Recap dan Review Head Over Heels Episode 5
Recap Head Over Heels Episode 5
GyeonWoo menyaksikan SeongAh menarikan tarian Lentera bersama dengan YeomHwa. "Kenapa kau.. Ada disini?" tanya GyeonWoo yang hanya bisa terpaku kemudian langsung berlari meninggalkan lokasi. SeongAh berusaha mengejarnya di sepanjang jalanan yang gelap dan terjal.
GyeonWoo mencocokkan pertemuan pertamanya dengan Sang Shaman dan seluruh gelagat aneh SeongAh di sekolah.
"Kecelakaan itu bagai takdir. Mereka selalu menantiku. Keberuntungan itu bagaikan keajaiban. Tak pernah terjadi padaku. Seorang gadis berjanji untuk menemaniku sampai gelap berganti terang. Tangannya begitu hangat itu hingga aku berpikir ini giliranku untuk bahagia. Namun ternyata itu adalah hal yang mustahil." Inner monolog GyeonWoo terdengar pilu.
SeongAh yang gagal menemui GyeonWoo berusaha meminta maaf dan meyakinkan dirinya bahwa ini bukan saatnya untuk menangis.
JinUng dan kedua temannya mencegat GyeonWoo. Meski diancam, GyeonWoo sudah memperingatkan mereka bahwa sebaiknya merundungnya besok saja. JinUng yang semakin tidak terima langsung menendang GyeonWoo yang jatuh menimpa tumpukan botol bekas. Pemuda yang sedang kalut itu malah melampiaskan semua rasa frustasinya dengan bertanya "Apa salahku hingga diperlakukan seperti ini?" Aku tidak minta disukai dan sudah aku juga mau aku tak bisa apa-apa jika kau membenciku. Seharusnya kau memilih untuk membenciku dan menjauhiku saja kenapa justru begini, kenapa? Apakah aku hidup sengsara hingga kau berhenti?" Ketiga temannya hanya dapat saling berpandangan dengan kebingungan.
SeongAh yang tetap mencarinya menemukan GyeonWoo berkat petunjuk para hantu yang berkumpul di sekeliling pemuda itu. Ia berusaha untuk menggenggam tangan orang yang sangat disukainya itu. Tangannya terlihat dipenuhi luka-luka. SeongAh meminta maaf sambil menangis dengan suara yang bergetar. Sayangnya para hantu semakin mendekat kemudian Sang Shaman terpaksa membasmi mereka dengan melemparkan garam ke sekeliling. GyeonWoo menatapnya dengan tatapan horor. Meski SeongAh meyakinkannya bahwa garam tersebut bukan untuk dirinya, GyeonWoo justru dihantam realita bahwa gadis ini benar seorang Shaman. Ia sangat marah dan menganggap SeongAh tidak punya malu karena berbohong dan menyembunyikan identitas dirinya.
SeongAh berusaha menjelaskan bahwa Ia pernah berniat jujur tapi dibatalkannya karena tahu kebenciannya pada Shaman.
GyeonWoo --yang teringat pengalamannya dengan YeomHwa-- mengatakan bahwa untuk saat ini memang benar, gadis ini mungkin merasa kasihan tetapi setelah sekian lama akan merasakan kegembiraan di atas penderitaannya, kelak saat menyaksikan dirinya kewalahan dan menuruti semua perintah --seperti YeomHwa-- seorang Shaman termasuk SeongAh juga akan menertawakannya di belakang.
"Aku tidak sama dengan Shaman lain, semua ucapan akan terdengar seperti alasan, tetapi, SeongAh berusaha membela dirinya
"Bukan alasan tetapi kebohongan. Dari semua ucapanmu padaku berapa banyak yang jujur?" GyeonWoo bertanya dengan getir.
Di rumah berhantu, Bibi Shaman senior merasakan getaran makhluk jahat yang sangat kuat. Disaksikan dengan Master bunga dan DeongCheon, yang menyatakan bahwa ilmu ini dibuat untuk membangkitkan mahkluk di dalam menjadi dewa jahat dengan berdasarkan prinsip pertukaran setara. Ada seorang Shaman jahat yang membaca mantra dengan bertaruh nyawa.
DeongCheon menambahkan, seorang Shaman terkuat pun akan mati bila masuk ke dalam karena akan dikuasai oleh roh jahat. Master Bunga masih berusaha menyanggah karena tidak sembarangan orang dapat berubah jadi dewa jahat. Mereka harus membunuh 100 manusia bukan hanya roh.
Mereka sepakat melakukan ritual untuk menyegel tempat tersebut dari luar sehingga tidak ada yang bisa keluar ataupun masuk untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
Diperjalanan pulang ke rumah, DeongCheon khawatir karena soal tidak mengangkat teleponnya. Master Bunga dengan ngelantur bilang Ia khawatir bahwa YeomHwa akan melukai anaknya. Bahkan bibi pengasuh pun menegurnya karena itu adalah pikiran yang berbahaya tapi Master Bunga bilang sejujurnya semua orang berpikir ke arah sana.
Ternyata setelah mendengarkan dengan teliti, justru suara ponsel SeongAh menandakan ia sudah kembali ke rumah sejak tadi. DeongCheon segera menyapa putrinya itu. Dia memarahinya karena tak mengangkat telepon tetapi setelah memperhatikan wajah putrinya sangat murung ia malah justru bertanya dengan khawatir.
SeongAh dengan lesu menceritakan bahwa di rumah kosong berhantu itu justru ia bertemu dan ketahuan oleh GyeonWoo.
Di rumahnya sendiri GyeonWoo berusaha membersihkan foto neneknya yang dipasangi mantra oleh YeomHwa. Ya mengingat kembali semua percakapannya dan SeongAh minta maaf karena ingin menjadi temannya. SeongAh bahkan memohon padanya untuk tetap berteman minimal selama lima hari ke depan meskipun Ia sangat marah dan membencinya.
Di kamarnya SeongAh yang tak bisa tidur juga mengenang percakapan yang sama. Ia berusaha untuk membaca buku rahasia untuk mengalahkan iblis. Sementara, di ruangan yang lain, DeongCheon teringat kembali pertanyaan Master Bunga tentang perhitungan berapa orang yang sudah diketahui meninggal oleh seseorang yang tidak disebutkan namanya.
Akhirnya pagi pun tiba, Master Bunga bangun ngulet dengan bergaya. Ia langsung bertanya pada DeongCheon apakah sudah bertanya pada putrinya tersebut sudah bertemu dengan YeomHwa semalam di rumah kosong. Karena DeongCheon masih menundanya, Master Bunga langsung mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan video YeomHwa membawa kepada SeongAh yang baru bangun tidur.
SeongAh membenarkan Ia bertemu wanita itu di sana. Mereka tidak banyak berbicara tetapi hanya menari bersama karena wanita itu menyuruhnya menarikan Tarian Lentera Bunga. Kedua Shaman yang lebih senior sangat terkejut, bahkan Master Bunga bilang, Ia sungguh sangat lain karena berani menari dengan YeomHwa (yang mengerikan).
Lucunya, Master bunga justru heboh sendiri bahkan sampai menepuk pundak DeongCheon dan bilang "Pegang kata-kataku anakmu akan menjadi Shaman yang hebat."
SeongAh bilang YeomHwa mengaku sebagai Shaman yang diajak datang oleh Bibi Shaman senior. Ibunya bilang itu semua hanya kebohongan dan Master Bunga melarangnya untuk datang lagi ke rumah tersebut. Master Bunga menyebutnya sebagai Penyihir, yang mengubah semua orang yang masuk ke rumah tersebut menjadi roh jahat dengan membacakan mantra yang mempertaruhkan nyawa. Mereka telah menyegel rumah tersebut dari luar. Master Bunga menyebutnya Wanita Lancang yang berani melawan neraka dengan mengabdi pada roh jahat.
"Hidup sebagai Shaman adalah Neraka. Melihat Hantu bukanlah berkat melainkan kutukan." Ucap YeomHwa dalam video. Menurut Master Bunga, Ia sengaja demi panen Karma Ucapan (satu dari tiga karma akibat ucapan jahat).
SeongAh bersiap ke sekolah dan menjemput GyeonWoo ke rumahnya. Ia berulang kali minta maaf meski hanya dalam hati.
Di lorong sekolah, JiHo yang melihat gelagat aneh keduanya berusaha mencegat dan bertanya. Namun keduanya memilih tutup mulut dan meyakinkannya tak ada masalah apapun. JiHo tetap curiga tapi HyeRi lah yang memaksa keduanya berbaikan saat jam makan siang. Pertengkaran hebat keduanya akan mempengaruhi kelompok mereka. SeongAh masih berusaha menyangkal. JiHo malah memuji keterusterangan HyeRi sampai gadis itu tersipu. JiHo menuntut penjelasan minimal penyebab mereka berdua bersikap aneh.
GyeonWoo bilang ini masalah pribadi yang tak ada hubungannya dengan tim. DoYeon yang seperti biasa hanya diam akhirnya angkat bicara. Ia memberikan contoh dengan alegori tentang kacang rebus, makanan yang tak disukai kebanyakan siswa. Jika GyeonWoo adalah siswa dan SeongAh adalah si kacang rebus, maka menuntut GyeonWoo berterus terang menjelaskan alasannya membenci SeongAh sangat kejam.
SeongAh mengajak JiHo dan GyeonWoo ke atap gedung sekolah dan menjelaskan bahwa Ia adalah seorang Shaman. Perkejaan paruh waktunya selama ini menjadi Shaman telah dijalaninya sejak usia delapan tahun. Benar Ia juga Shaman di video yang viral dan dilihat oleh teman sekelas.
Ia menceritakan bahwa sejak SD-SMP Ia tak bersekolah seperti anak-anak lainnya. Kali ini Ia berniat menjadi murid biasa, makanya Ia menutupi identitasnya tanpa niat menipu siapapun. SeongAh minta maaf telah berbohong pada keduanya.
Ia menambahkan untuk JiHo, GyeonWoo tadi malam tahu faktanya. "Kenapa Kau ingin jadi temanku?" Tanya GyeonWoo. JiHo membela SeongAh dan bilang siapapun berhak memilih teman. GyeonWoo masih ngeyel, bagi Shaman pasti ada alasan tersembunyi dan meninggalkan keduanya dengan kesal. JiHo ingin mengejarnya tapi ditahan SeongAh yang menjelaskan alasan Ia tak bilang niatnya melindungi GyeonWoo selama 21 hari justru karena kalimat demikian hanya bisa diucapkan setelah masa bahaya itu terlewati. Jika sebelumnya justru seolah menjadi 'death thread'. JiHo bertanya masih berapa hari lagi sisanya.
Master Bunga bersantai menyeduh teh sambil melarang DeongCheon pergi mencari YeomHwa. Master Bunga bilang Ia saja tak ketemu meski sudah menghubungi semua kontak daruratnya. YeomHwa mempersiapkan dengan matang dengan menjual rumah dan kantornya serta membatalkan semua janji temu. Ia menghilang setelah mengosongkan tabungannya dan memutus nomor ponselnya.
DeongCheon berkeras jika YeomHwa masih bersembunyi tandanya masih ada yang Ia takuti. DeongCheon semakin bertekad menemukannya dan membuatnya patuh. Master Bunga mengingatkannya, sebagai jendral Ia benar-benar patuh bak seorang prajurit padahal tak pernah ikut wamil. DeongCheon membalas balik, Master Bunga pulang dengan alasan kesehatan. Hoahaha
Kelima anggota tim kerja kelompok pulang sekolah bersama. HyeRi mengingatkan GyeonWoo dan JiHo tak boleh kabur untuk latihan memanah. JiHo merangkul GyeonWoo dengan akrab karena ternyata mereka sepakat JiHo pura-pura tak tahu sejak awal agar GyeonWoo tak kehilangan kepercayaan padanya juga. SeongAh merasa bersalah pada JiHo tapi pemuda itu bilang fokuslah untuk menyelamatkan GyeonWoo dan buatlah beliau yang meminta maaf pada mereka berdua setelahnya.
SeongAh mengamati Hantu Bayi yang terlelap di kaki DoYeon yang menyadarinya. Ternyata mereka berpapasan dengan seorang ibu yang sedang mencari bayinya di tumpukan sampah. Anehnya Ia menuduh DoYeon lah yang mencuri bayinya. Kehebohan yang muncul membuat Hantu Bayi terbangun dan celakanya saat di perpustakaan dan akan membuat slide tugas, si Hantu Bayi sibuk menatap GyeonWoo.
SeongAh berusaha mengajaknya bermain cilukba tetapi usahanya gagal dan gawatnya kekuatannya sebagai jimat manusia juga tak berfungsi saat menggenggam tangan GyeonWoo. Si bayi menangis keras dan membuat semua orang pusing bahkan gelas di tangan GyeonWoo yang lain pecah. Punggung tangannya terluka, JiHo bilang hanya goresan yang perlu ditutupi plaster. DoYeon pamit pulang karena Ia telah menyelamatkan tim dengan mengerjakan semua slide tugas seorang diri.
SeongAh mengajak DoYeon berteman sebagai alasan untuk mengikuti gadis itu pulang ke rumah. DoYeon yang curiga, menganggap SeongAh ingin belajar membuat slide darinya. SeongAh membenarkan semuanya yang penting jadi ikut dan di kamarnya disambut dengan koleksi boneka. SeongAh melihat benang merah yang menghubungkan Hantu Bayi dengan salah satu boneka yang cantik namun pakaiannya lebih lusuh dibanding yang lain. SeongAh mengaku jatuh cinta dan dan akan menyayanginya bagai anak sendiri. Ia menawar untuk membelinya 500ribu Won bahkan menaikannya jadi sejuta Won namun sang teman tetap tak bergeming. SeongAh diusir pulang.
Di rumah GyeonWoo memasang plaster sambil mengingat SeongAh menggenggam tangannya di Perpustakaan dan semua skinshipnya selama ini. Ia semakin merasa terluka dan sejak awal gadis itu hanya berkerja dan memasang mantra.
Malamnya SeongAh melamun di halaman. Master Bunga menawarinya jimat. SeongAh curhat Ia butuh boneka itu agar bisa melakukan ritual dan melemahkan Hantu Bayi. Master Bunga menanyakan kekuatan SeongAh tak mempan lagi setelah GyeonWoo mengetahui rahasianya.
Di rumah GyeonWoo membuang pelembab bibir yang diberikan SeongAh ke tempat sampah. Sementara DoYeon semalaman diganggu tangisan Hantu Bayi. Bahkan hingga keesokan harinya di sekolah. Teman sekelas dan gurunya ikut terpengaruh hingga sakit kepala. Luka GyeonWoo pun sampai berdarah lagi. Ia minta izin ke UKS. SeongAh menatap Hantu Bayi yang seolah mengejek dengan kesal.
Ia kembali membujuk DoYeon tapi gadis berkacamata itu malah menyemprotkan air dari keran. HyeRi memarahi tindakan itu ketika mereka berkumpul di perpustakaan sekolah untuk kerja kelompok. Sang ketua kelas juga marah pada SeongAh yang diam saja. SeongAh bilang Ia tak apa-apa dan malah pergi mengikuti GyeonWoo ke arah rak buku.
Malangnya Hantu Bayi memutuskan menangis kala SeongAh berusaha menyentuh GyeonWoo yang malah memeluknya "Aku belum mengenalmu, tetapi selama ini Kau merapal mantra kepadaku kan?" Tanyanya sambil semakin memeluk SeongAh erat "Apa begini caranya?"
SeongAh panik karena kedekatan kali ini terasa menyiksa dan ketahuan tepat disaat rak buku jatuh menimpa keduanya karena Hantu Bayi yang menempel di bahu DoYeon menangis. Saat terbaring di lantai, SeongAh menyadari kekuatan jimat manusia benar-benar menghilang dan Ia tak dapat melindungi GyeonWoo lagi.
Sambil menunggui GyeonWoo di rumah sakit, Ia teringat kata-kata Master Bunga. JiHo yang menyusulnya memintanya untuk istirahat di pundaknya saja dan ditolak. Tiba-tiba pelatih Park datang dan membangunkan GyeonWoo dengan tangisannya.
SeongAh menjelaskan pada JiHo kekuatan Jimat Manusia menghilang karena GyeonWoo tak menyukainya lagi lebih parahnya Ia benci. SeongAh menyesali, seharusnya Ia mencari jalan lain saat ketahuan oleh GyeonWoo. Sayang Ia terlalu serakah dan beralasan hanya inilah cara menjadi jimatnya. Ia ingin dianggap penting oleh pria yang disukainya. SeongAh menyiapkan jimat tulis dan menyerahkannya pada JiHo yang bertanya apa langkah SeongAh selanjutnya.
SeongAh tak akan memaksa untuk menjadi temannya lagi. Sebagai peri Surga Dan Bumi Ia hanya akan fokus untuk menyelamatkannya saja.
JiHo menawarkan mengantar GyeonWoo pulang. Pelatih Park senang dan berjanji akan mengurus tagihan rumah sakit. Ia sangat kaget saat tahu mendekati setengah juta Won. JiHo yang berprinsip orang dewasa itu kaya langsung menyeratnya pergi saat GyeonWoo yang sejak awal tak enak hati ingin menolak.
Di rumah, SeongAh memerintahkan Master bunga untuk menyiapkan 100 jimat baru. Ternyata ada pasien yang meminta pengusiran setan pada seorang ibu yang pernah dijumpai SeongAh di jalan. Wanita malang itu keguguran di bulan terakhir kehamilannya. Ia depresi dan baru-baru ini menemukan sebuah boneka dan memperlakukan seolah anaknya sendiri. Boneka itu diletakkannya di stroller tapi malah hilang sehingga Ia selalu mengubek tempat sampah untuk mencarinya.
SeongAh memintanya dibawa ke psikiater karena Ia tak bisa mengobatinya, wanita itu bukan kerasukan karena Hantu tak bisa mengambil alih otak orang yang kehilangan kewarasan.
SeongAh menanyakan rupa bayinya yang dijawab cocok dengan ciri Patricia, si boneka DoYeon. Bergaun biru agak lusuh tapi sangat cantik. SeongAh langsung menyadari Ia bisa mengusir Hantu Bayi dan pergi ke rumah DoYeon dalam pakaian Shaman.
Ia menjelaskan bahwa Patricia dirasuki Hantu Bayi dan selama ini DoYeon merasakan gejala seperti sakit kepala, sesak nafas hingga mual sebagai akibatnya. Ia pun sering memimpikan bayi yang menangis semalaman. DoYeon masih ngeyel tapi SeongAh bilang Hantu Bayi sulit dibujuk karena tak bisa diajak berdiskusi. Syukurnya Ia menemukan seseorang yang bisa membujuknya sebagai ibu kandungnya.
DoYeon masih berupaya menolak, malah menantang SeongAh. SeongAh bilang Ia akan mengambil paksa, karena bagi orang lain tangisan bisa berbahaya bahkan menyebabkan kematian. Relakan satu boneka untuk teman mu, bujuk SeongAh. DoYeon membalas Ia tak punya satu teman pun dan SeongAh berjanji akan menjadi temannya mulai sekarang sambil mengambil boneka dari tangannya.
DoYeon bilang wajar jika Jaka Tarub menyembunyikan baju bidadari karena dalam kostum Shaman, SeongAh selalu kuat. SeongAh berterima kasih untuk pujiannya dan menjawab dengan santai "Mungkin" saat DoYeon bertanya apakah sikapnya di sekolah adalah kepalsuan belaka.
DoYeon bercerita Ia membeli Patricia dalam keadaan bekas. Ibunya membuangnya karena lusuh dan wanita itu menemukannya di tempat sampah dan menganggapnya sebagai anak. DoYeon menemukannya kembali dan membawa pulang ke rumah, nahas Hantu Bayi kebutuhan merasuki Patricia. SeongAh membawa boneka itu sambil menahan tangis menatap Hantu Bayi "Sepanjang hidup Kau kesakitan, mengapa kau belum menyebrang juga?"
Di saat yang bersamaan, di lapangan sekolah GyeonWoo berlatih memanah dan tangannya yang terluka menghalanginya. JiHo di ruang ganti tim panahan, berupaya menyelipkan jimat dibalik pelindung ponselnya tak sengaja terangkat telepon masuk. GyeonWoo menangkap basahnya dan menerima telepon itu dengan segera. JiHo mendengar isi pembicaraan itu dan merasa iba dengan GyeonWoo. JiHo bertanya kenapa ada orang yang sengaja menangis di telepon hanya untuk membuat GyeonWoo sendiri bersedih. GyeonWoo membela dan bilang kalau Choi HuiNa adalah temannya yang baik namun jadi berubah akibat perbuatannya. Jadi sebaiknya JiHo menjauhinya juga. GyeonWoo bilang Ia tak akan membencinya.
JiHo mengagetkannya kala tiba di rumah. SeongAh khawatir terjadi sesuatu pada GyeonWoo tapi JiHo bilang feelingnya akan ada sesuatu yang akan terjadi. Oleh karena itu Ia bersedia jadi jimat manusia. Ia ingin membantunya, jika GyeonWoo mati dalam kondisi ini, JiHo akan tersiksa selama hidupnya. SeongAh mulanya tampak agak ragu tapi Ia yakin JiHo bisa justru jika Ia punya keyakinan diri. "Untuk anak malang yang menyebalkan dan tak punya tempat bersandar, Kau akan menjadi Shaman dan Aku akan jadi Jimat Manusia. Untuk saat ini itu yang bisa kita lakukan" tekad JiHo selama SeongAh melukis mantra di sekujur tubuhnya.
Pagi harinya, di kamarnya JiHo mencari sesuatu yang punya mata, hidung dan mulut. Terpaksa Ia merelakan action figure kesukaannya untuk dititipkan pada GyeonWoo agar berfungsi sebagai jimat pelindung pengganti jika mereka sedang tak berdekatan. GyeonWoo menolak tapi tetap menerima pelukan JiHo yang berpesan untuk menghubunginya jika urusannya selesai.
Ternyata hari ini adalah hari libur. GyeonWoo membersihkan rumah sedangkan SeongAh mencari ibu dari Hantu Bayi yang merasuki Patricia. Tepat saat Ia menemukannya, ternyata sang Ibu sedang menangis di depan tumpukan sampah dan GyeonWoo yang awalnya hanya membuang sampah benar-benar menemaninya sampai ibu itu berhenti menangis. SeongAh yang bisa melihat semua (namun tak terlihat oleh GyeonWoo karena posisinya dibawah tangga), hanya bisa tersenyum teringat tipe lelaki idamannya yang haruslah melakukan hal serupa.
Setelah GyeonWoo pergi, diam-diam SeongAh meletakan boneka Bayi Patricia di dalam stroller. Sang ibu sangat senang dan menimangnya dengan sayang. SeongAh melihat ibu dan bayi perempuannya saling tersenyum di hamparan taman bunga. Akhirnya Ia mengerti mengapa Hantu Bayi memilih tak menyebrang. "Semua hal tentang mereka semu tapi cintanya nyata dan tulus." Gumam SeongAh memandangi Hantu Bayi yang melambaikan tangan dengan gembira kala di bawa pergi menjauh oleh ibunya.
Hujan mendadak turun dan SeongAh menangis kala menyadari pelembab bibirnya ada dalam plastik sampah yang dibuang GyeonWoo. Ia menggenggamnya sembari berlutut dan berkata hatinya sangat sakit, bukankah artinya ini nyata. Rasanya seperti mau mati, tambahnya lirih dalam hati. Lalu Ia mendongak dan melihat GyeonWoo memayunginya dalam diam. Keduanya bertatapan dan lagu sendu mengalun..
Review
Episode yang memilukan. Sebagai seorang ibu, latar belakang Hantu Bayi yang ingin kembali pada ibu kandungnya sangat menyentuh hati saya. Benar kata SeongAh, hubungannya semu tetapi kehangatan yang diberikan terasa nyata.
Dari dunia Shaman, ternyata Hantu tak dapat merasuki orang dengan gangguan mental. Sementara YeomHwa dengan keadaannya yang belum jelas justru merapalkan Matra yang mempertaruhkan nyawanya.
GyeonWoo semakin terpuruk dengan keraguannya atas semua tindakan SeongAh pada saat perasaannya pada gadis itu mulai tumbuh. Bagaimana pun, Ia jelas terkejut menyaksikan SeongAh menarikan Tarian Lentera dengan sinkron bersama Shaman yang paling dibencinya seumur hidup.
Di sisi lain, JiHo semakin menunjukkan kualitas dirinya sebagai seorang gentleman sejati. Ia bersedia menjadi Jimat Manusia demi melindungi GyeonWoo.
Persahabatan baru di antara SeongAh dan DoYeon yang sama-sama kikuk dalam hubungan sosial sangat menarik dan manis.
Saya masih bertahan tak membaca Webtoon yang diadaptasi demi mendapatkan kejutan yang segar dari Drakor Head over Heels ini, dan sejauh ini masuk sangat menyukainya dan menunggu kelanjutan episodenya.
Baca juga Recap dan Review Head Over Heels:




























Posting Komentar