitinya" sambil melepaskan dan melindungi SeongAh.
"Aku juga, Aku juga merasa sakit" BongSu berkata sambil berkaca-kaca meninggalkan dua sahabat itu tak mampu berkata-kata.
YeomHwa membuat janji di toko benda Ghaib untuk meminta jimat pada Master Bunga yang mengingatkannya untuk bersabar. Lalu Ia kabur setelah mengucap permintaan maaf dan mengunci pintu. Ternyata ibunya dan Bibi Shaman Senior sudah menantikan di ruangan sebelah. Keduanya masuk dan langsung mengikat YeomHwa di kursi serta menjalankan ritual pengusiran Roh Jahat.
Ibunya mengomeli keberaniannya memanggil Dewa Kematian tanpa daftar nama, sebab sang Dewa bisa membunuh siapa saja. YeomHwa berusaha melawan tapi ibunya bilang sudah saatnya Ia berhenti menjadi Shaman.
Selesai ritual. Semuanya merasa kelelahan. Bibi Shaman Senior bilang YeomHwa tak akan berubah, jadi ini semua percuma. DeongCheon bilang Ia hanya meniru YeomHwa yang tak bisa merelakan anaknya, maka Ia pun tak akan merelakan YeomHwa --anaknya-- bahkan jika Ia melewati batas.
YeomHwa sangat kesal karena kekuatannya lagi-lagi dirampas. Seharusnya Ibunya lah yang takut pada dirinya karena Ia adalah seorang Ibu yang pernah kehilangan anaknya. Di saat yang sama Ia melihat Hantu Bayi sedang di dorong ibunya. Tiba-tiba YeomHwa merebut Patricia dan JiHo datang mempertanyakan apakah GyeonWoo benar-benar harus menyerahkan tubuhnya tanpa perlawanan.
YeomHwa memberi solusi lain, JiHo harus membawakan cincin perak terkutuk BongSu.
Di ruang ganti tim panahan, pelatih Park sangat marah mendengar rencana GyeonWoo/BongSu yang ingin berhenti memanah. Pemuda itu malah melawan termasuk saat SeongAh mengkonfortasinya. BongSu bilang saat ini, ialah Bae GyeonWoo dan berhentilah memanggilnya BongSu. Jika SeongAh tak mau memanggilnya GyeonWoo lebih baik tak usah bicara dengannya lagi.
BongSu mengamuk dan membuang barang-barang di rumah GyeonWoo. Tepat saat JiHo menyerahkan cincin pada YeomHwa dan tersadar Shaman ini punya rencana jahat. Ketika JiHo menghubungimya dan mengakui kesalahannya, BongSu mulai terjatuh berguling kesakitan.
SeongAh membawa BongSu pulang ke rumah. Ibunya dan Bibi Pendamping mengikat pemuda itu di ranjang serta melakukan ritual untuk melindungi sekaligus pengalihan. Sementara SeongAh dan Master Bunga menuju lokasi cincin tersebut dikubur memasang pengecoh. Mereka berharap bisa menggiring Dewa Kematian ke tempat yang salah.
YeomHwa membaca mantra sambil memukuli cincin perak beuralang kali dengan palu yang dimantrai. DongCheon memantrai BongSu yang masih bisa melihat kehadiran Dewa Kematian di ambang jendela. SeongAh dan Master Bunga mati-matian menari di dekat boneka jerami yang disamarkan sebagai GyeonWoo.
Saat merasa sudah berhasil dan BingSu sudah lebih tenang karena Dew Kematian berhasil digiring pergi. DeongCheon dan Bibi Pendamping meninggalkan ruangan. Celakanya BongSu malah melepas ikatannya dan ngide membalas YeomHwa dengan membaca mantra di Buku Rahasia Melawan Iblis yang pernah dibacanya dulu. Hebatnya karena jago membaca Hanja, YeomHwa memang terpengaruh, telinganya berdarah dan Ia terjatuh. Di saat yang bersamaan SeongAh merasa ada yang tak beres karena dewa Kematian yang datang ke lokasi mereka tiba-tiba pergi ke arah lain.
YeomHwa berdoa mati-matian, Ia tak mau mati sekarang karena masih ingin menyelamatkan anaknya. Tiba-tiba suasana terasa hening, Ia teringat saputangan dari ibunya dan wajah goblin yang digambarkan diatasnya. Ia teringat pula pembelajaran dari DeongCheon bertahun sebelumnya tentang Jimat Pelindung Manusia. Sadarlah YeomHwa kalau saputangan itu bukanlah sehelai kain biasa, melainkan jimat pelindung pengganti dari DeongCheon untuk melindunginya.
Benar saja, di rumahnya DeongCheon menghadapi Dewa Kematian dengan tenang seorang diri. Ia memejamkan matanya kemudian kamera mengikuti arah jatuhnya. Ketika Ia membuka mata, SeongAh, Master Bunga dan Bibi Pendamping sudah mengelilinginya.
YeomHwa yang akhirnya datang bertanya "Kenapa?Kenapa Kau lakukan ini?" Sambil menggulung lengan baju DeongCheon dan melihat tulisan mantra.
"Aku tahu Kau tak akan menyerah, untuk itu aku memutuskan menunggumu di titik akhir." Sang ibu masih berupaya menggenggam jemari anaknya
"Kenapa? Kenapa kau peduli kepada orang seperti ku dan berakhir begini?" Suara anak sulungnya bergetar
"Kan sudah perhatian kubilang. Kau tak akan kulepas lagi." Perlahan tangannya terlepas dan jerit tangis SeongAh yang memanggil ibunya mengiris hati.
Review
Scoring di bagian akhir sangat mencekam. Menggabungkan suara musik pengiring Shaman dan musik dengan nada bernuansa penuh ketegangan.
Sejujurnya saya menyaksikan episode ini bersama anak sulung saya yang sudah pra-remaja. Memang sejak awal melihat poster promosi Head Over Heels bilang Ia ingin ikut nonton (katanya Cho YiHyun imut sekali dan Cho YoungWoo ganteng banget). Terakhir dia bilang begini ketika drama Ghost Doctor dan dia memang ikut nonton dan jadi suka banget. Tapi karena kesibukan ujian dilanjutkan ujian, tidak setiap episode bisa kami tonton bersama. Secara umum dia masih bisa mengikuti, pas episode ini kebetulan waktunya pas santai.
Ia adalah tipe lelaki yang berjiwa laki banget tapi hatinya lembut dan di adegan terakhir, anak saya menangis diam-diam. Dia bilang ngebayangin saya yang ga ada. Akhirnya kami jadi nangis bareng. Huhuhu.
Sebagai seorang ibu, saya yakin DeongCheon benar-benar akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan YeomHwa. Tak menyangka Ia berhasil mengelabui anaknya itu dengan memberi Jimat Pelindung Pengganti dengan mengembalikan scarf yang diberikan YeomHwa sepuluh tahun sebelumnya (penampilan DeongCheon saat itu badass abis).
YeomHwa asli benar-benar kacau idenya untuk membunuh GyeonWoo dengan memperdaya JiHo yang lugu agar membawakan nya cincin perak yahh jadi benda terkutuk BongSu.
Saya mengerti juga sih langkah JiHo adalah blunder. Tapi sebagai sahabat yang baik bagi SeongAh dan GyeonWoo, ia hanya ingin membantu. Ia tak ingin SeongAh bersedih dan tak mau GyeonWoo benar-benar menghilang.
Kalau kemarin saya hanya membahas akting Cho YoungWoo, kali ini saya memuji semua orang. Cho YiHyun, Choo JaHyun dan Ibunya menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Tak ketinggalan Master Bunga si scene stealer. Saya sampai pangling kalau ternyata Ia adalah orang yang sama dengan pemeran Paman Pemilik Toko Sayuran di Drakor Tastefully Yours yang saya buat rekapnya sebelum Head Over Heels ini. Saya yakin karirnya akan semakin gemilang.
Ohya, meski episode ini bagi saya terasa menyebalkan melihat BongSu yang bersenang-senang dengan teman-teman GyeonWoo dan SeongAh, tapi di X dan platform lain banyak yang lebih menyukai kepribadian BongSu yang lebih ceria dan jenaka. Malah jadi viral dan ratingnya naik dengan jokes ternyata 2nd leadnya adalah BongSu. Hoahaha.
Iya sih, setelah melihat sepenggal kisah masa lalunya kita jadi mudah jatuh kasihan. Perasaan cinta tak berbalasnya pada SeongAh juga dalem banget.
Baca juga Recap dan Review Head Over Heels:

































Posting Komentar