Recap dan Review Would You Marry Me? Episode 12
Recap Would You Marry Me? Episode 12
SangHyeon membuka brangkas membaca dokumen perizinan Toserba Beaute. Ia teringat kata-kata bos besar alias ayahnya SungWoo. Sang Dirut sendiri sedang berada di ruangannya sambil menjelekan si walikota. Ia merasa kasihan karena SangHyeon yang harus menanggung kesalahan ini meskipun Ia dirutnya. Alasannya adalah karena rekening tersebut adalah buatan SangHyeon sendiri. Ia sesumbar tak bisa membantu tapi berjanji ayahnya akan membalasnya berkali-kali lipat.
Sang teman mengingatkannya lagi tentang "lelucon" tentang cincin emas yang dilakukannya saat masih muda. SangHyeon selalu berterimakasih padanya dan ayahnya sampai sekarang. Ia jadi tak perlu khawatir kelaparan dan soal uang sampai saat ini. SungWoo nampak ge-er dan berkata Ia tak pernah minta dipuji.
Bosnya mempercayai kecerdasannya bisa menangani jaksa, sebelum berpisah, SangHyeon ingin tahu apakah sekali saja SungWoo pernah menganggapnya sebagai teman. SungWoo menjawab bahwa mereka seusia. Tapi SangHyeon bertanya apakah Ia pernah menganggapnya lebih dari sekedar alat yang digunakan setiap kali kena masalah, sebagai teman sejati. SungWoo malah tertawa sambil menepuk perutnya.
Di rumahnya, SangHyeon teringat perkataan JinGyeoung sambil memberi makan kura-kuranya.
Keesokan harinya seluruh wartawan datang untuk meliput. Tapi kita tergocek. Bukan ke acara konpress WooJoo1, melainkan mencegat SangHyeon di tangga gedung kejaksaan. Ia ditanyai sebagai pihak yang memberi dana lobi ilegal pada Walikota Yongdu. SangHyeon hanya menjawab singkat, bahwa Ia akan bersikap kooperatif selama penyelidikan. Kemudian masuk ke mobilnya.
Di perjalanan, ponselnya penuh panggilan tak terjawab dari SungWoo. Sekali diangkat, sang Dirut langsung memakinya bertanya kenapa jaksa mencarinya. SangHyeon jujur mengakui perannya tapi tidak yang diluar perannya. SungWoo sadar temannya buka mulut can menyumpahinya. SangHyeon membela diri, selama ini Ia sudah cukup membalas budi pada mereka dan sekarang ia akan menebus dosanya sendiri. Jadi SungWoo harus menebus dosanya sendiri juga.
SungWoo langsung memerintahkan anak buahnya mempercepat pemindahan kepemilikan rumah di Beaute Palace pada MeRi sebagai pemenang. Bisa berbahaya jika ketahuan sejak awal rumah tersebut bukan untuk hadiah undian toserba melainkan penyamaran untuk menyuap walikota (dengan menjadikan keponakannya yang baru menikah sebagai pemenang yang diatur).
Stafnya, Tuan Kwon, tergagap bilang belum sampai tiga bulan yang diperjanjikan di awal. Namun SungWoo memerintahkannya segera mengurus hal tersebut. Bawahannya bilang ada hal yang lebih urgent. Seorang yang gila (WooJoo1) mengirim email ke media bahwa ada penipuan yang melibatkan Beaute Grup. SungWoo yang tak mau menambah masalah segera memerintahkan tim legal membereskannya.
WooJoo1 rupanya baru berlatih presentasi di ruangan kosong. Haoahaha. MeRi berusaha menghubunginya tapi diputuskan. Jadilah WooJoo dan MeRi bergegas hendak mendatanginya.
WooJoo1 masih berlatih sambil menyusun semua dokumen ketika sejumlah orang yang berpakaian resmi menyitanya. Sebenarnya WooJoo1 sempat membaca skandal Beaute dan Walikota Yongdu. Mereka mengambil foto sebagai barang bukti dan juga melepaskan baliho serta menyerahkan surat penuntutan pencemaran nama baik serta menghambat bisnis senilai 10 miliar Won.
WooJoo1 masih membela diri, Ia punya bukti dan ini bukan fitnah tapi tim legal tak peduli. Apapun saat nama Beaute disebut, mereka akan mengajukan gugatan ganti rugi.
WooJoo1 berusaha mencegah pengacara perusahaan pergi tapi para bodyguard menahannya dan menjatuhkan ke lantai. Jadilah Ia mulai menangis. MeRi yang menyaksikan semuanya jadi iba. Ia mendekati mantan suaminya itu.
WooJoo1 malah menuduh MeRi yang melaporkan dirinya ke Beaute. MeRi baru tahu setelah kemari. Jadi WooJoo berlutut padanya minta bantuan bicara ke Beaute karena Ia tak punya banyak uang serta mudah jadi stres jika ada masalah.
MeRi sebenarnya sedikit kasihan karena WooJoo1 membujuknya demi masa lalu mereka yang pernah saling mencintai. Tapi Ia kesal, ingin tahu alasan WooJoo bertindak hingga sejauh ini.
Saat pria itu terus menangis, MeRi akhirnya duduk di sebelahnya mengaku mengerti karena pernah melaluinya sendiri. Alasannya adalah kebencian tapi kedepannya mereka tak perlu begini lagi. Saat ini berkat WooJoo, MeRi sangat bahagia dan tenang, jadi Ia ingin WooJoo1 pun bahagia serta bisa melalui semuanya. MeRi pun tak senang atau puas melihat keadaanya sekarang. MeRi mengajaknya melupakan semua kebencian dan kemarahan dan menyimpan kenangan baiknya saja. WooJoo1 menatapnya dan mengangguk lemah.
MeRi mendaftarkan putusan cerai ke Pengadilan Keluarga Seoul. Setelah resmi bercerai, Ia keluar dengan menghembuskan nafas lega sambil menatap langit. Perasaannya semakin bahagia kala melambaikan tangan pada WooJoo yang menunggunya. Mereka berpelukan erat sebelum menuju Beaute Palace dan berkemas.
MeRi dan WooJoo memandangi rumah itu untuk terakhir kali dengan mengingat banyak hal yang pernah terjadi. Di jalan perwakilan toserba Beaute menelpon untuk pemindahan hak rumah. MeRi heran SangHyeon tak bilang apapun. MeRi jujur Ia sudah cerai jadi tak layak serta tak mau menerima hadiahnya. Perwakilan Beaute jadi panik karena harus menyerahkan rumah
MeRi heran SangHyeon tak cerita apapun. WooJoo mengira karena kasus dana lobi ilegal. WooJoo ingin tahu apakah MeRi tak sedih soal rumahnya. Pacarnya ini mengaku sedih tapi toh Ia mendapati hal yang lebih bernilai dibanding rumah. WooJoo menggodanya inging tahu apa itu. Tapi MeRi yakin Ia pasti paham dan tak mau memberitahukannya lagi Hoahaha. MeRi mengalihkan pembicaraan dengan minta memutar musik saja. Jadi WooJoo tertawa sambil memerintahkan AI memutarkan lagu ceria dan OST pembuka mengalun. Mereka sempat memuji soundsystem yang menurut WooJoo cukup mahal (ini ngiklan pun smooth banget Hoahaha).
SangHyeon membereskan barang-barangnya. Ia sedang melempar papan nama Direktur Pelaksana Toserba Beaute ke dalam tong sampah saat JinGyeoung menelpon.
Mereka berjumpa di tangga taman tempat istirahat jika mereka berlari. SangHyeon langsung menenangkan Bu dokter yang ingin tahu soal kasusnya. Masalah rumah hadiah Beaute Palace tidak akan dipermasalahkan, jadi Ia bisa tenang soal WooJoo yang tak akan terekspos. JinGyeoung menyela, Ia hanya khawatir tentang SangHyeon. Ia baca berita SangHyeon mengakui kesalahannya.
SangHyeon bilang kan JinGyeoung yang memintanya hidup tanpa rasa malu. JinGyeoung menyangkalnya, menurutnya Ia hanya yakin SangHyeon harus bertanggungbjawab atas kesalahannya bukan untuk hal yang tak dilakukannya. SangHyeon membenarkan itulah yang sedang dilakukannya. Seperti yang JinGyeoung sarankan.
JinGyeoung cemas, menurut SangHyeon, Ia tak perlu ditahan sekarang tapi pengadilan akan segera memutuskan hukuman. JinGyeoung takut Ia akan masuk penjara, SangHyeon justru menghela nafas panjang sambil memuji keindahan suasana malam yang sangat indah. "Aku akan memikirkan mu dari waktu ke waktu." Ucapnya dengan serius. (Ini pernyataan suka tak langsung). Tapi Ia berusaha meminta satu bantuan pada JinGyeoung.
Nenek WooJoo meninggalkan rumah sakit. Hal pertama yang ingin dilakukannya adalah bertemu MeRi. Jadi Ia meminta Bu Kim menelponnya. MeRi yang sedang membahas desain dengan SongHee jadi kaget. SongHee pun heboh meledek atasannya yang akan bertemu calon mertuanya.
Di kantor Myunsoondang, WooSeok dan SeJeong membahas siapa yang akan menggantikan Nenek setelah Pak Jang tidak ada. SeJeong agak cemas karena akhir-akhir ini agak keras pada MeRi, WooSeok malah bergurau Bu Oh justru lebih parah. Keduanya tertangkap basah oleh Bu Oh. Wanita yang lebih tua malah mengomeli mereka, hubungan pasangan tak bisa ditebak sampai mereka sah. Tapi sikapnya justru berubah 180 derajat saat MeRi dan SongHee datang. Membuat WooSeok dan SeJeong bertukar pandangan aneh. Hoahaha
Bu Oh menanyai MeRi apakah sudah tahu nenek sudah dipulangkan. SongHee langsung menjawab bahkan Nenek sudah mengajak MeRi bertemu. Bu Oh malah memberi nasehat, apakah MeRi jago bermain permainan tradisional Omok? SongHee yang menjawab bahwa bosnya bahkan lebih jago dari komputer. Justru karena nenek tak pernah kalah MeRi tak boleh main bersamanya atau minimal harus mengalah ketika main. Haoahaha.
Kakak dan Ibu WooJoo1 pulang dari Sauna. Ibunya bertanya mau makan apa. Kakaknya menawarkan daging masak Sichuan (hoo.. iye kan dia chef yang jago masakan China di Bon Appetit Your Majesty nih! Ibunya memujinya yang bersemangat soal memasak. Kakaknya yakin itu adalah bakat terpendamnya. Berhubung ibunya malas berbelanja, mereka memutuskan makan diluar. Saat baru hendak mengajak WooJoo1, mereka melihatnya duduk berdua seorang wanita di sebuah restoran.
Mereka menguping pembicaraan WooJoo1 yang meminta maaf atas masalah yang ditimbulkannya karena teringat dengan surat tuntutan Beaute. Ibunya ingin tahu siapa yang dimaksudkan dengan pewaris Myunsoondang. Mereka mengenalinya dari pertemuan di rumahsakit dan toko perabotan.
Kakaknya yang melihat foto WooJoo secara online memuji ketampanannya dan keberuntungan MeRi yang akan menikahi kelurahan kaya. Namun Ibunya tertawa ironis kemudian menyusun rencana.
Di akhir pekan yang dijanjikan nenek dan Nona Kim sedang bersiap menyambut MeRi dan WooJoo. Nenek lega cucunya akan segera menikah. Nona Kim menggodanya agar bisa tetap sehat sampai cicitnya lahir. Selain itu Ia tak melakukan background cek pada MeRi sesuai permintaan Nenek. Menurut Nenek dari beberapa kali pertemuannya, Ia yakin MeRi adalah gadis yang baik. Jadi nenek yakin dengan penilaiannya.
WooJoo dan MeRi membelikan nenek buket bunga saat Nona Kim bertanya kapan mereka tiba. MeRi mencemaskan penampilannya dan WooJoo dengan segera meyakinkannya Ia sangat cantik hari ini.
Celakanya Ibu dan Kakak WooJoo1 tiba lebih dahulu di rumah keluarga WooJoo. Ibu WooJoo1 tanpa Tedeng aling-aling memperkenalkan dirinya sebagai mantan ibu mertua MeRi. Mereka pun menjelek-jelekkannya sampai nenek membatalkan pertemuannya dengan MeRi dan hanya WooJoo. WooJoo beralasan nenek tiba-tiba merasa tak enak badan.
MeRi menunggu di mobil sementara WooJoo menemui neneknya dengan membawakan bunga yang sudah dipersiapkan. Keduanya mengobrol, nenek langsung bertanya kebenarannya. WooJoo baru hendak mengakui semuanya tapi nenek langsung memotong pembicaraannya. WooJoo jujur tentang Beaute.
WooJoo1 sedang minum di warung tenda. Ia ingat kata-kata MeRi memintanya bahagia. Ia merasa kena karma kehilangan wanita yang baik seperti MeRi. Ia masih memandangi foto kenangan mereka sambil meminta maaf dengan setulus hatinya. Sayang keharuan berlangsung singkat saat kakaknya melaporkan Ia dan ibunya pergi ke rumah nenek WooJoo. WooJoo1 menangis tersedu-sedu, minta kakak dan ibunya berhenti melakukan hal-hal itu. Ia mengirim pesan ke MeRi. Jadi MeRi paham yahh sedang terjadi.
Malam itu MeRi menelpon WooJoo bertanya kabar neneknya. Menurut WooJoo, Ia cukup baik dan akan mengatur janji temu selanjutnya. Ia mencemaskan MeRi yang mengaku dalam perjalanan pulang. Kenyataannya MeRi sedang duduk di taman bermain dengan murung. Tiba-tiba ibunya menghubungi. Beliau penasaran dengan pertemuan MeRi dengan nenek WooJoo. Jadilah MeRi jujur padanya.
Cue to.. SoRi mengipasi Ibunya dalam taksi menuju Seoul. SoRi memastikan lagi, apakah Ibunya yakin dengan niatnya ini. Sang Ibu berkata tidak penting keyakinannya, pokoknya Ia ingin menyelesaikannya sampai tuntas. SoRi berusaha menenangkan Ibunya, saat Kakak dan Ibu WooJoo1 terlihat sedang berjalan bersama menuju taman. Ibunya langsung turun dan menjambak rambut Ibu WooJoo1 Hoahaha. Wanita jahat itu tergagap mengenali ibu MeRi, yang menuntut balas atas semua perlakuan jahatnya pada putrinya. Sang Kakak yang tadinya hanya panik, berusaha menolong ibunya tapi SoRi segera turun tangan dan menjambak ya sambil mengomel "Beraninya Kau mengusik kakakku!". Jadilah dua pasangan itu saling Jambak, bergelut dengan histeris, disaksikan banyak orang. Hoahaha.
JinGyeoung sedang pemanasan di tempat biasa. SangHyeon datang meski ini hari sidangnya. Ia beralasan cemas kalau JinGyeoung sedih akibat diabaikan pria lagi. JinGyeoung ingat itu kata-katanya sendiri saat mereka kebetulan bertemu di bar pertama kali. JinGyeoung mengulangi pertanyaan yang sama juga "Apakah kau sedang menggodaku?"
SangHyeon cuma bilang Ia merasa terhibur berkat seseorang yang menyadarkannya bahwa uang bukan segalanya dan Ia jadi lebih tenang. JinGyeoung mengikuti permainannya, jadi meski Ia tak tahu siapa orang itu, ia memujinya sebagai orang yang hebat. SangHyeon tersenyum lebar. Saat JinGyeoung memberinya jempol sebagai pujian atas sikapnya yang lebih disukainya saat ini, Ia membalasnya dengan toss repsek. JinGyeoung mengharap persidangannya berjalan lancar.
SangHyeon mengajaknya berlari. JinGyeoung mengejarnya karena ingin tahu kapan Ia akan mulai sesuatu dengan tanggungjawab besar itu dan alasan SangHyeon memilihnya. SangHyeon hanya beralasan tak ada orang lain yang bisa menolongnya.
MeRi dan WooJoo makan siang bersama. WooJoo mengaku sangat sibuk sejak EungSoo mengundurkan diri. Sepupunya itu sedang merintis klub e-sport. Jadi Ia sedang merekrut gamer profesional. WooJoo pun merasa MeRi semakin sibuk karena jarang menghubunginya. Padahal MeRi sedang merasa sedih hubungan mereka renggang karena mereka menanggung kekhawatiran yang sulit diucapkan.
WooJoo tiba-tiba dihubungi neneknya dan pergi keluar untuk menerima telepon. MeRi membayari makanan mereka tapi Ia sempat mendengar sebagian percakapan itu. WooJoo berusaha menjelaskan sesuatu dan meminta neneknya mempertimbangkan kembali. WooJoo pun harus segera menemui beliau
MeRi berjalan pulang sendiri dan merasa semakin bersedih. Ia memikirkan kata-kata WooJoo dan mampir ke taman bermain.
Rupanya WooJoo menemui Nenek yang duduk bersama EungSoo dan Bibi. Nenek menyampaikan keputusannya.
WooJoo menghubungi MeRi dan menangkap basahnya belum pulang juga ke rumah. Rupanya WooJoo juga sudah berada di taman tersebut. Ia dalam perjalanan menuju rumahnya dan melihat MeRi bersinar di bawah lampu dengan pesona luar biasa (Hoahaha WooJoo ga boleh ada celah langsung gombalism).
MeRi ingin tahu kenapa nenek memanggilnya. Kala WooJoo terlihat ragu, MeRi langsung menyimpulkan Nenek menentang hubungan mereka. MeRi tahu Ibu WooJoo1 mengunjungi neneknya, jadi Ia bisa memperkirakan arahnya. Ia akan baik-baik saja, Woojoo tak perlu tersiksa diantara kedua orang yang disayanginya.
WooJoo mengaku tak tersiksa dan MeRi bilang Ia dengar sebagian percakapan. WooJoo. Rupanya nenek memintanya menjadi CEO dan WooJoo minta pertimbangan atau lebih baik menyewa seorang manajer profesional saja. Nenek memang meminta waktu untuk menerima MeRi tapi WooJoo menekankan bahwa neneknya pernah bilang semua orang pernah berbuat salah yang penting punya hati nurani dan berniat meluruskannya.
WooJoo tak memberi tahu agar MeRi tak khawatir. Hari ini nenek menelpon justru untuk memberikan cincin giok agar WooJoo bisa makan lezat dan bepergian serta cari uang kapan saja, namun ada waktunya untuk melamar. Jika WooJoo telah menemukan seseorang yang ingin dijadikan teman seumur hidupnya, jangan lepaskan orang tersebut.
WooJoo berlutut dan meminta MeRi menikahinya. MeRi hanya terdiam dan akhirnya menjawab mau, sebenarnya sesorang pernah memberitahunya jangan menjawab terlalu cepat, jadi Ia mencoba berhitung sampai sepuluh tapi gagal. WooJoo hanya tersenyum dan mereka berpelukan. Akhirnya ciuman yang panjang dan penuh kebahagiaan itu datang juga.
MeRi diajak WooJoo menemui nenek. Ia meminta maaf dan berterimakasih nenek mau menerimanya. Bibi dan EungSoo langsung datang dengan heboh. Bibinya langsung menyapa tunangan WooJoo dan memperkenalkan dirinya serta EungSoo. Sang sepupu bilang mereka sudah saling mengenal di Myunsoondang.
Bibi blak-blakan bilang MeRi mirip ibunya dan EungSoo menambahkan MeRi pun tampak garang. EungSoo malah jujur banget bilang mereka disuruh nenek menyelidiki keluarga MeRi ke Yeosu Hoahaha.
Rupanya EungSoo dan Bibi menyamar jadi pembeli. EungSoo mencicipi semua tester sampai asisten Ibu MeRi mendekati mereka dan menyindirnya haoahaha. Bibi ingin tahu bagaimana perkembangan bisnis mereka dan sang asisten menunjuk ibu MeRi sebagai pemilik.
Saat EungSoo mengambil sendiri lauk yang mau dibeli, Ibu MeRi datang dan mencegahnya dan memberi kemasan yang lebih kecil. EungSoo langsung mengomel mentang-mentang bukan warga lokal, Ia didiskriminasi padahal mereka pun berbisnis makanan.
Belum sempat Ibu MeRi menjelaskan tiba-tiba seorang gadis kecil datang membeli. Ibu Meri mengemas lauk tadi dan beberapa kotak lainnya tapi hanya menerima uang yang tak sebanding. Asistennya mengomel bahwa mereka akan bangkrut dengan cara bisnis begini. Ibu MeRi hanya mengabaikannya dan menjelaskan gadis piatu itu harus mengurusi adiknya sementara ayahnya melaut. Harga dirinya terlalu tinggi untuk menerima barang gratis, jadilah Ia memberi porsi yang lebih banyak. Bibi WooJoo nampak serius memperhatikan sosok kecil yang berjalan menjauh itu. Benar saja, saat Ia melaporkan kepada nenek lewat telepon, menurutnya nenek pun pasti akan menyukai Ibu MeRi. Apalagi mereka juga dapat pajeon pollack gratis Hoahaha.
Nenek dan pasangan yang berbahagia hanya tersenyum penuh arti saat duo ibu dan anak itu memuji diri mereka sendiri, turut andil dalam pernikahan MeRi dan WooJoo.
Bibi menanyakan kapan waktunya pertemuan keluarga tapi WooJoo langsung mengutarakan keinginan mereka menikah tahun depan saja. MeRi sepakat, saat ini WooJoo harus fokus menjadi CEO dan mengembangkan Myunsoondang. Nenek pun setuju serta berseloroh harus hidup lebih lama demi berjumpa cicitnya.
EungSoo yang ikut tertawa malah diminta ibunya untuk dijodohkan. Ia masih menolak karena percaya pertemuan alami. Bibi langsung bertanya pada MeRi apakah punya teman yang bisa dijodohkan dengan anaknya. MeRi menanggapi dengan serius dan bertanya tipe wanita ideal EungSoo yang bagaimana. Keduanya menjawab berbarengan : EungSoo tak mau yang mirip ibunya sementara Ibunya yakin anaknya mencari yang mirip dirinya. Hoahaha.
JinGyeoung sedang memandangi terarium milik SangHyeon. Ia menyapa kura-kura yang asyik diberi makan. JinGyeoung berharap mereka lekas betah karena rumahsakit juga tempat orang menginap. Hoahaha. Ia pun cemas karena ada satu yang dinilainya hanya tidur terus belakangan ini, namun Ia kebingungan namanya dan bagaimana dulu SangHyeon bisa membedakan mereka yang tampak kembar dimatanya.
Setelahnya JinGyeoung menulis surat dan adegan paralel dengan SangHyeon yang membaca surat itu di halaman penjara. JinGyeoung mengirimkan foto hewan peliharaannya dan bergurau mereka introvert seperti pemiliknya.
JinGyeoung menceritakan rencananya ikut London Marathon dan mengajak sang pria ikut Marathon di US tahun depan. Jadi Ia harus menjaga kesehatan, bagaikan kura-kura yang bergantung dengan cangkang yang kerasa, Ia berharap pria ini akan jadi lebih tangguh. SangHyeon membacanya dengan penuh senyuman. Ia pun melanjutkan buku bacaannya. Isinya tentang puisi yang menggambarkan kehidupan terasa hampa sebelum bertemu pujaan hati.
Fast forward setahun berikutnya. Bu Oh, WooSeok, SeJeong dan SongHee membawa bunga berukuran besar. Rupanya akan dijadikan bagian dekorasi dari pesta pernikahan outdoor antara WooJoo dan MeRi. Lokasinya indah dan vivesbya sungguh romantis. Bu Oh yang masih saja sibuk mengomel kena batunya saat hak sepatunya nyaris patah akibat selip di rumput.
EungSoo nampak berlatih keras selaku MC. Ia sempat menyapa Bu Oh dan JinGyeoung. Bu dokter sempat meledek ketampanannya yang menyaingi pengantin pria Hoahaha.
Setelahnya, Ia menelpon seseorang menanyakan apakah Ia sudah tiba di lokasi dan.. SangHyeon muncul dan mereka berdua saling tersenyum bahagia.
Sambil menantikan pengantin, Bibi sempat mengobrol dengan Ibu MeRi dan SoRi. Bibi mendengar jualan Ibu MeRi sedang viral. Rupanya semua berkat SoRi yang sekarang membantu di restoran. Ia melayani tamu asing dengan bahasa Inggris yang fasih. Ibu dan asistennya sangat bersyukur meski saking sibuknya mereka sampai tak sempat ke toilet Hoahaha.
Ibu MeRi bertanya balik pada calon besan bagaimana dengan bisnis anaknya dibidang game. Bibi malah bilang setiap melihat EungSoo, Ia seolah menyesal punya anak. SoRi terkejut tapi Ibunya segera memberi kode "Itu karena anaknya lelaki." Hoahaha. Bibi lanjut berusaha menjodohkan EungSoo dengan kalimat yang sama uang pernah diucapkannya pada JinGyeoung, "Jangan berpikir terlalu jauh, jangan-jangan jodohmu adalah orang yang berada dekat." SoRi dan Ibunya mengira orang dari perusahaan. Hoahaha padahal maksud yang ditembak ya si EungSoo yang sadar lagi dighibahin.
Akhirnya tibalah di lagu pernikahan yang mengalun dari piano. EungSoo mengumumkan kehadiran mempelai. WooJoo menggandeng MeRi dengan senyum sumringah mengembang di wajah keduanya. Para tamu berdiri bertepuk tangan dan melemparkan confetti. Nenek, asistennya, Bibi, EungSoo, Ibu MeRi dan SoRi nampak terharu. Begitu pula SangHyeon dan JinGyeoung yang duduk bersama. Tim Pemasaran plus SongHee yang paling heboh!
Sebelumnya, terdengar inner monolog MeRi sambil mengenang kisah mereka : "keberuntungan sungguh datang dengan misterius. Saat keberuntungan terbesar ku datang (rumah hadiah Beaute). Meski kupikir akhirnya kebahagiaan sedang datang kepadaku, tetapi keberuntungan dari kebohongan tak mungkin asli. Mungkin dalam semua momen berusaha mempertahankan rumah itu, yang sebenarnya kuimpikan bukan rumah palsu yang harus kusembunyikan dari semua orang tapi satu orang yang bisa mencintaiku apa adanya. Bertemu dengan orang seperti itu, bukankah itu keberuntungan yang sebenarnya?"
WooJoo pun menimpali dalam inner monolog ya "Keberuntungan seperti itu datang bagai takdir pada momen paling putus asa. Beberapa hari membahagiakan, beberapa hari tidak. Setiap kali rasa sedih dan sakit menerpaku, aku kehilangan arah dan tersesat. Tapi mungkin semua itubadalah jalan yang merngarkan ku padamu. Setelah kami berjanji bertemu setelah laman berpisah"
"Kehidupan kami mengarahkan kami pada satu sama lain" tutup MeRi
"Aku mencintaimu." WooJoo menatap mesra istrinya
"Aku juga." Tatapan MeRi tak kalah hangat.
Review Would You Marry Me? Episode 12
My forever Oh Hani (Playfull Kiss, 2010) sekarang jadi Yoo MeRi!! Segitu sering nonton dan suka proyeknya Jung SoMin, menurut saya ini yang paling berkesan.
Segitu seringnya juga Ia bergaun pengantin (termasuk di Playfull Kiss) ini yang paling cantiiiikk😍 Tomini neomu yeppeo!!
Choi WooShik juga ganteng pisan euy! Dari beberapa episode lalu saya komen di sini akhirnya Ia terlihat manly, ga imut boyish lagi.
Kalau tahun lalu saya hampir yakin Jung HaeIn beneran naksir SoMin, WooShik ini ga tahu lagi deh. Hoahaha.
Saat wawancara untuk promo, Ia mengaku ngefans sama SoMin. Mereka kerap saling memuji dan satu hal yang selalu muncul, selera humor mereka sama dan nyambung banget. Cuplikan BTS penuh adegan mereka ijbol-ing barengan. Duh, ga nolak sih kalau mereka beneran jadi power couple baru.
Rating Episode pamungkas 9% menurut saya cukup baik, mengingat bisa disaksikan di Disney+ (meski tak di semua negara, tapi Drakor ini menduduki posisi teratas di platform tersebut. Sekaligus memuncaki pencarian di Naver (web search) KorSel. Jadi bisa dibilang Space, Marry Me, berhasil secara domestik maupun internasional.
Drakor ini troopsnya banyak yang klise tapi eksekusinya fresh, permasalahan yang muncul penyelesaiannya tidak berlarut-larut, ya adalah miskom sedikit misal waktu MeRi berasumsi sendiri nenek menentang mereka, tapi bisa langsung selesai dengan komunikasi yang baik.
Beberapa detil kecil yang dihadirkan bisa membuat perasaan ikutan hangat. Contoh keluarga Chaebol WooJoo lebih down to earth, mereka benar-benar mengutamakan value suka berbagi. Tak hanya didengungkan Nenek saat perayaan ultah ke-80 Myunsoondang, Bu Oh pun menceritakan ulang perihal membuat seribu mandu di panti asuhan saat bakti sosial tahunan. Makanya Bibi yakin nenek bakalan suka calon besannya setelah melihat interaksi Ibu MeRi dengan pelanggan kecilnya itu.
Nenek juga tak langsung memveto hubungan WooJoo dan MeRi. Ia minta waktu berpikir (dan mengutus Bibi serta EungSoo dulu) sebelum mengambil keputusan.
WooJoo1 pun akhirnya sadar dan mengikhlaskan MeRi untuk berbahagia. Meski keluarganya tetap brengsek, toh Ibu dan adik MeRi akhirnya membuat perhitungan dengan keduanya. Adegan saling Jambak yang cewek banget itu adalah puncak komedi Would You Marry Me? Sekaligus memberikan rasa puas pada pemirsa (saya jauh lebih puas dari pada vonis paman).
Sebagian netizen di X termasuk saya agak kecewa dengan open ending SangHyeon dan JinGyeoung. Mereka hanya saling bertatapan ketika menghadiri pernikahan WooJoo-MeRi. Belum ada kepastian mereka jadian atau lebih dari sekedar bersahabat. Eh, tapi setelah dipikir lagi, cinta yang dewasa ada yang begini. Tanpa perlu banyak bertutur kata, komitmen JinGyeoung menjaga kura-kura SangHyeon selama ini, kurang lebih menunjukkan rasa sukanya juga. Mengurus hewan itu tanggung jawabnya besar, jadi kalau tak ada perasaan lebih, malesin lho jagain hewan orang lain (contoh WooJoo1 yang langsung mengembalikan Elizabeth si kucing setelah dicampakkan Jenny Hoahaha). Dan mengingat pernikahan berkonsep intimate wedding, yang diundang benar-benar orang-orang terdekat keduanya saja, maka SangHyeon bisa dipastikan plus one-nya JinGyeoung. Ini sekaligus memberi sinyal pamungkas pada pria (yang duluan naksir), Bu dokter sudah move on dari cinta masa kecilnya.
Semoga (seperti harapan saya saat ending Tastefully Yours), Bae NaRa bisa jadi lead male. Meski sekejap, penampilannya selalu berkesan, misalnya saat jadi Jang NiNa di D.P! Shin SeulGi nih berpotensi sekali, matanya cakep dan aktingnya lumayan. Seo BumJune juga semakin bersinar. Intinya, semua cast yang lain juga pas.
Terimakasih Would You Marry Me? Enam Minggu yang sangat berkesan. Dalam list Drakor favorit, langsung masuk jajaran 10 teratas saya nih (meski ga yakin juga Drakor mana yang harus dikeluarkan Hoahaha).
Buat yang ngikutin Drakor ini semoga kisah cinta seindah MeRi dan WooJoo selalu menyertai kita semua! Aamin YRA.
Baca juga Recap dan Review Would You Marry Me ?



















































Posting Komentar